Latest Post

Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini? (1 Raja-Raja 3:9)

Doa Salomo merupakan doa yang unik di antara doa raja-raja yang lain. Ia meminta permintaan yang tidak biasa. Di kala orang-orang mengutamakan harta, kekuasaan, dan wanita, Salomo mengutamakan hikmat. Hikmat seringkali dipandang remeh, padahal dalam kehidupan sehari-hari hikmat itu sangat dibutuhkan. Boleh dikatakan kita tidak bisa hidup tanpa hikmat. Semakin besar hikmat kita, semakin baik pula kita dalam mengatur kehidupan kita dan mengerjakan tanggung jawab kita. Namun berapa banyak orang yang menganggap filsafat itu penting? Berapa banyak orang percaya yang sungguh-sungguh menghargai bijaksana Alkitab?

Salomo meminta hikmat agar ia dapat mengerjakan tanggung jawabnya dengan baik. Salomo sadar bahwa beban pekerjaan seorang raja itu begitu berat baginya. Ia memerhatikan tanggung jawabnya terlebih dahulu dan bukan haknya sebagai raja. Ini juga yang membuat Salomo unik dibanding banyak raja lainnya.

Di dalam melayani Tuhan, kita juga membutuhkan hikmat. Jika kita ingin mempersembahkan yang terbaik dalam pelayanan, maka kita harus melayani dengan hikmat. Jadi doa meminta hikmat merupakan doa yang harus dinaikkan oleh setiap orang percaya. Hikmat itu kita pakai bukan untuk membodohi atau merendahkan orang lain atau menunjukkan kehebatan kita. Hikmat yang Tuhan berikan harus kita pakai untuk memuliakan Tuhan.

Apakah kita mau mendoakan hal ini? Seberapa berhargakah hikmat itu bagi kita?

Bitnami