Latest Post

Tiap Langkahku (Each Step I Take)

Categories: Hymn Stories

Penulis lagu ini bernama W. Elmo Mercer. Ia adalah seorang penulis lagu-lagu Kristen yang lahir pada 15 Februari 1932 di Amerika Serikat. Sejak kecil ia sudah belajar piano. Pada saat berumur 13 tahun, ia melayani di gereja sebagai pianis ibadah. Ia mulai menulis lagu-lagu Kristen sejak berumur 14 tahun. Pada saat berumur 19 tahun, ia menulis lagu “Tiap Langkahku” (Each Step I Take). Lagu yang sederhana dan indah ini menjadi berkat bagi banyak orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Hampir semua gereja di Indonesia mengenal lagu ini.

            Dalam lagu ini kita diajarkan bahwa Tuhan Allah memimpin setiap langkah umatNya. Sebagaimana dikatakan dalam Amsal 20:24, “Langkah orang ditentukan oleh TUHAN”. Ia memimpin setiap langkah kita untuk hidup seturut dengan perintahNya. Demikian ditegaskan dalam 1 Samuel 2:9  Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. Hal ini menjadi jaminan kepada kita sehingga tidak hidup dalam kekuatiran dan ketakutan. Kita memperoleh ketenangan sejati dalam setiap langkah kita karena Tuhan Allah memimpin kita.

       Apakah hidup orang Kristen akan selalu lancar tanpa hambatan? Tidak selalu demikian. Ada waktu dimana kita seringkali mulai malas ikut Tuhan, iman kita mulai goyah dan bahkan jatuh dalam dosa. Namun saat sulit yang demikian kita mesti tetap memandang kepada Kristus. Kita mesti mohon ampun kepadaNya dan semakin dekat lagi kepada Kristus. Karena di dalam Kristus-lah kita memperoleh kekuatan sejati untuk terus hidup bagi Dia di tengah segala kesulitan dan masalah yang kita hadapi.

Sampai akhirnya, Tuhan Allah memimpin langkah kita semakin dekat padaNya dan menuju Yerusalem baru. Ia akan menjadikan segalanya baru tentu termasuk diri kita. Kita yang percaya kepada Kristus akan semakin disempurnakan. Dan kita akan bersama-sama dengan Dia dalam kemuliaan dan kesucian.

Author: Lukman Sabtiyadi

Bitnami