Latest Post

Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya. (Amsal 25:28)

Apa yang dimaksud oleh ayat ini? Apa hubungan antara ‘orang yang tak dapat mengendalikan diri’ dengan ‘kota yang roboh temboknya’?

Pengendalian diri adalah salah satu kebajikan yang diajarkan oleh Alkitab. Salah satu aspek buah Roh adalah penguasaan diri (Galatia 5:23). Ini berarti semua orang percaya harus memiliki pengendalian diri.

Seperti apakah orang yang tidak bisa mengendalikan dirinya? Berdasarkan terjemahan dari bahasa Ibrani, ia seperti ‘kota yang dihancurkan dan tidak punya tembok’. Apa artinya?

Ellicott’s Commentary: exposed to the assault of every temptation (terekspos/terbuka terhadap serangan setiap godaan/cobaan).
Benson & Matthew Poole Commentary: exposes himself to manifold dangers and mischiefs (membuka dirinya terhadap banyak bahaya dan keonaran).
Jamieson-Fausset-Brown: such are exposed to the incursions of evil thoughts and successful temptations (mereka terbuka terhadap serangan pikiran jahat dan pencobaan yang sukses).

NIV Life Application Study Bible menjelaskan bahwa keberadaan tembok memberikan dua implikasi:
1) membatasi ruang gerak orang-orang di dalam tembok.
2) melindungi orang-orang di dalam tembok dari serangan di luar tembok.

Berdasarkan poin (1), orang yang punya pengendalian diri adalah orang yang membatasi dirinya sendiri. Ia tidak bebas melakukan semua hal karena ia mengikatkan dirinya pada prinsip atau peraturan. Pada saat yang sama, batasan ini melindungi dirinya (poin 2). Jadi kebebasannya terbatas namun hidupnya terjaga.

Apa perbedaan antara orang tidak percaya dengan orang percaya dalam hal penguasaan diri? Orang percaya harus menguasai dirinya berdasarkan Firman Tuhan dengan kekuatan Allah Roh Kudus.

Bitnami