Latest Post

KEBERANIAN DAN KEMURAHAN HATI ABRAHAM (II)

Pdt. Tumpal H. Hutahaean M.Th.

 

                Kita akan masuk ke dalam tema pembahasan yang kedua. Kita akan membahas satu tahapan yang lebih dalam lagi mengenai keberanian dan kemurahan hati Abraham. Kita juga akan membahas bagaimana Abraham menang melawan kerajaan timur dengan keberanian dengan pertolongan dan pernyertaan Tuhan. Kita akan membaca beberapa ayat dari Kejadian 14.

1.Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah,

  1. bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar.

4.Dua belas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedorlaomer, tetapi dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak.

  1. Dalam tahun yang keempat belas datanglah Kedorlaomer serta raja-raja yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengalahkan orang Refaim di Asyterot-Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim
  2. Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.
  3. Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi–sebab Lot itu diam di Sodom.

13.Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.

14.Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. 15.Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.

18.Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.

19.Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,

20.dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

21.Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.”

23.Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

Kita melihat Ulangan 20:12 – 14

12.Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya;

13.dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.

14.Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.

            Bolehkah orang Kristen berperang atau membunuh? Setiap kita boleh membela diri. Lebih jauh lagi, bolehkah kita berperang? Boleh. Berperang bukan demi harta, bukan untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi atau kekuasaan, berperang bukan untuk mencari satu kepuasan atau untuk mencari satu ambisi kita yang tidak suci. Di dalam bagian ini ada beberapa teori yang dikemukakan dalam pandangan teologi Kristen misalnya teori pasifisme yang menyatakan kita tidak boleh bertindak memakai kekerasan, kita tidak boleh melawan, tugas kita hanya berdoa dan memuji Tuhan saja. Di dalam bagian ini mereka salah menafsir dari Injil Matius yang dikatakan oleh Tuhan Yesus “jikalau pipi kirimu ditampar, maka berikanlah pipi kananmu”. Ini tidak berbicara bahwa kita harus pasif. Dalam konteks ini Yesus menyatakan kita harus mengampuni. Kita boleh berperang, kita boleh menghadapi penjahat yang mau membahayakan diri kita, sesama kita, atau bangsa dan negara kita. Kita boleh berperang untuk menegakkan keadilan Tuhan, menyatakan kebenaran Tuhan, menyatakan kemuliaan Tuhan. Jadi kita bukan berperang untuk uang, untuk harta, untuk kedudukan, untuk kepuasan ambisius kita yang tidak suci. Apakah semua tindakan peperangan mengandung dosa? Tidak. Abraham berperang mengalahkan 4 kerajaan timur yang begitu sangat kuat. Mereka dikalahkan oleh orang-orang yang lahir di rumahnya sendiri. Setelah pulang, Abraham disambut oleh Melkisedek, imam yang tertinggi dari Allah maha tinggi. Ternyata itu menunjukkan kepada kita Abraham tidak ditegur oleh Melkisedek tetapi disambut sebagai pahlawan. Ini menunjukkan kepada kita peperangan yang dimenangkan Abraham adalah peperangan yang suci.

            Bagaimana Gereja mengadakan perang salib? Di dalam bagian ini, itulah kesalahan Gereja. Perang salib, dimana kita mengalami banyak kekalahan, hanya ditujukan untuk menduduki satu tempat, mendapatkan harta, mendapatkan satu kegengsian. Akhirnya Tuhan dalam sejarah membuat perang salib penuh dengan kegagalan karena motivasinya tidak ada nilai kemuliaan Tuhan. Di sini kita melihat, Daud tidak diijinkan untuk membangun Bait Allah karena tangannya sudah kotor. Ini menyatakan kemungkinan Daud, pada waktu berperang, ada satu nilai dimana dia menyatakan satu kepuasan atau satu kemarahan yang tidak suci di hadapan Tuhan pada waktu dia melakukan peperangan.

            Mengapa orang Israel, pada waktu zaman Ratu Ester dan Mordekhai, berperang melawan orang-orang yang akan membunuh mereka? Itu tercatat dengan jelas dalam Ester 8 sampai dengan Ester 9. Di situlah Tuhan mengizinkan peperangan, begitu juga dengan Daud. Bolehkah orang Kristen zaman sekarang berperang untuk membela negara? Tidak boleh. Berperang untuk membela Alkitab? Tidak boleh. Allah kita adalah Allah yang hidup, Allah kita adalah Allah yang berdaulat dalam kedudukan-Nya dalam kuasa-Nya. Dalam kemaha hadiran-Nya, Allah bisa mengatur bangsa demi bangsa. Allah bisa menggugurkan kerajaan Asyur yang menguasai dunia pada saat itu. Allah bisa menurunkan kerajaan Babel yang menguasai dunia pada saat itu. Allah bisa menurunkan kerajaan Romawi pada saat itu, berarti Allah kita tidak perlu dibela karena Dia adalah Allah yang hidup. Alkitab tidak perlu kita bela karena Alkitab adalah kebenaran yang memiliki esensi pada dirinya sendiri. Walaupun orang-orang merobek Alkitab, walaupun orang mencaci-maki Alkitab, silahkan biarkan mereka melakukan demikian. Namun bagi kita Allah punya esensi.  Dia Allah yang menginspirasikan Alkitab. Jikalau ada manusia yang menghina Alkitab, kita tidak perlu membela.

            Bisakah, melalui peperangan, Tuhan dipermuliakan? Bisa. Peperangan zaman sekarang belum tentu merupakan peperangan fisik. Peperangan zaman sekarang mungkin peperangan rohani supaya hidupmu selalu suci. Peperangan zaman sekarang untuk mendidik keluargamu supaya tidak dijatuhkan, dibujuk oleh rayu setan supaya imannya hancur, karakternya hancur. Engkau harus bisa menang dalam kejujuran dalam studimu, dalam berbisnis. Kemenanganmu adalah kemenangan yang punya nilai ekonomi, martabat, jadi tidak harus peperangan dengan senjata fisik yang melukai dan membunuh tubuh. Paulus mengatakan kita punya musuh di dalam diri kita yaitu keinginan kita yang belum disucikan. Kita punya musuh dari dunia yang ingin selalu menjebak kita dengan segala macam cara dan kita punya musuh di dunia ini yaitu setan dengan segala sekutunya.

            Mengapa Tuhan Yesus tidak memakai kekuatan militer untu mengalahkan musuh-musuh-Nya? Mengapa Dia merelakan dirinya untuk ditangkap? Mengapa Dia rela untuk disiksa sampai mati di kayu salib? Sanggupkah Tuhan memakai malaikat bala tentara mengalahkan tentara-tentara Roma, mengalahkan kekuatan agama pada saat itu yang ingin menjatuhkan? Tetapi di sini kita harus mengerti Tuhan bukan mengalah tanpa nilai kemenangan. Pada saat itu Tuhan tidak memakai kekuatan militer, Tuhan tidak memakai kekuatan secara fisik. Tuhan memakai peperangan dengan nilai kasih. Saat itulah Tuhan merebut jiwa-jiwa yang sudah mati karena dosa dengan kematian-Nya, dengan bangkit pada hari yang ketiga, Dia menyatakan kemenangan yang kekal. Walaupun untuk sementara waktu seolah-olah Tuhan kita kalah, untuk sementara waktu Tuhan kita dipermalukan oleh orang-orang pada saat itu, tetapi pada saat itulah peperangan yang Tuhan lakukan adalah peperangan kasih. Peperangan kasih adalah peperangan dalam nilai misi, untuk nilai penebusan. Tuhan tidak perlu bantuan militer, Tuhan tidak perlu bantuan manusia, dan Tuhan tidak perlu memakai akan tangan-tangan apapun untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya karena Dia adalah Tuhan yang mahakuasa, Dia Tuhan yang mahahadir, Dia Tuhan yang memiliki semuanya itu dengan sempurna. Bagaimana dengan Matius 5:38-42? Bukankah teori pasifisme memakai ayat ini? Ingat, Tuhan mengajarkan kepada kita tentang pengampunan total.

 

Pembahasan

  1. Kekuatan yang terbatas tetapi berkualitas.

            Ketika Abraham mendengar keponakannya Lot dan semua hartanya sudah dirampok oleh kerajaan timur, saat itulah Abraham mengumpulkan 318 orang. Mengapa Abraham cepat bertindak? ketika Abraham mendengar keponakannya ditangkap, langsung dikatakan dia mengarahkan 318 orang yang terlatih, orang yang sungguh-sungguh taat kepada Abraham. Abraham adalah seorang pemimpin yang berwibawa, seorang pemimpin yang dihargai dan sangat dihormati. Saat itu dia harus memimpin peperangan melawan kerajaan timur yang begitu kuat dan yang mempunyai pengalaman. Di sini kita melihat yang paling penting adalah bukan soal jumlah anggota perangnya tetapi yang paling penting adalah orang itu punya iman, motivasi yang murni; berperang bukan untuk uang, bukan untuk kekuasaan, berperang bukan untuk mencari ambisi yang tidak suci. Dia berperang untuk merebut kembali Lot dengan seluruh warga dan hartanya, berperang untuk menyatakan Allah itu besar, di sinilah keberanian itu harus kita miliki.

  1. Kekuatan yang terbatas tetapi berstrategi

            Saudara-saudara Abraham 318 orang lalu pergi mengejar kerajaan timur sampai Kedan. Setelah itu mereka tidak langsung menyerang tetapi mereka berhenti di Dan untuk mengamati dan membuat satu strategi, membuat satu serangan malam. Saat itu musuh sudah tertidur, mereka puas dengan kemenangan itu, mereka mungkin berpesta, mungkin mereka minum-minum, mereka tertidur dengan nyenyak karena sudah menang. Di tengah kesunyian, mereka berbagi tugas, dengan strategi yang dipikirkan bagaimana kemenangan itu harus dikerjakan dengan baik. Semua diamati agar jangan sampai ada kesalahan dan ternyata akhirnya menghasilkan satu kemenangan. Lot beserta dengan keluarganya dan beserta dengan hartanya, beserta dengan pekerja-pekerjanya semua bisa diambil kembali. Inilah satu kemenangan yang hebat karena tidak ada satu prajurit Abraham yang mati, karena Tuhan yang bekerja memakai 318 orang itu, karena mereka mempunyai keberanian yang suci.

  1. Abraham dan para prajuritnya pulang dengan kerendahan hati.

            Abraham disambut dan dipuji sebagai pahlawan perang oleh Raja Sodom secara tidak murni karena Raja Sodom ingin membeli pasukannya dengan uang tetapi Abraham tidak termakan dengan pujian itu. Setelah itu Abraham disambut oleh Melkisedek, imam dari Allah yang tertinggi. Saat itulah Abraham rendah hati menerima pujian Melkisedek dengan sikap rohani. Setelah itu Abraham beribadah dan memberikan sepersepuluh dari semua yang dia dapatkan, dikembalikan untuk Tuhan. Ini mengajarkan kepada kita untuk tahu diri. Setiap kita harus sadar semua kemenangan demi kemenangan yang kita dapatkan, yang kita capai dalam studi kita, dalam bisnis kita, dalam karir kita, itu semua hanya karena anugerah Tuhan. Jangan sampai engkau tinggi hati. Abraham tidak menjadi orang yang tamak, dia tidak mau menerima bujuk rayu dari Raja Sodom. Abraham tidak memanfaatkan orang-orang untuk mencari keuntungan, bahkan dia mengatakan ‘apa yang didapat oleh orang-orangku, biarlah mereka mengambil hak mereka’.

            Zaman sekarang banyak orang berperang demi kekuasaan, mau menang menjadi presiden demi kekuasaan, demi ekonomi, demi gengsi, demi materi, demi agama. Kerajaan Allah sudah hadir di dunia dan tugas kita yang paling penting adalah melakukan peperangan rohani. Ada musuh di dalam diri kita yaitu keinginan kita yang liar, keinginan kita yang belum disucikan. Walaupun kuasa dosa sudah tidak ada tetapi kita masih ada di dunia. Keinginan yang bersifat tidak suci itu masih ada dan harus kita kalahkan dengan senjata rohani. Engkau harus memakai ikat pinggang kebenaran jikalau engkau ingin menang. Konteksnya bukan perang secara fisik. Konteks kita adalah peperangan secara rohani. Ketaatan harus ada di depan, maka Alkitab mengatakan ‘kakimu harus berkasutkan kerelaan dalam memberitakan injil’. Amin

 

Tuhan memberkati

 

 

KEBERANIAN DAN KEMURAHAN HATI ABRAHAM (II)

Categories: Transkrip

Author: gracelia Christanti

Bitnami