Mengapa Maria Yang Dipilih Allah?

Mengapa Maria Yang Dipilih Allah?

Categories:

Bacaan alkitab: Lukas 1:27, 34, 38.

 

Hari ini saya akan berkotbah dengan tema “mengapa Maria yang di pilih Allah? Tidak adalah wanita lain? Tidak adakah wanita dari kota Betlehem atau Yerusalem yang di pilih? Kenapa yang di pilih Galilea?” Galilea itu adalah satu tempat yang dingin, yang mayoritas kehidupannya adalah pertanian. Kenapa Yesus juga memilih orang Galilea, dan bukan Yerusalem, kota yang agung, kota yang besar, pusat pendidikan, industri, bisnis, dan pusat keagamaan? Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak boleh menghina orang-orang yang tinggal di pedesaan, orang-orang yang tidak bersentuhan dengan metropolitan, karena mereka ternyata kaya secara iman, nilai hati, nilai ketulusan, belum kena racun gaya hidup metropolitan, konsumerisme, hedonism, dan aspek-aspek yang lain, dan saya kaitkan juga dengan Yusuf di dalamnya.

 

Pendahuluan

 

Dapatkah Allah menyelamatkan umat pilihan-Nya  tanpa  inkarnasi  Yesus Kristus?

Jawabannya bisa. Terbukti dalam Perjanjian Lama tercatat orang-orang yang diselamatkan Tuhan karena mengenal siapa Tuhan, Allah Yahwe dengan benar. Tetapi pertanyaan kita, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ditandakan dengan kehadiran kerajaan Allah yang baru, yang pusatnya adalah Kristus, bukan kerajaan yang terdiri dari tembok, bala tentara, harta dan segala sesuatu, tetapi kerajaan Allah dimana Kristus bertakhta menyatakan kebenaran, menyatakan damai, menyatakan sukacita, disitulah baru kita mengerti Kristus harus hadir untuk menyatakan satu penebusan yang sejati dengan diri-Nya menjadi sama dengan kita. Kita mendapatkan kepastian keselamatan, di mana itu bisa kita lihat dan kita di pugar. Apanya yang di pugar? Apanya yang diperbaharui? Kita sebagai the image of God yang sudah jatuh dalam dosa, sudah rusak total, dan hanya melalui peta teladan Allah yang sejati yaitu Yesus Kristus maka kita mengalami pemugaran, kita mengalami pembaruan yang sejati dan sempurna. Bukan berdasarkan ketaatan kita memberikan korban-korban bakaran, bukan bersadarkan kekuatan aku secara pribadi, tapi hanya melalui Kristus dan di dalam Kristus kita menemukan pertemuan yang indah melalui kelahiran baru kita. Kita perlahan-perlahan dibimbing, diarahkan oleh Kristus melalui firman-Nya kita mendapatkan kesempurnaan dan beroleh anugerah Tuhan yang boleh bersaksi di dunia. Di situlah kita boleh melihat Kristus hadir menggenapkan seluruh keselamatan bagi umat pilihan-Nya dengan sempurna. Apakah dalam Perjanjian Lama belum sempurna? Jawabannya iman Perjanjian Lama selalu selalu jatuh bangun, sampai banyak tokoh-tokoh Alkitab di masa tua mereka menyelewengkan imannya, tetapi di dalam Perjanjian Baru kita melihat kebalikan, rasul-rasul sampai tua, sampai mereka terus mengakhiri hidupnya justru matinya dalam nilai kesetiaan iman. Di sinilah membuktikan kepada kita jikalau Kristus itu harus hadir dalam Perjanjian Baru memampukan kita sampai mati di salib, di bakar, atau kita dilakukan satu penganiayaan yang kuat, iman kita tidak akan mundur, tetapi dalam Perjanjian Lama kita melihat tokoh-tokoh Alkitab jatuh bangun di masa tua, dan banyak di antara mereka jatuh bangunnya karena aspek seks dan lain-lain. Kita belajar bahwa Kristus memberikan kita kepastian untuk kita memiliki kuasa sebagai anak-anak Allah, Kristus menjadi pendamping kita, Kristus menjadi pembentuk kita untuk kita di bongkar seluruh status kita dari berdosa menjadi orang suci, dari orang tidak benar menjadi orang yang benar, dari musuh Allah menjadi orang yang diperdamaikan, dan disitulah kita mengalami pembaharuan demi pembaharuan untuk karakter kita makin lama makin serupa dengan Kristus.

 

Mengapa Allah memilih Maria sebagai ibu Yesus secara jasmani?

Reformed tidak menyebut bunda Maria daripada Allah, kita menyebut bunda Maria dari Yesus ketika inkarnasi, karena kita tidak akan menjadikan Maria itu perantara atau Allah, karena dia dipilih pada waktu Yesus inkarnasi.

 

Maria adalah orang berdosa, apakah hal ini dapat mempengaruhi janin Yesus yang suci?

Maria adalah orang berdosa, kita tidak berani mengatakan Maria adalah orang yang menjadi bunda yang suci, perawan abadi, di mana dia boleh setara dengan Tuhan sehingga kita boleh berdoa kepada dia. Itu adalah satu teologi mariologi yang salah. Maria berkata: jiwaku memuliakan Tuhan karena Tuhan Juruselamatku. In memberikan kita satu pengertian, Maria pun memuliakan Tuhan karena dia mendapatkan keselamatan dalam Tuhan. Ini menunjukan kepada kita Maria pun membutuhkan keselamatan itu. Sekarang menjadi pertanyaan kita status Maria yang punya nilai hamartian itu apakah mempengaruhi janin Yesus yang suci? Secara nilai manusiawi terjadinya proses zigot sampai jabang bayi selama dia hamil maka emosi ibu akan mempengaruhi emosi anak. Bahkan di dalam Alkitab dicatat ketika Maria mengunjungi Elizabeth yang sudah mengandung enam bulan. Di situ dikatakan janin Elizabeth yaitu Yohanes bergejolak seperti punya sukacita bertemu dengan Juruselamatnya. Kapan anak boleh mengalami satu pembentukan sempurna dalam mata, telinga, hidung, dan motorik, dan lain-lain? Enam bulan. Kenapa mereka bisa enam bulan? Karena mereka mencatat dari peristiwa Maria mengunjungi Elizabeth, disitulah terjadi pergejolakan. Jadi kalau anakmu enam bulan tidak bergejolak mungkin mamanya stress, mungkin mamanya tidak punya sukacita, tetapi anak yang dalam kandunganmu sebelum lima bulan sudah bergerak itu namanya anugerah. Kita tidak bisa bayangkan bagaimana Yohanes punya satu nilai pergerakan sampai dikatakan Elizabeth dengan Yohanes dipenuhi Roh Kudus, pada waktu bertemu dengan Maria yang sudah mengandung juga bayi Yesus. Ini adalah sesuatu yang luar biasa dari peristiwa itu semua. Disini kita bisa melihat nanti bahwa Roh Kudus yang turun dari Tuhan langsung di dalam rahim Maria, dan dicatat dinaungi, dilindungi. Jadi keberdosaan Maria dalam emosi dia yang mungkin tidak stabil, tetap ada Roh Kudus yang menaungi itu semua.

 

Apakah keunikan Maria sampai dipilih Allah sebagai ibu Yesus secara jasmani?

Setiap kita harus menyadari kenapa engkau punya anak satu? Kenapa ada orang anaknya sampai dua bahkan lebih? Dan kenapa ada orang berusaha ingin punya anak tetapi tidak dikasih anak? Jadi seperti ada misteri hidup, tetapi satu hal yang kita tahu semua yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita tidak lepas daripada nilai keimanan kita. Jadi disini kita melihat Maria ketika menerima program Tuhan melalui konfirmasi daripada malaikat Gabriel, dia terima dengan iman. Di sini kita harus mengerti juga berapa pun anakmu harus engkau lihat dan ukur nilai keimananmu. Kalau engkau punya iman sanggup sepuluh silahkan jalankan. Minimal setiap kita harus sadar bagaimana penting juga melalui generasi jasmani kita muncullah orang-orang yang mau melayani Tuhan. Jangan kita punya anak banyak hanya mau dimanfaatkan, jangan punya anak banyak hanya menunjukan engkau sukses, tetapi engkau mau punya anak bagaimana melalui anak itulah nanti kelak boleh engkau persembahkan kepada Tuhan untuk menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan, menjadi anak-anak yang melayani Tuhan, jadi tidak boleh punya banyak anak tetapi diluar kemampuan kita.

 

Pembahasan

 

Ada berapa perempuan yang disebut dalam silsilah Tuhan Yesus? (Mat 1:1-17)

Ada empat. Menariknya dari Abraham sampai ke Daud ada empat belas keturunan, dari Daud sampai masa pembuangan ada empat belas keturunan, dari masa pembuangan sudah selesai, Yerusalem sampai Kristus empat belas keturunan. Jadi semua empat belas keterunan, dengan total empat puluh dua. Dari empat puluh dua itu hanya empat wanita. Jadi angka empat belas ini menjadi angka spesial di dalam nilai penggenapan sejarah Tuhan dalam menubuatkan lahirnya Juruselamat yang sejati yaitu Yesus Kristus. Jadi di sini kita belajar empat wanita unik-unik.

 

Yang pertama disebut Tamar. Kalau kita tahu cerita Tamar ini, maka kita tahu yang disebut dosa onani, dari kata onan. Jadi Tamar adalah menantu Yehuda yang menikah dengan Er, dan Er mati karena melakukan dosa dalam hal seksualitas, setelah itu diberikan kepada adiknya yang bernama Onan, Onan melakukan dosa yang sama lagi, akhirnya dimatikan oleh Tuhan, maka saat itulah Tamar menjadi janda menunggu Syela yang masih kecil, tidak mungkin langsung menikah, dan Yehuda takut sekali kalau-kalau anaknya yang terakhir ini akan mati ditangan satu wanita yaitu Tamar. Maka Tamar oleh Yehuda disuruh pulang ke daerahnya, dan ia katakana: nanti kalau Syela besar aku akan beritahu, karena itu hukum Yahudi. Syela sudah besar, Tamar mendengar hal itu namun Yehuda tidak memberikannya, tetapi dia menginginkan keturunan dari Yehuda. Karena dia wanita Kanaan, maka dia berpura-pura dengan licik menjadi wanita penghibur, maka ketika Yehuda mendekati dan digoda, dan hasil dari persetubuhan itu dia minta bukti yaitu satu kalung dan tongkat. Suatu ketika Yehuda mendengar, Tamar menantumu hamil, dia marah sekali. Hingga akhirnya diberitahu siapakah laki-laki yang mengakibatkan dia hamil, dan baru sadar ternyata dirinya sendiri. Semua itu terjadi, karena Yehuda tidak memberi anak laki-lakinya yaitu Syela. Di dalam bagian itulah akhirnya lahirlah anak namanya Perez. Di sinilah kita lihat, ini adalah sesuatu yang kita belajar dari kelicikan, dari sesuatu tipuan, Tuhan bisa sucikan, dan anak itu tidak bersalah, dan melalui anak itu akhirnya kita lihat ada lagi keturunan namanya Salmon dan lain-lain

 

Yang kedua adalah Rahab. Siapakah Rahab? Rahab tinggal di Yerikho, dia wanita di Yerikho yang pekerjaannya sebagai pelacur, kata Yosua 2 dan Yakobus. Dan ketika Yerikho sedang didoakan dan ingin dihancurkan oleh orang-orang Israel, para pengintai ada dua orang ketahuan, maka Rahab dengan berani menyembunyikan dua pengintai itu sampai diselamatkan, sampai kembali lagi bertemu dengan kelompoknya yaitu orang-orang Israel. Dan di dalam Yakobus 25 dikatakan Rahab dibenarkan karena imannya, kenapa? Karena dia tahu Allah Yahwe beserta dengan orang-orang Israel, Rahab tahu Tuhan akan menyerahkan bangsa Yerikho kepada Israel, maka di dalam Yakobus dikatakan Rahab dibenarkan karena perbuatannya dengan berani menyelamatkan dua pengintai itu. Maka setelah itu Rahab menikah dengan Salmon dan mendapatkan anak namanya Boaz. Disini kita lihat keturunan Yesus dari dua wanita yang punya latar belakang tidak baik. Di situlah keunikan cara Tuhan.

 

Setelah itu yang ketiga adalah Rut. Rut adalah orang Moab, menantu dari Naomi dan Elimelekh. Suaminya bernama Mahlon. Singkat cerita waktu akhirnya Naomi ditinggal mati oleh kedua anaknya dan suaminya, ia menjadi janda beserta kedua menantunya. Maka Naomi usul untuk dua menantunya ini pulanglah ke negerimu Moab. AKu akan kembali ke Yerusalem, karena Yerusalem disertai Tuhan. Ternyata Rut tidak mau untuk pulang, padahal Naomi sudah katakan engkau masih muda, engkau carilah suamimu, silahkan engkau kembali. Dan ada perkataan yang menunjukan iman daripada Ruth: Bangsamu adalah bangsaku, Allahmu adalah Allahku, dimana engkau berada disitu aku akan terus berada. Jadi Naomi melihat bahwa Rut mau mengikut Naomi karena mengenal Tuhan, maka dia izinkan, silahkan engkau ikut aku. Rut janda muda, Boaz orang yang sudah tua, kaya rohani, tetapi belum pernah pacaran. Boaz sudah merasa tidak mungkin dia akan menikah, kenapa? Karena dia menganggap dia sudah tua. Ruth diperhatikan oleh Boaz ketika dia mengambil sisa-sisa panen daripada gandum itu. Boas diberitahu bahwa Rut adalah keluarga Elimelekh. Rut mendekat kepada Boaz seperti yang diminta oleh mertuanya, dan inilah cara Tuhan.

 

Wanita yang keempat adalah Maria. Kita lihat konfirmasinya melalui malaikat Gabriel. Dalam Lukas 1: 26 – 38. Satu percakapan yang indah, satu dialog yang gayung bersambutnya semuanya nyata. Maria, seorang wanita perawan yang bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Kita melihat apa kelebihan daripada Maria? Kenapa Maria boleh dipilih Tuhan untuk menggenapkan satu anugerah keselamatan yang dengan total untuk setiap Perjanjian Baru itu, akhirnya melihat sumber keselamatan hanya Yesus? Di luar Yesus tidak ada keselamatan, dan keselamatan dicapai bukan karena perbuatan keagamaan kita, tetapi kita terlebih dahulu mendapatkan anugerah keselamatan dimana Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Kita mengakui keberdosaan kita, membuka hati, dan disitulah kita mendapatkan pembaharuan.

Di sini kita melihat ayat 27 yang tadi kita katakan disebut di dalam bagian Lukas, dia seorang perawan, dan dia sudah bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Pertunangan dalam hukum Yahudi itu menunjukan satu pacaran yang serius menuju pernikahan. Di dalam bagian ini kita melihat kelebihan Maria adalah kekudusan hidup, Maria adalah orang yang terus belajar bagaimana dia mengerti nubuatan Tuhan akan hadir, yaitu Juruselamat yang sejati dalam Yesus Kristus. Kita melihat Maria punya komitmen sebagai seorang wanita, dia bertunangan dengan Yusuf. Di sini kita mengerti Maria adalah orang yang spesial dihadapan Tuhan, maka dia dipilih oleh Tuhan. Pertanyaannya bagaimana kita tahu dia punya komitmen? Disini kita lihat Maria memberitahu semua kunjungan dari Malaikat Gabriel kepada Yusuf, artinya dia tidak mau menyembunyikan sesuatu kepada tunangannya, dia mau segala sesuatu itu fair diterima oleh tunangannya. Jadi hukum Yahudi bertunangan itu adalah sesuatu yang serius. Apa artinya? Para orangtua juga terlibat untuk tahu siapa kekasih atau pacar daripada anaknya, dan siapa orangtuanya dan mau dibawa kemana pacaran ini. Dalam hukum Yahudi anak harus melibatkan orangtua dalam pacaran. Kekudusan hidup yang membuktikan kepada kita Maria mendapatkan penyertaan Tuhan. Maka ketika Maria jatuh cinta kepada Yusuf, Yusuf jatuh cinta kepada Maria, saya kira ini ada nilai kedaulatan Tuhan, dan saya percaya Maria tidak sembarangan untuk pilih Yusuf, dan sebaliknya Yusuf pun tidak sembarangan untuk memberikan cintanya kepada wanita yang lain, dia hanya memberikan kepada Maria, dan Alkitab mencatat Yusuf keturunan daripada Daud. Pertanyaan saya apakah Maria tahu kalau kekasihnya itu orang besar secara keturunan? Saya percaya sekali Maria tidak pernah menyangka kalau calon suami dia adalah di dalam satu garis yang nanti menggenapkan melalui rahimnya Yesus itu lahir. Di sini memberikan kepada kita satu nilai anugerah bahwa jangan melihat orang berdasarkan hanya latar belakang, tetapi lihatlah atas dasar pribadi relasi yang pada saat engkau lihat. Maka saya percaya sekali Maria memiliki kekudusan, Yusuf juga memiliki kekudusan, dan Yusuf tidak sembarangan membangun pacaran, dan begitu pun juga Maria.

 

Disini kita lihat mereka punya komitmen, buktinya apa? Yusuf tidak berani untuk menceraikan Maria. Kenapa pakai istilah cerai? Karena dalam hukum Yahudi Tunangan itu resmi, diketahui kedua belah pihak, diketahui oleh tua-tua Israel, jadi kalau pisah nilainya juga sama dengan pernikahan yaitu cerai. Mungkinkah Maria menolak seluruh nilai misi Tuhan melalui rahimnya bahwa akan lahir Juruselamat yang disebut Yesus Kristus, Immanuel, mungkinkah dia bisa menolak? Mungkin. Karena mungkin. Pertama, karena dia bisa malu. Kedua, bagaimana dia bisa cerita kepada Yusuf. Kita lihat waktu Maria menyatakan “Ya”, dia tidak melibatkan Yusuf. Ini berarti menunjukan kepada kita Maria memiliki kekudusan hidup dan komitmen untuk Tuhan, karena dia tahu sekali ini kehendak Tuhan yang sangat besar luar biasa. Jadi dalam bagian ini kita melihat kekudusan Maria memampukan dia untuk sungguh-sungguh mau komitmen untuk menerima semuanya itu.

 

Bagian yang kedua kita lihat Maria ternyata wanita yang cerdas. Kita bisa lihat dia berpikir kritis. Ayat 34 dikatakan kepada Malaikat: bagaimana semua itu bisa terjadi, aku ini belum menikah. Jadi kita melihat disini Maria itu tidak berpikir emosi, dia ingin berpikir segala sesuatu harus diuji, dan waktu dia uji dia berpikir kritis. Bagaimana semuanya ini bisa terjadi. Sekarang saya tanya yang berbicara dengan Maria siapa? Malaikat. Bukan berarti Maria tidak percaya dengan suara Tuhan melalui malaikat ini, tetapi inilah anugerah Tuhan. Di sini bisa kita simpulkan bahwa Maria adalah orang yang cerdas, Maria memiliki kecerdasan keagamaan, Maria memiliki kecerdasan di dalam menguji segala sesuatu, dia tidak mudah menerima segala sesuatu,

semua harus dia uji. Ini menunjukkan kepada kita Maria orang yang spesial dihadapan Tuhan.

Saya kira setiap kita punya hak bertanya untuk pimpinan Tuhan. Setiap kita punya hak untuk menguji setiap rancangan Tuhan untuk hidup kita. Kita melihat Maria butuh jaminan. Maka dia bertanya kepada Gabriel. Gabriel mengatakan Roh Kudus akan turun kepada engkau dan dia akan menaungi engkau. Jadi di sini jangan anggap remeh Maria. Maria punya pengetahuan teologi dan dia butuh konfirmasi. Ketika dia mendapatkan konfirmasi, dia hanya butuh jaminan. Maka kita lihat lagi di ayat selanjutnya akhirnya Maria percaya. Bagaimana kita tahu dia percaya? Lihat ayat 37, bagi Allah tidak ada yang mustahil. Jadi di sini kita lihat proses, pendulum nilai substansi sampai meningkat kepada keimanan, sampai keinginan Maria, sampai akhirnya dia yakin ada jaminan, maka keluarlah bagi Allah tidak ada yang mustahil. Ini luar biasa.

Yang ketiga kita lihat kelebihan Maria adalah dia memiliki ketaatan sebagai bukti dia memiliki kerendahan hati. Dia taat kepada program Tuhan memakai rahimnya untuk membesarkan daripada bayi Yesus, dia punya kerendahan hati karena dia merasa ini adalah anugerah, dia tidak boleh sombong, ini membuat dia bahagia karena Tuhan Juruselamatnya. Kita lihat disini waktu Maria pertama meragukan itu semua, maka melalui proses itu dia tahu sekali ini adalah suatu misi  yang besar, maka dia tidak mungkin menolak rancangan Tuhan. Dia boleh melihat dirinya wanita, dia boleh melihat dirinya bukan orang kaya, karena kita tahu ketika Maria dengan Yusuf ingin memberikan persembahan ke Yerusalem orang kaya minimal kasih lembu dan domba, tetapi pada waktu Maria dengan Yusuf sudah menikah mereka mempersembahkan burung tekukur. Itu menunjukan kepada kita mereka adalah orang yang tidak mempunyai ekonomi kuat. Jadi jangan menghina orang lain karena tidak punya materi, tetapi mereka ternyata memiliki kekayaan iman yang luar biasa. Maria melihat rancangan Tuhan besar walaupun dia melihat dirinya itu kecil, dan dia tahu sekali dia bukan orang kaya, dia bukan orang besar, tetapi kita lihat dia taat, dia mau hanya karena aspek dia punya kerendahan hati. Maka disini saya percaya sekali Yusuf pada waktu akhirnya punya niat ingin menceraikan maka dia dikunjungi lagi oleh malaikat Gabriel, dikonfirmasi lagi, akhirnya tidak melepaskan tanggung jawab untuk Maria akhirnya menjadi istrinya, saya percaya bagian yang kedua, Yusuf pun akhirnya punya nilai ketaatan. Ini mengajarkan kepada kita suami istri harus punya nilai ketaatan yang sama. Pertama taat kepada Tuhan, kedua taat kepada program Tuhan. Kenapa Yusuf harus mendapatkan konfirmasi daripada malaikat Gabriel? Supaya ditaklukan juga nilai ketaatannya sama seperti Maria. Di sini kita melihat akhirnya semua sepakat untuk bagaimana Maria harus membesarkan janin Yesus. Alkitab mencatat sampai Yesus lahir mereka tidak bersetubuh walaupun sudah suami istri. Ini berarti menunjukan kepada kita, salah satu ketaatan Yusuf, dia menjaga kesucian daripada Maria. Maka yang ketiga akhirnya Maria menerima tanpa syarat program itu.

 

Akhirnya dalam bagian ini kita belajar 3 K dalam kehidupan Maria, yaitu kekudusan hidup, kecerdasan, dan ketaatan Maria.

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-YFS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami