Latest Post

Dalam buku “Depresi: Kegelapan yang Sulit Ditaklukkan” (Momentum, 2010), Edward T. Welch menulis “Ketekunan hanya menjadi relevan dalam kesulitan-kesulitan.” Hal ini benar adanya. Setiap orang bisa menjalani masa-masa yang mudah dan menyenangkan tanpa memerlukan ketekunan. Ketekunan itu diperlukan saat menghadapi kesulitan. Ketekunan itu juga baru teruji ketika kesulitan itu datang. Ketekunan itu dibuktikan setelah orang itu melewati kesulitan. Maka benar adanya ketika dikatakan bahwa ketekunan hanya menjadi relevan dalam kesulitan. Apa yang membuat orang Kristen berbeda dengan orang dunia? Orang Kristen bisa bertekun bagi Tuhan, meskipun dalam penderitaan dan kesulitan. Orang Kristen yang menjalani hidup yang mudah dan nyaman sebenarnya belum teruji ketekunannya.

Welch juga menulis “Semua ajaran mengenai ketekunan, kesabaran, dan ketabahan menemukan sumbernya di dalam karakter Allah. Sama seperti kita mengasihi karena Dia adalah kasih dan Dia mengasihi kita sebelum kita mengenal Dia, maka kita bertekun karena Dia adalah ketekunan dan Dia telah bertekun terhadap kita sepanjang sejarah.” Kita harus melihat kepada Sumber Ketekunan itu dan bergantung pada-Nya agar kita bisa tekun.

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibrani 12:1-12)

Bitnami