Tujuh Langkah Hidup Saleh (1)

Tujuh Langkah Hidup Saleh (1)

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 1: 5 – 7; Filipi 2: 12.

 

Agama dapat menghasilkan orang-orang saleh secara lahiriah, tetapi pertanyaan kita siapa yang tahu kalau kesalehan mereka itu sejati. manusia bisa ditipu oleh prilaku kesopanan di dalam prilaku yang dia hadapi sehari-hari. Banyak kaum politisi-politisi di Indonesia yang terkenal sebagai orang yang lembut, yang ramah, yang sopan, tetapi ternyata dia adalah koruptor besar. Disinilah kita bisa tahu Tuhan bisa memakai KPK mengungkap akan setiap kebohongan prilaku yang palsu, tetapi Tuhan tidak mungkin ditipu oleh siapapun juga, dan Tuhan tidak mungkin bisa kompromi dengan orang-orang yang kelihatannya saleh akan diberikan acception untuk dia bisa masuk surga karena kesalehannya yang tidak punya satu kebenaran dihadapan Tuhan. Maka dari itu penting untuk bias mengetahui kesalehan sejati.

 

Bagaimana menguji kesalehan itu benar-benar sejati?

Kita kadang-kadang bisa kaget dengan orang di sekitar kita yang dulu kita kenal pada waktu kuliah, pada waktu pemuda, pada waktu ada di Gereja bersama-sama dengan kita ternyata ujung-ujungnya kita kenal mungkin dia sudah menjadi mualaf, mungkin dia masuk penjara, mungkin dia menjadi koruptor besar. Disinilah kita harus bisa mengerti bagaimana kesalehan itu harus diuji? Dans? Siapa penguji daripada kesalehan itu? Yang paling sejati penguji kesalehan itu adalah Tuhan sendiri, dan waktu juga bisa dipakai oleh Tuhan untuk menguji kesalehan orang di dalam kesulitan dan di dalam kesenangan dan yang lain-lain.

 

Kesalehan merupakan perjalanan rohani seseorang bersama dengan Tuhan setiap saat.

Waktu saya membaca kitab Kejadian saya menemukan tokoh yang terus disebutkan yaitu Henoch bergaul akrab dengan Tuhan. ternyata itu bukan hanya satu atau dua kali disebut Henoch bergaul akrab dengan Tuhan. itu memberikan satu nilai julukan menunjukan kepada kita bahwa Henoch sungguh-sungguh membuka hati setiap hari untuk dia mau mengerti kehendak Tuhan dan dia layak disebut orang yang saleh karena Tuhan yang memberikan julukan itu. dapatkah kesalehan itu instan? Tidak bisa. Kesalehan harus diuji dalam ruang dan waktu untuk orang itu sungguh-sungguh hidup di dalam perkenanan Tuhan dan harus di bangun dalam satu komtmen iman yang sejati di hadapan Tuhan.

 

Bagaimana supaya kesalehan orang Kristen benar-benar terbangun?

Di dalam ayat ke 5 dikatakan “karena itu”. di dalam terjemahan yang lebih tepat adalah “karena alasan ini, alasan di atas”. bagaimana sungguh-sungguh supaya kita berusaha. Terjemahan yang lebih tepat saya lebih suka mengambil daripada NASB ini dikatakan applying all diligence, bagaimana kita bisa menggunakan seluruh kerajinan kita. Jadi karena alasan ini gunakanlah seluruh kerajinan kita untuk menambahkan iman kita satu kualitas yang lebih, menambahkan satu kualitas iman kita sifat-sifat yang baik daripada orang yang disebut beriman. Begitu banyak orang kita dengar mengaku beriman dalam Kristus tapi hidupnya tidak punya kebajikan, begitu banyak kita mendengar ada orang mengaku Kristen tetapi ternyata hidupnya tidak punya penguasaan diri, hidupnya tidak punya satu nilai kebaikan, hidupnya tidak punya nilai kasih terhadap sesama.

Di dalam bagian ini kita akan belajar bagaimana iman akan membuktikan kesalehan orang, dan tujuh langkah yang akan kita pelajari hari ini akan kita pelajari 2 poin saja. Disini kita perlu garis bawahi dulu seruan daripada rasul Petrus dalam ayat 5 ini tujuannya adalah supaya kualitas hidup orang Kristen itu lebih baik lagi atau lebih maju lagi. Jadi disini dikatakan iman harus dikerjakan berdasarkan usaha manusia, iman kita bertumbuh karena anugerah, hidup kita lebih baik lagi dalam karakter itu anugerah, jikalau kesalehan kita memiliki bobot yang benar itupun adalah satu anugerah. Apa yang tadi kita baca dalam Filipi 2:12, kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar kepada Dia. Kata kerjakan itu dalam terjemahan Yunani yang lebih tepat “selesaikanlah nilai keselamatanmu”. Waktu kita baca Filipi 2: 12, ayat 13 nya Allah-lah yang mengerjakan segala sesuatu yang Dia tanamkan kemauan dalam kehidupan kita untuk kita hidup bagi Tuhan. ini berarti menceritakan kepada kita Filipi 2: 12 dengan Filipi 2: 13 tidak bisa dipisahkan, ini merupakan satu kesatuan yang indah yang menunjukan kepada kita jikalau iman kita boleh bertumbuh, jikalau kesalehan kita makin hari makin baik itu pun dikatakan Tuhan bekerja di dalam dan melalui kehidupan kita. Disinilah kita akan melihat secara keseluruhan bagaimana iman sebagai pondasi daripada seluruh Kekristenan kita, iman yang terus bekerja untuk kita menjadi orang saleh ternyata harus ditambahkan aspek kebajikan, setelah itu harus ditambahkan aspek pengetahuan, setelah itu ditambahkan aspek penguasaan diri, setelah itu ditambahkan aspek ketekunan, setelah itu ditambahkan aspek kesalehan, setelah itu ditambahkan aspek daripada kasih akan saudara-saudara, terakhir adalah kasih terhadap semua orang. Pada hari ini kita hanya belajar dua langkah untuk menjadi saleh, pertama adalah menambahkan kebajikan, kedua menambahkan pengetahuan

 

  1. Menambahkan Kebajikan

Dikatakan iman, disini dikaitkan dengan kebajikan. Apa artinya menjadi orang yang memiliki kebajikan? Ada tiga hal.

 

  • Memiliki Sifat-sifat baik

 Pada waktu kita melihat semua daripada bahasa Yunaninya kata kebajikan ini menunjukan satu sifat yang baik. kenapa manusia diberikan satu potensi sifat yang baik? karena kita serupa dengan Kristus. dan kenapa akhirnya manusia rusak sifat baiknya? Karena dosa. Dan siapakah pembaharu sifat yang baik itu? yaitu Kristus. pertanyaan kita kenapa ada orang Kristen yang masih punya sifat-sifat yang buruk? Di dalam bagian ini mengajarkan kepada kita rasul Petrus menginginkan jemaat di Asia Kecil di tengah-tengah menghadapi sifat-sifat orang yang buruk, yang bisa membuat mereka dendam, yang bisa membuat mereka marah, mereka harus menunjukan iman yang menterjemahkan kesulitan itu, sehingga di dalam bagian ini kita percaya manusia menajamkan manusia. Ternyata istilah kebajikan ini mengajarkan kepada kita ketika iman ditambahkan dengan sifat yang baik itu menunjukan kualitas hidup salehmu itu benar-benar sejati. jadi jangan kita mengaku saleh ketika kita belum dianiaya, jangan kita mengaku saleh sebelum kita menghadapi orang-orang yang menjengkelkan kita itu seperti guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu. Saat itulah ketika emosimu suci, ketika sifat kebaikanmu keluar daripada mulut dan prilakumu itulah menunjukan engkau punya kebajikan yang Tuhan tanamkan dalam imanmu. Disinilah memberitahu kepada kita setiap orang Kristen jikalau mereka sungguh-sungguh hidup saleh diberikan potensi untuk memiliki sifat yang baik.

Penyebab yang paling utama kenapa kita bisa menjadi buruk adalah karena kita membiarkan dosa merusak cara berpikir kita, dosa merusak cara emosi kita, dosa merusak seluruh tingkah laku kita. Tetapi kita bersyukur sekali di dalam Kristus setiap karakter kita akan digarap menjadi orang yang saleh, sehingga di dalam bagian ini kebajikan bagian yang pertama mendorong kita memiliki sifat yang baik. disinilah kita harus belajar bagaimana seharusnya setiap kita mengubah daripada seluruh karakter kita bukan karena situasi, tetapi karena kesadaran kita yang sudah menjadi milik Kristus. disinilah rasul Petrus ingin mengatakan imanmu ketika ditambah dengan kebajikan bagian yang pertama untuk setiap kita mengejar sifat-sifat yang baik itu.’

 

  • Menjadi berkat

Yang kedua dalam bagian ini mengajarkan satu goodness, yaitu satu kebaikan yang terpancar dalam nilai daripada kehadiran kita. Jadi disini istilah goodness itu ingin menunjukan hidup kita harus menjadi berkat dimanapun kita berada melalui buah pikiran kita, prilaku kita, dan melalui sikap kita. di dalam bagian inilah satu proses hidup itu mengajarkan kepada kita emosi tidak boleh lebih tinggi dan tidak boleh lebih kuat daripada nilai goodness kita. Di dalam bagian inilah setiap kita belajar orang mencela engkau, mencaci maki engkau, mengkhianati engkau yang menyatakan suatu kebaikan, disinilah baru ketahuan sifat kesalehan kita yang dimana iman mencerdaskan untuk bagaimana mengelola seluruh emosi dan tingkah laku kita. Dan yang ketiga aspek kebajikan ini akhirnya pada waktu dua itu digabung menunjukan satu moral excellence kita, artinya setiap orang Kristen harus punya keunggulan moral, bukan moral yang bersifat lahiriah saja, tetapi lebih dalam lagi moral secara rohaniah. Dan disitulah kita baru mengerti Filipi 12, kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar kepada Tuhan. apa artinya? Pada waktu engkau berbuat dosa jangan engkau takut hukumannya, tetapi pada waktu engkau takut berbuat dosa karena engkau melihat hidupmu sudah ditebus oleh Yesus Kristus. ini berarti mengajarkan kepada kita keunggulan moral hidup kita karena kita menyadari hidup kita sudah menjadi milik Tuhan, dan apapun yang kita kerjakan tidak mau menyakiti Tuhan.

 

  • Kelakuan moral yang baik

Di dalam bagian inilah baru kita disebut memiliki kebajikan poin yang ketiga yaitu moral excellence, apapun yang kita kerjakan kita menyadari hidup kita sudah menjadi milik Tuhan, dan pada waktu kita menghindari setiap dosa-dosa yang menyakiti hati Tuhan baik yang kelihatan ataupun yang tidak kelihatan disitulah baru kita melihat satu keunggulan bagaimana akhirnya iman kita memampukan kita menjadi orang yang saleh yang memiliki satu kebajikan, dan kebajikan itu akhirnya mendorong kita untuk bagaimana kita tidak mau menyedihkan hati Tuhan. Jadi di dalam bagian ini orang silahkan bermoral secara lahiriah, tetapi orang yang memiliki keunggulan moral karena Tuhan tanamkan dalam hatinya aspek takut akan Tuhan. Di dalam bagian ini jelas sekali bagaimana indahnya hidup kita jikalau kita punya keunggulan moral seperti Yusuf, sehingga pada waktu kita melihat keunggulan moral daripada Daniel disitulah kita baru tahu penyertaan orang-orang yang memiliki kebajikan itu datangnya daripada Tuhan, dan kekuatan orang-orang seperti itu karena mereka selalu bergaul akrab dengan Tuhan.

 

  1. Menambahkan Pengetahuan

Bagian yang kedua berbicara masalah iman ditambahkan berkaitan dengan pengetahuan. di dalam bagian ini ternyata kita belajar aspek kata pengetahuan dalam bahasa Yunani-nya tidak menggunakan sesuatu yang bersifat seperti logos, ternyata menggunakan istilah gnosis. Gnosis dalam istilah umum bahasa Yunani berarti pengetahuan secara praktis, maka di dalam setiap daripada bagian ini, ensiklopedia daripada Bahasa Yunani kata gnosis ini menunjukan arti the knowledge of God’s will. Jadi pentingnya setiap orang Kristen yang saleh untuk haus akan pengetahuan untuk mengerti kehendak Tuhan. di dalam bagian ini gnosis mengajarkan kepada kita sikap yang rendah hati untuk mau mengerti kehendak Tuhan untuk rumah tangga kita, sikap yang rendah hati untuk mau mengerti kehendak Tuhan untuk anak-anak kita di depan, sikap yang rendah hati untuk kita mau mengerti mau dibawa kemana keluarga kita dua, tiga, empat, lima tahun kedepan.

Dan bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan? Baca Alkitab. Jadi kalau setiap minggu akan ditampilkan orang-orang yang membaca Alkitab, melalui program itu kiranya menantang kita untuk kita juga mau mengerti kehendak Tuhan yang sehingga kita tangkap dengan tepat untuk kita mengerti apa yang kita kerjakan untuk Tuhan berkaitan dengan pribadi kita, apa yang mau kita kerjakan berkaitan dengan keluarga kita, pekerjaan kita, dan usaha kita. di dalam poin yang kedua ini dikatakan iman ketika berkaitan dengan pengetahuan ternyata mendorong kita untuk sungguh-sungguh punya pengetahuan untuk mengerti kehendak Tuhan yang sudah dinyatakan dalam Alkitab tertulis, dan kehendak Tuhan yang tidak tertulis, pribadi lepas pribadi harus mengerti.

 

Mengapa pengetahuan yang berkaitan dengan kehendak Tuhan ini penting?

Amsal 19: 1 – 2. Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal.  2 Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. Amsal ini mengingatkan kepada kita nama yang baik, dignity, martabat, nilai status kita itu jauh lebih baik daripada harta yang kita miliki karena serong, karena mulut, karena kecurangan, karena ketidakjujuran. Orang Kristen diajarkan lebih baik engkau miskin tapi engkau dapat penyertaan Tuhan, daripada engkau kaya tidak ada penyertaan Tuhan, yang ada hanya kegelisahan hatimu. Diayat yang ke 2 dikatakan tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik. Di dalam bagian ini alangkah baiknya seluruh kerajinan kita diikuti dengan pengetahuan, karena pada waktu kita rajin, ada pengetahuan, bisa mencapai yang disebut efektif dan efisien. Di dalam bagian ini alangkah indahnya jikalau pengetahuanmu adalah berdasarkan nilai keimanan, alangkah indahnya jikalau pengetahuanmu didasarkan daripada hidup kita yang mengerti akan kehendak Tuhan. jadi disini ibu-ibu yang rajin di rumah, bapak-bapak yang rajin bekerja, anak-anak kita yang rajin belajar, jikalau kerajinanmu ditambah dengan pengetahuan firman Tuhan, engkau tidak akan mengalami kelelahan batin. Kenapa demikian? Karena di dalam kitab Pengkhotbah dikatakan banyak belajar makin menyusahkan hati. Kenapa? karena belajarmu adalah pusatnya dirimu, tetapi kalau engkau belajar pusatnya adalah untuk mengerti ciptaan Tuhan, dan mengembalikan ciptaan Tuhan untuk kemuliaan Tuhan, kita belajar tidak pernah sampai capai hati tidak pernah untuk puas diri.

Disinilah baru kita mengerti kenapa rasul Petrus mengatakan pengetahuan ini penting? Supaya jemaat di Asia Kecil ditengah-tengah menghadapi guru-guru palsu itu, jangan engkau merasa cepat puas, karena sudah mendapatkan pengajaran daripada aku, kembangkan lagi akan pengetahuanmu tentang firman untuk kau menghadapi akan guru-guru palsu, nabi-nabi palsu itu. Disini dikatakan orang-orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. Di dalam bagian ini kenapa kita  mudah tergesa-gesa dan akhirnya salah? Karena kita menajemen waktunya kurang baik, karena kita tidak pernah belajar, dan karena kita kurang pengetahuan. Di surat Yakobus dikatakan ada orang yang tergesa-gesa mau pergi ke kota ini, ke kota itu, dan dia berkata nanti aku pergi ke kota itu pasti aku mendapat untung. Seolah-olah dia yang menerobos waktu, dia pasti mendapatkan keuntungan. Yakobus katakan siapa pemilik hidupmu?

Akhirnya orang itu belum mendapat untung sudah dipanggil Tuhan. kenapa? karena orang itu sombong untuk pengalamannya, dia pikir waktu itu adalah uang, dia tergesa-gesa, dia igin mengambil semua. Disini kita harus hati-hati, apa yang mau cepat diraih itu bisa datangnya daripada setan. Jadi di dalam bagian ini ketika kita membutuhkan satu pengetahuan, pengetahuan itu mencerdaskan iman kita, dan pengetahuan itu membangun akan setiap hidup kita, akhirnya mengurangi kesalahan kita dihadapan Tuhan. Menjadi orang Kristen ketika kita mengambil keputusan harus ingat ada tujuh pertimbangan yang pernah saya kotbahkan, pertimbangan etis, yaitu apakah yang kau ambil bertentangan dengan firman Tuhan atau tidak, kedua, apakah yang kau ambil sesuai dengan imanmu dan mendukung pertumbuhan imanmu atau tidak, ketiga, apakah yang kau ambil hati nuranimu mendukung, keempat, apakah yang kau ambil itu sungguh-sungguh bisa menjadi berkat untuk orang di lingkunganmu, kelima, apakah yang kau ambil itu mendukung situasi kariermu untuk bisa maju atau tidak, keenam, apakah yang kau ambil itu sangat mendukung untuk engkau tetap berkarya dalam engkau di Gereja. Nilai pertimbangan etis itu mengajarkan kepada kita satu pengetahuan untuk kita tetap orang saleh. Apa artinya? Orang saleh di dalam dia mengambil keputusan menghindari kesalahan seminimal mungkin, itu poin yang terakhir pertimbangan etis.

Jikalau engkau harus mengambil pertimbangan usahakan setiap keputusanmu yang terakhir resikonya, kerugiannya itu harus minim engkau yang ambil, bukan yang paling besar. di sini rasul Petrus ingin mengajarkan jemaat di Asia Kecil di tengah-tengah mereka menghadapi satu kehidupan yang bergelora penuh dengan kecemaran ambil keputusan yang tepat berdasarkan pengetahuan yang sudah engkau dapat daripada firman Tuhan.

Jadi pengetahuan itu penting supaya kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Dan kenapa ini penting? Mari kita lihat Roma 10: 1 – 3. Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.  2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.  3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Disini berarti memberitahu kepada kita, ketika kesalehan kita dibangun berdasarkan iman, dan iman bisa menghasilkan satu dorongan untuk kita haus pengetahuan, dan pengetahuan yang menjadi pusat adalah ketika pengetahuan itu berdasarkan benar-benar daripada Alkitab ternyata berkaitan dengan hidup yang kekal. Dan di dalam bagian ini Paulus katakan: sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah. perhatikan dalam bagian ini, giat untuk Allah tetapi tanpa pengertian yang benar, akhirnya mereka tidak punya jaminan keselamatan. Ini berarti mengajarkan kepada kita ketika kesalehan kita dibangun berdasarkan nilai iman, dan iman ditambahkan dengan pengetahuan, membuat kita punya jaminan keselamatan. SOLI DEO GLORIA

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami