Latest Post

Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. (1 Tawarikh 4:9-10)

Bagian ini sering menjadi sorotan orang Kristen. Ada yang menyatakan bahwa doa ini masih relevan dan harus menjadi doa setiap orang percaya. Mereka menyatakan bahwa Tuhan berkenan atas doa seperti ini dan pasti mengabulkannya. Doa ini sangat disukai oleh penganut teologi sukses.

Di sisi yang lain, ada yang menyatakan bahwa doa ini tidak lagi menjadi doa orang percaya saat ini. Mereka melihat kepada Tuhan Yesus yang mengajarkan orang Kristen untuk berdoa meminta ‘makanan secukupnya untuk hari ini’ (daily bread). Mereka berpendapat bahwa ini adalah doa yang berlaku hanya dalam masa Perjanjian Lama.

Pendapat manakah yang seharusnya disetujui? Apakah orang Kristen boleh menaikkan doa ini? Jika dikatakan tidak boleh, maka mengapa bagian ini juga dituliskan untuk orang Kristen? Jika dikatakan boleh, maka mengapa doa Yabes hanya muncul dalam bagian ini dan tidak dikutip sekalipun dalam Perjanjian Baru?

Sebelum melihat kriteria boleh/tidaknya, ada beberapa hal esensi yang setiap pembaca Alkitab harus ketahui terlebih dahulu: Dalam konteks apa 1 Tawarikh dituliskan? Siapakah penulis dan pembaca mula-mula kitab ini? Untuk apakah bagian ini dituliskan dan apa efeknya pada pembaca mula-mula? Saat menafsir Alkitab, para pembaca harus mengerti gambar besar (big picture) dari kitab yang sedang dibaca sebelum masuk ke dalam setiap detail.

Dari penelitian arkeologis dan sejarah, identitas penulis kitab 1-2 Tawarikh sampai saat ini belum diketahui. Ada yang berkata bahwa penulisnya adalah Ezra, namun itu bukan pendapat satu-satunya yang mungkin.

Namun penerima/pembaca mula-mula kitab ini diketahui identitasnya. Mereka adalah orang-orang yang baru kembali pulang ke Israel dari pembuangan (lihat 2 Tawarikh 36:22-23). Apa yang mereka alami? Setelah sekitar 70 tahun mereka mengalami pembuangan karena pemberontakan terhadap Tuhan, Tuhan menepati janji-Nya dengan mengizinkan mereka pulang ke tanah perjanjian. Di saat itu mereka berada dalam kebingungan: apakah Tuhan masih mau menyertai mereka? Apakah perjanjian Tuhan masih berlaku? Apakah Tuhan masih memimpin dengan tidak adanya raja keturunan Daud yang bertakhta saat itu (bangsa Israel tunduk di bawah kerajaan Persia)?

Penulis kitab 1-2 Tawarikh mau meyakinkan mereka bahwa Tuhan masih beserta dan memimpin, Tuhan masih mau mengikat perjanjian dengan mereka, Tuhan masih setia meskipun mereka telah memberontak, dan Tuhan mau Israel kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan ketaatan penuh. Segala isi dalam kitab 1-2 Tawarikh tidak terlepas dari tujuan penulisan ini.

Dengan pandangan ini, bagaimana orang percaya memahami doa Yabes? Dikatakan bahwa Yabes berdoa dan Tuhan mengabulkannya. Segala permintaan dalam doanya berkaitan dengan janji Tuhan kepada bangsa Israel Perjanjian Lama. Yabes adalah orang mulia (atau terhormat) dan itu diperhatikan oleh Tuhan. Tuhan memang berjanji (dalam kitab Taurat) untuk memberikan berkat-berkat yang Yabes minta kepada orang-orang yang hidupnya mulia/terhormat di mata Tuhan (meskipun arti namanya adalah kesakitan atau kesedihan).

Apa pesan doa Yabes ini bagi orang-orang yang baru pulang dari pembuangan?

  1. Tuhan setia pada janji-Nya.
  2. Israel masih bisa berdoa, memohon, dan bergantung pada Tuhan.
  3. Tuhan pasti memberkati orang-orang, bahkan yang telah dibuang (mengalami kesakitan atau kesedihan seperti arti nama Yabes), jika mereka mau sepenuh hati kembali dan taat kepada Tuhan.

Masa Perjanjian Lama telah berlalu. Tidak semua janji Tuhan kepada bangsa Israel di masa lampau itu berlaku untuk orang Kristen di masa kini (misalnya janji penguasaan tanah dan jumlah keturunan yang tidak terhitung). Tuhan memberikan janji yang lain di masa kini (Gereja, Allah Roh Kudus, buah Roh, dan banyak lainnya). Namun intinya tetaplah sama yaitu: Tuhan selalu setia, Tuhan selalu membuka telinga kepada mereka yang sungguh-sungguh berdoa, dan Tuhan pasti memberikan berkat (bisa jasmani atau rohani) kepada mereka yang taat.

Kita bisa berdoa seperti Yabes dalam arti meminta apa yang Tuhan telah janjikan. Namun apa yang diminta Yabes harus kita perhatikan: apakah yang dimintanya saat itu juga berlaku untuk kita minta di masa kini?

Bitnami