Latest Post

roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Matius 26:41b)

Seringkali orang Kristen berkata “saya sangat amat ingin menang atas pencobaan, namun seringkali saya jatuh”. Sebagai orang percaya, kita sudah sewajarnya mendambakan hidup yang bebas dari dosa. Ini karena kita disadarkan bahwa dosa mendukakan hati Tuhan dan kita sebagai anak-anak-Nya sudah sepantasnya memiliki niat untuk menyenangkan Tuhan saja.

Namun untuk menang atas pencobaan, niat saja tidak cukup, meskipun niat itu sungguh kuat. Banyak orang Kristen berhasrat untuk menang atas pencobaan namun pada akhirnya mereka sering gagal. Mengapa demikian? Apakah mereka kurang serius mengikut Tuhan? Itu bisa menjadi salah satu kemungkinan, namun kita akan melihat hal lain. Tuhan Yesus berkata “roh memang penurut, tetapi daging lemah”. Jadi orang Kristen bisa memiliki hasrat untuk taat, namun tubuh mudah jatuh karena hawa nafsu. Ini berarti, selain memiliki niat untuk mematikan dosa, orang Kristen harus waspada terhadap segala hal yang dapat menyerang dagingnya yang lemah.

Jika media sosial selalu mengundangnya untuk menghabiskan waktu, maka sebaiknya ia menjauhi media sosial. Jika ia suka melakukan dosa di tempat yang tersembunyi, maka sebaiknya ia tidak menghabiskan banyak waktu sendirian. Jika ia mudah dipengaruhi teman (secara negatif), maka sebaiknya ia segera menjauhi pergaulan yang buruk (meskipun kehilangan teman itu menyakitkan) dan mencari pergaulan yang baik. Apapun yang dapat menggoda tubuh atau pancaindra hendaknya lekas dijauhi. Jika kita tidak dapat ‘menjinakkan’ tubuh kita, maka hendaknya kita lari dari hal-hal yang dapat membuat hawa nafsu bergejolak.

Sudahkah kita memahami kelemahan daging kita dan menjauh dari segala serangan?

Bitnami