Latest Post

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut (Mazmur 40:7)

Pada ayat ini dan sebelumnya, pemazmur berbicara tentang diri Allah. Pada ayat keenam pemazmur berbicara tentang perbuatan Allah, dan pada ayat ketujuh pemazmur berbicara tentang apa yang Allah inginkan dan tidak inginkan. Pertama, pemazmur menyatakan bahwa Allah tidak berkenan pada korban sembelihan, korban sajian, dan korban penghapus dosa. Bukankah Allah sendiri yang telah memberikan perintah mengenai persembahan korban ini? Mengapa Daud mengatakan bahwa Allah tidak berkenan atas semua itu?

Penjelasan bagi pertanyaan ini bisa kita temukan ketika kita mendalami bagian yang kedua ‘Engkau telah membuka telingaku’. Frasa ini bisa juga diterjemahkan ‘Engkau telah menusuk telingaku’. Terjemahan yang pertama ‘Engkau telah membuka telingaku’ berhubungan dengan tuntutan Tuhan agar bangsa Israel mendengar (shema) perintah Tuhan. Jadi ini berhubungan dengan ketaatan. Ketaatan harus lebih diutamakan daripada persembahan. Persembahan korban tanpa hati yang taat adalah kesia-siaan di mata Tuhan. Jadi Tuhan berkenan pada persembahan korban yang diberikan dengan hati yang taat.

Terjemahan yang kedua ‘Engkau telah menusuk telingaku’ itu berkaitan dengan Keluaran 21:5-6. Budak yang ingin mengabdi seumur hidup kepada tuannya harus menghadap Allah dan dibawa ke pintu atau tiang pintu untuk ditusuk telinganya. Jadi menurut terjemahan ini, Allah menghendaki umat-Nya mengabdi seumur hidup kepada-Nya sebagai budak-Nya. Kita bisa menyimpulkan bahwa Tuhan ingin kita mengabdi untuk taat kepada-Nya seumur hidup.

Pertanyaan renungan: Apakah kita taat kepada Tuhan? Sudahkah kita berjanji untuk mengabdikan seluruh hidup kita untuk Tuhan? Maukah kita menjadi budak yang setia bagi Tuan kita yang baik?

Bitnami