Latest Post

Walau Seribu Lidahku

Lagu ini ditulis oleh Charles Wesley. Ia adalah salah satu penulis lagu kristen dari Inggris yang paling berpengaruh hingga sekarang. Ketika Ia dan saudaranya, John Wesley, kuliah di Universitas Oxford, mereka membentuk sebuah klub keagamaan bernama ‘Holy Club’ karena ketidakpuasan mereka akan kelesuan rohani di universitas itu. Sebagai hasil dari kebiasaan metodikal hidup dan belajar mereka, teman-temannya berkelakar menyebut mereka ‘metodis’.

Setelah lulus kedua orang muda bersaudara ini dikirim ke Amerika oleh Gereja Anglikan untuk membantu menstabilkan iklim keagamaan di Koloni-koloni Georgia dan menginjili orang-orang Indian. Dalam kapal ketika menyeberangi Laut Atlantik, Wesley bersaudara berkenalan dengan sebuah kelompok Moravian Jerman, sebuah kelompok penginjilan kecil yang sejak lama dikenali berkaitan dengan misionari dan kegairahan mereka dalam bernyanyi pujian. Kedalaman rohani dari orang-orang percaya ini dengan segera terbukti ketika badai mengamuk. Wesley bersaudara sangat terkesan dengan orang-orang Moravian. Kisah di bawah ini diambil dari jurnal Wesley, pada 25 Januari 1736:

Di tengah-tengah pembacaan Mazmur, yang menandakan dimulainya ibadah mereka, laut meledak dengan tiba-tiba, merobek-robek layar utama, melingkupi kapal dan menerjang di antara geladak… Teriakan-teriakan mengerikan mulai terdengar di antara orang-orang Inggris. Para Moravian menengadah, dan seketika itu juga dengan tenang bernyanyi. Aku bertanya pada seorang dari mereka setelah kejadian itu, “Apakah kau tidak takut?” Dia menjawab, “Puji Tuhan, tidak!”

Charles sendiri menulis tidak kurang dari 6.500 teks himne, hampir tak pernah lewat satu hari atau satu pengalaman tanpa ia kristalisasikan menjadi syair. ‘Walau Seribu Lidahku’ ditulis pada tahun 1749 pada peristiwa perayaan kesebelas pengalaman pertobatan Charles di Aldersgate. Diperkirakan himne ini diinspirasikan oleh ucapan Peter Bohler, seorang pemimpin Moravian yang berpengaruh, yang berseru, “Jika aku memiliki seribu lidah, aku akan memuji Yesus Kristus dengan semua lidahku itu.”

 

Walau Seribu Lidahku

Categories: Hymn Stories

Author: gracelia Christanti

Bitnami