The Cost of Discipleship

The Cost of Discipleship

Categories:

Pendahuluan

            Apa artinya menjadi murid Kristus? Apakah setiap yang percaya kepada Kristus adalah murid Kristus? Apakah setiap orang yang sudah menerima injil adalah murid Kristus? Apakah setiap orang yang ke gereja adalah murid Kristus? Apa ciri-ciri sejati dari murid Kristus?

Pembahasan

            Ada harga yang harus bayar murid Kristus. Menjadi murid Kristus itu berbeda dengan menjadi orang percaya saja. Orang yang percaya belum tentu adalah murid, tetapi setiap murid harus percaya. Kita akan membahas dari Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Kita sering melihat Amanat Agung sebagai penginjilan. Di dalam ayat itu dikatakan ‘pergilah’. Sebenarnya pergi dan memberitakan Injil itu adalah pelengkap dari Amanat Agung. Amanat Agung itu bukanlah hanya ‘pergi’ tetapi ‘jadikanlah semua bangsa murid-Ku’. Mereka yang sudah pernah mendengarkan Injil belum tentu menjadi murid Kristus. Seorang murid adalah orang yang sudah percaya kepada Tuhan dan bertumbuh di dalam Tuhan. Orang yang sudah menerima Injil juga belum tentu menjadi murid Kristus. Di dalam perumpamaan penabur disebutkan mengenai orang-orang yang percaya kepada Tuhan namun ada sebagian dari orang-orang tersebut yang meninggalkan Tuhan ketika kesulitan tiba. Orang yang menjadi murid adalah orang yang bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan. Di dalam gereja, bisa saja ada orang-orang yang belum menjadi murid. Mereka yang adalah murid harus bergereja, namun tidak semua orang di dalam gereja adalah murid Kristus. Yesus Kristus adalah orang yang lembah lembut, namun pengajaran-Nya keras. Tuhan Yesus mengajarkan agar seluruh pengikut-Nya memikul salib. Jika kita tidak mau memikul salib Kristus maka sebenarnya kita bukanlah murid Kristus. Jadi di dalam Amanat Agung, perintah ‘pergi dan memberitakan Injil’ adalah pelengkap. Bagian ‘jadikanlah semua bangsa murid-Ku’ menjadi pusat dari ayat yang kita baca. Inilah pusat dari Amanat Agung. Dalam ayat ini juga dikatakan ‘baptislah’ dan ‘ajarkanlah’. Kedua perintah ini juga adalah bagian dari pemuridan. Dalam Amanat Agung tidak dituliskan ‘jadikanlah semua bangsa percaya kepada-Ku’ tetapi ‘jadikanlah semua bangsa murid-Ku’.

Matius 8:18-22 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka”. Matius 1-4 menceritakan tentang kelahiran dan masa sebelum Yesus mulai melayani. Pasal ke-4 menceritakan tentang pencobaan Yesus. Pasal 5-7 berbicara tentang khotbah di bukit. Di sana Tuhan Yesus meletakkan doktrin yang harus kita ketahui. Matius 5:13-16 Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Kita tidak mungkin menjadi terang dan garam jika kita tidak memiliki apa yang dikatakan oleh ayat-ayat sebelumnya, yaitu ucapan bahagia. Pasal ke-8 berbicara mengenai mukjizat. Di dalam pasal itu ada perikop-perikop tentang mukjizat. Ayat 18-22 seolah-olah tidak berbicara mengenai mukjizat. Sebenarnya bagian ini juga berbicara mengenai mukjizat. Kita bisa mengikuti Tuhan dengan setia sampai akhir karena ada mukjizat. Bila Manusia berdosa bisa sampai percaya kepada Tuhan dan mengikuti-Nya sampai akhir maka ini adalah mukjizat. Tidak semua yang berseru kepada Yesus itu sampai pada titik akhir. Jadi ketika kita bisa selamat sampai kita ke surga, maka itu adalah mukjizat. Tuhan Yesus menyembuhkan banyak orang, namun mereka bisa sakit kembali. Tuhan Yesus memang menenangkan badai, namun di waktu berikutnya badai tersebut bisa datang kembali. Ini berarti mukjizat-mukjizat seperti itu sifatnya sementara. Keselamatan adalah mukjizat kekal yang luar biasa. Di dalam setiap KKR yang memberitakan Firman Tuhan, ketika ada orang-orang yang bertobat dan mengikut Tuhan, maka hal itu adalah mukjizat. Kita mengalami mukjizat Tuhan setiap hari. Perubahan diri kita menjadi semakin serupa Kristus adalah mukjizat. Ada seorang teolog yang pernah mengalami banyak penyiksaan yang bernama Dietriech Bonhoeffer (4 Februari 1906 – 9 April 1945). Dia pernah menulis buku yang berjudul The Cost of Discipleship. Ia menyatakan: the grace of God is free, but it is not cheap. Keselamatan dari Tuhan itu cuma-cuma namun tidak murahan. Anugerah itu gratis karena tidak ada seorangpun yang dapat membelinya. Orang terkaya di dunia tidak bisa membelinya. Martin Luther juga menyatakan bahwa keselamatan itu tidak bisa dibeli, bahkan melalui indulgensi yang dikeluarkan gereja sekalipun. Keselamatan itu sangat mahal sehingga manusia tidak bisa membelinya. Inilah mengapa Tuhan memberikannya secara gratis, namun anugerah ini tidak boleh dianggap murahan.

Gereja tidak bisa mengubah manusia. Kita bisa melihat ada begitu banyak gereja di daerah-daerah mayoritas Kristen, namun daerah-daerah tersebut tetap memiliki kriminal dan tindak kejahatan. Banyak orang setiap minggu beribadah di gereja namun gereja tidak bisa mengubah mereka. Mereka hanya bisa diubahkan oleh Kepala Gereja yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kita bisa masuk ke dalam gedung gereja namun Tuhan Yesus belum tentu masuk ke dalam hati kita. Kita bisa mengalami perubahan yang benar hanya ketika Tuhan Yesus sudah masuk ke dalam hati kita. Sebagai orang Kristen kita harus dengan tegas menyatakan hal ini. Kasih yang benar tidak membuat kita menjadi orang yang berkompromi atau tidak tegas. Tuhan Yesus pernah menegur orang-orang yang berjualan di bait Allah (Markus 11:15-17). Kita tidak bisa menyenangkan hati Tuhan hanya karena kita berada di dalam gereja. Ada orang-orang yang secara fisik berada di dalam gereja namun hatinya tidak difokuskan kepada Tuhan. ada orang-orang yang masuk ke dalam gereja namun malah menciptakan masalah di dalam gereja. Ketika Tuhan sudah ada di dalam hati kita, tidak ada masalah dosa yang tidak bisa dibereskan. Ketika kita beribadah kepada Tuhan, kita harus memberikan hati kita secara penuh. Kita harus berbakti dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kitalah yang membutuhkan Tuhan dan bukan sebaliknya. Tuhan bisa hidup tanpa kita tetapi kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Jika kita tidak berbakti dengan sungguh-sungguh, maka kita bisa menjadi penghalang bagi Injil. Murid Kristus yang sejati pasti beribadah dengan serius kepada Tuhan.

Kita mengingat kalimat ‘anugerah itu cuma-cuma namun tidak murahan’. Ada gereja-gereja yang menjanjikan hadiah door prize bagi jemaat yang terus berbakti di gereja tersebut. Di sini jemaat datang karena motivasi yang salah. Di sini pula anugerah itu dianggap murahan. Seandainya hadiah tersebut tidak lagi diberikan, masih maukah mereka datang untuk berbakti? Keselamatan itu begitu mahal. Tuhan sendiri datang ke dunia untuk mencari kita. Jadi kita kita boleh menjual Injil secara murahan. Beberapa bagian dari Matius 8:18-22 mungkin sukar untuk dipahami. Kita akan melihat tantangan dalam pemuridan dan komitmen dalam pemuridan. Di dalam bagian ini ada pergumulan tentang waktu. Ada orang yang mudah memutuskan untuk mengikut Tuhan (ayat 19). Namun Tuhan Yesus memberikan jawaban yang sulit kita pahami (ayat 20). Sebelum masuk ke ayat 18, Tuhan Yesus sudah melakukan banyak mukjizat pada pasal ke-8. Banyak orang mengikut Yesus bukan karena mereka mengerti penderitaan Yesus tetapi karena mereka melihat banyak mukjizat. Dalam ayat 20 sebenarnya Tuhan Yesus mau menyatakan bahwa mereka yang mengikut Yesus harus melakukan itu bukan karena mukjizat dan bahwa mereka harus siap menderita karena mengikut Yesus. Pengikut Yesus pasti mengalami penderitaan. Itulah harga dari menjadi murid. Matius 5:10-12 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. Jika kita tidak ingin menderita, maka kita tidak bisa menjadi murid Kristus. Jika kita hanya menginginkan kesenangan, maka kita melihat anugerah itu secara murahan. Ada harga yang harus kita bayar dalam mengikut Tuhan, namun jauh lebih berbahaya jika kita tidak mau mengikut Tuhan.

Ada orang-orang yang menganut iman yang salah sampai mereka berani membunuh diri dan membunuh orang lain. Mereka berani melakukan hal itu karena iman yang salah, maka kita harus lebih berani dari mereka karena iman yang benar. Semua murid Kristus harus rela mengikut Tuhan sampai mati. Gereja mula-mula dan para rasul mengalami penderitaan yang sangat berat bahkan sampai hukuman mati. Harga ini begitu mahal, namun mereka yang tidak mau mengikut Tuhan akan membayar harga yang jauh lebih mahal karena mereka akan mengalami kebinasaan. Yohanes 15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tuhan Yesus telah dianiaya dan kita juga bisa mengalami penganiayaan. 2 Timotius 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Yes, and all who desire to live godly in Christ Jesus will suffer persecution (NKJV). Mereka yang mau hidup sungguh-sungguh sebagai murid Tuhan pasti akan mengalami penganiayaan. Itu adalah bukti murid Kristus. 2 Korintus 11:23-27 Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian. Inilah hamba Tuhan yang sejati. Pdt. Stephen Tong pernah berkata: jika ada berkat, maka jemaat harus ada di depan, namun jika ada bahaya, maka hamba Tuhan harus ada di depan. Namun di dalam gereja-gereja masa kini yang terjadi adalah kebalikannya. Kita tidak menyetujui ajaran mereka namun kita harus mengasihi mereka.

Kita menolak teologi sukses namun kita mengasihi mereka yang menganut ajaran itu. Kita tidak mengukur pimpinan Tuhan berdasarkan berapa banyak harta yang miliki. Semua yang Tuhan berikan harus kita pakai untuk kemuliaan Tuhan dan kita harus rela menderita untuk pekerjaan Tuhan. Ada orang-orang yang begitu kaya namun mereka rela untuk pergi melayani ke tempat-tempat yang sulit dimana mereka tidak bisa menikmati kenyamanan sama sekali. Mereka rela menderita demi melayani Tuhan. Pelayanan kita dinilai bukan berdasarkan seberapa banyak harta yang kita miliki tetapi berdasarkan hati kita dalam melayani. Paulus pernah berkata bahwa penderitaan adalah karunia dari Tuhan. Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Di dalam sejarah ada banyak kejadian dimana penderitaan itu telah menjadi berkat bagi umat Tuhan. Kita percaya pada ayat Roma 8:28. Penderitaan yang terjadi pada diri kita yang mengikut Tuhan itu pasti memuliakan nama Tuhan. Setiap orang yang mau mengikut Tuhan tidak boleh terlalu cepat berkata demikian tanpa sungguh-sungguh memikirkannya. Lukas 14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Kita harus menghitung harga yang harus dibayar sebelum mengikut Yesus. Jika kita mengikut Yesus lalu kemudian berhenti di tengah jalan karena penderitaan, maka sesungguhnya kita tidak benar-benar mengerti berapa harga yang harus dibayar sebagai murid Kristus. Matius 8:21-22 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka”.

Perkataan Yesus tidak melawan ayat Alkitab yang lain. Jika bagian ini terkesan demikian maka kita yang sesungguhnya belum mengerti ayat ini. Apakah di sini Tuhan Yesus sedang melawan perintah ‘hormatilah orang tuamu’ (Keluaran 20:12)? Tidak. Saat Yakub berada di Mesir, sebelum ia meninggal ia berkata kepada Yusuf: …Janganlah kiranya kuburkan aku di Mesir, karena aku mau mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangku. Sebab itu angkutlah aku dari Mesir dan kuburkanlah aku dalam kubur mereka.” Jawabnya: “Aku akan berbuat seperti katamu itu” (Kejadian 47:29-30). Yusuf melakukan sesuai yang Yakub minta (Kejadian 49:29-32). Ada banyak orang Mesir yang mengikuti Yusuf ketika berjalan ke tempat penguburan Yakub (Kejadian 50:7-9). Selama 7 hari mereka menangisi Yakub di tanah perjanjian. Tuhan Yesus tidak menentang perintah tentang menghormati orang tua. Kalimat yang sebenarnya mau dikatakan oleh orang yang mau menguburkan ayahnya itu menurut beberapa penafsir adalah: ‘Tuhan, ayahku sudah tua, maka izinkanlah aku menunggu sampai ia meninggal dan aku akan menguburkannya. Setelah itu aku akan mengikut Engkau’. Orang ini tidak mau segera untuk mengikut Yesus. Di dalam menjadi murid, ada komitmen yang harus dipegang. Matius 10:37-39 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Tuhan memakai orang tua kita untuk melahirkan kita, maka kita harus menghormati mereka. Namun di dalam ayat ini dikatakan bahwa siapapun yang mengasihi orang tua melebihi Tuhan tidak akan diperkenan oleh Tuhan dan dianggap tidak layak. Dalam baptisan anak, hal yang harus kita tanyakan adalah: ‘apakah orang tua sadar bahwa anak tersebut bukanlah milik orang tua?’ dan ‘jika Tuhan memanggil anak ini, maka apakah orang tua rela?’. Jika orang tua tersebut tidak menjawab ya, maka saya tidak akan membaptis anak itu. Tuhan itu harus lebih dipentingkan daripada orang tua. Semua dari kita adalah milik Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan, walaupun mengalami kesulitan, pasti tetap akan merasakan pemeliharaan Tuhan.

Penutup

Ada harga yang harus bayar murid Kristus. Seorang murid adalah orang yang sudah percaya kepada Tuhan dan bertumbuh di dalam Tuhan. Orang yang sudah menerima Injil juga belum tentu menjadi murid Kristus. Mereka yang adalah murid harus bergereja, namun tidak semua orang di dalam gereja adalah murid Kristus. Semua murid Kristus harus rela mengikut Tuhan sampai mati. Gereja mula-mula dan para rasul mengalami penderitaan yang sangat berat bahkan sampai hukuman mati. Harga ini begitu mahal, namun mereka yang tidak mau mengikut Tuhan akan membayar harga yang jauh lebih mahal karena mereka akan mengalami kebinasaan. Jika mereka yang menganut iman yang salah bisa rela mati, maka kita yang menganut iman yang benar harus lebih berani daripada mereka. Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup seorang murid.

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – LS)

Bitnami