Latest Post

Hamba-Hamba Kebinasaan

Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th

Bacaan alkitab: 2 Petrus 2: 17 – 22; Amsal 26: 11; Ibr 6:4-8.

Mengapa Allah mengijinkan guru-guru palsu ada di gereja?

Bahkan bukan saja dia ada di gereja, tetapi juga bagaimana dia mempengaruhi umat Tuhan untuk disesatkan. Bukankah ini suatu resiko yang luar biasa untuk gereja itu bisa rusak, bukankah ini suatu resiko jemaat Tuhan juga hidup menjadi batu sandungan. Jikalau kita punya usaha dan kita sengaja untuk memilih manajer, orang-orang penting adalah mantan pembunuh, orang-orang koruptor, orang-orang yang tidak jujur, apakah kita berani? pasti kita bilang kita tidak berani, bukan saja tidak berani namun tidak ada kualifikasi untuk bagaimana perusahaan kita membiarkan orang yang tidak jujur, orang yang tidak takut akan Tuhan, yang hidupnya brengsek masuk dalam perusahaan kita. Kenapa demikian? Karena mungkin bisa korupsi, mungkin integritas akan hancur, mungkin sistem akan dibuat menjadi kacau, dan orang itu tidak pernah berhasil dalam optimal nilai kinerjanya.

Tetapi pertanyaan kita tetap kembali, bukankah gereja milik Tuhan, bukankah umat Tuhan adalah domba-domba milik Allah, bisakah Allah yang berkuasa, bisakah Allah yang punya kekuatan, bisakah Allah yang punya otoritas langsung membentengi gerejanya jikalau ada orang-orang yang ingin menyesatkan langsung disingkirkan Tuhan, langsung dihalau Tuhan? jawabannya Allah bisa lakukan itu. Tetapi kenapa Allah biarkan, tetapi kenapa Allah ijinkan? Maka kita melihat didalam bagian Alkitab Tuhan dengan sengaja membiarkan petani menabur daripada benih gandum di pagi hari, dan ternyata malam-malam ada orang yang menanam benih daripada ilalang dan semua dibiarkan Tuhan bahkan mendapatkan pupuk yang sama bertumbuh memiliki kemiripan di dalam bentuk dan daun, tetapi pada waktu menghasilkan buah baru ketahuan mana buah yang sejati, mana buah yang palsu, mana gandum, mana ilalang. Maka disitulah kita melihat murid-murid minta supaya seluruh bagian ini kalau bisa dicabut saja, tapi Tuhan bilang jangan, nanti tunggu akhir jaman. Didalam bagian ini Tuhan Yesus mengatakan biarlah semua nanti akan diuji, tunggu hari penghakiman. Berarti Tuhan dengan sengaja membiarkan guru-guru palsu untuk menguji kesejatian kita. Kesejatian iman kita, kesejatian nilai ketaatan kita, kesejatian nilai perubahan kita Tuhan, kesejatian buah hidup kita. Itulah yang akan Tuhan lihat daripada setiap kita.

 

Darimana asalnya guru palsu?

Dalam konsep daripada 1 Yohanes antikris itu dari dalam Gereja, dalam konsep daripada rasul Petrus juga sama, guru palsu, hamba Tuhan palsu juga dari dalam, mereka yang pernah mengecap firman yang baik, mereka yang pernah mengambil bagian dalam pekerejaan Allah Roh Kudus, mereka yang pernah diterangi hatinya oleh Tuhan, mereka yang mengerti karunia-karunia yang akan datang tetapi mereka murtad. Berarti ini menunjukan kepada kita mungkinkah orang-orang itu ada disebelah kanan kiri kita? mungkin. Mungkinkah orang itu anggota keluarga kita? mungkin. Kenapa mereka bisa seperti ini? karena mereka tidak sungguh mengalami perjumpaan dengan Kristus secara pribadi, mereka hanya memenuhi otak mereka dengan pengetahuan tentang Tuhan, tetapi mereka tidak pernah memenuhi pengenalan tentang Tuhan untuk mengubah hati mereka, mengubah sikap mereka, mungkin mereka latar belakang daripada budaya Kristen, lahir daripada keluarga Kristen, punya pengalaman Kristen, sehingga mereka tinggal mengadopsi saja tingkah laku Kristen tetapi mereka tidak sungguh-sungguh dipimpin oleh Allah Roh Kudus dalam seluruh hidup mereka untuk hidup bagi Tuhan, sehingga pada waktu datang bentuk pencobaan, datang dalam bentuk penderitaan, datang dalam bentuk pergumulan yang berat orang itu terhanyut dan orang itu terhilang. Mereka terhanyu karena memang dari mulanya tidak punya pondasi iman, dari mulanya tidak punya satu jaminan keselamatan daripada Allah Tritunggal, dari mulanya tidak punya relasi yang kekal dengan Allah Tritunggal.

 

Mungkinkah orang Kristen terpikat dengan ajaran guru-guru palsu ini?

mungkin. Tetapi mungkinkah sampai mati kita terpikat dengan guru palsu sampai kita salah teologi dan salah bersikap? Tidak mungkin. disinilah kita melihat bahwa didalam sejarah gereja sampai dengan yang modern sekarang banyak hamba-hamba Tuhan ditangkap oleh polisi karena menggelap kan pajak, banyak hamba-hamba Tuhan ditangkap polisi karena mengkorupsi daripada nilai uang. Disini kita mesti hati-hati jangan mudah terpikat dengan guru palsu, karena guru palsu punya karisma, namun karisma dari setan, punya kuasa tetapi kuasa daripada setan.

 

Bagaimana kita tahu bahwa ajaran guru palsu itu benar-benar palsu?

Kita diberikan akal budi oleh Tuhan, kita harus belajar baik-baik untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang palsu. Pernahkah engkau membeli sesuatu tapi hasilnya palsu? Pernah. Kecewa tidak? kecewa. Itulah sekolah hidup. untuk kita supaya tidak tertipu harus tahu dulu yang asli. Kalau engkau tahu dulu yang asli baru engkau tahu yang palsu. Didalam bagian inilah setiap kita harus sadar setan bisa menginvestasi hambanya di gereja, rasul Petrus berkata orang itu disebut hamba-hamba kebinasaan, Alkitab bahasa inggris menyebut mereka sebagai hamba-hamba yang korupsi. Kenapa dia korupsi? Karena korupsi iman dan karena tidak pernah mengajarkan firman sebagaimana layaknya terbuka dan jelas, dan semuanya harus memang faktanya demikian, semua diselubungi.                       

 

Mengapa Petrus menyebut guru palsu sebagai hamba kebinasaan?

Petrus menyebut guru-guru palsu sebagai hamba kebinasaan karena beberapa alasan:

  1. Tidak berfungsi sebagai guru asli

Yang pertama mari kita lihat daripada seluruh tinjauan daripada rasul Petrus, berstatus tetapi tidak memiliki fungsi, itu baik kalau dalam rumah tangga, tetapi kalau ada berstatus istri tetapi tidak punya peran terhadap suami, tidak punya peran terhadap anak-anak, tidak punya peran dalam rumah tangga, maka suami pasti mengalami salib atau pergumulan. Ada suami berstatus suami, tetapi tidak pernah berperan sebagai seorang suami, tidak pernah memimpin, tidak pernah membina, tidak pernah mengarahkan, tidak pernah menyuplai hal-hal kebutuhan pokok daripada rumah tangga itu. Disitulah status ada, tetapi fungsi tidak ada.

Kenapa terjadi kesenjangan ini? Mungkinkah kesenjangan ini karena tidak ada iman? Mungkin. mungkinkah kesenjangan ini karena tidak punya fokus? Mungkin. Mungkinkah kesenjangan ini karena tidak punya tanggung jawab? Mungkin. mungkinkah kesenjangan ini karena tidak punya nilai komitmen? Mungkin. Didalam bagian ini pada waktu kita punya status kita anak Tuhan, maka buktikan dalam realita fungsi kita sebagai anak Tuhan. Fungsi pertama adalah menjadi garam dimana kita hadir, sehingga fungsi garam kita menghambat dosa supaya tidak berkembang di daerah disekitar kita, kita bukan hanya menghambat tetapi kita juga mematikan potensi dosa supaya tidak berkembang.

Kedua fungsi kita sebagai terang. Ini berarti kira mengajarkan kepada orang lain cara hidup yang benar, dan memberian keteladanan hidup, sehingga dimana kita hadir maka kegelapan itu kuasanya tertelan oleh karena kuasa terang kita, sehingga kegelapan itu sirna dan kita yang bersinar, tetapi kalau kebalikannya kita hadir malah kegelapan nyata, kita hadir dosa berkembang maka kita  bukan anak Tuhan.

  1. Guru yang tidak memiliki ketetapan atau pendirian

Ini memberitahu kepada kita pengertian daripada rasul Petrus adalah guru palsu kalau mengajar menyelubungi kebenaran firman Tuhan maka gampang goyang dan tidak berpendirian. Dia tidak pernah mengajarkan bagaimana seharusnya orang percaya bagi Kristus, dia tidak pernah menjelaskan Injil yang sebenarnya, semua ditutupi, semua ditambah, pada waktu ditambah semuanya mengandung sesuatu yang meracuni. Didalam bagian inilah hati-hati. Disini mengajarkan kepada kita hamba Tuhan harus mengajar sebagaimana mestinya, tidak boleh ditutup-tutupi untuk kau menyesatkan orang lain, maka pada waktu kita memberitakan firman minimal firman yang kita beritakan pada waktu penginjilan kita menyatakan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita, Dia punya misi dalam nilai kasih-Nya untuk menyelamatkan kita, orang yang berdosa yang membutuhkan penebusan daripada Kristus, dan hanya dalam Kristus ada anugerah keselamatan, dan hanya jaminan daripada Allah Tritunggal kita bisa diselamatkan, dan hanya melalui Kristus satu-satunya hidup kita dijamin dan sampai kekal kita akan selalu memuji menyembah Dia sebagai Raja diatas segala raja.

Disinilah kita harus mengerti jikalau ajaran-ajaran yang diajarkan guru-guru palsu tidak membesarkan Yesus, tidak menyatakan kemuliaan Tuhan, tidak menyatakan kita orang berdosa, tidak menyatakan kita harus bergantung kepada Tuhan, tidak menyatakan kita harus hidup taat untuk memenuhi perintah Tuhan, disitulah kita juga tidak dituntut perubahan hidup kita sesuai dengan Kristus, hati-hati orang seperti itu adalah guru palsu.

  1. Berkata-kata sombong dan hampa

Bagaimana kita tahu seseorang itu adalah orang yang berintelektualitas, bagaimana kita tahu orang-orang itu adalah orang yang punya pengetahuan? salah satunya kita bisa melihat dari kata-katanya. Didalam Roma dikatakan hal kerajaan Tuhan itu berisi damai, kebenaran dan sukacita. Maka dari itu setiap orang yang sudah ditebus oleh Yesus harus menjaga kata-kata mereka. Isi kata-kata mereka harus mengandung damai, kebenaran dan sukacita, tidak boleh lagi kita berkata-kata yang mengandung satu kebohongan atau omongan-omongan kosong, tetapi apa yang kita bicarakan mengandung damai sejahtera daripada Tuhan, apa yang kita bicarakan sungguh-sungguh berasal daripada kebenaran Tuhan.

  1. Mengikat orang dengan percabulan

Jadi guru-guru palsu pada zaman Petrus kebanyakan adalah pria, mungkin dengan karismanya, mungkin dengan kegantengannya, dia mudah sekali memikat pengikut dia yang baru tersesat daripada kesesatan akhirnya masuk ke perzinahan dengan dia. Guru palsu hawa nafsunya seksualitas, dia tidak bisa tahan untuk birahinya, dia tidak punya self control, dia tidak punya benteng iman, dia tidak punya hati yang takut akan Tuhan, dia tidak mempertahankan kesucian dihadapan Tuhan.

Disini kita harus hati-hati, jaman sekarang pun nafsu orang bisa terikat dengan sosial media, televisi, film, games dan hobi, akhirnya kalau kita sudah terikat dengan hal seperti itu maka kita menjadi budak gadget kita, budak hobi kita. Kalau itu sampai terjadi maka kita bukan pengikut Kristus.

 

  1. Memberikan kemerdekaan yang palsu

Guru palsu adalah penipu sesama manusia. Disini dikatakan oleh Petrus mereka adalah orang-orang yang memikat supaya orang dimerdekakan dari keterikatan dengan kesesatan tertentu, namun ketika sudah masuk dalam kelompok mereka, akhirnya disesatkan lagi.

Didalam bagian ini akan sangat menakutkan kalau seolah-olah sudah terbebas dari kehidupan tertentu akhirnya dia jatuh lagi dalam dosa yang sama. Didalam bagian ini kita melihat bahwa guru palsu bisa memikat orang-orang seolah jadi Kristen tetapi Kristen palsu, bahkan bertingkah laku lebih jahat lagi dan akhirnya hidupnya tidak takut lagi akan Tuhan.

Didalam ayat 2 Petrus 2:20 – 22 jelas rasul Petrus mengatakan orang itu seolah-olah punya pengetahuan tentang Tuhan, jadi bukan mengenal secara pribadi siapa Yesus, tetapi tahu tentang Yesus akhirnya seolah-olah mengadopsi tingkah laku menjadi murid Tuhan tetapi tidak pernah membangun satu perubahan hati, tidak pernah membangun satu sikap hidup yang benar, jadi dia hanya mengadopsi tingkah laku orang Kristen karena dia merasa cocok dengan kekristenan itu.

Mengenai hal ini Ibrani 5: 11 – 14 menyatakan bahwa kalau ada orang Kristen hanya mau mendengarkan Firman yang baik-baik saja, yang lucu saja, yang segar-segar saja,  sehingga tidak mau belajar doktrin. Dan harusnya sudah menjadi pelayan Tuhan, dilihat daripada waktu harusnya sudah menjadi guru-guru sekolah minggu, pembina-pembina rohani, tetapi

justru minta dilayani terus. Maka mental orang seperti itu adalah mental anak-anak, kata Ibrani itu ciri orang Kristen yang tidak punya fondasi iman dari awalnya. Dan orang yang tidak memiliki fondasi iman seperti ini, akan sangat mudah menerima kemerdekaan palsu yang ditawarkan oleh guru-guru palsu.

 

Bagaimana dengan nasib guru-guru palsu?

Dalam 2 Petrus 2:17 rasul Petrus mengatakan bahwa mereka akan masuk dalam awan kegelapan yang paling dahsyat.  Disini guru palsu masuk dalam kegelapan karena dia suka menggelapkan uang, menggelapkan hati nurani, menggelapkan jalan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Kita pun bisa bernasib sama kalau kita mengikuti ajaran guru palsu. Dan lebih lagi jangan sampai diantara kita yang justru menjadi guru palsu.

Hamba-Hamba Kebinasaan Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th

Categories: Transkrip

Author: gracelia Christanti

Bitnami