Sola Fide

Sola Fide

Categories:

Bacaan alkitab: Roma 1:17; 10:17; 14:23; Ibrani 11:6

 

Hari ini kita akan membahas tentang Sola Fide yaitu faith alone, berbicara tentang kita dibenarkan hanya didalam iman Yesus Kristus.

 

Pendahuluan.

 

Apakah setiap orang yang mengaku Kristen, pasti memiliki iman yang benar di dalam Yesus Kristus?

Belum tentu. Mengapa demikian? Pengakuan adalah satu tahap yang awal. Nilai kepercayaan adalah satu tahap yang lebih dalam lagi, dan bagaimana kita menghidupi apa yang kita akui dan percayai, serta sungguh-sungguh kita teladankan dari Kristus, itulah yang menunjukan kita punya iman.

 

Apakah setiap orang Kristen yang memiliki pengetahuan tentang Allah pasti diselamatkan karena iman?

Belum tentu. Mengapa demikian? Karena kita melihat catatan Alkitab, bagaimana Paulus berhadapan dengan orang-orang yang sungguh pasif di dalam pengetahuan akan Alkitab tetapi tidak hidup sesuai Alkitab. Mereka sangat cerdas, mengetahui banyak informasi tentang tradisi hukum Taurat dan bagaimana seharusnya hidup sesuai Taurat, tetapi hidupnya menjadi batu sandungan. Di dalam Yakobus juga dikatakan ada orang yang mengaku beriman tetapi tidak nyata dalam perbuatan iman itu. Yakobus berkata setan pun tahu Allah itu satu. Maka jangan bangga jikalau punya pengetahuan tentang Tuhan, tetapi hidupmu tidak ada nilai perbuatan dalam kasih. Ada orang yang punya pengetahuan yang mengandung iman, tetapi ada orang yang punya pengetahuan tetapi tidak punya iman. Ada orang yang beriman tetapi pengetahuannya kurang, tetapi yang kita inginkan adalah kita memiliki pengetahuan yang banyak tentang Tuhan tetapi juga beriman. Memiliki iman yang kuat karena ditopang oleh pengetahuan sehingga kita menjadi orang Kristen yang tidak mudah digoncangkan oleh ajaran zaman ini yang makin lama makin kacau.

 

Iman Kristen itu sangat penting karena merupakan pondasi dan pilar yang sangat penting dalam pembangunan Kekristenan kita. Jangan engkau bangga karena engkau sukses, jangan engkau bangga karena engkau berhasil, jangan engkau bangga karena punya kekayaan, tetapi pada waktu pencobaan itu datang, pada waktu penderitaan itu datang imanmu gugur, mengapa demikian? Karena engkau tidak punya pondasi iman, dan engkau tidak punya pilar iman untuk membangun seluruh sikap rohanimu, engkau tidak punya pilar iman untuk bagaimana engkau kuat dalam bekerja, dalam membangun rumah tangga, sehingga pada waktu gelombang itu hidup, pilar-pilar itulah yang menjaga akan keutuhan daripada seluruh hidup kita sehingga kita tidak mengalami kegoncangan.

Jadi disini kita bisa melihat iman begitu penting, tetapi masalahnya kenapa di lain pihak banyak orang menyepelekan pentingnya tema Sola Fide? Kenapa pada zaman ini banyak gereja tidak mau kembali kepada apa kata Alkitab tentang iman yang murni. Mereka hanya mau apa kata hamba Tuhan dalam penglihatannya, dalam pengalaman rohaninya, dan banyak jemaat tidak sadar seluruh pengalaman dan seluruh penglihatan hamba Tuhan itu, jikalau diuji berdasarkan firman Tuhan banyak yang gugur, jikalau diuji dalam kemurnian dari sistematik teologi dan dalam kemurnian Biblical teologi banyak yang tidak konsisten. Mengapa banyak jemaat yang percaya? Di sini berarti menunjukan kepada kita gereja sekarang pun butuh reformasi. Setelah iman Kristen tidur sejak abad ke 10 hingga abad ke 16. Mengapa demikian? Pada abad ke 10 hingga abad ke 13, seluruh filosofi Islam telah menguasai dunia, dan saat itu iman Kristen masih tidak sadar, iman Kristen masih tidur, dan yang lebih celakanya lagi abad 13 sampai ke abad 16 gereja sibuk dengan kekuasaan, gereja sibuk dengan kenikmatan. Pada saat itulah iman disembunyikan, Alkitab tidak diberikan pengertian kepada jemaat, dan orang yang mau selamat pun caranya dimanipulasi dengan membeli  surat pengampunan dosa. Celakannya lagi banyak jemaat tidak sadar itu sesat.

Di dalam bagian ini kita bersyukur sekali teriakan John Huss di Praha, ketika dia dipaksa untuk mencabut seluruh ajarannya tentang iman dimana akhirnya John Huss dibakar hidup-hidup, ada satu perkataan yang paling terkenal dari John Huss sebelum dibakar. Dia mengatakan: Aku tidak akan mencabut daripada seluruh perkataanku tentang kebenaran Alkitab, Alkitab harus diajarkan, Alkitab harus diberi pengertian kepada semua jemaat Tuhan, dan aku percaya 100 tahun setelah aku mati Tuhan akan membangkitkan orang untuk memperbaharui gereja Tuhan. Dan setelah itu kita melihat 1517 Tuhan membangkitkan Martin Luther.

Kita melihat seluruh sejarah reformasi bukan hanya Martin Luther yang mengerjakan. Sebelum Martin Luther, ada Zwingli yang juga berteriak lantang, ada John Huss, dan ada yang lain. Sola Fide itu penting, tetapi dimana pentingnya? Perkataan martin Luther merupakan sesuatu terobosan tentang iman yang murni. Dia berkata: Hanya melalui iman kita berkenan kepada Allah, bukan karena melalui perbuatan baik kita berkenan kepada Tuhan, hanya iman kepada Yesus Kristus yang membuat kita berkenan kepada Tuhan. Dan kita percaya perkataan Martin Luther ini merupakan satu perasaan iman setelah dia bergumul dengan Tuhan, pada waktu dia berpuasa, pada waktu dia menyiksa diri supaya dia mendapatkan damai, tetapi dia tidak mendapatkannya. Dia mengikuti tradisi-tradisi, tetapi tidak juga damai. Kegelisahannya mendorong dia dan mendapatkan satu kesempatan untuk dia membaca Roma 1: 16 – 17. Di dalam ayat 17 itulah yang menyadarkan dia, iman berkaitan dengan Kristus, iman berkaitan dengan penebusan Kristus, iman berkaitan dengan pembenaran Kristus, seperti Roma 3: 20 – 21 di situlah dia menggabungkan, menyadari bahwa dia selama ini sudah menjadi pendosa besar. Karena dia berusaha mencari damai melalui perbuatan diri, dia berusaha mencari perkenanan Tuhan melalui gerakan spiritual dia dari bawah ke atas.

Di sinilah kita melihat Martin Luther waktu kuliah S1 dan S2 tidak boleh membaca Alkitab, hanya orang yang kuliah S3 yang boleh membaca Alkitab. Tuhan akhirnya membangkitkan Martin Luther untuk membuat kita mengerti bahwa harus kembali kepada Alkitab dan kepada iman yang benar. Apa kesalahan gereja pada saat itu? Gereja pada saat itu tidak menyadari manusia adalah berdosa. Permasalahan terbesar dari dunia adalah manusia berdosa. Permasalahan terbesar dari gereja adalah dipimpin oleh orang-orang berdosa. Manusia berusaha membereskan dirinya sendiri karena berhadapan dengan Allah yang suci, dengan segala upaya, dengan segala tradisi, dengan segala pola hidup bergereja yang diatur sedemikian rapi supaya seolah-olah mendapatkan damai.  Gerakan ini tidak bisa membawa manusia dibenarkan karena iman, gerakan ini tidak bisa membawa manusia semakin hidup benar karena umat tidak mengerti akan Alkitab. Akhirnya Martin Luther melihat kasih di dalam pribadi Allah.  Allah yang memiliki kasih, memiliki satu program yang jelas untuk manusia berdosa kembali kepada Tuhan. Dan melalui Yohanes 3: 16 kita mengerti begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga dia mengutus Anak-Nya yang tunggal supaya setiap kita yang percaya tidak binasa. Ini mengingatkan kepada kita bagaimana manusia yang berdosa hanya bisa dibenarkan jikalau manusia itu mengakui Kristus diutus oleh Allah Bapa untuk mati menebus kita, dan jikalau kita manusia berdosa mau dibenarkan bukan melalui perilaku, bukan melalui moralitas dan kebaikan, hanya melalui pintu kelahiran baru, melalui pintu pengakuan pertobatan kita maka kita bisa dibenarkan.

Di sinilah kita melihat titik awal dari Martin Luther mengeksposisi Roma 1: 17, orang beriman pasti hidup dalam kebenaran, dan orang yang benar pasti akan hidup dalam iman. Sumbernya darimana? Dari firman Tuhan. Di sini menyadarkan kepada kita bukan saja kita diperkenalkan akan Allah yang suci, tetapi bagaimana kita diperkenalkan Allah yang penuh kasih yang melalui-Nya kita bisa dibenarkan dari status kita orang berdosa menjadi orang yang benar di dalam Yesus Kristus. Berhenti di situ? Tidak. Martin Luther dengan para tokoh reformator mengingatkan kepada kita manusia yang dibenarkan harus punya nilai tanggung jawab. Apa itu tanggung jawabnya? Tanggung jawabnya harus senantiasa kudus di hadapan Tuhan. Jadi secara iman kita harus terus punya satu progressif sanctification, satu nilai tanggung jawab untuk hidup kita makin berubah ke arah Kristus. Iman kita tidak boleh pasif, iman kita harus dibangun, iman kita harus bisa diarahkan kepada nilai kemuliaan Tuhan, dan iman kita harus terus dikaitkan dengan kekekalan Tuhan, dan melaluinya kita mengerti apa yang dikatakan Paulus dalam Ibrani 12: 2, kita harus menjadi orang yang mengerjakan iman, kita harus menjadi pelari-pelari iman, sehingga iman kita dibentuk dalam kesempurnaan di dalam dan melalui Kristus. Iman kita harus diarahkan kepada panggilan Kristus dalam kemuliaan-Nya.

Di sini maka kita diberi satu pengertian tentang Allah yang bertahta, Allah yang berdaulat adalah Allah yang menanamkan iman mula-mula dalam hati kita, dan iman yang mula-mula ditanamkan oleh Tuhan melalui Allah Roh Kudus iman itu akan dipelihara, dan iman yang dipelihara itu akan mendorong kita untuk membangun iman itu, mengarahkan iman itu sampai ke arah Kristus. Ini berarti mengajarkan kepada kita di dalam hidup ini kita harus memiliki dinamika iman, dan dinamika iman itu akan mendorong kita punya terobosan-terobosan iman. Jadi tugas kita adalah buktikan iman kita hidup, buktikan iman kita mengalahkan dunia, buktikan iman kita bukan diikat oleh seluruh tawaran dunia. Di sinilah pentingnya Sola Fide membangun kembali keimanan yang murni didalam Yesus Kristus.

 

Mari kita baca bagian ini: Jadi Iman merupakan “karya” yang luar biasa yang dituntut dari Allah kita (band Yoh 6:29); Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

250 kali kata iman ditulis dalam bahasa Yunani sebagai kata sifat, pistis dan kata kerja pisteuo, itu ada 240 kali dalam Perjanjian Lama. Ini berarti menunjukkan kepada kita kata “percaya”, pistis itu penting. Kenapa kita harus percaya kepada Yesus Kristus? Karena Dia Tuhan dan Juruselamat. Kenapa Dia menjadi Tuhan atas hidup kita? Karena Dia adalah Pencipta atas seluruh kehidupan kita. Kenapa Dia menjadi Juruselamat atas seluruh kehidupan kita? Karena kita adalah pendosa besar yang sudah kehilangan keselamatan dan sudah jatuh dalam seluruh kerusakan total itu. Di sinilah maka setiap iman selalu punya nilai Reason. Kepercayaan kita harus punya nilai tanggung jawab kenapa kamu percaya. Tidak boleh menjadi orang Kristen yang imannya hanya karena ikut-ikutan keluarga, budaya, melainkan karena memang engkau tahu engkau dipilih Tuhan, karena engkau sadar hanya melalui Kristus sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat saja kita diselamatkan.

 

Berarti mempercayai Kristus adalah perintah Allah bagi kita (1 Yoh 3:23). Menurut Yohanes, tujuan Injil ditulis adalah “supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Yoh 20:31).

Injil Yohanes ternyata tujuannya satu,  supaya kita beriman bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah supaya kamu oleh imanmu beroleh hidup dalam nama-Nya. Ini berarti menunjukkan kepada kita, kita yang tidak pernah melihat Yesus, tetapi sekarang kita percaya, itu semata-mata hanya karena iman. Kita belum pernah melihat surga namun kita yakin kalau kita mati masuk surge, inipun iman. Jadi disini kita mengerti apa yang dikatakan Alkitab, apapun yang engkau lakukan jikalau tanpa iman itu membuat kita menjadi berdosa.

 

Apakah pengetahuan yang berkonten iman itu? Kita akan melihat perbedaan pengetahuan yang berkonten iman dengan pengetahuan tentang Allah yang tidak berkonten iman.

Di dalam pergumulan Paulus dalam Roma 1: 18–32 kita melihat begitu banyak orang yang tahu tentang Tuhan tetapi menindas pengetahuan itu karena keegoan mereka. Mereka tahu kemuliaan itu tetapi mereka tidak tahu bagaimana hidup yang memuliakan Tuhan, sebaliknya mereka mengendap kemuliaan Tuhan, mereka memuliakan diri dengan nafsunya yang liar. Dan mereka punya pengetahuan tentang Allah, tetapi pengetahuan itu tanpa iman. Mengapa demikian? Karena kita melihat mereka tahu tentang Tuhan, sama spiritnya salah. Yakobus 2: 19 katakan, tetapi setan tidak pernah diselamatkan sekalipun tahu tentang konsep Kristologi dan waktu Tuhan. Sehingga pada waktu Yesus ke Garasa, orang yang dirasuk setan itu berkata: ‘Yesus, yesus waktunya belum tiba, jangan hakimi kami’. Itu menunjukan kepada kita setan pun belajar teologi, dia tahu Yesus Anak Allah dan tahu waktunya belum tiba. Tetapi pengetahuan setan itu tidak membuat dia bertobat. Di sini kita melihat engkau tahu tentang Tuhan, seolah-olah engkau haus membaca Alkitab, seolah-olah engkau haus ikut pelajaran Alkitab, tetapi kalau hanya untuk kepuasan pikiranmu, dan tidak ada perubahan dalam dirimu, tetapi hidupmu tidak berubah sesuai dengan Kristus, hati-hati pengetahuanmu semuanya ada tanpa iman. Hal ini menunjukan kepada kita, kita butuh membaca Alkitab, tetapi apa yang engkau baca harus engkau mengerti, apa yang engkau mengerti harus engkau hayati, dan apa yang engkau hayati harus engkau hidupi. Iman mengingatkan kita pengarah seluruh sikap hidup kita waktu mengambil keputusan, waktu bersikap dikaitkan dengan kemuliaan Tuhan, dan iman mendorong kita selalu menangkap waktu kekal Tuhan. Jadi disini pengetahuan kita tentang Tuhan harus berkonten iman. Kita tahu bagaimana akhirnya Paulus berkata dengan jelas Roma 1:21, 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. kita banyak bertemu dengan orang Kristen dengan model seperti ini.

 

Jadi bagaimana kita memiliki pengetahuan iman yang benar? Pengtahuan yang berkonten iman akan membawa kita semakin mengenal diri. Di dalam Roma 5 dijelaskan Kristus mati bagi kita ketika kita lemah, Kristus mati bagi kita ketika kita berdosa, Kristus mati bagi kita ketika kita disebut musuh Allah. Itu berarti menjelaskan kepada kita semakin kita punya pengetahuan Alkitab semakin baik, semakin kita melihat diri kita lemah, tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Kristus, dan semakin membuat kita takut berbuat dosa karena kita menghargai penebusan Yesus Kristus. Ini mengajarkan kepada kita kenapa kita harus terus menjadi orang yang rendah hati, orang yang bergantung kepada Tuhan, karena pengenalanmu akan Tuhan menolong engkau mengenal diri.  Waktu engkau mengenal diri dengan tuntas, itu menolong dan memampukan engkau mengenal Tuhan, itu kata Calvin. Jadi perubahan kita terjadi step by step.

 

Berarti Iman yang benar itu sangat penting karena sebagai sarana yang dengannya kita diselamatkan (Rom 10:9), Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Tidak mudah dengan orang Yahudi untuk mengakui siapa Yesus yang adalah Tuhan, tidak mudah bagi mereka tiba-tiba percaya dalam hatinya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Kristus adalah sumber kehidupan, Dia penguasa kehidupan, maka kamu akan diselamatkan. Ini berarti mengajarkan kepada kita jikalau kita mengaku Yesus itu baru tahap dasar awal, tetapi pada waktu kamu sungguh-sungguh percaya kepada Dia berarti kamu percaya seluruh apa yang diajarkan Yesus, dan kita harus meninggalkan seluruh -isme kita dan merubah sikap hati, paradigma dan merubah totalitas hidup kita.

 

Di sini kita harus pertanyakan jikalau Sola Fide itu penting, apa pentingnya dengan jaminan keselamatan? Apakah benar yang dikatakan gereja, diluar daripada Gereja Roma Katholik tidak ada keselamatan. Apakah benar yang dikatakan oleh Paus bahwa apapun yang dihukum daripada nilai gereja orang itu akan terhukum. Perkataan yang kuat daripada Martin Luther ketika akhirnya dia berani menghadapi sidang itu, dia minta berkali-kali untuk mencabut seluruh ajaran tentang konsep justification by faith, dia berkali-kali minta dicabut untuk dia tidak lagi menterjemahkan Alkitab. Tetapi

dia berkata dengan jelas: ‘aku berdiri di sini karena aku mencintai akan Alkitab, karena hati nuraniku sudah terikat dengan firman Tuhan, jikalau apapun yang aku ajarkan itu bukan daripada Tuhan biarlah tuhan yang mencabut dalam sejarah-Nya, biarlah Tuhan yang akan menggagalkan, tetapi jikalau yang aku ajarkan daripada firman Tuhan, biarlah itu boleh sungguh menjadi sesuatu yang ditegakkan.’

Di dalam Ibrani 11: 1, jelas dikatakan definisi iman, iman adalah penunjuk jalan pengharapan kita. Setiap kita butuh pengharapan. Iman menjadi jalan penunjuk untuk nilai keyakinan kita, bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, namun kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, ada surga. Kenapa kita percaya itu? Karena di dalam 2 Korintus 5: 7 Paulus berani berkata dengan jelas kita hidup bukan karena melihat, tetapi kita hidup karena iman. Di dalam pergumulan dari Abraham menantikan anak perjanjian itu, di dalam surat daripada Galatia dikatakan karena iman Abraham percaya akan lahir anak perjanjian itu, karena iman Abraham disebut sebagai bapa orang percaya, walaupun dia umurnya sudah sangat tua. Iman akan menolong kita untuk bagaimana membangun pengharapan kita dalam Yesus Kristus dan itu sifatnya adalah pasti. Jadi apakah benar manusia bisa diselamatkan hanya kerena membeli surat pengampunan, dan uangnya ditaruh dikotak dengan suara yang keras? Itu tidak pasti, itu hanya tercatat di dalam satu konsep daripada imam.

Iman adalah seluruh bukti penunjuk keyakinan iman kita, bagaimana engkau tahu? Engkau rajin berdoa, engkau rajin melayani Tuhan, engkau rajin untuk bagaimana memberikan yang terbaik bagi Tuhan, itu adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak engkau lihat namun engkau percaya. Dan melalui 1 Petrus 1: 3 – 7 dikatakan dengan jelas dalam bagian itu kuasa Allah akan menjaga seluruh iman kita. Kita manusia yang lemah, kita mungkin pada waktu disiksa sampai titik penderitaan yang begitu kuat, jangan-jangan kita bisa menghujat Tuhan, tetapi ingatlah Allah Tritunggal dalam kuasa-Nya akan menjaga kita, ini berarti menunjukan kepada kita hanya melalui iman dalam Yesus Kristus kita diselamatkan, tidak ada jalan yang lain, melalui perbuatan baik pun tidak bisa, hanya melalui satu yaitu Yesus Kristus.

 

Jadi disini kita simpulkan:

  1. Hanya iman di dalam Yesus Kristus kita dapat dibenarkan dari segala dosa-dosa kita dan diselamatkan.
  2. Hanya iman di dlm Yesus Kristus kita di proses dalam kesucian.
  3. Dan hanya iman di dalam Yesus Kristus kita bisa berkenan selalu kepada Bapa di Sorga.

 

Di sini kita diingatkan kita membutuhkan iman mula-mula yang Tuhan tanamkan melalui pekerjaan Roh Kudus dalam hati nurani kita, yang akhirnya iman itu akan mendorong kita punya pengakuan, mendorong kita punya kepercayaan, mendorong kita punya nilai sikap perubahan hidup

 

Tuhan memberkati. Amin.

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-YFS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami