Latest Post

TULIP (4): Anugerah Yang Tidak Dapat Ditolak (Irresistible grace)

Categories: Resensi

Urutan keselamatan : pertobatan,pembaruan,pembenaran dan iman di dalam Kristus, pengudusan dan kehidupan baru, dan pada akhirnya pemuliaan dan kehidupan yang kekal.

PEMILIHAN DAN PANGGILAN : BAGAIMANA KEDUANYA BERHUBUNGAN?
Orang-orang yang dipanggil kepada keselamatan adalah sama dengan orang-orang yang telah dipilih Allah; tidak kurang dan tidak lebih. Rom 8:28-30, Yoh 6:37. Hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara pemilihan dan panggilan ini merupakan penghiburan bagi umat Allah.Tuhan akan menyelesaikan pekerjaanNya dalam kehidupan mereka.

ANUGERAH ALLAH YANG BERASAL DARI SATU PIHAK
Kita dipanggil oleh Allah sendiri, dan hanya oleh Dia. Manusia, karena dipanggil hanyalah objek pasif. Ia tidak mampu ataupun mau bekerja sama dan berbalik kepada Allah, kecuali Ia terlebih dahulu dipanggil oleh Allah. (Yoh 6:44, 65) Sama halnya dengan pemilihan. Allah tidak memilih kita atau memanggil kita oleh karena ada sesuatu yang baik dalam diri kita. (Ef 2: 8-10).

ARMINIANISME : ALLAH DAN MANUSIA
Berbeda dgn arminianisme. Mereka mengatakan bahwa manusia dianggap bekerja sama dengan Allah dalam pertobatan. Arminianisme mengatakan bahwa Allah memilih manusia berdasarkan iman dan pekerjaan baik manusia yang sudah diketahui Nya sebelumnya. Jika dia tidak melakukannya maka keselamatan akan diambil darinya dan kehidupan kekal tidak akan diberikan kepadanya. Arminianisme juga menolak prinsip Calvinisme mengenai Panggilan/Anugerah yang tidak dapat ditolak. Sangat jelas bahwa doktrin ini sangant merusakkan kemahakuasaan Allah dan kehendakNya yang berdaulat.

ANUGERAH ALLAH TIDAK DAPAT DITOLAK
Sudah jelas bahwa anugerah Allah tidak dapat ditolak oleh manusia. Dimanapun Allah mengaruniakan anugerahNya, manusia tunduk terhadapNya, ia harus berlutut di hadapan Allah. Selanjutnya pekerjaan pertobatan akan mengikuti dengan sendirinya. Beberapa contoh anugerah Allah yang tidak dapat ditolak di dalam Alkitab : Rahab, pelacur di Yerikho, Manasye, raja Yehuda yang jahat (2 Taw 33:12-13), murid-murid Yesus, pencuri di atas kayu salib, orang banyak 3000 orang waktu Petrus berkotbah, Saulus dari Tarsus (Kis 9:6), Kornelius seorang kepala pasukan Romawi, kepala penjara di Filipi dan masih banyak yang lain. Dan sebaliknya di Alkitab tidak ada menunjukkan orang yang mampu menolak anugerah Allah.

ANUGERAH MELALUI ROH ALLAH
Panggilan kepada keselamatan maupun semua karunia yang mengikutinya dikerjakan oleh Roh Allah. Kita tdk dapat diselamatkan tanpa Roh Allah ini. Meskipun segala sesuatu telah didapatkan oleh Tuhan Yesus melalui pengorbanan dan kematianNya, Roh Kuduslah yang berperan untuk menanamkan ke dalam diri orang berdosa keselamatan yang telah diperoleh Kristus baginya. Demikian juga halnya, Roh Allah menarik orang yang berdosa untuk mendekat kepada Allah di dalam doa dan permohonan agar diselamatkan. Kalau tidak demikian mustahil baginya untuk datang kepada Kristus.

PANGGILAN LUAR DAN TAWARAN ANUGERAH
Dalam doktrin reformed ada 2 macam panggilan: Panggilan luar(panggilan umum) & Panggilan dalam (panggilan khusus). Panggilan luar dilakukan dengan Firman Allah yaitu pemberitaan Injil. Panggilan dalam adalah panggilan kepada keselamatan. Semua orang berdosa dilayani dengan Firman dan mendengarkan Injil berulang kali. Panggilan ini hanyalah dari luar artinya jika Roh Allah tidak ada di dalamnya (yang menghasilkan panggilan dalam), maka panggilan itu tidak akan menembus hati. Mat 22:14:” Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih.” Dipanggil maksudnya adalah mereka yang mendengarkan Injil. Panggilan dengan maksud baik ini menujukkan kemurahan Allah. Tawaran anugerah dihubungankan secara dekat dengan panggilan luar ini. Panggilan dalam dan panggilan luar merupakan dua hal yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan terutama ketika membahas bagaimana orang-orang berdosa dibawa kepada pertobatan melalui sarana anugerah.

OLEH FIRMAN DAN ROH
Hanya Roh Kudus yang mampu membawa Firman Allah ke dalam hati orang berdosa. Jikalau Roh Kudus tidak menyertai Firman maka Firman itu diberitakan dengan sia-sia dan tidak akan mampu untuk membawa pertobatan. Pengakuan Iman Gereja Belanda: Kita percaya bahwa iman yang sejati itu yang dihasilkan dalam hati manusia oleh pendengaran akan Firman Allah dan oleh pekerjaan Roh Kudus, membuat manusia lahir kembali dan menjadi manusia baru.

PEMBERITAAN INJIL
Ketika orang berdosa dipanggil kepada terang oleh anugerah Allah, yang terjadi adalah pertama-tama Firman kemudian Roh. Ketika pelayan Firman dipanggil untuk melayani justru sebaliknya: pertama-tama Roh (pertobatan dan iman), kemudian Firman (pemberitaan). Bukan hanya Firman yang diilhami oleh Roh Allah melainkan juga pemberitaannya. (2 Pet 1:21). Oleh karena itu dalam pelayanan mereka, para pemberita Firman sepenuhnya bergantung pada pekerjaan Roh Kudus.

PERBEDAAN-PERBEDAAN DALAM BIMBINGAN ILAHI
Meskipun pekerjaan anugerah Allah dalam hati semua anak-anakNya pada dasarnya sama, masih ada perbedaan dalam hal bimbingan Roh Kudus. Tuhan tidak menuntun setiap orang yang akan diselamatkan dengan cara yang sama. Penyebab langsung dari pertobatan seseorang bisa saja begitu berbeda-beda.

KELAHIRAN KEMBALI
Panggilan mengacu pada aspek ilahinya : Allah yang memanggil orang-orang berdosa kepada keselamatan melalui Roh KudusNya. Pertobatan, dalam pengertian sempit, berbalik dari mengikut Iblis menjadi mengikut Allah 180 derajat. Pertobatan dalam arti luas meliputi keseluruhan pengalaman rohani, manusia lama terus menerus mati bagi dosa dan manusia baru terus menerus bangkit (pengudusan). Kelahiran kembali adalah hal yang mutlak penting. Tanpa kelahiran kembali, manusia tidak dapat menerima kehidupan kekal dan memasuki Kerajaan Allah. (Yoh 3:5) Tidaklah penting untuk mengetahui kapan kita dilahirkan kembali dan dipanggil Roh Allah. Yang harus kita ketahui adalah bahwa kita sungguh-sungguh telah dilahirkan kembali melalui sifat dan buah-buah kelahiran kembali. Buah pertama dari kelahiran kembali adalah kerendahan hati yaitu untuk mengetahui dosa-dosa kita dan menyesalinya. Buah yang kedua adalah manusia mencari perlindungan di dalam Allah dengan segala kesalahan, dosa dan keterhilangnya. Buah yang ketiga adalah adanya sebuah hasrat kegelisahan untuk mencoba menjalani suatu kehidupan yang kudus di hadapan Allah dan melakukan perintahNya. Buah terakhir, ada tindakan-tindakan iman di dalam hati orang berdosa yang telah dilahirkan kembali.

IMAN
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr 11:1). Kita dapat membedakan empat macam iman :

  • Iman sejarah : percaya bahwa Firman Allah adalah benar. Iman ini tidak cukup untuk mendatangkan keselamatan karena mereka hanya percaya pada Firman Allah sebagai sejarah namun tidak percaya pada pengampunan dosa secara pribadi.
  • Iman mujizat : kita percaya bahwa suatu mujizat akan diadakan entah oleh kita atau kepada kita. Sekali lagi, iman ini tidak cukup untuk menyelamatkan.
  • Iman sementara : sebuah persetujuan dan pengakuan terhadap kebenaran Firman Allah untuk beberapa waktu dengan sedikit banyak kepuasan lahiriah. Iman seperti ini bukanlah iman sejati. Sebagian dari mereka berpaling dari Firman Allah dan tidak lagi melayani Allah setelah beberapa waktu dan menukarnya dengan dunia. (Luk 18:18-25, Mat 25:1-13, Mat 7:22). Iman sementara ini kadang-kadang sukar dibedakan dengan iman sejati karena itu harus terus diuji dari tanda-tanda dan buah dari iman sejati tersebut.
  • Iman sejati yang menyelamatkan : iman ini seringkali dicirikan dengan tiga unsur : pengetahuan(tentang Allah, FirmanNya dan jalan menuju keselamatan), persetujuan (menyetujui dengan sepenuhnya Firman Tuhan) dan kepercayaan (terhadap pengampunan dosa melalui darah Yesus).

KARUNIA-KARUNIA IMAN
Karunia-karunia Kristus yang diterima melalui iman dapat diringkas dalam tiga kata kunci :

  • Pembenaran : pengampunan dosa. Semua dosa orang berdosa diampuni, baik dosa masa lampau maupun dosa yang masih akan diperbuatnya di masa yang akan datang. (Rom 5:1-2)
  • Pengudusan : buah dari pengampunan dosa adalah kehidupan yang sungguh berbeda, mereka lebih terdorong untuk menjalani suatu kehidupan yang kudus di hadapan Allah. Pengudusan ini bukan tanpa pencobaan dan kesalahan. Berkali-kali manusia lama akan mati dan manusia baru akan bangkit. Dalam pengudusan manusia berperan aktif melalui kuasa Allah berbeda dengan pembenaran, manusia berperan pasif. Pengudusan dalam hidup tidak pernah sempurna di dunia. Mereka memang dibebaskan dari perhambaan dosa tetapi tidak dari dosa itu sendiri secara keseluruhan. (Roma 7:26)
  • Pemuliaan : umat Allah tidak mendapat bagian ini sampai setelah mereka mati. Pada saat itu, mereka akan selama-lamanya bersama Tuhan, tanpa dosa dan cela, tanpa pergumulan dan pencobaan, tanpa sakit-penyakit dan penderitaan.

PERTANGGUNGJAWABAN
Walaupun manusia sepenuhnya berperan pasif dan panggilan keselamatan tidak berarti bahwa manusia yang tidak dilahirkan kembali tidak boleh menggunakan saarana keselamatan secara sungguh-sungguh. Walaupun Allah berdaulat di dalam pemilihan dan panggilanNya kepada keselamatan, namun kita tidak pernah tahu secara pasti siapa yant dipilih dan siapa yang tidak dipilih, oleh karena itu kita harus terus mengabarkan Firman Allah sebagai sarana yang disediakan Tuhan.

KEMULIAAN HANYA BAGI ALLAH
Anak-anak Allah diselamatkan hanya oleh karena pemilihan yang bebas oleh Bapa, pengorbanan diri oleh Sang Anak, dan penerapan anugerah oleh Roh Kudus. Semuanya adalah hasil pekerjaan Allah Tritunggal, manusia tidak boleh menyombongkan diri. (1 Kor. 1:26-29).

Author: Lukman Sabtiyadi

Bitnami