Latest Post

 Hari yang Bahagia

O Happy Day

 

Rimbault lahir pada 13 Juni 1816 di Londong. Dia adalah seorang pemain organ yang pernah melayani di Gereja St. Peter’s (Vere Street), Gereja Presbyterian St. John’s Wood dan salah satu gereja Swiss yang ada di London. Dia ikut membangun Musical Antiquarian Society pada 1840. Dia juga membuat beberapa opera kecil, lagu-lagu sekular dan juga lagu-lagu kristen. Dia menerima posisi sebagai profesor musik di Harvard College. Pada 26 September 1876, di meninggal dunia.

Philip Doddridge adalah seorang penulis hymn terkenal dalam kalangan puritan pada abad ke-18. Lahir di Londong pada 26 Juni 1702, seorang anak paling bungsu di antara 12 bersaudara. Kesehatannya pun tidak terlalu baik dan bahkan tidak diperhitungkan akan dapat bertahan lama saat dia kecil. Dia sering sakit-sakitan di sepanjang hidupnya. Sebelum Philip bisa membaca, ibunya selalu membacakan cerita mengenai Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bisa dikatakan ibunya paling berpengaruh dalam hidupnya. Kedua orang tuanya meninggal saat dia masih kecil. Kemudian dia tinggal dengan teman dari orang tuanya. Dia pun semakin bertumbuh menjadi pemuda yang pintar sampai akhirnya mendapatkan dukungan untuk melanjutkan sekolah di Cambridge. Tapi dia tidak menerimanya karena sekolah tersebut berada di bawah Gereja Anglican. Yang mana berbeda kepercayaannya dengan Puritan. Kemudian dia melanjutkan studi di sekolah yang bersifat independent. Dia menjadi seorang penginjil di Gereja Independent di Inggris. Selama pelayanannya, dia mengajar lebih dari 200 orang tentang bahasa ibrani, yunani, filsafat, alkitab dan teologi. Pada 1736, Universitas Aberdeen memberikan penghormatan Doctor of Divinity karena apa yang sudah dia capai. Dia juga berkotbah. Bahkan dikatakan dia sangat terkenal karena kotbahnya yang mana praktikal, membangun dalam hal kehidupan spiritualitas jemaat dan mencerdaskan.

Dia juga aktif dalam menulis buku. Salah satu bukunya yang begitu terkenal sampai diterjemahkan dalam 7 bahasa yaitu “The Rise and Progress of Religion in the Soul”. Buku ini yang mempengaruhi William Wilberforce yang kemudian menjadi kristen dan mendorong Wilberforce untuk memerangi perbudakan yang waktu itu sedang berjalan dimana-mana. Selain itu masih ada buku-buku lain tentang teologi dan tafsiran Perjanjian Baru. Doddridge juga menulis lebih dari 400 hymn. Kebanyakan hymn itu dia tulis sebagai satu kesimpulan dari kotbah-kotbahnya. Dengan tujuan untuk membantu para jemaat mengekspresikan respon mereka akan kebenaran firman Tuhan. Namun hymn yang dia tulis tidak pernah diterbitkan dalam bentuk satu buku selama dia hidup.

Selama 48 tahun melayani, dia terus menderita tuberculosis. Philip Doddridge meninggal pada 26 Oktober 1751 dan dimakamkan di pemakaman inggris yang ada di Lisbon. Sesudah kematiannya, teman-temannya mengumpulkan lagu-lagu yang dia tulis. Diantaranya yaitu “O Happy Day”. Ini mungkin merupakan lagu yang sangat terkenal diantara lagu-lagu lain yang dia tulis. Lagu ini didasarkan pada II Tawarikh 15:15, Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dan dengan kehendak yang bulat mereka mencari TUHAN. TUHAN berkenan ditemui oleh mereka dan mengaruniakan keamanan kepada mereka di segala penjuru.” Lagu ini mengekspresikan hubungan pribadi yang indah dengan Tuhan. Karena kita sudah diberikan anugerah untuk masuk dalam covenant of grace sehingga kita dipandang sebagai umat Tuhan.

Hari yang Bahagia

Categories: Hymn Stories

Author: gracelia Christanti

Bitnami