Nubuat Tentang Second Coming Yesus Kristus

Nubuat Tentang Second Coming Yesus Kristus

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 1: 19 – 21,

 

Kita akan melihat tentang nubuatan second coming daripada yesus Kristus. ini lukisan yang paling terkenal mewakili cerita tentang rapture daripada Michael Angelo, bagaimana dari mulai salib sampai mengarah daripada satu tahta diatasnya, dan ini menceritakan bagaimana masa-masa terjadi pengangkatan, jadi setiap orang akan diangkat. Tetapi menjadi pertanyaan kita diangkat untuk apa. Ada dua hal didalam peristiwa Alkitab dicatat diangkat didalam satu nilai kebangkitan untuk manusia itu dihukum. Kenapa dihukum? Karena matinya didalam dosa, matinya karena tidak sungguh-sungguh mengenal siapa Kristus dengan benar. Kedua bagaimana dia diangkat melalui kebangkitan untuk mendapatkan hidup yang kekal bersama dengan Kristus. Kenapa dia mendapatkan hidup yang kekal? Karena dosanya sudah dihapuskan dan dia bukan mati didalam dosa, tetapi mati sebagai anak-anak Allah. Setelah itu kita melihat bahwa semuanya ini sebelumnya pasti ada sesuatu yang terjadi, apa yang terjadi? pasti kita mengerti adanya penganiayaan secara besar-besaran karena antikris dibiarkan Tuhan menganiaya anak-anak Tuhan, bahkan sebagian orang akan seolah-olah mau menghujat Tuhan karena tidak tahan dengan penderitaan itu. Didalam bagian inilah kita melihat bagaimana lukisan Michael Angelo menggabungkan semua peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan disitulah kita diajar untuk mengobservasi, menangkap makna didalam satu lukisan itulah tugas kita, menangkap makna didalam satu lukisan dikaitkan dengan kebenaran yang Tuhan akan nyatakan itulah keindahan lukisan. Dan inilah kira-kira lukisan yang bisa mewakili daripada apa yang ingin saya kotbahkan pada hari ini yang akan diambil dari 2 Petrus 1:19-21.

 

Berapa banyak nubuatan tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus untuk yang pertama kali dan yang kedua kalinya?

Alkitab mencatat dengan jelas ratusan kali yang menceritakan tentang seluruh kronologis bagaimana Kristus lahir, bagaimana Kristus harus mengalami satu bentuk penderitaan, bagaimana Kristus harus mengalami satu bentuk penyiksaan yang luar biasa sampai Dia mati dikayu salib karena menebus dosa-dosa kita. Alkitab dengan jelas mencatat 350 bagian Alkitab yang mencatat daripada seluruh nubuatan tentang kehidupan dan karya Kristus sampai dengan nanti kedatangan Dia kedua kali, dan sebagian besar daripada 350 nubuatan itu sudah digenapi oleh Yesus Kristus. Ini menunjukan kepada kita bahwa Alkitab itu sempurna karena Tuhan yang mengilhami penulisan daripada nubuatan itu. Nubuatan manusia untuk Indonesia bisa salah. Nubuatan dari manusia mengenai sejarah dunia bisa salah. Tetapi pengilhaman daripada Allah Roh Kudus yang ditanamkan kepada setiap penulis Alkitab tidak mungkin salah. Hal ini dapat terlihat dari bagaiamana seluruh bagian daripada hampir 350 bagian Alkitab itu sudah tergenapi dengan sempurna. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa seluruh penulis bagian Alkitab bukan sembarangan menubuatkan berdasarkan rekayasa atau tebak-tebakan, tetapi bedasarkan pimpinan Allah Roh Kudus supaya setiap kita mengerti sejarah Tuhan.

 

Adakah nubuatan yang tersisa yang belum terjadi?

Ada. peristiwa second coming, peristiwa dimana antikris itu akan menganiaya kita belum tiba, kita belum melihat daripada nabi-nabi palsu yang begitu hebat, yang mengimitasi daripada kuasa Tuhan, mengimitasi daripada seluruh Injil-Injil Tuhan, dan kita belum melihat bagaimana setiap kita disiksa oleh antikris itu sampai kita seperti tidak tahan lagi. Peperangan gog magog juga belum tiba. Jadi rapture pengangkatan itu masih jauh.

 

Nubuatan apa yang akan terjadi lagi di depan?

  1. Semakin banyak Hamba Tuhan palsu

Disini maka kita melihat Alkitab pun sudah mengatakan sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat sehingga sekiranya mungkin mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Petrus tahu ini. bagaimana kita menguji guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu? Lihatlah hidupnya suci atau tidak. Dan ternyata hasil observasi, hasil daripada kajian daripada rasul Petrus, guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu pada saat itu pengikut-pengikutnya hidupnya cemar, hidupnya tidak sungguh mencintai kemurnian Alkitab, hidupnya tidak sungguh-sungguh mencintai hidup yang suci, baik suci secara berpikir, suci dalam nilai emosi, suci dalam nilai sikap itu tidak ada.

Disini kita juga melihat bahwa memang dicatat dalam Alkitab mulai daripada Kejadian 3: 1 – 3 dimana Gereja akan selalu mengalami peperangan rohani dimana kita bisa mengalami tertipu oleh kebenaran yang palsu. Jadi kita melihat setan pun seolah-olah tahu akan kebenaran itu, dia bisa memalsukan semua kebenaran dan ditambahkan dan dikurangkan, maka disitulah kita melihat Hawa tergoncang akhirnya mengambil keputusan untuk memakan buah terlarang. Dan melalui Ulangan 13: 1 – 3 kita melihat waktu zaman Musa sudah ada nabi palsu, sudah ada tanda dan mujizat palsu, jadi jangan berpikir bahwa mujizat itu terjadi pada zaman ini, zaman Musa pun sudah ada. Ini mengajarkan kepada kita bahwa iblis menginvestasi hamba-hambanya diantara kita, iblis menginvestasi hamba-hambanya yang ada dalam Gereja, dan mungkin dia seperti hamba Tuhan, dia seperti nabi yang sejati. Kita melihat Matius 7:1-23 juga Yesus katakan ada Mesias dan nabi palsu.

Pertanyaan saya apakah sekarang sudah akhir zaman? Belum. Kenapa belum? Karena tanda-tanda akhir zaman belum semuanya sudah terjadi. Tetapi minimal kita bisa melihat bahwa sudah ada pengainayaan, sudah ada pemalsuan-pemalsuan iman, sudah ada pemalsuan-pemalsuan Injil, dan yang belum terjadi misalnya seperti di Wahyu 13: 7 yaitu ketika iblis memerintah dengan injil-injil palsu, dan dia bukan menyerupai iblis tetapi menyerupai hamba Tuhan dan dia memakai injil-injil palsu. Disini kita bisa simpulkan bahwa iman tidak dapat dibangun atas dasar mujizat dan kebenaran palsu. Didalam konteks inilah rasul Petrus melihat guru-guru palsu yang tampil pada zaman dia itu adalah tantangan yang harus dirubuhkan, yang harus dihancurkan dengan pendekatan yang benar menyatakan Kristus akan tetap datang karena seluruh konsep second coming sudah dinubuatkan. Disini maka setiap kita harus waspada, setiap kita harus memerangi kepalsuan ini karena guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, pengikut-pengikut nabi palsu itu ada disekitar kita. Disini kita harus bisa memahami ini, maka ini semua akan terus ada dan terus ada, karena itulah mengapa reformed harus ada, yaitu untuk memerangi ini. Kenapa reformed harus melakukan gerakan Penginjilan, untuk merebut jiwa-jiwa yang terhilang.

 

 

  1. Rapture

Rapture adalah sebuah peristiwa dimana semua manusia akan dibangkitkan. Kita dibangkitkan untuk kita hidup bersama dengan Kristus, tetapi bagi mereka yang mati dalam dosa mereka dibangkitkan untuk dihakimi. Disinilah kita percaya semua ini belum terjadi. pertanyaan kita, kita membutuhkan kepastian ini tidak? Butuh, tetapi kepastian yang harus ditunggu oleh waktu apa pasti akan terjadi? pasti akan terjadi. Kenapa? karena Tuhan sudah menggenapkan nubuat kedatangan Dia yang pertama dengan sempurna, pasti kedatangan yang kedua itupun sempurna. Jadi disinilah kita ingin berkata, kita semua sedang menantikan pesta terbesar di dunia ini yaitu dimana kita akan bertemu muka dengan muka dengan Tuhan Yesus. didalam bagian inilah setiap kita harus sadar nubuatan itu pasti terjadi dan kita akan mengambil bagian didalamnya.

 

Kembali kepada teks 2 Pet 1:19, dikatakan bahwa Rasul Peterus di teguhkan oleh Firman atau nubuatan dari para nabi. Nubuatan apa yang dimaskud dalam 2 Petrus ini? Ada dua Firman yang dimaksud oleh rasul Petrus.

  1. Kelahiran Tuhan Yesus.

Peristiwa kelahiran ini digenapi dengan sempurna berdasarkan sejarah daripada Alkitab dalam Yesaya 7: 14, Yesaya 9: 6, dan Mikha 5: 2. Dimana dalam ayat-ayat tersebut dikatakan bahwa Mesias itu akan lahir melalui rahim seorang wanita, semua dinyatakan dengan tepat di kota Betlehem, bagaimana Dia disebut sebagai Allah yang perkasa, bagaimana Dia disebut sebagai konselor yang terbaik, Dia adalah penguasa dan Dia Raja yang kekal, semua dinyatakan dengan luar biasa.

  1. Kematian Yesus Kristus.

Didalam Perjanjian Lama dinyatakan dengan jelas bahwa Dia adalah Tuhan yang akan menderita, Dia adalah penebus yang akan mengalami satu penderitaan yang besar, maka Zakharia 9: 9, Mazmur 22: 16 – 18, Yesaya 53: 3 – 7 dengan jelas mengatakan Daud mendapatkan pengilhaman nubuatan itu. Disitulah maka kita bisa melihat Daud sebagai satu tokoh yang sangat luar biasa, mendapatkan pengilhaman daripada Tuhan tentang Mesias yang akan menderita dan dia tulis dengan begitu sangat gamblang, semua dengan tepat terjadi. disini kita bisa melihat bagaimana Kristus mati, bagaimana Kristus harus mengalami siksaan demi siksaan, bahkan dijual sampai 30 perak, semuanyapun dicatat dalam Perjanjian Lama. Jikalau kita melihat Matius 1: 22, Matius 2: 5 – 6 disini pun dikatakan semuanya itu dengan jelas, maka ketika Yesus sendiri yang mengatakan dalam Yohanes 5: 39, Lukas 22: 37, Lukas 24: 26 – 27, dan Lukas 24: 44, ini sendiri yang Yesus katakan, benar semua yang dinyatakan itu satu penggenapan daripada nubuatan Perjanjian Lama yang hampir 300 bagian.

 

Menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa rasul Petrus dapat diteguhkan imannya oleh dua nubuatan para nabi di Perjanjian Lama?  Karena dia sendiri sudah mellihat nubuatan Perjanjian Lama itu digenapi. Jadi didalam bagian inilah wajar kalau Petrus mengatakan kepada jemaatnya untuk percaya kepada Kristus, karena Petrus mengalami sendiri kehidupan rohani Bersama Kristus. Petrus mengenal Tuhan, Peturs komitmen ikut Tuhan, dan Petrus tidak menyesal sampai saat ini, Karena Petrus melihat Kristus seperti pelita bercahaya ditempat yang gelap.

                  Petrus juga dulu orang yang tinggal dalam gelap, kegelapan Petrus karena agama tidak memberikan cahaya terang untuk pikiran dan hatinya, Petrus dulu orang yang tinggal dalam gelap karena petrus dulu tidak berjalan dalam kebenaran, Petrus hanya sibuk menjadi seorang pengusaha ikan. Tetapi setelah Petrus dalam Tuhan Petrus mendapatkan cahaya yang terang itu, dan cahaya itu menerangi daripada hati Petrus. Disitulah ketika Petrus membandingkan didalam bagian yang perlu kita lihat dalam 2 Petrus 3: 10, Roma 3: 12  terlihat bahwa ada fajar menyingsing yang menerangi kegelapan, setiap hidup kita harus mengalami peristiwa kegelapan, dan muncul satu fajar yang menyingsing dari Tuhan dimana kita menyadari kita orang berdosa, fajar yang menyingsing dimana kita sadar dengan kekuatan kita, kita tidak mungkin memenuhi seluruh kehendak Tuhan, maka ketika fajar menyingsing kita seperti melihat kebobrokan kita, ketika fajar menyingsing kita baru tahu kita orang yang kotor, kita orang yang hina, kita orang yang sangat memalukan sekali.

Disini setiap kita harus mengalami peristiwa itu, Kekristenan kita jangan diikat dengan budaya Kristen, itu hanya rutinitas, kekristenan kita jangan diikat dengan satu nilai event-event Kristen, itu juga rutinitas, tetapi Kekristenan kita diikat dengan kehendak Tuhan, dan kenapa kita mengerti kehendak Tuhan itu lebih penting? Karena kita sudah merasakan sendiri kehendak Tuhan nyata dalam kehidupan kita ketika kita disebut umat pilihan Tuhan, dimana sinar Tuhan sudah menerangi hati kita, akhirnya kita mengalami sendiri pengenalan secara pribadi siapa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi. Jadi didalam bagian ini setiap kita harus tahu siapa Tuhan dan siapa hidup kita, tanpa peristiwa itu nanti kita tidak akan mengalami yang dikatakan rasul Petrus, dia sendiri imannya bisa dikuatkan.

Setelah itu dia keluarkan lagi satu kata yang penting pada 2 Pet 1:19 “Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu”. Bintang timur (phosphoros), dalam bahasa latin disebut Lucifer. Jadi dulu kata Lucifer itu positif artinya bintang kejora, dan itu tercatat dalam Bilangan 24: 17, Lukas 1: 78, Wahyu 22: 16, bandingkan dengan Maleakhi 4: 2, Efesus 5: 14. Tetapi kita tahu iblis, antikris itu juga menyebut dirinya bintang timur namun yang palsu. Disinilah rasul Petrus mengatakan jikalau bintang timur yang asli yaitu Yesus masuk dalam hatimu engkau akan punya satu perubahan, dan jikalau bintang timur itu sungguh-sungguh merubah daripada dirimu maka hati nuranimu akan disucikan. Didalam Ibrani 9:14 dikatakan hati nurani kita pertama kali disucikan oleh darah Yesus ketika kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, disitulah kita akan punya standar etika yang tertinggi bagi Tuhan, bukan etika yang bersifat umum.

Didalam bagian inilah akhirnya kita mengerti bahwa terbit bersinar dalam hatimu, apa maksud daripada rasul Petrus itu? Pertama, jikalau kita mengalami secara pribadi pristiwa perjumpaan dengan Yesus dan Dia sekarang inkarnasi dalam hatimu, pada waktu Dia inkarnasi dalam hatimu maka Dia akan bersinar dalam hatimu maka engkau akan punya hidup yang terang, engkau tidak seperti apa yang dikatakan Tuhan Yesus, jikalau matamu gelap, maka gelaplah seluruh tubuhmu, itu menunjukan hidup kita belum dalam Tuhan. Kalau kita tidak hidup dalam terang maka kita bisa menjadi orang yang tahu akan apa yang benar tapi tidak bisa melakukan kebenaran karena dia tidak punya kuasa terang, dia tidak punya kuasa untuk kemenangan atas dosa. Jadi untuk menguji setiap orang apakah dia sudah sungguh-sungguh memiliki bintang timur itu dalam hatinya, ujilah apakah hidup dia sungguh-sungguh punya kuasa kemenangan atas dosa atau tidak. Didalam bagian inilah setiap kita dimana kita hidup harus melangkah didalam terang.

Kedua, jikalau Yesus terbit bersinar dalam hatimu itu sungguh-sungguh terjadi maka sukacita dalam hatimu itu berbeda, dan sukacitamu akan ada karena firman memimpin akan setiap langkah-langkah hidupmu. Mazmur 119: 105 dikatakan dengan jelas firman Tuhan pelita bagi hidup kita, terang bagi setiap langkah kaki kita. Kalau engkau mendapatkan pimpinan Tuhan engkau akan bersukacita. Jadi sukacita kita secara ketaatan ketika hidup kita boleh berjalan berdasarkan pimpinan Tuhan, sukacita kita vertikal ketika kita dipakai untuk memberitakan Injil dan jiwa satu persatu kembali kepada Tuhan, itu sukacita yang tidak mungkin ditiru oleh setan, dan sukacita berdasarkan terang memimpin hidupmu itupun tidak mungkin ditiru oleh setan.

Didalam bagian ini setiap kita membutuhkan terang Tuhan, terang Tuhan selalu membuat kita memiliki sukacita, terang Tuhan membuat kita tidak akan salah mengambil keputusan. Kita membutuhkan firman Tuhan dan kita membutuhkan firman itu menerangi setiap jalan kita. Disinilah maka kita mengerti 2 Petrus 1:20, tidak ada nubuatan daripada setiap penulis Alkitab merupakan karangan manusia, jadi bolehkan kita menafsirkan dengan sembarangan? Rasul Petrus katakan tidak boleh. Kenapa tidak boleh? Karena setiap pengilhaman daripada nubuatan itu merupakan penyataan Allah melalui Roh Kudus, bukan pernyataan manusia. Jadi pahamilah semua dengan bahasa apokaliptik. Apa itu bahasa apokaliptik? Adalah bahasa nubuatan. Melalui ayat 21 rasul Petrus mengatakan jadi diarahkan oleh Roh Kudus (pheromenoi) untuk menghasilkan pengilhaman nubuatan. Jadi para penulis Alkitab bukan mereka-reka secara nilai perasaan, tetapi itu sesuatu yang ril pasti terjadi, dan Allah Roh Kudus mengilhamkan semua itu.

Agama tidak menyelamatkan, kebaikanmu tidak menyelamatkan, yang hanya menyelamatkan yaitu jikalau kamu percaya kepada sumber keselamatan yaitu Yesus Kristus, dan jaminan engkau untuk hidup yang kekal engkau harus percaya bahwa Dia pasti yang sudah pergi dan menyiapkan tempat bagi kita kembali untuk membawa kita hidup yang kekal bersama dengan Dia, itulah namanya kebahagiaan. Didalam bagian inilah setiap kita mari kita mengerti apapun yang terjadi kaitkan dengan konsep eskatologi, pertama eskatologi pribadi, kita pasti akan mati, tetapi pertanyaannya kita mati didalam Tuhan atau diluar Tuhan, kita mati dalam dosa atau kita mati dalam kebenaran. Dan kaitkan dengan eskatologi umum dimana kita akan dirapture, kita akan diangkat, kita akan mendapatkan tubuh yang dipermuliakan, kita akan bersama-sama bertahta dengan Kristus di Kerajaan surga. Maka pada waktu hidup kita mengkaitkan ini engkau baru tahu harta yang engkau miliki tidak berarti. Kenapa tidak berarti? Alkitab dengan jelas mengatakan apa artinya jikalau engkau memiliki seluruh harta di dunia tetapi engkau kehilangan nyawamu. Kenapa engkau kehilangan nyawamu? Engkau baru tahu engkau hanya terikat dengan harta di dunia yang semua akan habis lenyap tetapi engkau tidak punya harta surgawi jaminan keselamatanmu. Jadi disini setiap kita akan tiba saatnya punya nilai eskatologi secara pribadi, dan kita akan mengalami eskatologi umum, dan mungkin eskatologi tidak kita rasakan pada waktu kekinian, tetapi nanti kita rasakan pada waktu peristiwa dimana kita akan dibangkitkan bersama-sama dan kita mendapatkan tubuh yang dipermuliakan.

 

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami