TULIP (1) – Kerusakan Total (Total Depravity)

LIMA POKOK CALVINISME

oleh  G.J. BAAN

  1. TOTAL DEPRAVITY/TOTAL INABILITY(KERUSAKAN TOTAL/KETIDAKMAMPUAN TOTAL)
  2. UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN TANPA SYARAT)
  3. LIMITED ATONEMENT/ LIMITED REDEMPTION (PENEBUSAN TERBATAS)
  4. IRRESSISTIBLE GRACE (ANUGERAH YANG TDK DPT DITOLAK)
  5. PERSEVERANCE OF THE SAINTS (KETEKUNAN ORANG-ORANG KUDUS)

Pendahuluan

Kelima pokok ini ditetapkan ketika doktrin Reformasi ditetapkan dalam Sinode Nasional Dordrecht di Belanda pada tahun 1618-1619 selama 7 bulan dan 154 kali persidangan. Sinode ini untuk membahas kelima pokok doktrin Arminianisme (Prof. Jacobus Arminius (1560-1609) yang antara lain :

  • Kehendak bebas manusia untuk memilih yang baik atau yang jahat.
  • Pemilihan Allah yang bersyarat terhadap manusia yang didasarkan pada iman dan perbuatan baik manusia yang sudah diketahui Allah sebelumnya.
  • Penebusan yang bersifat universal.
  • Keterbatasan pekerjaan Roh Kudus, (manusia dapat menolak untuk bertobat)
  • Kemungkinan untuk orang-orang kudus kehilangan anugerah Allah.

TOTAL DEPRAVITY/TOTAL INABILITY(KERUSAKAN TOTAL/KETIDAKMAMPUAN TOTAL)

Manusia pada naturnya sudah rusak total di dalam dan di luar dirinya (di dalam hati dan dalam hidupnya. Kejatuhan manusia dalam dosa (Kejadian 3). Tokoh-tokoh Alkitab yang sudah dikaruniai dengan anugerah Allah pun masih banyak melakukan dosa seperti : pembunuhan dan pembantaian (Daud), kemabukan (Nuh), kekejaman (Daud), kesombongan dan keangkuhan (Daud dan Petrus), perzinahan dan kecemaran (Daud, Salomo, Simson), kebohongan (Abraham, Ishak, Yakub, Petrus). Apalagi mereka yang belum mendapat anugerah Allah. Rom 7:13-26 “ Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat, dan aku manusia celaka.”

DOSA DAN ANUGERAH

Hakikat dan ciri khas dari ajaran Reformasi adalah dosa-anugerah. Hal ini dapat dilihat pada banyak bagian Alkitab yang membicarakan anugerah setelah membahas dosa-dosa dan kerusakan manusia. Tuhan bebas memilih bekerja dalam hati anak-anakNya dengan caraNya sendiri, tetapi biasanya Allah pertama-tama meyakinkan manusia akan keadaanya yang rusak, jahat dan penuh dosa. Dengan cara ini, ada ruang yang tersedia bagi anugerah Allah, yang bisa didapatkan dalam Kristus Yesus. Dengan demikian anugerah itu akan sangat dihargai dan mulai bersinar seperti mutiara. Yoh 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Aku yang memilih kamu.” I Yoh 4:19, ”Kita mengasihi Dia karena Dialah yang terlebih dahulu mengasihi kita.”

Manusia dicipta menurut GAMBAR ALLAH. Kej 1:27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya…” berarti manusia itu sempurna seperti Allah, namun ditempatkan di bawah-Nya. Pada saat itu manusia tidak mengenal dosa atau akibat-akibat yang ditimbulkannya seperti penyakit dan kematian.

ADAM SEBAGAI KEPALA

Adam diciptakan sebagai kepala keluarga. Jika ia berdosa, ia akan menyeret istri dan seluruh anggota keluarganya. Adam adalah kepala ciptaan (memberi nama kepada ciptaan dan berkuasa atas ciptaan, Kej 1:28) berarti Adam adalah kepala umat manusia (dosa Adam atau ketaatannya akan berdampak pada seluruh umat manusia). Roma 5:12-21, Adam sebagai kepala kovenan kerja (jika Adam mentaati perintah pencobaan Allah, maka ia akan diberi kebahagian kekal.

APAKAH ALLAH TIDAK ADIL?
Paulus dengan tegas mengingatkan kita untuk tidak mempertanyakan keadilan Allah dalam Rom 9:14-23. Bukan hanya karena ketidaktaan Adam tapi karena kita terus menerus berbuat dosa dan memberontak kepada Allah.

PENYEBAB KERUSAKAN DAN KETIDAKMAMPUAN MANUSIA

Manusia diciptakan Allah dengan sempurna. Setelah penciptaan manusia pada hari yang keenam, dikatakan bahwa Allah melihat segala sesuatu itu sungguh amat baik. Adam diciptakan sempurna, namun dia bebas memilih untuk melakukan apa yang baik atau yang jahat. Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, kebebasan itu hilang sehingga manusia menjadi budak dosa.

HAKIKAT DOSA ADAM

Dosa memakan buah terlarang merupakan pertanda kesombongan.Selain itu, dosa tersebut merupakan dosa iri hati, manusia iri hati kepada Allah karena Dia tahu apa yang baik dan apa yang jahat. Adam dan kemudian kita telah melanggar 10 Hukum Tuhan. Jika dibandingkan dengan perkataan Yesus dalam Mat 22:37-40 (mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati), kita dapat melihat betapa dalamnya Adam dan kita jatuh dalam dosa.
Kita melakukan dosa ketidakpercayaan kepada Firman Allah.

AKIBAT-AKIBAT DARI DOSA ADAM

Kematian yang datang sebagai hukuman atas dosa mempunyai tiga rangkap.

(1) Kematian sementara. Semua orang akan mengalami kematian pada saat jiwa dan raga terpisah.

(2) Kematian rohani. Manusia telah terpisah dari persekutuan yang menyenangkan dengan Allah.

(3) Kematian kekal. Akan menghampiri semua orang yang mati sebelum didamaikan dengan Allah melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib.
Adam dan Hawa diusir selamanya dari Taman Firdaus. Adam dan Hawa langsung menyadari ketelanjangan mereka dan merasa sangat malu karenanya. Keadaaan manusia yang mati dan rusak secara rohani.

KEADAAN MATI MENCAKUP SEMUA MANUSIA

Keadaan mati = ketidakmampuan, manusia tidak mampu atau berdaya untuk melakukan yang baik. (pasif)
Keadaan mati = ketidakmauan, manusia tidak mau melakukan apa yang baik. (aktif)
Keadaan mati = kerusakan total: Keadaan mati yang lengkap, bukan sakit, cacat atau setengah mati. Orang mati tidak dapat menghidupkan dirinya sendiri. Harus ada mujizat anugerah Allah.
Manusia rusak secara keseluruhan. Pengertiannya, keinginannya, perasaannya, perbuatannya, kelakuannya dan kehidupannya.

BUKTI-BUKTI KEADAAN MATI

Kita berbuat dosa (dosa-dosa dalam tindakan). Manusia penuh dengan dosa, perbuatan, pemikiran dan perkataan. Kita lalai melakukan perbuatan baik (dosa kelalaian). Kita lalai melakukan apa yang dikehendaki Allah dari kita. Keadaaan mati kita juga dibuktikan dengan tindakan kita yang melupakan Tuhan (dosa ketidakpercayaan). Sekarang manusia dapat melakukan segalanya tanpa Allah dan manusia hidup untuk dirinya sendiri.

DOSA WARISAN

Dosa warisan adalah bahwa setiap manusia telah diberi benih dosa dan sebagai akibatnya ia hanya bisa berbuat dosa dan membenci Allah. Dosa warisan : Kebersalahan warisan dan kecemaran dosa yang diwariskan. Kebersalahan warisan : dosa yang diperbuat Adam sebagai kepala kovenan dan dgn demikian kita semua juga berdosa.
Kecemaran dosa yang diwariskan : manusia hanya bisa melakukan kejahatan dan perbuatan dosa sebagai akibat dari dosa Adam.
Dosa warisan ditentang banyak orang seperti arminian. Tapi reformed memegang teguh dosa warisan.

PERCIKAN-PERCIKAN API YANG TERSISA

Setiap manusia masih memiliki percikan-percikan dari keadaannya sebagai gambar Allah dan dapat dibagi :

(1) Kasih Umum : kasih sayang alami yang dirasakan di antara sesama manusia (pernikahan, keluarga, pertemanan, dlsb).
(2) Anugerah umum Allah.

(3) Pengetahuan bawaan tentang Allah: setiap orang betapapun ia memusuhi dan berdosa terhadapNya, mereka mengetahui bahwa Allah itu ada. Percikan-percikan api ini, yang tetap tinggal dalam diri setiap manusia, akan menggerakkan dia untuk memohon kepada Tuhan agar Ia memberinya terang Injil.

KEYAKINAN AKAN KERUSAKAN ROHANI

Penginsyafan akan dosa dan keadaan kita yang berdosa ini dapat dirasakan dalam waktu yang lebih lama atau lebih sebentar. Dalam hikmat dan kedaulatanNya, Tuhan menetapkan berapa lama waktu yang diperlukan bagi orang untuk merasakan penginsyafan ini.
Dari waktu ke wakt, anak-anak Allah menjadi sadar betapa rusak, berdosa dan tidak setianya mereka. Dengan demikian mereka akan selalu membutuhkan Kristus.

ANUGERAH ALLAH DATANG DARI SATU PIHAK DAN BERDAULAT

Doktrin kerusakan total manusia menunjukkan kepada kita bahwa anugerah Allah datang dari satu pihak. Manusia tidak pernah bertanya-tanya dan mencari Allah. Manusia berbuat semampu mungkin untuk tetap menjauh dari Allah. Manusia tidak akan pernah mampu dan memiliki kemauan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Jika ada jalan untuk kembali kepada Allah, haruslah karena dibukakan olehNya , hanya oleh Allah, bukan oleh manusia. Anugerah itu berdaulat. Semua manusia sama berdosa dan jahat di hadapan Tuhan. Tapi dari semua mereka, Tuhan memilih orang untuk diselamatkan sesuai dengan kehendak dan kedaulatan Allah. Dia mengeluarkan sebagian orang dari keadaan dosa itu untuk diselamatkan dan membiarkan yang lain dalam kebinasaan. Manusia harus menghormati Allah yang berdaulat atas kehendakNya itu. Doktrin Kerusakan Manusia pada akhirnya harus membuat kita berseru seperti Paulus : “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (Roma 7:24-25)