Perjumpaan Yakub dengan Tuhan

Perjumpaan Yakub dengan Tuhan

Categories:

Bacaan alkitab: Kejadian 28:10-22.

 

Pendahuluan

Adakah perjumpaan- perjumpaan dalam hidup kita yang mengubah kehidupan kita secara positif? Pasti ada, juga yang negatif. Perjumpaan dengan Tuhan bisa menghasilkan satu pertobatan. Ada orang yang mengalami pertumbuhan iman yang luar biasa setelah bertemu dengan Tuhan. namun ada juga orang-orang yang berubah secara negatif ketika bertemu dengan lingkungan yang buruk. Setiap kita memiliki sejarah hidup dan ada waktu-waktu yang bersifat kairos yang dimana kita diubahkan secara positif. Allah terkadang melakukan intervensi di dalam kehidupan kita untuk mengubah arah hidup kita. Apakah Allah berkenan ketika Yakub menipu ayahnya? Tentu tidak. Tuhan dapat membentuk iman dan karakter kita melalui perjumpaan dengan-Nya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung adalah ketika kita secara pribadi membaca dan merenungkan Firman. Secara tidak langsung ketika kita mendengar cerita atau pengalaman orang lain lalu dari sana kita kembali kepada Firman Tuhan. Tuhan bisa memakai itu semua, bahkan Tuhan sanggup menyucikan kita melalui perjumpaan dengan-Nya. Yakub pergi ke Haran dengan ada masalah yang belum diselesaikan dengan Esau. Ia telah menipu ayahnya dan kakaknya sehingga ia harus pergi karena Esau ingin membunuhnya. Tuhan secara aktif melindungi Yakub. Bukan Yakub yang mencari Tuhan tetapi Tuhan yang menemui Yakub. Ada apa dengan Yakub sehingga Tuhan mengunjunginya? Yakub bukanlah orang besar, kaya atau memiliki satu prestasi tertentu. Mengapa Allah mengunjungi seorang Yakub yang baru saja menipu ayah dan kakaknya? Dari sejak di dalam kandungan Ribka, Tuhan sudah menubuatkan tentang Yakub yang akan menjadi anak sulung. Di sini ada yang khusus tentang Yakub.

Apakah Allah selalu berperan di dalam masalah yang terjadi dalam kehidupan Yakub? Ketika Yakub menipu ayahnya dan Esau, Allah tidak turut campur. Cara itu bukan dari Tuhan. Pada akhirnya Tuhan memberikan konsekuensi dari dosa Yakub, yaitu Yakub harus terpisah dari ibunya yang dikasihinya. Kedua, ia terpisah dari keluarganya. Ketiga, ia harus pergi ke Haran, suatu tanah yang asing baginya. Ia menjadi orang yang harus berjuang sebagai hamba yang menjaga kambing dan domba. Rancangan Tuhan adalah damai sejahtera. Ia pergi dengan hati yang tidak damai dan tidak sukacita. Penipuan terhadap Ishak bukanlah rencana Tuhan dan pada perjumpaan yang kedua dengan Tuhan, nama Yakub akan diubah menjadi Israel. Arti nama Israel adalah ‘memiliki kekuatan Allah’ dan ‘pejuang Allah’. Perubahan nama ini menjadi satu pergumulan bagi Yakub. Ia tidak boleh lagi menjadi penipu. Setelah ia menipu ayahnya, ia ditipu oleh Laban sehingga ia menikah dengan Lea. Setelah itu Yakub menipu Laban dalam hal pembagian ternak. Mengapa Allah membiarkan Yakub menipu Ishak? Allah tidak mengizinkan tetapi membiarkan. Ternyata sampai tua Ishak dan Ribka masih hidup dalam pilih kasih terhadap anak. Baik suami dan istri belum kudus emosinya. Mereka masing-masing memiliki anak favorit karena alasan yang remeh. Kita juga harus melihat apakah diri kita yang sudah dewasa ini sudah memiliki kematangan emosi atau belum. Ketika Yakub bertemu dengan Rahel, ia menangis dan mencium Rahel (Kejadian 29:11). Inilah Yakub yang begitu dekat dengan ibunya. Allah membiarkan supaya Ishak dan seluruh keluarganya belajar hal yang benar.

Mengapa Yakub pergi ke Haran dan tidak menyelesaikan masalahnya dengan Esau secara kekeluargaan? Jika anak-anak bertikai, bagaimana kita sebagai orang tua menyelesaikannya? Kita pasti mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Ada pasangan suami-istri yang menikah dan bercerai karena pertandingan bola. Banyak orang menyelesaikan masalah dengan berlari dan bukan menyelesaikan masalah itu. Mengapa Ishak tidak menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan? Dimana otoritas Ishak dan Ribka sebagai orang tua? Mengapa mereka seperti tidak punya kuasa? Kita akan membahas semua itu.

 

Pembahasan

1) Yakub lari dari masalah

            Ketika mereka tidak menyelesaikan masalah itu, akhirnya mereka menyuruh Yakub untuk pergi ke Mesopotamia. Ia diminta untuk mencari Laban dan menikah dengan anaknya di sana. Apakah ini lari dari masalah atau keluar dari masalah? Kita seharusnya berani menghadapi masalah dan bukan berlari dari masalah. Berlari dari masalah tidak akan menyelesaikan apa-apa. Ketika Yakub pergi dan mencari keluarga Laban, ia sedang lari dari masalah. Jika ingin menyelesaikan masalah, maka seharusnya Ishak memisahkan mereka untuk sementara waktu dan kemudian mempertemukan mereka kembali untuk membicarakan solusi baik-baik. Namun ini tidak terjadi. Bisakah konflik antara Esau dengan Yakub diselesaikan secara kekeluargaan dan tanpa perlu Yakub pergi ke Haran? Seharusnya ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa Yakub harus pergi ke Haran. Mengapa Ishak dan Ribka sebagai orang tua seperti tidak ada otoritas dalam menyelesaikan masalah ini? Memang pada akhirnya terjadi rekonsiliasi dimana Ribka mengutarakan isi hatinya kepada Ishak yaitu ia tidak senang kepada 2 istri Esau yaitu perempuan-perempuan Het itu dan Ribka menyatakan bahwa ia tidak mau Yakub mendapatkan istri orang Het, namun masalah ini terjadi karena orang tua melakukan kesalahan di depan anak-anak. Ishak terlalu mengasihi Esau karena suka memakan daging. Ribka terlalu mengasihi Yakub karena gaya hidupnya cocok. Kekacauan dalam keluarga ini terjadi karena kesalahan orang tua. Di sini otoritas mereka sudah tidak ada. Ini karena mereka tidak menjadi teladan. Orang tua bisa kehilangan otoritas karena kesalahannya sendiri. Di sini ada hukum tabur tuai. Kesalahan Esau adalah dari ayahnya yang terlalu memanjakannya. Ia terlalu cepat jatuh cinta karena ia kurang mendapatkan kasih dari Ribka. Orang tua tidak menjadi otoritas yang menyelesaikan masalah karena mereka sendiri adalah sumber masalah. Tuhan Yesus datang untuk menyelesaikan masalah yang terbesar dari manusia yaitu dosa. Dosa tidak bisa diselesaikan dengan cara manusia tetapi hanya dengan manusia datang kepada Yesus Kristus. Ketika kita menjadi sumber masalah, kita akan kehilangan otoritas dan kuasa. Maka dari itu kita harus menjadi pemimpin yang memiliki keteladanan. Selain itu, Ishak dan Ribka tidak melibatkan Tuhan dalam masalah ini. Mereka tidak beribadah dan tidak memohon ampun atas apa yang terjadi tetapi mengandalkan cara manusia yaitu mengirim Yakub untuk bertemu dengan Laban. Ini berarti di masa tua mereka mengalami kemunduran rohani. Ada banyak tokoh Alkitab yang mengalami kemunduran rohani di masa tua. Itulah mengapa kita harus waspada di masa tua kita. Yakub pada akhirnya lari dari masalah dan pergi ke Mesopotamia agar tidak dibunuh oleh Esau.

2) Menangkap Visi Tuhan Melalui Mimpi

            Ketika Yakub sampai di Betel, ia tidur karena matahari telah terbenam. Allah mencari Yakub secara aktif melalui mimpinya. Mengapa Allah yang aktif menemui Yakub melalui mimpi? Bisakah Allah menemui Yakub secara langsung? Bisa, namun pertemuan secara langsung bisa membuat Yakub mati. Inilah mengapa Allah memakai mimpi untuk bertemu dengan Yakub. Di dalam mimpinya, Yakub melihat tangga yang ujungnya sampai ke langit. Di sana ia melihat para malaikat Tuhan naik turun. Setelah itu ia mendengar Firman Tuhan. Apakah setiap mimpi bisa disebut wahyu Tuhan? Sebelum Alkitab selesai dituliskan, Allah bisa memakai mimpi untuk menyatakan Firman-Nya, namun setelah itu Allah tidak lagi memakai mimpi karena Firman Tuhan sudah ditulis secara lengkap. Pengalaman rohani tidak boleh langsung disebut sebagai Firman Tuhan. Kita menolak teologi ini. Segala hal harus diuji berdasarkan Alkitab yang sudah lengkap ditulis. Alkitab sudah lengkap dan sudah cukup untuk membimbing kita hidup mengikuti Tuhan. Maka dari itu mimpi kita saat ini tidak bisa dikategorikan sebagai wahyu Tuhan. Bagaimana kita dapat membedakan mana kehendak Tuhan dan bukan kehendak Tuhan melalui mimpi atau cara yg lain? Kita bisa mendengar suara Tuhan melalui Firman yang kita pernah baca. Kita bisa mendengar hati nurani kita yang bisa memimpin dalam pengambilan keputusan supaya kita tidak salah. Hati nurani yang dipimpin oleh Roh Kudus akan memampukan kita untuk mengambil keputusan yang tepat. Namun jika hati nurani belum dikuduskan maka kita tidak bisa mendengarkan suara Tuhan lewat cara itu. Kita harus memohon kepada Tuhan untuk memberikan kepekaan kepada kita. Ishak dan Ribka tidak melibatkan Tuhan dalam masalah mereka. Mereka tidak menjaga kerohanian sampai tua. Kita harus waspada dalam hal ini. Kita harus berani menguji setiap suara yang ada. kebenaranAlkitab harus menjadi standar pengujian kita.

Bagaimana kita dapat mengerti kehendak Tuhan? Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Ini berarti hidup kita bukan lagi milik kita tetapi milik Allah. Setelah itu Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Allah telah memberikan kita akal budi untuk bisa memikirkan kehendak Allah. Kita adalah gambar rupa Allah yang telah diberikan anugerah untuk bisa berpikir. Kita harus memikirkan kebenaran, kesucian, dan ibadah kepada Tuhan. Kita sudah ditebus oleh Tuhan sehingga kita memiliki status yang suci. Roma 12:3b hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Banyak orang berdosa karena memakai pikiran yang liar. Pikiran kita harus dikontrol oleh iman. Mengapa Allah perlu mencari Yakub? Karena Yakub adalah orang yang lemah. Mental dan imannya belum kuat saat itu. Ia masih mengandalkan kuasa dunia.

Allah memperkenalkan diri-Nya (ayat 13), Allah mengulang janji-Nya kepada Abraham dan Ishak (ayat 14), dan Allah mengkonfirmasi misi penyertaan-Nya kepada Yakub (ayat 15). Yakub kemudian sadar bahwa Allah ada di tempat itu. Ia takut dan melihat bahwa tempat itu adalah rumah Allah dan pintu gerbang surga. Kita harus mengaitkan seluruh hidup kita dengan kehendak Tuhan. seluruh hidup kita harus dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan. Ia sadar bahwa Allah maha hadir. Tuhan sudah memprogram agar berkat kesulungan itu diberikan kepada Yakub, namun Yakub dan Ribka memakai caranya sendiri dan ingin mempercepat waktu Tuhan. Ketika nanti Yakub memiliki anak, ia memberikan berkat kepada anak-anak Yusuf. Simeon dan Lewi memang kuat karena mereka pernah membunuh satu komunitas karena Dinah diperkosa oleh Sikhem. Yakub pada akhirnya mengerti bahwa berkat itu diberikan kepada mereka yang memenuhi standar Tuhan. Yakub bisa saja menegur Ribka sebelum menipu ayahnya, namun ia tidak melakukan itu. Di Betel Yakub mengambil batu alas kepalanya dan menjadikannya tugu lalu menyiramkan minyak ke atasnya. Pada saat itu minyak adalah barang mahal. Tuhan telah mengunjungi Yakub, memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah maha hadir, dan mengulangi janji-Nya kepada Abraham dan Ishak sehingga Yakub bisa melihat-Nya sebagai Allah yang maha kuasa. Tuhan tidak lupa akan janji-Nya dan memberikan konfirmasi penyertaan-Nya kepada Yakub. Sebelum Yakub bertemu dengan Esau setelah ia pergi dari Laban, ia berada di posisi yang paling belakang karena ia ketakutan. Setelah ia diubah menjadi Israel, baru ia maju ke paling depan. Di sini kita belajar bahwa Tuhan bisa memakai segala hal untuk melatih iman kita. Jangan sampai kita memilih keuntungan duniawi tetapi membiarkan iman kita hancur. Tuhan memberikan kita rancangan damai sejahtera dan program pertumbuhan iman. Kita harus mengerti kasih agape dari Allah melalui salib Kristus. Allah telah memberikan konfirmasi kesetiaan-Nya kepada Yakub. Ia juga menyatakan diri sebagai Allah yang memelihara. Kendati demikian, Yakub tetap berbohong. Ia kabur dari rumah Laban sampai Laban mengejarnya. Saat itu memang Yakub belum diubah namanya menjadi Israel. Kita harus terus ingat untuk mengandalkan Tuhan dalam seluruh hidup kita.

3) Bagaimana respons Yakub setelah menangkap visi Tuhan atas hidupnya?

            Ternyata Ishak dan Ribka bukan figur orang tua yang baik dalam mengajarkan tentang Tuhan kepada anak-anaknya. Setelah Yakub bertemu dengan Tuhan dalam mimpinya, baru ia menyadari tentang keberadaan Tuhan. Di sana ia mengenal tentang keberadaan Tuhan (ayat 16). Di sini kita tahu bahwa ada malaikat yang menjaga kita dan ada Roh Kudus yang menjaga iman kita. Yakub mengenal Tuhan melalui peristiwa ini. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita harus mengaitkan semuanya dengan pengenalan akan Tuhan. Itu akan membuat kita semakin rendah hati. Banyak orang terkenal yang tidak menjadi teladan rohani di masyarakat, namun ada pula orang-orang terkenal yang ternyata menjaga kerohaniannya secara konsisten. Mereka mungkin bukan orang-orang yang selalu sukses secara duniawi tetapi mereka telah memberikan teladan yang baik. Kita bukan melihat kesuksesan orang-orang itu tetapi keteladanan mereka. Setelah ia menyadari keberadaan Tuhan, Yakub menjadi orang yang optimis. Setelah itu ia memiliki hati yg takut akan Tuhan dan beribadah (ayat 17-18). Yakub membuat tugu dan menuangkan minyak ke atasnya. Kita harus memiliki hati yang seperti ini.

Bolehkah kita bernazar seperti Yakub (ayat 20-22)? Bukankah hal ini seperti tindakan yang tidak percaya janji Tuhan atau menantang Tuhan? Yakub seperti membuat penawaran dengan Tuhan dimana Yakub meminta bukti (bandingkan Matius 14:28-31). Meskipun Yakub tidak dipelihara oleh Allah, Tuhan tetaplah Tuhan. Ketika Tuhan Yesus memberikan makanan bagi 5000 orang, para murid memuji Tuhan Yesus. Setelah itu Tuhan menguji iman mereka di kapal dengan memberikan angin ribut. Ketika Yesus berjalan di atas air, para murid berpikir bahwa Ia adalah hantu. Petrus meminta untuk berjalan di atas air karena ia membutuhkan pembuktian. Setelah ia bimbang, ia tenggelam namun Tuhan menolongnya. Mengapa Tuhan tidak memarahi Yakub dalam bagian ini? Petrus ditegur oleh Tuhan namun Yakub tidak. Ini karena Yakub sedang belajar untuk mengenal Tuhan. Petrus sudah belajar dari Perjanjian Lama, maka ia dimarahi oleh Tuhan. anak yang baru belajar tidak perlu dimarahi karena mereka baru belajar. Anak yang sudah belajar boleh dimarahi ketika membuat kesalahan. Kita harus menunjukkan emosi kita pada waktu yang tepat dan jangan memboroskan emosi. Yakub juga berjanji untuk membangun rumah Allah dan memberikan 10% kepada Tuhan (bandingkan Kejadian 14:20; Maleakhi 3:10). Dulu kota itu bernama Lus lalu kemudian namanya diubah menjadi Betel. Yakub belajar tentang perpuluhan karena Ishak mengajarkan hal itu kepadanya. Di dalam Maleakhi Tuhan mengajak kita untuk menguji diri-Nya. Ini adalah bagian yang harus dipahami oleh orang yang kurang percaya pada pemeliharaan Tuhan. Mengapa Yakub tetap meminta bukti padahal Tuhan sudah menyatakan diri-Nya? Karena ia masih belajar. Kita saat ini sudah hidup dalam masa dimana kita memiliki Alkitab lengkap, maka kita tidak perlu memakai cara Yakub lagi. Kita harus belajar untuk mengaitkan semuanya dengan kairos Tuhan. Di balik kegagalan-kegagalan kita bisa ada kairos Tuhan. Tuhan Yesus nampak gagal di atas kayu salib namun di sana ada kairos Tuhan.

Kesimpulan

Begitu banyak perjumpaan yang terjadi dalam kehidupan kita. Perjumpaan yang kita alami itu bersifat kronos atau kairos? Perjumpaan yang bersifat kairos selalu ada muatan iman, semakin mengenal Tuhan, semakin setia kepada-Nya, dan semakin percaya akan penyertaan-Nya sedangkan perjumpaan yang bersifat kronos tidak demikian. Ada orang-orang yang begitu sukses namun mau meninggalkan semua itu demi menjadi hamba Tuhan. Setiap kita membutuhkan perjumpaan dengan Tuhan setiap hari melalui Firman-Nya. Kita harus selalu mengingat saat teduh kita. Firman Tuhan itu penting karena hanya perjumpaan melalui Firman-Nya ada kuasa yang merubah kita.

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – LS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami