Tiga Jabatan Kristus dan Kehidupan Kristen

Terkadang di dalam kehidupan Kristen kita, ketika kita memikirkan tentang keselamatan itu seolah-olah berbicara tentang “saya mati kemudian masuk sorga.” Sehingga ada semacam split (keterpisahan) di dalam hidup sehari-hari mengenai hubungan pribadi kita dengan Tuhan.

Tiga Jabatan Kristus dan Kehidupan Kristen

Categories:

Terkadang di dalam kehidupan Kristen kita, ketika kita memikirkan tentang keselamatan itu seolah-olah berbicara tentang ;saya mati kemudian masuk sorga. Sehingga ada semacam split (keterpisahan) di dalam hidup sehari-hari mengenai hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Tetapi saya mengucap syukur bahwa kehadiran Kristus bukan hanya di kayu salib saja tetapi Dia juga berkarya sebagai Nabi, Imam, dan Raja. Mari kita membuka Lukas 22:31-32,kita akan melihat tiga jabatan Tuhan Yesus dalam ayat ini. Di dalam Katekismus Heidelberg pertanyaan 32: ;Why are you call the Christian?Jawabannya: karena kita menjalankan fungsi ini bersama-sama.Sebagai seorang nabi artinya kita mengaku akan namaNya. Sebagai seorang imam artinya kita mempersembahkan hidup kita sebagai korban yang hidup. Sebagai raja artinya kita melawan dosa. Calvin mengatakan bahwa sebetulnya orang Kristen itu berfungsi sebagai Nabi, Imam, dan Raja. Terkadang kita orang Kristen tidak mengerti apa arti ketiga jabatan itu. Di dalam dua ayat ini dikatakan Tuhan memperingatkan simon. Peristiwa ini terjadi setelah percakapan perjamuan makan malam. Pada waktu makan malam Tuhan Yesus mengingatkan simon. Sebagai Nabi, Tuhan Yesus memberikan peringatan kepada Petrus. Di situ dikatakan: ;Simon, Simon, lihat iblis menuntut untuk menampi kamu seperti gandum.Sebagai Imam,Tuhan Yesus berdoa untuk Petrus menunjukkan fungsi keimaman Kristus untuk berdoa. Dan sebagai Rajadikatakan Tuhan memerintahkan Petrus ;dan ketika engkau sudah insyaf kuatkanlah saudara-saudaramu. Pertama, Tuhan Yesus sebagai Nabi memberikan peringatan kepada Petrus.Di dalam ayat ini dikatakan setelah mereka mengadakan perjamuan Kudus yang pertama dan terakhir lalu iblis datang. Saat kita merasa kondisi rohani kita lagi tinggi dan kuat justru pada waktu itu iblis datang. Sama seperti Tuhan Yesus pada waktu Dia puasa 40 hari lamanya, hari terakhir iblis datang dan mencobai Tuhan. Iblis itu sangat pintar dan tahu hari yang tepat untuk menyerang kita. Terkadang kita lengah justru saat kita menang. Makanya kita harus waspada sebelum dan sesudah perang. Tuhan secara khusus memberikan peringatan kepada Petrus. Di dalam peringatan ini adalah triple warningkarena di dalam ayat ini dikatakan sebut nama Simon dua kali dan dilanjutkan dengan ;Lihat. Penyebutan ulang dua kali menyatakan bahwa ini sangat penting. Sama seperti Yesus mengatakan: Yerusalem, Yerusalem (Matius 23:37), Allahku, Allahku (Markus 15:34). Ditambahkan kata ;lihat, ada suatu penekanan yang penting sekali diberikan oleh alkitab di sini. Petrus berada di dalam bahaya tetapi dia sendiri tidak tahu. Bersyukur sekali bahwa Tuhan memberikan peringatan kepada petrus yang dicobai iblis. Pekerjaan iblis sama dari jaman dulu, sekarang sampai selamanya yaitu ingin menjatuhkan orang yang dekat dengan Tuhan dan melawan Tuhan. Waktu di zaman Adam, iblis datang ke Hawa. Pada waktu di zaman Ayub, iblis datang kepada Ayub. Orang Kristen tidak perlu cari setan karena setan pasti mencari kita. Seringkali terjadi dua ekstrim yaitu meninggikan setan dan di sisi lain terlalu meremehkan setan. Setan itu jauh lebih pintar dan berkuasa daripada kita. Karena sudah terbukti dari adam sudah jatuh dalam dosa. Tuhan memperingatkan Simon. Tapi sebenarnya peringatan ini bukan hanya untuk simon. Kata ;kamu di dalam bahasa aslinya bukan kamu (singular) tetapi dalam arti banyak (plural). Artinya dalam ayat ini iblis telah menuntut untuk menampi kalian, para pengikut Kristus. Setan begitu menginginkan semua orang Kristen terutama pelayan-pelayan Tuhan. Kalau setan mau menghancurkan Reformed Injil maka targetnya adalah Pdt. DR. Stephen Tong. Target utama setan itu pasti pelayan Tuhan. Karena itu kita harus berdoa bagi hamba Tuhan bukan mengkritik saja. Setan sangat meminta dan menuntut supaya kita jatuh. Mungkin hal-hal kecil bisa menjadi celah dimana iblis masuk dan menjatuhkan kita semua. Pada waktu Yudas ditampi, maka akhirnya ia berkhianat. Dan Petrus pada waktu ditampi dia menyangkal Tuhan tiga kali. Di dalam PL waktu Abraham ditampi sama iblis dia berkata kepada Firaun ini bukan istri saya tetapi ini saudara saya. murid-murid waktu ditampi semua meninggalkan Tuhan Yesus di atas salib. Bagaimana dengan kita hari ini? Pada waktu kita ditampi apa yang terjadi dengan kita? kita bersyukur sekali karena Tuhan mengingatkan kita dan Dia tahu rencana Iblis. Kita diberi iman dan kekuatan untuk melawan setan. Kalau Tuhan kita itu berfungsi sebagai nabi, maka kita yang mengaku Kristen juga harus berfungsi sebagai nabi. Bagaimana fungsi kenabian kita? Kita harus didorong untuk terus memperingatkan orang-orang berdosa supaya datang kepada Kristus. Tuhan Yesus melihat waktu Petrus sudah dalam bahaya dan memberi peringatan. Saudara mulut kita ini harusnya berfungsi sebagai nabi. Dan dengan mulut dan hidup kita mengakui bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Maka pergunakan setiap waktu untuk pekabaran Injil memberitakan Yesus Kristus. Orang Kristen tidak malu mengakui Yesus di tempat umum. Kalau kita malu mengakui Kristus di tempat umum, maka Tuhan juga akan malu mengakui kita di hadapan Bapa di sorga. Kedua, Tuhan Yesus sebagai Imam dengan berdoa bagi kita.Sebagai imam Tuhan berdoa untuk kita siang dan malam. Saudara ingat waktu Yesus naik ke sorga apa yang Dia lakukan? Dia memberkati murid-murid-Nya; lalu Dia terangkat ke sorga itu. Bukan santa maria yang berdoa untuk kita. Yesus Kristus satu-satunya pendoa syafaat bagi kita sementara kita hidup di dunia ini. Tuhan Yesus punya doa ini berbeda dengan doa iblis. Iblis berdoa supaya murid-murid dihancurkan dan jatuh ke dalam dosa sehingga meninggalkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berdoa agar iman umatNya tidak goyah. Setan boleh mengambil segala sesuatu dari kita tetapi satu yang tidak bisa diambil dari kita yaitu anugerah keselamatan (saving grace). Ayub bisa kehilangan kekayaan, anak dan segala sesuatu yang dimilikinya tetapi imannya tidak bisa diambil. Habakuk 3:16-19mengatakan ;Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.Kita tidak takut jikalau orang mau berbuat jahat kepada kita karena kita percaya Allah yang mendaulatkan itu. Segala sesuatu dari Allah dan berpusat kepada Allah yang mengontrol segala sesuatu. Tidak ada yang terjadi kebetulan dan secara mekanis tetapi di dalam kebijaksanaan, kemahakuasaan, kekudusan dan hikmat Allah Bapa kita.; Apa hasil dari doa Tuhan Yesus pada waktu Tuhan Yesus berdoa untuk Petrus? Dikabulkan. Petrus memang ditampi dan jatuh dengan menyangkal Tuhan Yesus tiga kali. Tapi setelah itu dia bertobat. Ini hasil doa dari Tuhan Yesus. Berbeda dengan Yudas yang malahan bunuh diri. Pencobaan yang kita alami adalah pencobaan yang biasa tidak melampaui kekuatan manusia. Puji Tuhan sampai hari ini Tuhan pun mendoakan kita siang malam. Karena itu keselamatan kita terjamin di dalam Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Lama, imam besar itu mempersembahkan domba tetapi Tuhan Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri. Tuhan kita itu sebagai imam yang mempersembahkan tubuh-Nya. Maka kita sebagai orang Kristen juga harus mempersembahkan tubuh kita. Di dalam Roma 12:1dikatakan ;Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Kita sudah berdosa dan ditebus oleh Dia. Maka Dia berhak menuntut totalitas dan loyalitas kita tertinggi.; Calvin mengatakan kalau kita menjadi orang Kristen harus menyangkal diri. Artinya kita harus mempersembahkan untuk Tuhan itu sampai sakit. Kalau saudara mempersembahkan sesuatu tidak sakit itu mungkin bukan persembahan sejati. Harusnya kita mendapatkan double graceyaitu anugerah untuk percaya sekaligus anugerah menderita bagi Dia. Sebagai imam kita juga harus mendoakan. Ketiga, Tuhan Yesus sebagai Raja: Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tahu persis Petrus pasti bertobat. Tuhan menopang dia. Sebagai raja, kita berfungsi untuk berperang melawan natur lama kita, kedagingan dan segala dosa kita. Di sini Tuhan Yesus memerintahkan Petrus untuk menguatkan saudara-saudara yang lain. Tuhan tidak gunakan seseorang itu dengan besar kecuali dia menghancurkan orang itu secara luar biasa. Petrus adalah orang yang terlalu sombong dan dihancurkan oleh Tuhan. Orang besar tidak langung jadi besar tetapi orang yang besar dipakai Tuhan biasanya dibelakangnya itu penderitaannya yang luar biasa. Sebetulnya cerminan dari apa yang dialami Petrus dicatat dalam 1 Petrus 5:6, ;Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.Kegagalan Tuhan pakai menguatkan orang yang mungkin sama gagalnya dengan kita. Kita sudah melihat tiga Fungsi: Nabi, Imam, dan Raja. Kita harus berdoa orang Kristen menjalankan fungsi ini. Sebagai raja kita melawan dosa, kedagingan, membimbing orang dan memerintah orang. Hal ini berarti sebagai responsibility. Untuk apa manusia diciptakan? Service. Manusia dicipta untuk melayani Tuhan dan sesame. Kita harus hidup sebagaimana tujuan hidup kita seharusnya oleh Tuhan. Ingat menjadi orang Kristen berfungsi sebagai Nabi, Imam, dan Raja seperti Tuhan kita.

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami