Latest Post

Dua Belas Karakteristik Yesus Sebagai Raja

Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th

Bacaan alkitab: 2 Petrus 1: 16 – 18.

Pendahuluan

Kenapa Yesus Kristus disebut Raja di atas segala raja?

Adakah Alkitab yang mencatat secara langsung Kristus disebut Raja di atas segala raja? Jawabannya tidak ada. Tetapi jikalau kita melihat Alkitab adakah yang mengatakan Kristus adalah Raja? Ada. Itu berarti menunjukan kepada kita kedaulatan dan kuasa Kristus kekal adanya sedangkan kuasa daripada raja-raja di dunia tidak ada yang abadi. Raja Asyur yang berkuasa dari tahun 722 BC akhirnya juga harus tersingkir, baik juga raja Nebukadnezar dengan anaknya Belsazar yang memimpin Babel juga berakhir, setelah itu kerajaan daripada Yunani juga berakhir, Persia juga berakhir, setelah itu kerajaan Yunani juga berakhir, setelah itu kerajaan Romawi juga berakhir, dan Perjanjian Baru ditandai dengan satu pengajaran konsep kerajaan Allah. Mungkin bagi orang-orang pada saat itu pengajaran yang mungkin mengagetkan mereka. Karena Kerajaan Allah bukanlah secara materi. Di dalam bagian itulah mungkin kita bertanya kenapa Kristus mengajarkan konsep Kerajaan Allah, kenapa Yesus Kristus mengajarkan konsep tentang Kerajaan Allah? Di dalam bagian itu Tuhan ingin memberitahu kerajaan dunia dari Asyur sampai Romawi semua kerajaannya akan berlalu, dan tiba saatnya Perjanjian Baru ditandai dengan kehadiran Allah yang hadir dalam bentuk kuasa penyertaan Tuhan, Allah yang hadir dalam nilai kerajaan secara rohani, dan Alkitab dengan jelas mengatakan kerajaan Tuhan bukan terdiri dari makanan, bukan terdiri dari segala materi, tetapi kerajaan Tuhan terdiri daripada kebenaran, damai dan sukacita. Disitulah kita baru mengerti inilah 3 ciri kerajaan Allah, yaitu hadirnya kebenaran, hadirnya damai, hadirnya sukacita, itulah ciri kerajaan kerajaan Kristus, dan kerajaan ini tidak akan berlalu, dan kerajaan ini selalu diganggu oleh setan supaya terlihat tidak penting. Hari ini kita akan melihat ketika Alkitab mengatakan Kristus disebut Raja diatas segala raja, ini langsung mengingatkan kita bahwa ada tokoh Kristen yang menyimpulkan pertama kali, yaitu John Calvin. Kristus adalah Imam diatas segala imam, Dia adalah Nabi diatas segala nabi, dan yang ketiga Dia adalah Raja diatas segala raja. Jadi ini merupakan ajaran kristalisasi daripada konsep Reformed untuk melihat daripada jabatan dan status Yesus Kristus.

Apa bedanya kerajaan Yesus Kristus dengan kerajaan dunia?

Kerajaan dunia terdiri daripada istana, kerajaan dunia terdiri daripada bala tentara yang kuat, kerajaan dunia terdiri daripada kekuatan ekonomi yang kuat dan kerajaan dunia terdiri daripada kekuasaan demi kekuasaan yang bisa kita lihat, tetapi di dalam Yesus Kristus semua itu tidak ada. dan andaikan Kristus punya kekuatan, Diapun tidak akan membuat kita menjadi orang-orang yang mungkin sekarang ini diijinkan bisa dianiaya, tetapi ketika Kristus disebut Raja kenapa kekuatan dan kekuasaan-Nya tidak dibuat murahan? Kenapa mujizat-Nya tidak dibuat dengan sesuatu yang sifatnya murahan? Itu menunjukan kepada kita Raja Damai itu Yesus Kristus adalah Raja yang tidak akan memberikan setiap kekuatan dan kekuasaan-Nya hanya menjadi satu modal untuk orang menjadi pengikut Dia. Maka di dalam Alkitab kita sering mencatat ketika Kristus sedang mengadakan mujizat, Dia mengatakan jangan beritahu siapa-siapa, kenapa? Karena Kristus tidak mau setiap orang yang mengikuti Dia, hanya menyebut Dia sebagai raja dunia, Kristus tidak mau orang yang mengikuti Dia hanya melihat Dia sebagai superman, tetapi orang harus melihat Dia adalah Raja yang siap melayani, Raja yang siap mati, Raja yang siap menderita, Raja yang siap sungguh-sungguh mau menggembalakan hati kita sampai kita bertemu dengan Dia. Penting untuk Kristus tidak dilihat sebagai superman supaya pengikutnya tidak menolak penderitaan.

Adakah raja di dunia ini yang abadi?

Tidak ada. Sedangkan Tuhan Yesus adalah raja yang abadi. Kita akan melihat nanti Kristus adalah Raja yang mengalahkan kuasa maut, dan kerajaan Kristus tidak akan tergoncangkan kata surat Ibrani. Kenapa tidak tergoncangkan? Karena kuasa Tuhan tetap sampai selama-lamanya, dan setan tidak akan tahan jikalau Kristus itu hadir dalam kehidupan anak Tuhan, dan setan tidak akan punya kuasa, dan dia tidak akan punya satu ketenangan jikalau kerajaan Tuhan kita hadirkan dalam seluruh kehidupan kita. disini setiap kita harus belajar kuasa Tuhan yang melampaui akal dan pikiran kita.

Dalam penjelasan di atas kita sudah melihat bahwa Tuhan Yesus adalah raja, dan Dia bukan raja biasa namun raja abadi. Ini yang Petrus ingin biacarakan dalam 2 Petrus 1:16-18, menurut Petrus untuk meghadapi para pengajar Palsu yang berkembang pada saat itu jemaat harus diperlengkapi dengan konsep Kristus sebagai raja. Maka hari ini kita akan belajar 12 karakteristik yang disebut Yesus sebagai Raja. Jangan hanya kita sekedar tahu Dia adalah Raja, tetapi kita tidak tahu Dia Raja dalam karakteristik yang bagaimana.

  1. Yesus Kristus Raja yang siap untuk menderita.

 Jikalau seseorang ingin dinyatakan sebagai raja yang baru, seluruh rakyat untuk berpesta pora menyambut Dia sebagai raja yang baru. Tetapi ketika Alkitab mencatat Kristus sebagai Raja yang akan menderita ditandai Dia datang ke Yerusalem dengan mengendarai daripada seekor keledai, dan setelah itu rakyat yang sungguh mengetahui akan seluruh sejarah daripada Mesias mereka bersama-sama memotong daripada daun palem, dan daun palem dipotong untuk dijadikan jalan daripada keledai yang dinaiki Tuhan Yesus, dan mereka menaikan satu pujian Hosana , “Hosana bagi Sang Raja yang datang daripada takhta Daud, diberkatilah Dia, diberkatilah Dia”. Disini perlu kita garisbawahi kata Hosana itu beda dengan haleluya, Hosana artinya Tuhan selamatkanlah saya. Disini akhirnya Yesus harus memberitahu kepada setiap wanita yang bersorak sorai, “Jangan engkau bersukacita, aku datang engkau piker sebagai Mesias membebaskan engkau dari penjajahan tentara Romawi, aku datang engkau pikir akan memberikan kesejahteraan kepada engkau, engkau pikir aku akan membangun satu kekuatan dan kekuasaan seperti raja Daud? Tidak, Tangisilah dirimu” kenapa Yerusalem dikasih tanda oleh Tuhan untuk ditangisi? Karena kita tahu akhirnya Yerusalem tahun 70 dihancurkan oleh Tuhan melalui tangan jendral Titus. Saking kesal dan bencinya dia dengan kota itu tidak boleh ada bangunan yang boleh berdiri 1 meter pun. Ketika Yesus masuk ke Yerusalem semua orang memuji dan meninggikan Dia, dan ketika Yesus di salib orang-orang Yerusalem yang juga tadinya berkata hosana sekarang malah berteriak “salibkan Dia”. Kristus sebagai Raja ternyata masuk ke Yerusalem merupakan tanda bahwa Dia adalah Raja yang siap menderita. Jadi pengukuhan Dia jalan di keledai, dan orang berteriak-teriak kasih daun palem, orang seperti menantikan Mesias yang sejati yang menunjukan satu kemerdekaan, satu kesejahteraan, dalam hati Yesus tahu sekali bahwa Dia akan menderita dan mati disini. Menderita untuk kita yang dicipta oleh Dia, menderita untuk kita sebagai umat pilihan Tuhan, menderita untuk kita dimana kita dikasihi oleh Tuhan.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang menghidupkan dan mengalahkan dosa maut.

Didalam Roma dikatakan kita dibenarkan melalui iman dalam Yesus Kristus. Dalam Efesus 2: 1 – 3 dikatakan dahulu kita adalah orang yang mati rohani. Kenapa kita mati? karena dosa-dosa kita, dan akibat dosa kita maka kita akan mengalami maut kematian yang kekal karena upah dosa adalah maut, tetapi di dalam Yesus Kristus kita mendapatkan hidup yang kekal, dan pada waktu kita hidup kita akan mendapatkan satu kesegaran hidup rohani melalui pekerjaan Roh Kudus, melalui firman yang kita baca, kita akhirnya bisa berelasi dengan Tuhan, sehingga pada waktu kita hidup, hidup kita akan bias menunjukan bahwa kita adalah orang-orang yang saleh. Dan didalam konsep daripada Paulus dikatakan aku hidup namun bukan aku lagi yang hidup, dan hidupku yang sekarang di dalam daging adalah hidup di dalam Anak Allah yang sudah menyelamatkan aku. Itu berarti menunjukan kepada kita, kita sekarang bisa hidup itu hanya karena Yesus Kristus.

Akhirnya ketika kita hidup bagi Tuhan, kita tidak hidup lagi bagi diri, Raja yang menghidupkan ketika kita hidup bagi Tuhan maka fokus kita hanya untuk Tuhan, dan ketika seluruh dosa dalam kuasa-Nya dikalahkan oleh Tuhan membuat kita hidup punya pengharapan, kita akan menjadi umat pemenang, kita akan menjadi orang yang punya kuasa kesucian yang sungguh-sungguh datang daripada Tuhan, jadi iblis tidak mungkin bisa merongrong kita kembali, iblis tidak akan bisa mengikat kita. kenapa demikian? Karena kita diberikan kuasa anak-anak Allah seperti yang dikatakan Yohanes 1: 12. Jadi pada waktu Kristus mati di kayu salib, Dia bangkit pada hari yang ketiga, kuasa maut dikalahkan, kuasa kehidupan itu sungguh nyata, dan melalui kebangkitan-Nya Dia menyatakan Dia memiliki kuasa. Jadi diantara kita tidak usah takut kalau engkau mati engkau harus ingat Yohanes 14: 1 – 3, Karena di dalam ayat itu Alkitab berkata bahwa Tuhan sudah menyiapkan tempat bagi kita di surga. Jadi disini kita akhirnya belajar bagaimana kita tidak boleh lagi takut dengan kematian, kita tidak boleh takut dengan sakit penyakit, kita tidak boleh takut dengan dunia ini, kita paling takut kalau hidup kita tidak dipakai Tuhan. Jadi rasa takut kita hanyalah dalam hal kita tidak dipakai Tuhan, kita paling takut kalau kita berbuat dosa.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang berdaulat atas segalanya.

Ketika murid-murid menghadapi gelombang di laut, angin yang begitu hebat, Tuhan hanya berkata sekali “diam”. Ketika Tuhan ingin mengadakan mujizat mengenai ikan dengan roti dibuat multiplikasi semuanya terjadi, ketika orang-orang yang sakit dan cacat disembuhkan semuanya terjadi. Di sini mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Raja yang berdaulat atas segalanya, iblis tidak berkuasa untuk mengatur Kristus, pemerintah tidak mungkin bisa mengalahkan kuasa Kristus, bala tentara tidak mungkin mengalahkan kuasa Kristus, dan apapun kuasa daripada dunia ini tidak mungkin mengalahkan Dia karena Dia adalah Raja yang berdaulat. Tetapi yang menarik Tuhan punya kedaulatan yang begitu hebat, tetapi kuasa kedaulatan-Nya tidak dibuat murahan. Jadi di dalam bagian ini kita baru tahu Allah berdaulat tetapi Allah tidak semena-mena untuk melakukan semua kuasa-Nya, tetapi semuanya diatur dalam waktu kebaikan untuk kita semua.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja kemuliaan.

Kemuliaan Kristus tidak ditandai dengan istana yang indah, mahkota yang indah. Pada waktu Kristus akan mati Dia diberikan satu tanda kemuliaan yang diminta ditulis oleh Pilatus dan diminta untuk ditempelkan yang berbunyi “raja orang Yahudi”, tulisan itu ditulis sebagai penghinaan. Disitu kita baru tahu manusia selalu mengejar kemuliaan dunia, sedangkan Kristus dalam kemuliaan-Nya bukan yang bersifat materi, bukan yang bersifat daripada tawaran dari bawah ke atas, kemuliaan Kristus datang dari atas ke bawah. Maka ketika para malaikat menyatakan kepada para gembala, kepada orang-orang majus, mereka baru mengerti dibalik daripada bintang itu ada kemuliaan, ada satu pengharapan yang baru, maka dinyatakanlah kemuliaan bagi Allah ditempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi kepada manusia yang berkenan kepada-Nya. Itu menandakan satu damai yang sejati sebagai tanda kemuliaan. Di sini maka akhirnya kita mengerti Raja kemuliaan akhirnya merubah salib sebagai satu yang hina menjadi mulia. Kenapa? karena melalui salib akhirnya peristiwa penebusan terjadi. Salib menjadi titik pertemuan vertikal dan horizontal keadilan Allah dan kasih Tuhan, sebuah titik peredaman amarah Tuhan karena dosa, dan disitulah terpancar satu kemuliaan. Kenapa? pengharapan baru untuk orang-orang berdosa hidup dalam Kristus mendapatkan kesucian dan kebenaran. Jadi kemuliaan Tuhan tandanya ada kekekalan, ada penebusan di dalam Yesus Kristus.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang kudus.

Hal apa yang paling sulit jikalau kita sebagai raja untuk kita lakukan? Hal apa yang paling mudah ketika seandainya kita menjadi raja membuat kita jatuh? Yang paling sulit kita menjadi raja adalah menjaga kekudusan. Kenapa? karena tidak boleh ada orang sembarangan untuk mengkritik atau melawan raja dalam konsep Perjanjian Lama. Ketika ratu Ester akan bertemu dengan suaminya, dan itu pun harus minta doa puasa, kenapa? karena kalau raja Ahasyweros tidak kasih tongkat kepada Ester yang belum waktunya dia dipanggil saat itulah dia harus mati. jadi kalau raja Daud pada waktu dia akhirnya dibukakan dosanya oleh nabi Natan, dan raja Daud pada saat itu tidak menerima teguran nabi Natan, maka saat itu nabi Natan harus mati. maka Ester minta supaya orang-orang Yahudi untuk mendoakan dia karena dia akan bertemu dengan raja, karena pada saat itu raja tidak setiap bulan, setiap tahun bisa bertemu dengan ratunya, karena raja pada saat itu konsentrasi untuk kerajaan, bukan konsentrasi hanya untuk diri dan keluarganya. Disini kita baru tahu raja di dunia semua orang berdosa, presiden, perdana menteri semua adalah orang berdosa, semua tokoh-tokoh politik, pejabat semua adalah orang berdosa. Kekudusan itu adalah sesuatu yang sulit, tetapi di dalam Tuhan kita menjadi mudah, kenapa? karena Raja kita kudus. Dan Tuhan berkata kuduslah engkau sebab Aku kudus. Jadi disini kerajaan Tuhan tidak boleh ada kebencian, kerajaan Tuhan tidak boleh ada amarah, kerajaan Tuhan tidak boleh ada ambisi-ambisi saling sikut sana sini. Ini beda sekali ajarannya dengan konsep-konsep kerajaan yang lain.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang kekal.

Seluruh pemimpin dunia akan berlalu, hanya kuasa kerajaan Kristus kekal sampai selama-lamanya. Dan pada waktu nanti kita disurga kita ada ibadah yang kekal dimana Kristus akan bertakhta dalam kerajaan-Nya yang kekal, dan kerajaan Kristus yang kekal tidak akan tergoncangkan karena seluruh kuasa daripada kerajaan militer, apapun juga termasuk iblis semuanya sudah dikalahkan, dan iblis pada saat itu sudah diikat, setelah itu tinggal tunggu waktu, nanti akhirnya semua akan dicemplungkan ke dalam neraka termasuk dengan seluruh pengikut-pengikutnya. Hal ini memberitahu kepada kita kekekalan menjadi satu tujuan hidup kita. Pada waktu kekekalan menjadi tujuan hidup kita, maka pada saat itulah hidup kita bahagia. Kita bahagia karena apapun yang ingin kita lakukan, waktu engkau makan, minum, bekerja, berusaha, berkeluarga semua selalu dikaitkan dengan nilai kekal Tuhan. Semua hal harus kita kaitkan dengan kekekalan karena dalam hati kita yang sungguh-sungguh anak Tuhan sudah ada titik koneksitas kekekalan Tuhan, dan titik koneksitas kekekalan dengan Tuhan itu ada karena kita sudah menjadi anak Tuhan.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang memberi mahkota kehidupan, mahkota kebenaran dan mahkota kemuliaan.

Tiga mahkota yang diberikan Tuhan kepada kita, dan itu adalah tiga mahkota yang paling penting. Dia akan memberikan kepada kita mahkota kehidupan. Karena kita telah mati karena dosa. Hidup kita hancur karena dosa, waktu kita menerima Dia sebagai Raja diatas segala raja atas kehidupan kita, dan Tuhan mengampuni dosa-dosa kita, Dia mengangkat kita sebagai anak-anak-Nya, kita diberikan satu jaminan hidup yang kekal, dan kita juga diberikan mahkota kehidupan, itu mahkota yang pertama. Dan ketika kita sudah mendapatkan mahkota pertama maka orang beriman akan selalu hidup benar, dan kebenaranmu terpancar, engkau disebut orang-orang yang sungguh benar, kelak engkau mati engkau diberikan mahkota kebenaran. Dan setelah engkau sungguh-sungguh nyata bagian pertama dan kedua maka engkau diberikan mahkota yang ketiga yaitu mahkota kemuliaan. Dan di surga nanti ketiga mahkota ini masing-masing berbeda. Ada mahkota namanya stefanus, jadi stefanus itu untuk orang yang laki, yang perempuan Stefani. Dan stefanus adalah mahkota yang akan Tuhan kasih kepada kita bukan bersifat materi, bukan bersifat seperti kemuliaan ada batu-batu yang mulia dari dunia, dan mahkota itu hanya Tuhan yang tahu, dan setiap kita berbeda. Apa yang membedakannya? Berapa banyak ketaatanmu dalam Penginjilan, berapa ketaatanmu dalam hidup bagi Tuhan, berapa ketaatanmu untuk hidup sungguh-sungguh melayani Tuhan, itu yang membedakan mahkotamu satu-satu berbeda.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang setia dan benar.

Raja bisa silih berganti digantikan oleh kekuatan raja yang baru, salah satunya karena raja bisa melakukan dosa, tidak benar, tidak setia. Kerajaan bisa dijatuhkan, presiden bisa dijatuhkan. Jadi dalam bagian ini raja yang setia, tidak akan mengecewakan kita, raja yang benar selalu memimpin kita dalam kebenaran itulah Kristus, kepemimpinan-Nya tidak mungkin salah untuk kita, kesetiaan-Nya akan selalu memegang kita, itulah Kristus. Jadi kalau sampai kita nanti sungguh-sungguh bertemu dengan Tuhan, kita akan punya Tuhan yang setia, dan Dia akan memanggil kita sebagai hamba-Ku yang setia, hamba-Ku yang benar mari datanglah, dan hidup kita dipimpin dan dipegang oleh Dia, itulah Raja kita Yesus Kristus Raja diatas segala raja.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang menggembalakan umat-Nya.

Kita sebagai pengikut Dia yang nakal, Dia tidak akan hukum kita semena-mena, Dia akan menggembalakan kita, jiwa dan raga kita, waktu kita ada kesulitan Dia akan pimpin kita kedalam jalan yang benar, waktu kita ada kekurangan Dia akan menyiapkan rumput yang hijau pada kita, waktu kita berjalan dalam lembah kekelaman Dia akan kasih tongkat penyertaan kepada kita, ketika kita harus menghadapi musuh-musuh dihadapan kita Dia akan melindungi kita. Maka kita bias melihat bahwa Tuhan menganggap kita sangat penting sekali, itu menunjukan kepada kita Tuhan menggembalakan kita baik secara iman dan juga kehidupan sehari-hari kita. Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, seorang gembala yang memberikan nyawanya untuk domba-dombanya. Disinilah kita belajar arti pemimpin yang menggembalakan daripada Yesus Kristus.

  1. Yesus Kristus sebagai raja yang menyelamatkan umat-Nya.

Dia bukan mengorbankan umat-Nya, Dia menyelamatkan umat-Nya. Ketika kita akan dijatuhkan oleh kuasa setan, Dia sudah memberikan kuasa untuk mengalahkan kuasa setan, ketika dunia ini ingin menjatuhkan kita dengan segala strateginya, Dia sudah memberikan kepada kita iman yang berkemenangan. Disitulah kita melihat Tuhan menjanjikan kepada kita kuasa kemenangan yang sejati. Jadi ketika Kristus disebut Raja yang menyelamatkan kita itu memiliki dua nuansa, yang pertama menyelamatkan kita secara pribadi melalui kelahiran baru, kedua menyelamatkan kita melalui progres hidup kita untuk kita membuktikan bahwa kita orang-orang pilihan-Nya. Jadi Yesus bukan hanya gembala, Dia juga menyelamatkan kita. Ini berarti mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak usah takut dengan segala sesuatu karena Dia yang adalah Raja diatas segala raja, Dia sudah menjanjikan kepada kita keselamatan yang tidak mungkin hilang, bahkan kekal sampai selama-lamanya.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja damai.

sKedatangan Kristus memberikan damai yang sejati, kedatangan Kritus dalam hati kita membuat kita damai dengan Tuhan, kita damai dengan diri, kita damai dengan sesama. Maka dimana kerajaan Tuhan itu hadir kebenaran itu nyata, damai itu nyata, sukacita itu nyata. Disini maka kita belajar, Kristus disebut Raja damai. Dan damai Tuhan kalau menguasai kita akan mendorong kita untuk mendamaikan orang-orang yang berdosa untuk kembali kepada Tuhan.

  1. Yesus Kristus sebagai Raja yang menghibur umat-Nya.

Dikala engkau susah, dikala engkau menderita, dikala engkau sakit, dikala engkau banyak pergumulan, Tuhan paling tahu akan hatimu, Dia bukan hanya sekedar simpati, Dia bukan hanya sekedar empati, Dia hadir memimpin kita, Dia memberikan penghiburan kepada kita firman-Nya melalui pekerjaan Allah Roh Kudus. Jadi penghiburan kita bukan televisi, penghiburan kita bukan tempat karaoke, penghiburan kita bukan taman-taman yang indah, penghiburan kita bukan apapun juga, penghiburan kita adalah jikalau Tuhan menyertai kita, dan disitulah Raja diatas segala raja yaitu Kristus akan berjanji selalu menghibur kita dikala kita susah, dikala kita menderita, dikala kita mendapatkan tekanan hidup, dikala kita sendiri, dikala kita dalam situasi apapun juga firman-Nya akan senantiasa diingatkan dalam hati kita, dan Allah Roh Kudus tidak akan meninggalkan kita, dan Dia juga tidak akan membiarkan kita.

Demikianlah kita belajar bahwa dua belas karakteristik daripada Kristus yang disebut Raja diatas segala raja. Inilah yang ingin rasul Petrus tekankan kepada jemaat yang dilayani, inilah yang akan diberitahu kepada guru-guru palsu bahwa mereka salah, apa yang rasul Petrus ajarkan tentang Kristus yang disebut Raja diatas segala raja bukan isapan jempol, ini adalah satu fakta, inilah satu realita, dan apa yang rasul Petrus ajarkan adalah sesuatu yang punya kuasa. SOLI DEO GLORIA.

 

Dua Belas Karakteristik Yesus Sebagai Raja Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th

Categories: Transkrip

Author: gracelia Christanti

Bitnami