Siapakah Nabi Dan Guru Palsu?

Siapakah Nabi Dan Guru Palsu?

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 2: 1 – 3; 2 Yohanes 1: 9.

 

Mungkinkah nabi palsu, guru palsu bisa lenyap di bumi ini ketika semua kehidupan kita masih ada?

Mereka tidak akan lenyap. Nabi palsu, guru palsu, dan mesias palsu justru dikatakan di zaman akhir malah akan lebih hebat menipu kita semua dan bukannya lenyap, demikianpun dengan kejahatan, dikatakan zaman akhir makin meraja rela dan seolah-olah kebaikan bisa dikalahkan, tetapi itulah rancangan Tuhan untuk supaya melalui penderitaan ini dapat dilihat mana orang yang adalah anak Tuhan yang memiliki iman yang sejati dan mana anak Tuhan yang tidak memiliki iman yang sejati, mana yang tahan dengan penderitaan dan mana yang tidak tahan dengan penderitaan, disitulah kita akan melihat keimanan kita sejati atau tidak sejati.

 

Apa bahayanya nabi palsu, rasul palsu dengan guru palsu?

Mereka berbahaya karena mereka, menyesatkan kita bahkan sampai membinasakan kita. Mungkinkah anak Tuhan tersesat didalamnya? Mungkinkah anak Tuhan tersesat mengikuti ajaran yang palsu? Mungkin. Pertanyaan lagi, mungkinkah sampai mati dia tersesat? Tidak mungkin. Disini maka kita perlu berdoa kehadiran daripada gereja Reformed di Cikarang untuk bagaimana merebut orang-orang yang sudah hidup dalam penggunaan emosi yang tidak benar dalam ibadah, sehingga hanya karunia-karunia tertentu yang belum tentu karunia yang sejati diekspos, dan inilah golongan daripada karismatik, dan juga kita merebut lagi jiwa-jiwa daripada orang-orang Kristen Liberal yang hanya mementingkan kepintaran manusia sampai menyingkirkan daripada ketuhanan Kristus dan hanya mengganti dengan kepintaran belaka dan tidak percaya lagi dengan Penginjilan, tidak lagi percaya dengan kelahiran baru atau pertobatan, Reformed hadir untuk menyadarkan kita pentingnya setiap kita mengembalikan hidup kita untuk hidup bagi Tuhan dan hidup dalam ketaatan untuk Tuhan.

 

                 Minggu lalu saya sudah katakan gereja akan selalu ada dalam peperangan rohaninya, dan gereja dari mulai Kejadian sampai Ulangan, sampai Perjanjian Baru Matius sampai dengan Wahyu semuanya menceritakan ada nabi palsu, dan dimulai ada kebenaran palsu, ada tanda mujizat palsu, ada mesias palsu, ada buah rohani yang palsu, ada tanda mujizat palsu lagi, ada iman palsu, ada kekuasaan daripada hamba Tuhan palsu. Didalam bagian inilah kita harus waspada dan kita harus perangi itu semua.

 

Pertanyaan kita bagaimana mengenal nabi dan guru palsu di Perjanjian Lama?

Pada waktu kita belajar guru-guru palsu, nabi-nabi palsu dari Perjanjian Lama maka kita sadar bahwa  pusat ajarannya adalah diri mereka, maka ketika kita melihat daripada Elia melawan daripada guru-guru palsu, nabi-nabi  palsu yang disebut nabi-nabi baal, dia sangat serius sekali menyatakan kuasa Tuhan tidak mungkin bisa dikalahkan oleh segala sesuatu. Jadi didalam konteks inilah nabi-nabi palsu, guru-guru palsu, semuanya ingin menggeser daripada pusat hidup kita kepada kesenangan, mereka ingin menggeser fokus kita bukan lagi kepada Allah YAHWEH tetapi fokus kita kepada pekerjaan, kesenangan dan kenikmatan. Dan saat kita digeser tidak lagi berpusat kepada Tuhan, maka kita akan berpusat  kepada diri, berpusat kepada kenikmatan, disitulah kita sudah tersesat, dan pada waktu kita akhirnya tidak fokus kepada Tuhan, fokus hanya untuk pekerjaan, fokus hanya untuk keluarga, fokus hanya untuk kesenangan diri, disitulah kita sudah tersesat. Didalam bagian itulah cara kerja nabi palsu, guru-guru palsu cara kerjanya halus, tidak pernah kasar, kerjanya cerdik, seperti iblis merayu daripada Hawa, semua penuh dengan satu rayuan, semua dengan satu janji tetapi semuanya itu hanya isapan jempol belaka.

 

Bagaimana mengenal nabi palsu dan guru-guru palsu di Perjanjian Baru?

Didalam Perjanjian baru polanya sama. Mulai daripada Matius, Markus, 2 Petrus, 2 Korintus, 1 Timotius, Yakobus, Yudas, sampai 1 Yohanes 4 semuanya menceritakan hal yang sama. Tetapi apakah ada bedanya? Ada. Bedanya adalah ketika guru-guru palsu, nabi palsu, mesias palsu tampil di Perjanjian Baru semua dikatakan dikaitkan dengan konsep akhir zaman. Jadi didalam bagian itu dikatakan nanti ciri-ciri mesias palsu akan tampil ketika memang zaman akan berakhir. Jadi antikris itu akan timbul. Tapi mungkinkah cara nabi palsu Perjanjian Baru hampir sama seperti nabi palsu Perjanjian Lama yang berusaha membuat kita digeser tidak lagi berpusat kepada Kristus, melainkan berpusat kepada diri, berpusat kepada kenikmatan diri, berpusat kepada sesuatu yang kita mau? Jawabannya adalah ya. Pertanyaan kita, mengapa kita penting untuk hidup berpusat kepada Kristus? pertanyaan kita kedua, bagaimana supaya hidup kita berpusat kepada Kristus? 2 Yohanes 1: 9 mengatakan kepada kita jikalau ajaran yang kita terima, dan hidup kita keluar daripada ajaran Kristus maka Alkitab mengatakan kita tidak memiliki Yesus Kristus. Jadi disini hati-hati, jika hari Minggu kamu tidak mengutamakan Tuhan saat itulah dalam otakmu sudah menganggap gereja tidak penting. Saat engkau menganggap aku yang lebih penting, maka kesesatan terjadi dalam hidupmu saat itu juga. Dan pada waktu engkau menghadapi dunia pekerjaanmu dan engkau tidak lagi mengandalkan Tuhan, engkau mengandalkan manusia, engkau mengandalkan cara-cara dunia untuk mendapatkan bisnis, untuk menjalankan apapun juga saat itulah engkau tersesat karena engkau tidak lagi bergantung kepada Tuhan. Didalam bagian ini guru-guru palsu memberikan ajaran-ajaran perlahan-lahan kepada kita melalui sosial media, melalui orang-orang disekitar kita dan saat itulah engkau tersesat, tersesat dalam cara pandang, tersesat dalam nilai emosi, tersesat dalam nilai sikapmu. Saat itu kalau akhirnya kita tidak sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan, maka akan ketahuan bahwa Kekritenanmu palsu, imanmu palsu, buah rohanimu palsu, Karena kita sudah ditipu oleh pengajar-pengajar palsu, guru-guru palsu, hamba-hamba Tuhan palsu yang ada disekitar kita. Oleh karena itulah hati-hati. Disini kita melihat Petrus mengingatkan kita di ayat pertama dalam bagian ini (2 Pet 2:1), supaya kita berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu yang terus bekerja dan ada diantara kita.

 

Apa bahayanya nabi, rasul dan guru palsu?

  1. Memasukan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan. Hati-hati guru palsu kasih pengajaran, kasih nutrisi pelan-pelan, kelihatannnya kamu bertumbuh Kekristenannya tetapi arahnya salah, bukan ke arah Kristus tetapi ke arah dunia. Itulah pergumulan daripada jemaat di Kolose, bagaimana jemaat di Kolose seolah-olah Kristen tetapi tidak hidup dalam kepenuhan Kristus, seolah-olah Kristen tetapi tidak pernah berakar dalam Kristus.
  2. Menyangkal Ketuhanan Yesus Kristus sebagai penebus. Didalam bagian ini kita sadar zaman sekarang ada banyak sekali nabi palsu karena banyak sekali hamba Tuhan yang tidak mengakui Allah Tritunggal. Ketika mengakui konsep tentang Allah hanya dikaitkan dengan sesuatu yang sifatnya Kristonism atau spiritinism. Allah itu tiga Pribadi bukan satu pribadi. Banyak baptisan-baptisan sekarang tidak benar, kenapa? Karena dibaptis tidak pakai nama Allah Tritunggal, tetapi hanya nama Kristus. Banyak pelayanan sekarang spiritnism semua mengarah kepada Roh Kudus karena menganggap zaman Allah Bapa di Perjanjian Lama sudah berakhir, zaman Allah Anak di Perjanjian Baru sudah berakhir, sekarang zaman Roh Kudus.

Golongan yang kedua aspek rasionalism mereka hanya mengakui Kristus sebagai manusia biasa yang punya kuasa diberi oleh Tuhan tetapi Dia bukan Tuhan yang sejati, Dia bukan penebus dosa manusia satu-satu-Nya. Jadi didalam golongan Gereja seperti ini tidak pernah mentuhankan Kristus, tidak pernah menyatakan Kristus itu Tuhan dan penebus kita satu-satunya, mereka malah mengajarkan ada jalan keselamatan yang lain. Didalam bagian inilah rasul Petrus sudah mengingatkan kepada kita bahayanya nabi palsu yang akhirnya membuat orang Kristen menyangkal ketuhanan Kristus, akhirnya hidup kita menjadi Kristen tetapi tidak pernah mentuhankan Kristus, kita menjadi Kristen tidak pernah berjalan dalam perintah Kristus, karena kita Kristennya budaya, kita Kristennya hanya karena aspek rutinitas saja. Disini maka kita diingatkan untuk berhati-hati dengan guru palsu, nabi palsu membuat kita akhirnya tidak mengakui Kristus adalah Tuhan secara pribadi atas kehidupan kita.

Dalam bagian ini bisa kita simpulkan akhirnya guru palsu, nabi palsu, rasul palsu bisa menipu iman seorang dengan ajaran yang kelihatannya benar, menjanjikan dan ibadah yang menyenangkan. Ketika Alkitab yang kita baca dalam Perjanjian Lama, kapan yang namanya kecapi dan rebana itu digunakan? Pada waktu kita mengerti konsep ibadah di bait suci orang Lewi melayani Tuhan  ternyata semua musik yang dipakai adalah musik yang teratur, semua kata-kata yang dipakai sebagai pujian semua kata-katanya jelas kepada Allah YAHWEH, sedangkan pada waktu mereka diijinkan seperti Mazmur 150, gunakanlah gambus, kecapi dan rebana itu diluar bait Allah. Jadi musik-musik yang menggerakan tubuh itu diluar bait Allah, musik-musik yang menggerakan iman dan fokus menyatakan Tuhan itu didalam bait Allah. Tetapi sekarang terbalik, musik diluar dibawa kedalam. Inti daripada musik adalah alat untuk kita bernyanyi bagi Tuhan dengan benar, jadi musik tidak boleh menonjol, yang menonjol adalah kita, maka Alkitab dengan jelas mengatakan kita harus menyembah Tuhan dengan segenap hati kita, dengan segenap kekuatan kita, dengan segenap akal budi kita. Ibadah punya aturan, ibadah pusatnya adalah Kristus, ibadah ada untuk memuliakan Tuhan. Maka dari itu ibadah tidak boleh sembarangan.

 

Bagaimana kita tahu bahwa itu nabi palsu, rasul palsu dan guru palsu?

  1. Dikuasai hawa nafsu. Kristus mati mematikan nafsu kita untuk kita tidak boleh lagi mengarah nafsu kepada hal-hal duniawi, Kristus mati bagi kita mematikan kedagingan-kedagingan dalam hidup kita untuk hidup bagi Tuhan, tetapi nabi palsu dia punya nafsu dalam hal seksualitas, dia punya nafsu dalam nilai kekuasaan, dia punya nafsu dalam halkeuangan dan tidak terkendalikan, dan nafsu dia semua berpusat kepada diri. Ada satu buku penafsir yang saya baca, yang menjelaskan kenapa nabi-nabi palsu dan guru palsu dikatakan oleh rasul Petrus punya nafsu yang sangat luar biasa? Karena mereka tidak pernah melayani Tuhan menempatkan diri sebagai seorang hamba. Ini kalimat penting. Dia tidak pernah mengakui kedaulatan Tuhan pada waktu dia melayani di gereja, dia tidak mengakui otoritas Tuhan, dan dia tidak mengakui dia hanya disebut hamba Tuhan. Nabi palsu mau dialah yang punya kedaulatan di gereja itu, keuangan semua dia yang kendalikan, perpuluhan semua dia yang kendalikan. Saat itulah dia menjadi penyesat. Jadi ini penting bagi kita semua dan kita hamba-hamba Tuhan untuk sadar bahwa kita hanya alat, kita hanya budak, kita hanya hamba, dan kita tidak boleh mempertuhankan nafsu kita, karena nafsu kita liar. Didalam bagian kita bertanya mengapa guru palsu dan pengikut-pengikutnya tidak punya penguasaan diri? karena tidak punya iman yang benar. Jadi iman  itu adalah pengontrol.
    1. Menghujat jalan kebenaran. Nabi palsu akan menyangkal dan menghujat ajaran Tuhan Yesus. Kita penting untuk berjalan dalam kesucian Yesus Kristus, kita penting berjalan dalam terang Kristus, kita penting punya satu kebenaran yang memimpin hidup kita benar, kita penting punya hidup mengarah kepada Kristus dan punya satu nilai hidup yang kekal didepan, tetapi guru-guru palsu mengatakan tidak ada, Yesus tidak akan datang, Yesus tidak akan memberikan penghakiman, maka guru palsu akan mengajak menikmati hidup saja.
    2. Cari keuntungan. Gereja model zaman sekarang banyak yang tipe ownership. Dulu ada presbyterian, kongresional, dan episkopal, tetapi sejak tahun 85 keatas gereja bukan presbyterian, bukan modelnya kongresional, bukan modelnya episkopal, tetapi ownership sebuah pemimpinan Gereja seperti perusahaan yang dimiliki sediri oleh pendeta. Saat itulah pendeta menumpang gereja, numpang kaya, numpang hidup, tidak rela untuk mengajarkan penderitaan, semuanya harus sukses, harus kaya dan segala sesuatu, hidupnya berpusat hanya untuk diri. Itulah adanya gereja-gereja sekarang, hamba-hamba Tuhan depositonya sampai ratusan miliar. Di Reformed kita sebagai hamba Tuhan tidak boleh memegang keuangan, tidak boleh mengatur uang hanya untuk diri dan segala sesuatu, tetapi untuk pelayanan bagi Tuhan.

     

    Jadi apa yang bisa kita simpulkan daripada 1 Petrus? Apa yang bisa kita simpulkan daripada 2 Petrus 1 dengan 2 Petrus 2? Semuanya akhirnya bisa kita katakan pengajar dan guru palsu hidupnya tidak saleh. Jadi didalam bagian ini kita mesti hati-hati, jika engkau melihat hamba Tuhan tidak saleh, tidak mementingkan penginjilan, tidak mementingkan air mata untuk jiwa-jiwa yang berharga kembali kepada Tuhan, itu sesat. Lalu pengajarannya tidak bersifat back to Bible, hanya kepada diri, itu sesat. Lalu hidupnya dikuasai hawa nafsu, bukan dikuasai oleh keinginan Tuhan, itu juga sesat. Jadi mungkinkah ini zaman akhir? Mungkin. Jadi jangan sampai kita tidak bertobat. Hidup kita harus berubah, dan kita harus punya pertobatan.

     

     

    (Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami