Penghakiman Terhadap Penyesat-Penyesat

Penghakiman Terhadap Penyesat-Penyesat

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 2: 9b – 16.

Pernahkah kita berpikir mengapa orang jahat selalu berani dalam kejahatannya?

Didalam pengertian kita kadang-kadang kita mengerti daripada aspek iman Kristen orang itu belum lahir baru, karena orang itu belum sungguh-sungguh mengenal Kristus maka mereka tidak ada Roh Kudus, mereka tidak ada kuasa untuk mengalahkan dosa maka mereka terus menerus berbuat dosa, dari aspek yang lain kita bisa mengatakan orang itu terikat dengan kenikmatan dosa itu, dosa ada adiktifnya, jadi orang itu seperti sudah terikat, tidak bisa terlepas daripada aspek yang lain dikatakan orang itu mungkin sudah ditutupi pikirannya oleh ilah jaman ini sehingga mereka dikuasai oleh iblis, dikuasai oleh hawa nafsu dan yang lain-lain. Didalam bagian ini rasul Petrus mengatakan kenapa mereka terus berbuat dosa? Karena mereka dikuasai oleh hawa nafsu yang liar, mereka tidak punya iman, mereka tidak punya hati yang takut akan Tuhan, yang mereka takuti adalah jikalau mereka tidak dipuaskan nafsunya dengan segala sesuatu yang mereka lihat, yang mereka ingin rasa, mereka takut kalau mereka tidak mengalami satu kepuasan dalam hal seksualitas, dalam hal harta, dalam hal apapun juga. Dan disinilah kita bisa melihat ternyata orang berdosa jikalau mereka tidak kembali kepada Tuhan nafsu akan menguasai akal budi mereka, nafsu akan menguasai daripada seluruh keinginan mereka. Maka disinilah kita melihat rasul Petrus mengatakan kepada mereka, mereka bisa lebih jahat daripada malaikat, dan mereka lebih rendah daripada binatang, mereka tidak berakal budi, yang mereka tahu hanya nafsunya harus dipenuhi, keinginannya untuk pegang uang, keinginannya untuk untung, keinginannya ingin ini dan itu harus dipuaskan. Disini berarti mereka mempertuhankan keinginan, tidak mempertuhankan satu nilai-nilai kesucian, dan mereka tidak punya benteng iman, mereka tidak punya benteng hati nurani untuk perbuatan mereka, mereka smeua adalah orang yang terhilang di hadapan Tuhan.

 

Dimana mata hati nurani mereka yang sesat?

Disini apakah mereka mempunyai hati nurani? Ya. Apakah mereka mempunyai hati nurani yang kudus? Tidak. yang mereka takut jikalau mereka disaingi oleh Yesus, mereka takut kalau mereka kehilangan pekerjaan akibat Yesus, maka lebih baik mereka membunuh Yesus. Disini kita harus belajar bagaimana hati nurani kita dipenuhi dengan sikap yang takut akan Tuhan, sedangkan apa yang dikatakan rasul Petrus hati nurani orang-orang yang tersesat, yang jahat ini dipenuhi dengan kelicikan dan keserakahan, mereka banyak membohongi untuk orang-orang yang lemah untuk mereka memperkaya diri, untuk mereka memuaskan nafsu mereka.

 

Mengapa orang sesat selalu terikat dengan hawa nafsu birahi?

Setiap kita punya keinginan, tetapi siapa yang diperbudak oleh keinginan itu adalah orang bodoh, siapa yang diperbudak oleh hawa nafsu itu seperti binatang. Akal budi diberikan Tuhan untuk mengontrol akan seluruh sikap dan tingkah laku kita supaya tidak liar, tetapi akal budi kita sudah berdosa maka akal budi kita perlu dikuduskan oleh Tuhan, maka didalam Roma 12: 2 dikatakan kita tidak boleh sama dengan dunia ini, tetapi berubahlah dalam perubahan akal budimu. Maka kita tidak boleh sama dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan nilai daripada akal budimu. Berarti ini menunjukan kepada kita didalam Tuhan kita bisa memiliki pikiran yang kudus, didalam Tuhan kita bisa memiliki pikiran yang mulia, didalam Tuhan kita bisa memiliki pikiran yang mengandung kebenaran, keadilan dan yang sedap didengar. Tetapi pikiran orang-orang yang berdosa selalu terikat dengan keinginan mereka. Jadi mereka mempertuhankan keinginan, sedangkan kita mempertuhankan Kristus yang mati menebus kita, dan kita mempertuhankan keinginan Kristus yang harus kita genapi, mereka mempertuhankan keinginan mereka yang harus mereka genapi. Jadi ini beda sekali, mereka terikat hawa nafsu karena mereka adalah budak dosa, mereka adalah orang yang dikuasai oleh setan.

 

Kapan penghakiman Allah dimulai untuk orang-orang jahat atau sesat?

Sudah dimulai sejak orang itu melakukan kejahatan. Didalam kekinian orang itu bisa dibiarkan Tuhan sudah dihukum hati nuraninya menjadi liar. Rasul Petrus mengatakan BIleam anak dari Beor pada waktu dia berbuat dosa dia sudah dihakimi, dan Tuhan memakai keledai untuk berbicara kepada dia. Tetapi pada jaman daripada rasul Petrus orang-orang penyesat, guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, orang yang tersesat dalam tingkah laku dibiarkan oleh Tuhan, itu menakutkan sekali. Jadi orang yang dibiarkan Tuhan selalu berbuat dosa tetapi menganggap dirinya selalu benar. Itu hukuman yang paling menakutkan.

 

Mengapa Allah menghakimi orang sesat?

  1. Pemberontakan mereka terhadap Allah.

Malaikat dicipta mula-mula bukan untuk memberontak, melainkan untuk melayani Tuhan, tetapi ada beberapa malaikat dengan semua sekutunya akhirnya melawan Tuhan itu yang disebut menjadi iblis atau setan, manusia dicipta juga sama, untuk kita mewakili Tuhan ditengah-tengah ciptaan yang lain, untuk kita mengelola dunia dengan segala isinya, dan kehadiran kita menjadi kehadiran untuk mewakili Tuhan bagaimana hidup dalam relasi, hidup dalam damai, hidup dalam kebenaran , dan hidup dalam nilai ibadah kepada Tuhan. Tetapi pada waktu manusia sudah jatuh dalam dosa pemberontakan pertama ditanamkan oleh setan kepada Adam dan Hawa, setelah itu semua keturunan daripada Adam dan Hawa termasuk kita punya bakat memberontak. Bagaimana mereka memberontak? Ada beberapa cara:

 

  1. Mereka menuruti hawa nafsu karena ingin mencemarkan diri (2 Pet 2:10a). waktu kita diberikan satu keinginan, keinginan kita harus sinkron dengan keinginan hati Tuhan, dan keinginan kita secara common Grace harus keinginan yang punya nilai moralitas, bukan keinginan yang berpusat kepada diri. Di dalam bagian ini kita melihat orang berdosa mempertuhankan keinginannya, maka pada waktu mereka ingin berzinah, dia harus berzinah, waktu dia ingin memuaskan nafsu seksnya dia harus masturbasi, dia harus memenuhi apa yang diinginkan. Disini menunjukan kepada kita orang yang diperbudak oleh keinginan yang liar berarti orang itu belum didalam Kristus, orang yang diperbudak oleh keinginan yang liar itu menunjukan orang itu tidak punya kemenangan terhadap dosa, dan orang itu tidak punya iman. Disinilah rasul Petrus mengatakan guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, penyesat-penyesat dalam tingkah laku yang liar tuhan mereka adalah nafsu mereka yang liar, nafsu mereka yang seperti kotoran, nafsu mereka yang seperti noda. Didalam bagian inilah kita mesti hati-hati. Mungkinkah ada orang-orang seperti ini disekitar kita? mungkin. Mereka ada di tempat-tempat hiburan, diskotik, karaoke plus. Kita harus hati-hati orang seperti itu sedang berontak terhadap Tuhan. kenapa mereka seperti itu? Karena mereka tidak punya standar prilaku yang benar, mereka tidak punya standar hati nurani yang benar, mereka tidak punya standar tentang kesucian. Kenapa mereka tidak punya standar prilaku yang benar? kenapa mereka tidak punya standar daripada kebenaran? kenapa mereka tidak mempunyai standar kesucian? Karena mereka tidak mengenal siapa Tuhan, yang mereka kenal adalah diri mereka sendiri dalam nafsu mereka, mereka tahu Tuhan tetapi mereka tidak kenal Tuhan. inilah keliaran, inilah kerusakan jikalau orang-orang tidak sungguh-ungguh dan bertobat kembali kepada Tuhan, itu dikatakan dalam ayat 10a.
  2. Karena mereka menghina pemerintahan Allah (2 Pet 2:10b). Pemerintahan Allah di dunia diwakili oleh gereja Tuhan, gereja Tuhan adalah pusat menyatakan kebenaran, gereja Tuhan adalah pusat menyatakan keadilan, gereja adalah untuk menyatakan standar moralitas hidup di dunia, tetapi jikalau pemimpin gereja, jikalau jemaat tidak berani menyuarakan suara kebenaran, keadilan dan suara moralitas pada waktu hidup maka gereja itu menjadi gereja yang tidak hidup. Didalam bagian ini Tuhan menempatkan gereja sebagai pusat untuk menyatakan kebenaran Tuhan, keadilan Tuhan, moralitas standar hidup, dan yang kedua Tuhan menempatkan kita untuk menjadi hati nurani Tuhan dimasyarakat. Disinilah maka kita mengerti bahwa Tuhan menyelamatkan kita, Tuhan melengkapi kita, Tuhan membentuk kita, Tuhan menempatkan kita, kita diutus dalam nilai keberadaan kita dikantor, dirumah, dimasyarakat sebagai wakil hati nurani Tuhan menyuarakan kebenaran, keadilan dan moralitas. Jadi disini kita bisa melihat Tuhan punya otoritas didalam gereja, Tuhan punya otoritas memakai kita, tetapi orang-orang sesat ini pada waktu diberitahu tentang nilai kebenaran justru dia terbalik. Saat itu mereka sedang menghina pemerintahan Allah yang wakilnya di gereja, yang wakilnya gereja yang hidup yang ada di masyarakat.
  3. karena Berani dan angkuh menghujat kemuliaan Tuhan (2 Pet 2:10c) Melebihi malaikat-malaikat yang memberontak kepada Allah (11). Ini seperti apa yang dikatakan Roma 1: 18 – 24, ada orang menjadi penindas kebenaran, ada orang yang tahu tentang Tuhan, tahu tentang kemuliaan Tuhan tetapi mereka hina, akhirnya Tuhan menyerahkan mereka kepada kecemaran, akhirnya hidup mereka menjadi hidup LGBT, yang perempuan lebih tertarik dengan yang perempuan, yang laki-laki lebih tertarik dengan yang laki-laki, karena pikiran mereka sudah diserahkan kepada kecemaran. Disinilah kita melihat orang-orang ini keberaniannya adalah keberanian yang tidak suci, keberanian yang berpusat untuk diri, keberanian yang berpusat untuk nafsu, sedangkan keberanian kita adalah keberanian untuk memuliakan Tuhan, keberanian untuk menyatakan kesucian Tuhan, keberanian untuk mentaati Tuhan, keberanian mereka adalah satu keberanian supaya mereka terpuaskan nafsunya, jadi keberanian mereka adalah keberanian yang tidak suci, dan mereka begitu angkuh, mereka begitu keras untuk prilaku mereka, dan mereka tidak takut-takut untuk menghujat Tuhan. Disini didalam ayat 11 dikatakan melebihi malaikat yang memberontak kepada Allah. Malaikat yang memberontak kepada Allah tidak berani menghujat Tuhan, tetapi mereka mau melebihi Tuhan, mereka yang maunya disembah, disini kita lihat ternyata orang-orang berdosa kejahatannya melebihi kejatuhan malaikat.

 

 

  1. Prilaku kesesatan mereka. (2 Pet 2:13-16)

Prilaku mereka menjijikan sekali, sudah sama seperti binatang, seluruh keinginannya didorong oleh aspek insting, tidak punya akal budi. Didalam bagian ini rasul Petrus katakan orang-orang jahat yang tersesat pikirannya, yang tersesat prilakunya hidupnya seperti binatang, bahkan dibawah binatang. Disinilah kita sadar kenapa mereka harus dihakimi. Berikut adalah contoh prilaku kesesatan mereka:

 

  1. Berfoya-foya di siang hari (13b). Disini kita melihat mereka mengubah waktu Tuhan. kata Amsal siang hari kita harus bekerja keras, tetapi orang dunia mengubah, siang hari justru mereka pakai untuk berfoya-foya, bukan untuk bekerja, untuk mencari kenikmatan. Dosa orang modern juga sama, di siang hari bukannya kita mengoptomalkan tenaga dan pikiran kita untuk kita menjadi pekerja yang produktif, punya nilai sinergi yang kuat, justru kita punya konsentrasi kita habiskan hanya di internet dan segala sesuatu, akhirnya pekerjaan rutin kita tidak pernah optimal. Disitu menunjukan kepada kita, kita pun menjadi pemboros waktu.

b. Mabuk dalam hawa nafsu (13c). Mabuk karena Alkohol? Bisa. Mabuk cinta? Juga ada. Kalau pacaran jangan digerakan oleh emosi cinta, tetapi digerakan oleh akal budi cinta, apa artinya? Akal budi tentang

cinta yang menggerakan semua tingkah laku kita, bukan emosi cinta yang menggerakan tingkah laku kita, jadi akal budi harus bermain. Disini kita bukan menjadi orang yang mudah diperbudak dan dipermainkan oleh orang-orang yang ingin menjatuhkan kita. Didalam bagian ini rasul Petrus mengatakan orang-orang yang tersesat dalam tingkah lakunya mencari orang yang lemah untuk dijatuhkan dan diperbudak.

  1. Pikirannya selalu kotor (14a). Melihat wanita cantik atau pria tampan langsung berpikirnya nafsu, kenapa demikian? Karena orang itu tidak punya benteng iman, orang itu tidak punya benteng hati nurani, orang itu tidak punya benteng moralitas. Keluarga yang baik minimal membangun standar moralitas, standar hati nurani, dan membangun benteng iman. Jadi kalau orang sudah tidak punya benteng iman, benteng hati nurani, benteng moralitas akhirnya melihat apapun bisa langsung diterobos, yang ada adalah nafsunya di depan. Jadi penting sekali kita punya benteng iman, benteng hati nurani, benteng standar moralitas.
  2. Selalu berbuat dosa (14b). Tidak lagi bisa dikasih tahu, makanan mereka adalah kepuasan mereka, jadi setiap hari, setiap waktu mereka selalu berbuat dosa, jadi dosa sudah seperti menjadi makanan sehari-hari.
  3. Hatinya terlatih dengan keserakahan seperti Bileam (14-15). Hatinya terlatih dalam mencari untung, bisa korbankan orang lain, jadi dia selalu berpikir untuk untung. Maka dalam hidup ini jikalau engkau selalu berpikir untung dan kaya Tuhan Yesus berkata apa artinya jikalau engkau memiliki seluruh kekayaan dunia tetapi engkau kehilangan nyawamu. Jangan gara-gara uang kita menjual Yesus, jangan gara-gara mau untung kita menjual Yesus, jangan gara-gara cinta kita menjual Yesus, jangan gara-gara kepuasan kita menjual Yesus. disinilah kita disadarkan kita hatinya terlatih untuk takut akan Tuhan, hati kita terlatih untuk kita sungguh-sungguh bisa menjadi berkat bagi orang lain.
  4. dibiarkan oleh Tuhan (16). berarti mereka terus merajalela untuk kembangkan dosa mereka, prilaku mereka dibiarkan oleh Tuhan untuk bebas berbuat dosa. Itu hukuman, itu penghakiman yang paling menakutkan jikalau kita jatuh dalam dosa kita dibiarkan Tuhan, tidak punya hati nurani takut akan Tuhan, tidak punya kegentaran takut dihukum Tuhan, kita rasa bebas, setelah kita berbuat dosa kita merasa merdeka.

 

Jadi apa yang menyebabkan mereka dihakimi?

Tuhan punya kasih namun Tuhan juga punya keadilan, maka penghukuman pasti diberikan karena Tuhan adalah Allah yang adil. Hal ini jelas dalam ayat 12b sampai 13a. jadi jikalau seorang dihakimi oleh Tuhan, jikalau seorang dihukum Tuhan, jangan salahkan Tuhan, salahkan dirimu sendiri yang tidak bertobat, salahkan dirimu sendiri yang hidupnya tidak takut akan Tuhan. jadi orang-orang seperti ini hidupnya harus kembali kepada Tuhan.

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami