Tujuh Langkah Hidup Saleh (4)

Tujuh Langkah Hidup Saleh (4)

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 1: 5 – 7; Ibrani 13:1; Galatia 6: 10.

 

                        Agama bisa menghasilkan orang baik, tetapi agama tidak bisa menghasilkan orang benar, kenapa demikian? Baik dalam standar nilai relasi manusia dengan manusia. Ada orang melakukan korupsi dan hasil korupsinya untuk menolong orang lain, maka orang yang mendapatkan pertolongan dia tidak tahu bahwa orang yang dia terima, kebaikan yang dia terima itu hasil daripada korupsi, namun dia tetap akan menilai orang itu adalah orang baik. tetapi apakah ini benar dimata Tuhan? itu sama sekali tidak benar. disini baru kita mengerti, orang yang benar orang itu tidak mungkin melakukan kebaikan yang salah dimata Tuhan dalam motivasi, orang yang benar tidak mungkin dia melakukan kebaikan ujung-ujungnya tidak memuliakan Tuhan, orang yang benar tidak mungkin dia berkorban yang akhirnya semuanya menjadi satu nilai kebanggaan yaitu satu nilai hanya karena kasih Kristus kalau dia bisa mengambil bagian dalam pengorbanan. Jadi begitu banyak agama bisa menghasilkan orang baik, tetapi belum tentu agama bisa menghasilkan orang benar.

Mengapa Kristus datang ke dunia? yaitu untuk membenarkan kita. kenapa kita perlu dibenarkan? karena kita adalah orang berdosa. Melalui perbuatan dan sikap kita menunjukan kita adalah pendosa besar, melalui pikiran dan perasaan kita, kita bisa menunjukan kita adalah orang-orang yang rusak dihadapan Tuhan. maka ketika Kristus datang ke dunia Dia menjadi sama dengan kita, Dia ingin membuktikan dia orang baik, orang benar dan orang yang memenuhi standar untuk menebus akan dosa-dosa kita. disini kita akan belajar bagaimana seharusnya kebaikan kita dalam nilai persaudaraan sesama anak Tuhan tidak boleh pura-pura dan munafik. Menjadi pertanyaan, mungkinkah dalam dunia Kekristenan, mungkinkah dalam Gereja, mungkinkah dalam relasi kita sesama anak Tuhan ada kasih yang berpura-pura? Mungkin. disinilah kita akan belajar bagaimana seharusnya kasih yang tulus itu menunjukan kualitas dari Philadelpia kita. apakah yang disebut kasih yang tulus dalam satu nilai ikatan philadelpia? Kita akan mempelajari itu. dan mengapa kita harus mempertumbuhkan aspek philadelpia itu dalam seluruh kehidupan kita?

 

Alkitab mengajarkan empat macam kasih:

                        Pertama, Alkitab menunjukan kepada kita cinta yang suci kepada Allah disebut namanya agape. Kristus di salib mempertemukan keadilan Tuhan yang marah dengan manusia yang berdosa, dengan nilai daripada diri-Nya yang berkorban, dan di dalam salib ada titik pertemuan keadilan dan kasih, itulah belas kasihan Kristus, dosa yang seharusnya ditanggungkan kepada kita, tetapi seluruh kemarahan Tuhan diredam oleh Kristus melalui titik pertemuan keadilan Tuhan, kemarahan-Nya karena dosa, dan Kristus meredam, dan titik itu disebut titik anugerah untuk kita mendapatkan belas kasihan Tuhan, dan titik itu disebut namanya propisiation, satu kemarahan Tuhan diredam karena Kristus rela menanggung-Nya di kayu salib.

Dan di dalam kasih yang agape itu Kristus berkorban tidak ada hitung-hitungan untuk kita, Dia mau berkorban tidak memilih kita orang kaya, miskin, pintar, ataupun terhormat. Dan di dalam kasih agape hanya mengandung satu kasih yang kekal untuk setiap kita kembali kepada Tuhan. dan di dalam kasih agape mengandung satu kasih yang suci karena tidak ada motivasi-motivasi yang lain, dan di dalam kasih agape hanya kasih yang mengembalikan semua kemuliaan dikembalikan bagi Tuhan.

Kedua Alkitab mengajarkan kepada kita yaitu kasih storge, kasih kekeluargaan. Suami mengasihi istri berdasarkan kasih agape kepada istri di dalam komunitas kepada keluarga, itu namanya storge. Istri mengasihi suami berdasarkan kasih Kristus dalam ikatan keluarga, disebut kasih storge, suami istri mengasihi anak-anak, dan anak-anak mengasihi ayah ibunya, disebut kasih storge. Di dalam ikatan kasih storge, di dalam Efesus itu diingatkan bagaimana keluarga ketika mengasihi mereka harus bisa mengutamakan firman. Jadi kasih dalam kasih storge bagaimana keluarga tidak boleh berdosa, karena Tuhan merancang keluarga untuk suci, Tuhan merancang keluarga untuk beribadah, Tuhan merancang keluarga untuk bagaimana melayani Tuhan. jadi kasih storge adalah kasih yang membangun, kasih yang semakin mengefektifkan hidup daripada anak-anak supaya bisa dipakai Tuhan di depan.

Ketiga, di dalam Alkitab juga dicatat satu kasih yang disebut namanya philadelpia, kasih persaudaraan antara anak Tuhan, dan kasih persaudaraan itu nilainya juga sama dalam ikatan bagaimana kasih Kristus menerangi kasih persaudaraan kita. Kasih ini akan dibahas lebih dalam dalam khutbah ini.

Dan yang keempat Alkitab juga memberikan kepada kita satu pengajaran kasih yaitu eros. Kasih eros adalah kasih dalam aspek kehidupan suami istri yang muaranya ada nilai aspek seksualitas, tapi pada waktu suami istri menikmati satu kasih eros semua juga dalam ikatan kasih agape, yaitu kasih yang suci, bukan kasih yang bersifat cemar, bukan kasih yang bersifat nafsu seperti binatang, maka dalam Ibrani dikatakan di dalam keluarga ada dosa tempat tidur, apakah itu? ketika suami istri berhubungan badan ada aspek seksualitas mencemarkan tempat tidur. Ini berarti mengajarkan kepada kita ketika Alkitab juga mengajarkan ada kasih eros untuk kehidupan suami istri yang sudah disatukan oleh Tuhan, yang sudah disucikan oleh Tuhan, maka itu menjadi satu nilai aktifiti nilai kasih tetapi tetap adalah nilainya Tuhan, bukan nafsu yang menjadi pendorong, bukan keinginan yang mengatur segala sesuatu, akhirnya pasangan kita seperti dijadikan objek cinta, itu adalah dosa besar. pasangan kita harus kita lihat subjek, dia adalah ciptaan Tuhan, dan ketika menikmati satu nilai kasih eros semua dalam sikap yang hormat, semua tidak boleh dalam sikap yang melampaui batas, dan semua ada aturan main dalam nilai-nilai Alkitab mengajarkan hal itu.

Disini berarti memberitahu kepada kita bahwa kasih itu punya nilai dimensi, maka ketika orang pacaran belum waktunya mempertumbuhkan kasih eros tetapi sudah mempertumbuhkan itu namanya dosa. Maka kalau anak kita mau pacaran dia terlebih duhulu harus punya aspek yang pertama kasih agape, kedua kasih keluarga, ketiga kasih persaudaraan. Disini baru kita sadar betapa pentingnya kenapa kita harus keras sebagai orangtua tidak mengajarkan anak untuk tidak cepat-cepat jatuh cinta salah satunya karena kita memahami jikalau iman dia belum bertumbuh dalam kasih kepada Tuhan, jikalau iman dia belum bertumbuh berkaitan dengan kasih storge, jikalau iman dia belum bertumbuh berkaitan dengan kasih kepada sesama anak Tuhan, dia bisa terjebak dengan cinta yang salah maka dia hidupnya bisa hancur.

 

Siapa yang disebut memiliki kasih philadelpia?

Dengan jelas Alkitab mengatakan adalah sesama anak Tuhan, karena itulah Ibrani 13: 1 dikatakan bahwa kita harus memelihara kasih persaudaraan. Dalam konteks bagian itu kalau kita mengerti daripada surat Ibrani ditulis adalah tidak lain secara konten untuk mengkaitkan nilai hidup kita bagi Tuhan, sehingga kita harus sadar hidup dalam Kristus yang sudah mati dan berkorban menjadi imam besar kita. jadi disitu dikatakan jelas sekali kita harus pelihara yaitu philadelpia. Di dalam surat Tesalonika rasul Paulus juga mengatakan aku tidak perlu lagi mengajarkan kepada engkau tentang philadelpia, kenapa? yang penting engkau sudah mengerti kasih agape harus dipertumbuhkan. Ini menunjukan kepada kita ketika Paulus berbicara pentingnya kasih agape bukan berarti kasih philadelpia itu tidak perlu lagi ditingkatkan, tetapi bagi konteks Paulus di Tesalonika adalah jemaat itu sudah jelas mereka harus memiliki hidup dalam persaudaraan yang suci. Jadi jangan mentang-mentang engkau sekarang tidak percaya lagi tentang eskatologi hidupmu hanya satu memboroskan waktu, ingatkanlah satu dengan yang lain untuk menggunakan waktu dengan baik, ingatkanlah satu dengan yang lain untuk bisa mengisi setiap waktu dengan baik, karena kita percaya Tuhan itu pasti datang, dan Tuhan itu pasti meminta pertanggungjawaban kepada kita.

Jadi disitu rasul Paulus ingin katakan engkau sudah tahu kasih persaudaraan adalah kasih yang paling inti saling mengingatkan untuk hidup kita lebih baik lagi dalam Tuhan. Maka jika kasih persaudaraan itu tidak ada teguran lagi, kasih persaudaraan tidak ada lagi saling mengingatkan untuk hidup dalam Tuhan, kasih persaudaraanmu hanya bersifat antroposentris, humanis. Maka ketika dalam kasih persaudaraan mengandung aspek nilai mengingatkan, memperingati untuk saudara kita harus hidup bertanggung jawab dihadapan Tuhan untuk hidup lebih baik lagi dalam Tuhan, itu yang disebut kasih persaudaraan yang benar. di dalam konteks Roma 10 : 12 disitu kita melihat Paulus pun mengingatkan: di dalam Tuhan tidak ada lagi golongan Yahudi, tidak ada lagi golongan orang Yunani, karena kita sudah menjadi satu dalam Kristus yaitu disebut nilai kita adalah sama. Istilah sama menunjukan kita sudah disebut union with Christ.

 

Apa sifat kasih philadelpia?

Pertama kasih yang hangat dan lembut. Di dalam Roma 12: 10 dikatakan biarlah kita yang sudah di dalam Tuhan kita saling mengasihi sebagai orang yang bersaudara. Saling mengasihi itu berarti saling melengkapi, saling aktif untuk bagaimana mengambil inisiatif jikalau ada rekan kita, sahabat kita di dalam Gereja, orang-orang percaya membutuhkan pertolongan. Jadi di dalam bagian ini jelas sekali mengajarkan kepada kita kasih yang hangat, kasih yang lembut adalah kasih yang aktif untuk kita punya inisiatif memberikan hormat, memberikan pertolongan, memberikan yang terbaik pasangan kita itu dalam aspek storge, untuk kita dalam nilai philadelpia memberikan yang terbaik untuk orang di dalam Gereja merasakan kasih Kristus. Di dalam bagian inilah ketika kasih yang hangat dan lembut itu menunjukan kita cepat respon. Di dalam konteks itulah kita diajarkan bagaimana kita punya nilai kasih persaudaraan yang ada inisiatif, bukan pasif. Kasih yang lembut dan hangat adalah kasih yang punya respon. Jadi pada waktu engkau mendengar anak-anak Tuhan ditempat ini ada sesuatu yang terjadi, engkau punya kasih yang lembut, engkau punya kasih yang hangat berarti engkau menunjukan engkau punya kasih yang bersifat responisf.

Yang kedua sifat philadelpia adalah kasih yang tulus yang tidak pura-pura. Dalam konteks Roma 12: 9 itu mengingatkan kepada kita bagaimana jangan sampai kita membangun satu relasi kasihnya jangan pura-pura, atau ada motivasi dibalik nilai senyum dia, dibalik kebaikan dia. Jadi pada waktu kamu menolong orang lain tidak ada yang pura-pura. Itu dijelaskan dalam Roma 12: 9. Maka Matius 23: 8 konteksnya adalah Yesus sangat mengkritik orang Yahudi, orang Farisi yang gila hormat. Kenapa demikian? Karena mereka seolah-olah mau menunjukan dirinya harus dihormati seperti rabi, maka Tuhan Yesus bilang siapa rabi? Kita semua adalah yang disebut orang penting. Disitu kita tahu orang farisi, ahli-ahli taurat mereka memakai jubah, mereka memakai jabatan minta dihormati. Bagi Tuhan Yesus itu merupakan satu nilai kasih yang tidak tulus, itu pura-pura. Dalam bagian ini sifat philadelpia adalah kasih yang hangat, yang lembut, yang punya pengorbanan, dan philadelpia adalah kasih yang tulus yang tidak pura-pura pada waktu engkau berkorban, pada waktu engkau menolong orang lain bukan untuk menjebak orang itu, tetapi ingin mewakili kasih Tuhan. Jadi kasih yang tulus adalah kasih yang pada waktu engkau memberi tenagamu, waktumu, uangmu engkau tidak sampai hitung-hitungan bersifat take and give, itulah yang disebut kasih yang tulus.

Tapi dalam aspek yang lain apakah kita bisa mengukur kasih kita itu tulus? Bisa. Bagaimana kita melihat? Lihatlah Alkitab mengajarkan kepada kita, kita harus tahu kalau kasih kita tulus di dalam nilai daripada kasih persaudaraan bisa dilihat pada waktu engkau menolong itu benar-benar murni untuk mewakili kasih Kristus. Maka Galatia 6: 10 dikatakan jikalau engkau ada kesempatan untuk berbuat baik janganlah ditunda. Kasih yang tulus jikalau kita menolong itu sifatnya adalah murni untuk Tuhan, tidak berpikir untuk rugi, tidak berpikir kita minta dimuliakan atau dipuji-puji, karena itu kesempatan untuk kita mewakili Kristus. yang kedua dalam hubungan tali persaudaraan sesama anak Tuhan mungkinkah terjadi salah pengertian atau terjadi gesekan? Mungkin, karena kita adalah manusia yang punya kelemahan, kita manusia yang punya kekurangan. Karena itulah di dalam Kolose 3: 12-14 rasul Paulus mengajarkan kepada kita di dalam kasih philadelpia yang tulus selalu ada tempat untuk saling mengampuni, ada tempat untuk saling mengerti, ada tempat untuk kita saling membangun kembali hubungan tali persuadaraan. Disini baru kita tahu ketika engkau punya kasih yang hangat dan lembut itu menunjukan responsifmu yang cepat untuk orang disekitarmu yang kau tahu membutuhkan satu kasih dan pertolongan. Ketika engkau punya kasih yang tulus itu sungguh-sungguh pada waktu engkau menolong, sungguh-sungguh pada waktu engkau mengampuni engkau hanya mengkaitkan itu semua untuk Kristus.

 

Mengapa kasih philadelpia itu penting?

Di dalam konteks pada saat itu ketika iman harus ditambahkan dengan philadelpia kenapa itu penting? Yaitu bagaimana becoming like Christ, kita harus bisa seperti Kristus di dalam satu nilai kesatuan. Itu menunjukan ketika kita bersatu dengan Kristus kita seperti Kristus, kita tidak lagi di dalam Gereja membeda-bedakan suku dan ras dari mana. Jadi di dalam bagian ini kita harus sama-sama mengingatkan bahwa kita ini adalah becoming like Christ.

Di dalam bagian ini mengapa philadelpia itu penting? Bagaimana kita tahu kita mengasihi Allah dengan benar? pada waktu storgemu benar dan philadelpiamu benar. Yesus berkata dalam kotbah di bukit: tinggalkan daripada semua ibadahmu, bereskan dulu kasih philadelpiamu, berdamai dululah dengan saudaramu itu, baru kalau engkau sudah berdamai, datang engkau beribadah. ini berarti menunjukan kepada kita pada waktu kasih storgemu beres, kasih persaudaraanmu beres itu menunjukan kasihmu kepada Tuhan itu juga beres.

Maka inti hukum taurat dalam Perjanjian Lama, dan dikatakan kepada orang-orang apa itu Tuhan Yesus intinya, Tuhan Yesus hanya mengatakan kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap kekuatanmu, dengan segenap akal budimu, dan kasihilah manusia seperti dirimu sendiri. Jadi disini ternyata kita baru tahu bagaimana philadelpia bisa menunjukan kualitas agape kita kepada Tuhan. Jadi bohong sekali jikalau kita mengaku orang Kristen, kita rajin beribadah, kita masih menyimpan kebencian, akar pahit dan iri kepada orang lain. Dan tidak sedikit di dalam kasih persaudaraan bisa hancur hanya karena aspek ketersinggungan, di dalam kasih persaudaraan bisa hancur hanya karena aspek like and dislike, di dalam kasih storge pun kasih persaudaraan bisa hancur hanya karena perbedaan terima harta warisan.

Disini kita belajar bagaimana sebetulnya kasih storge yang benar harus diarahkan kepada Kristus, dan pada waktu orang itu kita anggap saudara kita dalam kasih storge harusnya dia mengerti harus ada satu nilai kesucian, harus ada nilai hidup melayani Tuhan. Disini maka kita baru tahu pentingnya yang pertama, philadelpia itu akan menunjukan kualitas kasihmu kepada Kristus, itu jelas sekali. Maka ketika Petrus marah bala tentara itu menangkap Yesus, yang dikomandoi oleh para imam, maka Petrus dengan cepat menarik pedang daripada tentara itu dan dengan cepat langsung dia ayunkan, dan kuping daripada orang yang ingin menangkap Yesus itu langsung terputus. Saya tanya, saat itu apa respon Yesus? Yesus dengan jelas berkata orang yang hidupnya dari pedang juga akan mati dari pedang. Jadi artinya dalam bagian ini Petrus tidak boleh pakai kekerasan untuk menyelesaikan segala sesuatu, tetapi pakai pendekatan kasih. Maka Tuhan langsung ambil kuping itu, taruh lagi, dan langsung sembuh total, itulah mujizat, itulah kasih.

Jadi dalam bagian itulah Petrus kenapa marah? Karena dia tersinggung sekali karena Yesus itu ditangkap, dan pendekatan dia seperti pendekatan seorang nelayan yang emosinya sangat kuat, tetapi bagi tuhan seperti itu tidak bisa. Kita kalau dalam menyelesaikan masalah tidak bisa dengan emosi yang tidak suci, kita menyelesaikan masalah harus dengan emosi yang suci dan penuh kelembutan. Maka Tuhan bilang: Aku bisa saja meminta kepada Bapa-Ku untuk menyelesaikan semuanya itu, tetapi Aku tidak. kenapa? karena Kristus mati untuk menderita menebus dosa-dosa kita.

Disini kita belajar bagaimana seharusnya dalam situasi yang sulit apapun juga nyatakanlah kasih Kristus itu lebih penting. Disini kita melihat kepentingan yang kedua. Maka ketika kasih philadelpia itu penting, maka kasih persaudaraanmu itu selalu berkaitan dengan kasih agape. Maka tadi saya katakan di dalam kasih persaudaraan yang penting tetap ada nilai untuk saling mengingatkan bahkan ada mengandung saling memperingati, kalau perlu saling membangun untuk kita sama-sama hidup bagi Tuhan. Tetapi kalau kita dalam kasih persaudaraan tidak lagi mengarahkan hidup kita untuk kembali kepada Tuhan maka itu bukan kasih persaudaraan yang sungguh-sungguh dalam Tuhan, itu hanya kasih persaudaraan yang bersifat humanis, yang bersifat hanya horizontal, karena kasih persaudaraan yang benar akan mengarahkan semua kepada vertikal. Demikian pun yang ketiga ketika ini penting kasih persaudaraanmu di dalam kasih Yesus Kristus, kasih agape. Apa artinya? Artinya adalah ketika kasih persaudaraanmu di dalam Tuhan maka kasih itu harus membangun satu nilai kasih yang mengandung nilai saling membangun iman.

Jadi bukan hanya Gereja yang bisa dipakai untuk mempertumbuhkan iman, maka pada waktu engkau punya komunitas, kasih persaudaraan itu bisa dipakai Tuhan untuk membangun iman. Jadi di dalam bagian ini kasih yang membangun tidak akan menyimpan satu ketersinggungan, karena kalau kasih datang ketersinggungan itu adalah kasih yang bisa bikin pecah belah. Kenapa Paulus berbicara kasih sangat dalam di dalam 1 Korintus 13? Karena jemaat pada saat itu mudah sekali terpecah karena golongan demi golongan, maka di dalam kasih persaudaraan di dalam Kristus yang saling membangun disitu jelas sekali membangun iman, membangun kualitas hidup anak Tuhan dalam nilai tanggung jawab untuk hidup bagi Tuhan. jadi mari kita belajar mengembangkan kasih persaudaraan di dalam Kristus untuk kita saling membangun iman, untuk kita saling membangun kualitas hidup kita lebih baik lagi ada sharing knowledge di dalam Tuhan, itulah kasih persaudaraan, bukan kasih yang akhirnya merusak.

Yang kedua ketika kasih persaudaraan dalam Kristus di dalam bagian itu diingatkan adalah kasih yang mempersatukan. Jadi tidak pernah Tuhan merancang kasih persaudaraan untuk terpecah belah seperti jemaat di Korintus. Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, maka siapa yang dalam kasih persaudaraan ada kasih Kristus engkau tidak akan menyimpan permusuhan, karena akar permusuhan itulah yang menunjukan engkau tidak punya kasih kepada Kristus. ketika kita punya kasih persaudaraan, dikaitkan dengan kasih Kristus, maka didalamnya mengandung belas kasihan untuk orang-orang berdosa. Maka ketika kita akhirnya bersatu dari union with Christ menjadi unity in Christ adalah untuk kita efekstif kembali melayani Tuhan.

Disinilah baru kita mengerti kenapa rasul Petrus mau supaya jemaat Tuhan pada saat itu menambahkan iman mereka dengan kasih persaudaraan? Karena itu penting sekali pada saat itu, untuk mereka memiliki kasih yang saling membangun dalam keimanan, untuk mereka membangun kasih dalam kualitas hidup mereka, membangun satu kasih untuk makin bersatu, untuk bagaimana merebut orang-orang berdosa kembali kepada Tuhan, merebut jiwa-jiwa yang tersesat kembali kepada Tuhan karena dikaitkan dengan philadelpia. Disini mengingatkan kepada kita bagaimana seharusnya kita hidup dalam kasih philadelpia. SOLI DEO GLORIA

 

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

 

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami