Latest Post

1 Samuel – Samuel, Saul, dan Daud

Samuel: seorang nabi dalam anugerah Allah, 1 Sam. 1-7

 

Permulaan karya Allah, 1 Sam. 1:2-2:10.

Kenyataan mengenai kemandulan Hana.

– Elkana pasti cukup kaya karena memiliki dua orang isteri.

– Allah sering sekali memulai dengan polanya yang biasa – “kemandulan.” 

 

Pentingnya kesulitan Hana.

Penganiayaan Penina terhadap Hana mendorong Hana untuk mencari Allah.

 

Kepemimpinan dari umat Allah, 1 Sam. 2:11-4:22.

Tema adalah penghakiman terhadap pemimpin yang tidak bertobat.

 

Penghakiman dinyatakan, 2:11-36.

– Kedua anak imam Eli adalah orang dursila dan tidak mengenal Allah, 12.

– Pelanggaran – 12-26, dan nubuat – 27-36.

– Tuhan hendak mematikan Hofni dan Pinehas, 25.

– Masalah: Imam Eli tidak mendisiplinkan anak-anaknya.

Penghakiman ditegaskan, 3:1-21.

– Allah menyatakan kepada Samuel penghakiman atas keluarga Eli, 10-14.

– Pesan disampaikan kepada Eli, 16-18.

Penghakiman dilaksanakan, 4:1-22.

– “Tanda” di 2:23 tergenapi – kedua anak Eli meninggal pada hari yang sama, 4:11.

– Empat penguburan:

            Anak-anak Eli (dua anak, 11).

            Kematian Eli (18).

            Isteri Pinehas (20).

Wahyu akan kecukupan Tuhan, 1 Sam. 5:1-6:21

 

Apakah Tuhan dikalahkan?, 5:1-12 (Tidak)

– Tabut Allah (sebagai Allah yang “dikalahkan”) dibawa ke kuil Dagon, 1-2.

Ironinya: Dagon yang tersungkur di hadapan Tabut, 3-4.

– Catatan: kemuliaan (kavod) Allah pergi (4:21-22), sekarang tangan Allah menekan dengan berat (kavod) terhadap orang Filistin (5:6, 11).

 Apakah Allah yang bertanggung jawab? 6:1-12 (Ya).

– Pemilihan lembu yang menyusui dan belum pernah kena kuk – sebagai ujian.

– Kereta yang ditarik 2 ekor lembu langsung pergi ke tempat Israel.

 Apakah Allah cukup? 6:13-16, 18 (Ya).

Ya, Allah sanggup membawa Tabut-Nya kembali ke Israel.

 Apakah Allah aman? 6:19-7:1 (Tidak).

Allah membunuh orang-orang Bet-Semes yang melihat Tabut, 19.

Pembaharuan belas-kasihan Tuhan,  1 Sam. 7:1-17

Samuel baru muncul kembali setelah tidak ada selama 3 pasal.

Persiapan terhadap belas-kasihan Allah, 7:2-6.

– Pertobatan yang nyata.

– Pertobatan yang sulit.

Menikmati belas-kasihan Allah, 7:7-10.

Paralel antara pasal 4 dengan pasal 7.

Pasal 4:         

Israel “terpukul kalah” oleh Filistin, 2, 3, 10

Manipulasi – “supaya melepaskan kita,” 3                                                                   Filistin mendengar, 6

Hasil: Ikabod (tidak ada kemuliaan), 21

Pasal 7:

Filistin “terpukul kalah” oleh Israel, 10

Pertobatan, “supaya menyelamatkan kami,” 3, 8

Filistin mendengar, 7 

Hasil: Eben-Haezer (batu penolong), 12

Kenangan atas belas-kasihan Allah, 7:11-14.

– Musuh utama dari iman adalah keterlupaan.

– Perlu ada monumen mengenang belas-kasihan Tuhan – Eben Haezer.

Rangkuman, 7:15-17.

Tiga kali dikatakan “Samuel memerintah sebagai hakim atas Israel” (15, 16, 17).

Saul: seorang raja pada tempat Allah, 1 Sam. 8-14

 

Analisa Tuhan terhadap umat-Nya,  1 Sam. 8:1-22

– Permasalahan bukan pada permohonan atas raja tapi pada umat yang memohon.

Umat menginginkan seorang raja seperti pada bangsa bangsa lain, 8:5.

– Allah menghendaki kerajaan, bnd. Kej. 7:6; 35:11; 49:10; Ul. 17:14-20.

Kerajaan yang diinginkan Allah adalah Allah sebagai raja utama, raja manusianya adalah sebagai raja kecil yang mewakili Allah memerintah => Allah melihat umat menolak Ia sebagai raja.

– Umat tetap bersedia menerima raja walau harus memberikan semua yang terbaik pada raja.

 Kemurahan Tuhan terhadap umat-Nya, 1 Sam. 9:1-11:15

Tuhan memberikan raja karena berbelas kasihan pada umat-Nya, 9:1-10:27

– Catatan kunci: “Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku,” 9:15-16.

– Tuhan memberikan raja dalam murka dan belas kasihan-Nya.

– Memilih Saul dari suku Benyamin yang kurang bertanggung jawab dan penakut.

– Memberikan Saul untuk mempersatukan Israel dan melawan musuh.

 – Tuhan akan mengubah Saul menjadi manusia lain, 10:6, 9.

Raja yang dipakai untuk mempersatukan umat, 11:1-15

– Nahas orang Amon meminta setiap mata kanan orang Yabesy-Gilead dicungkil, 1-3.

– Ketika Saul mendengar, berkuasalah Roh Allah pada dia, dan menyalalah amarahnya, 4-6.

– Saul berhasil mengumpulkan seluruh Israel untuk berperang melawan Amon dan menang, 7-11.

Tuntutan Tuhan terhadap umat-Nya, 1 Sam. 12:1-25

 

Umat terhadap Allah: takut, 1 Sam. 12:16-19.

Samuel menyatakan kepada umat bahwa permintaan mereka atas raja adalah jahat.

Umat perlu belajar takut akan Tuhan.

 

Allah terhadap umat: anugerah, 1 Sam. 12:20-22, 24.

Kamu telah melakukan kejahatan, tetapi janganlah berhenti mengikuti Tuhan.

 

Kuasa Tuhan bagi umat-Nya, 1 Sam. 13:1-14:52

 

Tuhan menolak kerajaan Saul, 13:1-14

– Yonatan yang mengalahkan orang Filistin, Saul yang menggembar-gemborkan, 3-4.

– Filistin murka dan bersiap menyerang Israel dengan tentara yang besar sekali, 5.

– Saul tidak menantikan Samuel karena takut ditinggalkan umat.

– Harga dari kesalahan Saul – ia akan kehilangan kerajaannya, 14.

– Tuhan menolak kerajaan Saul, dan telah memilih orang yang sesuai dengan hatinya.

Ketidakberdayaan Israel, 13:15b-23.

– Mereka didominasi oleh Filistin yang menjarah (16-17), dan tidak ada tukang besi (19).

 

Petualangan iman yang menghasilkan kemenangan, 14:1-22.

– Bukan Saul, tetapi Yonatan yang berinitiatif.

– Yonatan memberikan kebebasan pada Allah untuk melaksanakan sesuai dengan rencana-Nya dan tidak mendikte Allah, 6. Bnd. Yos. 14:12; Dan. 3:16-18.

– Iman Yonatan menghasilkan kemenangan yang menggemparkan, 11-15.

– Musuh saling menikam, 20.

Bayangan tragis pada keselamatan, 14:23-46.

– Bandingkan ayat 23 dengan 24 – Hari keselamatan hampir menjadi hari malapetaka.

– Saul menyuruh rakyat mengucapkan sumpah kutuk untuk tidak makan sampai matahari terbenam sebelum Saul membalas dendam terhadap musuhnya, 24-26.

– Yonatan yang tidak tahu sumpah tersebut memakan madu, 27.

– Rakyat melepaskan Yonatan dari kematian akibat kutuk Saul, 44-45.

Konklusi: 14:47-52

– Bagian ini “menutup” pemerintahan Saul – catatan tentang keluarga Saul, 49-50.

– Ada dua penilaian: secara fakta sejarah – cukup baik; secara perjanjian – tidak baik.

Daud: seorang yang sesuai dengan hati Allah, 1 Sam. 15 – 31

Ungkapan di ambil dari 13:14.

Raja yang ditolak versus raja baru yang diurapi, 1 Sam. 15:1-17:58

Saul sebagai raja ditolak, 1 Sam. 15:1-35

Saul tidak menumpas semua Amalek dan semua binatang seperti yang diperintahkan.

– Tuhan hanya menginginkan ketaatan, 22-23.

– Saul lebih mementingkan mukanya daripada datang kepada Tuhan, 24-31.

– Tuhan menyesal menjadikan Saul atas raja Israel, 35.

Perhatikan bahwa Tuhan “tidak tahu menyesal” (29) dan Tuhan “menyesal” (35).

Paradoks antara Allah yang tidak berubah dan Allah yang berespons:

Allah yang tidak berubah       

– Allah tidak berubah dalam:

– Karakter-Nya

– Kesetiaan terhadap perjanjian-Nya. 

– Ketetapan-Nya.       

=> Allah tidak menyesal, Bil. 23:19; 1 Sam. 15:29.  

Ketika Allah mengatakan sesuatu, belum tentu itu adalah ketetapan-Nya. Bisa merupakan kesempatan supaya umat bertobat.

 

Allah yang berespon

– Allah berespon terhadap apa yang

dilakukan manusia.

– Yer. 18:7-10.

=> Allah menyesal, Yun. 3:10.

 

– Orang yang Allah pilih Allah pelihara – untuk menggenapi apa yang Allah ingin dia lakukan.

Permasalahan muncul ketika pujian terhadap Daud lebih dari pada terhadap Saul (18:7).

– Perlindungan yang Allah lakukan:

18:10-11          Daud menghindari tombak 2 kali.

18:25ff.           Daud tidak terbunuh oleh orang Filistin (untuk mas kawin).

19:2ff.             Pemeliharaan melalui bujukan Yonatan.

 19:10              Menghindari tombak.

 19:11ff.          Melarikan diri via Mikhal (ironi: 2 anak Saul melindungi Daud).

 19:18ff.         Bersama dengan Samuel – Kuasa Roh Allah.

 20:12-13       Keamanan dalam perjanjian (antara Yonatan dan Daud).

 21:10-15       Pemeliharaan dalam kebodohan (Daud berpura-pura jadi gila di Gat).

22:5               Pemeliharaan melalui nubuat (nabi Gad). Bnd. Saul – tidak ada firman.

22:20 + 23:6-14   Pemeliharaan melalui imam Abiatar.

23:24b-29              Diselamatkan oleh orang Filistin

(Saul mendapat kabar serangan Filistin ketika hampir menangkap Saul)

 

Menunggu janji Allah, 1 Sam. 24:1-26:25

Ketiga pasal ini menunjukkan bahwa janji Tuhan seharusnya terjadi sesuai dengan cara dan waktu Allah, dan bukan dengan cara Daud.

 

Menantikan keadilan Tuhan, 1 Sam. 24:1-23

– Daud yang berkesempatan membunuh Saul tidak melakukannya karena tahu ia tidak boleh menyentuh orang yang diurapi Tuhan, 1-8.

– Daud meminta pembalasan, yaitu meminta keadilan Tuhan atas dia dan Saul, 13.

– Saul yang melihat Daud berbuat baik kepadanya dengan tidak membunuhnya, yakin bahwa Daud pasti akan menjadi raja, 17-23.

– Perhatikan Daud meminta Tuhan membalaskan atas perbuatan Saul, dan pada saat yang sama ia berbuat baik kepada Saul. Bnd. Rom. 12:19-20.

 

Jalan pintas yang dicegah Tuhan, 1 Sam. 25:1-44

– Nabal tahu siapa Daud dan menghina Daud, 9-11.

– Tuhan memakai Abigail untuk mencegah Daud membunuh Nabal dan orang-orangnya, 23-31.

– Daud juga setuju bahwa Tuhan memakai Abigail untuk mencegahnya melakukan kesalahan, 32-34.

– Tuhan sendiri kemudian yang mematikan Nabal, 36-38.

– Daud mengambil Abigail dan Ahinoam menjadi isterinya, sedang Mikhal telah diberikan kepada orang lain, 39-44.

Perlindungan Tuhan yang ajaib, 1 Sam. 26:1-25

– Daud dan Abisai turun ke kemah Saul yang dikawal oleh 3000 tentara, dan berhasil mengambil tombak dan kendi Saul.

– Semua itu dapat terjadi karena Tuhan membuat semua orang tidur nyenyak, 12.

– Saul kembali menunjukkan penyesalannya dan memberkati Daud, 17-25.

 

KITAB 1 SAMUEL – SAMUEL, SAUL, DAN DAUD.

Categories: STRIC

Author: gracelia Christanti

Bitnami