Mengaku Mengenal Tuhan Tetapi Hidup Buta dan Picik

Mengaku Mengenal Tuhan Tetapi Hidup Buta dan Picik

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 1 : 8 – 9

 

Saudara yang terkasih dalam nama Tuhan, pernahkah kita melihat ada seseorang yang kelihatannya beribadah kepada Tuhan tetapi hidupnya menjadi batu sandungan? Jadi dalam bagian ini Tuhan Yesus pernah melihat bagaimana orang-orang farisi, orang-orang Yahudi mengaku sebagai orang yang rohani ternyata tidak rohani dihadapan Tuhan, mengaku orang yang saleh tetapi tidak saleh dimata Tuhan, karena kerohanian dan kesalehan bukan dilihat daripada jubah, bukan dilihat daripada gelar secara pengetahuan teologi, bukan dilihat daripada status, tetapi dilihat daripada seluruh sikap orang itu ketika ada kesulitan, sikap orang itu ketika ada godaan, ketika ada pencobaan, ketika ada kelimpahan seluruh sikap secara total hidup orang itu membuktikan siapa dia yang sesungguhnya dihadapan Tuhan. Jadi disini dapat kita katakan melek matanya tetapi buta mata rohaninya.

Mengapa ada orang yang mengaku mengenal Tuhan tetapi hidupnya mengalami kebutaan rohani? karena pengakuan dia tidak membuktikan dia sungguh-sungguh mengenal Tuhan. setiap kita pernah melihat ada orang mengaku Kristen tetapi belum tentu ada Kristus dalam hidupnya, orang mengaku Kristen belum tentu ada kehendak Kristus yang diutamakan dalam dirinya, mengaku Kristen belum tentu dia sungguh-sungguh ada belas kasihan Kristus dalam dirinya untuk menangisi orang-orang berdosa kembali kepada Tuhan. Jadi pada waktu kita mengenal orang mengaku dia hanya sekedar kenal Tuhan mungkin hidupnya menjadi batu sandungan, sama seperti ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, mengaku dia ahli, mengaku dia mengenal Allah yang benar tetapi hidupnya justru tidak mengenal siapa Yesus, justru hidupnya menolak kehadiran Yesus, justru hidupnya tidak sungguh-sungguh didalam mengasihi Bapa dan mengasihi sesama manusia.

Dalam bagian sebelumnya kita paham bahwa buta rohani adalah bayaha, maka sekarang bagaimana membukakan kebutaan mata rohani seseorang? Orang punya mata secara fisik, orang punya mata hati nurani, tetapi pada waktu dia mengaku rohani ternyata tidak rohani, dan bagaimana cara membukakannya? Jawabannya pasti orang itu harus bertobat dan sungguh-sungguh harus kembali kepada Tuhan. Ketika Daud untuk sementara waktu mengalami gundah gulana, mengalami rasa bersalah yang dalam karena dia tahu dia sudah berdosa karena berzinah dengan Batsieba, dia dituduh hati nuraninya oleh pengertiannya sendiri, matanya seperti mengalami kebutaan untuk mengambil daripada Batsieba untuk ditiduri, maka ketika dia mengalami kebutaan daripada mata nuraninya sampai dia rela membunuh Uria suami Batsyeba untuk menutupi daripada dosa-dosanya. Jadi disini kita bisa melihat ketika orang sudah berbuat salah, hati nuraninya tidak bertobat, hati nuraninya tidak kembali kepada Tuhan, matanya melihat segala sesuatu secara lahiriah mencoba menutupi dosanya, termasuk Uria distrategikan untuk ditempatkan didepan di medan peperangan supaya cepat mati. Disini kita melihat betapa manusia itu jahat jikalau kita tidak sungguh-sungguh tunduk kepada kehendak Tuhan, dan kita tunduk kepada kehendak diri di dalam kesesatan kita. Disini kita akan belajar kenapa rasul Petrus menekankan kita harus memiliki 7 langkah hidup saleh, kenapa iman kita harus senantiasa ditambah-tambahkan dengan kebajikan, dengan pengetahuan, dengan penguasaan diri, dengan ketekunan atau ketangguhan, dengan kesalehan, dengan kasih kepada orang lain dan kasih kepada orang lain dalaml nilai agape. Maka ketika kita melihat dari 7 variabel ini kita jangan cepat puas kalau kita hanya mengaku orang beriman.

Bagaimana kita tahu kalau kita sungguh-sungguh orang beriman? Lihatlah daripada kebajikan kita, lihat daripada kualitas pengetahuan kita, lihat daripada kualitas penguasaan diri kita, lihat daripada ketangguhan kita dalam menghadapi kesulitan, lihat daripada kualitas sifat-sifat kesalehanmu, berdoa untuk kita sungguh-sungguh devosi dengan Tuhan, mengutamakan kehendak Tuhan, dan lihat daripada kasih kita terhadap saudara-saudara kita, dan lihat kasih kepada saudara-saudara kita di dalam kasih Kristus. Disini baru kita pahami ternyata iman harus dikerjakan. Mula-mula iman ditanamkan oleh Allah Roh Kudus untuk kita bertobat kembali kepada Tuhan, tetapi ketika iman itu sudah nyata dalam keselamatan diri kita, bagaimana kita tahu iman yang menyelamatkan diri kita dalam Kristus sungguh-sungguh benar, Allah Roh Kudus akan bekerja, akan menyadarkan kita untuk mengejar semuanya ini menjadi satu bagian yang penting dalam kehidupan kita.

Orang menjadi rohani karena mata rohaninya dibukakan, namun apa faedah jika kita hidup saleh atau rohani? Ada dua faedah/keuntungan:

  1. Menjadi giat.

Di dalam bagian inilah rasul Petrus katakan kita akan dibuat giat. Jadi ternyata ada orang giat, ada orang semangat melayani Tuhan mungkinkah ada motivasi yang salah? Mungkin. Mungkinkah giat dan semangatnya karena situasional? Mungkin. mungkinkah semangat dan giatnya hanya karena ada aspek orang-orang tertentu yang ingin dideketi? Mungkin. Tetapi dalam bagian ini ketika kita mau sungguh-sungguh hidup saleh dan hidup rohani ternyata kita diberikan energi, kita senantiasa diberikan satu semangat untuk kita giat didalam ikut doa, kita giat didalam pemberitaan Injil, kita giat didalam mengikuti pelayanan, jadi giatnya kita bukan karena dipaksa orang lain, tetapi karena kita menyadari Kristus telah mati menebus diriku. Jadi kesalehan kita ternyata menjadi satu energi pendorong untuk kita punya lutut untuk berdoa, ternyata kesalehan kita mendorong kita untuk rajin membaca Alkitab. Di dalam bagian ini berarti giatnya kita adalah karena kesadaran rohani kita.

  1. Akan berhasil mengenal Kristus.

Saya tanya, kenapa kita harus mengenal Kristus? Paulus katakan: yang kukehendaki adalah mengenal Kristus dalam persekutuan-Nya dan didalam penderitaan-Nya. Tetapi ayat selanjutnya diatas jangan lupa Filipi dia katakan: Dahulu aku mengenal siapa aku, Aku warga kerajaan Roma, aku adalah kelompok daripada Sahedrin, semua dahulu yang kuanggap bangga sekarang dalam Kristus kuanggap sampah. Ini berarti menunjukan kepada kita bahwa kebanggaan Paulus menjadi warga kerajaan Roma pada saat itu adalah warga yang terhormat, yang tidak mungkin bisa dihukum, menjadi kelompok Sahedrin, masuk dalam mahkamah agama, disebut masuk kelompok orang suci, orang yang hebat, dan dia adalah orang yang punya akan kekayaan yang luar biasa, ternyata didalam Kristus dianggap sampah. Jadi didalam bagian ini ketika kita mengenal akan siapa Kristus itu penting sekali karena seberapa engkau mendalami nilai kasih Kristus, seberapa engkau memahami daripada nilai keadilan Kristus itu akan terlihat dalam seluruh refleksi hidupmu, jikalau engkau memahami keadilan Tuhan engkau tidak akan lagi bermain-main dengan dosa, jikalau engkau memahami kasih Kristus yang luar biasa akan mendorong engkau untuk membayar harga untuk bagaimana engkau rela berkorban dalam hidupmu untuk engkau dipakai Tuhan dengan luar biasa, dan didalam Efesus 1: 18 dikatakan: Jikalau kita sungguh-sungguh memiliki mata rohani yang baru didalam Kristus kita akan dibukakan satu pengenalan tentang pengharapan yang dinyatakan oleh panggilan Kristus atas hidup kita yang berlimpah-limpah.

Pertanyaan kita yang nanti kita akan dalami, bagaimana kita tahu kalau kita sungguh-sungguh sudah mengenal Kristus dengan benar? Banyak orang mengaku bergereja, banyak orang mengaku Kristen, tetapi Kristen dasar doktrinnya apa, pengakuan imannya apa, pengakuan iman penginjilannya apa, visi misi Gerejanya apa. Jadi ketika kita sudah mengaku mengenal Yesus Kristus bagaimana kita tahu? disinilah rasul Petrus ingin memberikan kepada jemaat yang di Asia Kecil, engkau tahu ada guru-guru palsu, ada nabi-nabi palsu, engkau tahu ada hamba-hamba Tuhan palsu, mereka semua juga mengaku punya Tuhan, mereka juga mengaku seolah-olah mendapatkan pengajaran daripada Alkitab tetapi lihatlah hidup mereka cemar. Kenapa mereka cemar? Mereka hidup kompromi dengan dunia, mereka kompromi dengan tawaran dunia. kenapa mereka kompromi? Karena mereka beranggapan Kristus tidak akan datang ke dunia untuk menghakimi dosa-dosa manusia. Jadi disitu kita perhatikan hati-hati, jikalau doktrin salah dapat menghasilkan sikap yang salah, doktrin yang benar akan menghasilkan buah yang benar. Di dalam bagian ini kenapa Reformed harus hadir di Cikarang ini? kita hadir untuk sungguh-sungguh menggenapkan visi-misi Tuhan, yaitu menegakkan teologia Reformed dengan semangat kembali ke Alkitab, menegakan semangat penginjilan untuk meluaskan kerajaan Allah merebut jiwa-jiwa yang berdosa untuk kembali kepada Tuhan. Itulah gairah kita untuk kita bergereja, itulah gairah kita untuk kita hidup sungguh-sungguh untuk Tuhan.

Di dalam bagaimana Petrus menilai seseorang kenal Kristus atau tidak? Lihatlah dari cara pandang orang itu, cara pandang menilai waktu, lihat cara pandang menilai kesempatan, lihat cara pandang pada saat dia mengalami kesulitan, lihat cara pandang tentang kenikmatan, lihat cara pandang tentang uang, lihat cara pandang tentang segala sesuatu. Disini berarti rasul Petrus ingin memberitahu kepada kita bahwa orang Kristen yang sungguh-sungguh mengenal Kristus maka cara pandang dia akan sama dengan Kristus, tidak mungkin bertentangan dengan Kristus.

Pertanyaan saya, mungkinkah karena cinta kita tersesat? Mungkin. Adakah contoh di Alkitab karena cinta jadi tersesat? Ada, yaitu Simson. Mungkinkah karena uang bisa tersesat? Mungkin, contohnya adalah Yudas. Maka di dalam kitab Wahyu dikatakan dalam pasal 13 akan keluar naga dari laut menimbulkan penderitaan yang kuat, dan tidak sedikit ada orang-orang pilihan yang hampir menghujat Tuhan, dan ada binatang yang keluar dari bumi menyerupai hamba Tuhan dan disitu juga akan menyesatkan. Disini kita belajar hati-hati, sampai sejauh mana mata rohanimu menguasai mata hati nuranimu, dan mata hati nurani berbicara untuk matamu secara fisik disitulah baru ketahuan kualitas akan seluruh hidupmu. Jadi jikalau matamu gelap, maka gelaplah seluruh hidupmu (kata Tuhan Yesus), tetapi jikalau matamu terang, maka teranglah seluruh tubuhmu. Itu berbicara apa? Berbicara bukan mata fisik, berbicara bukan mata hati nurani, tetapi berbicara tentang mata rohani yang baru untuk orang-orang yang sudah hidup baru dalam Kristus. Didalam bagian itulah lebih jauh kita harus melihat bagaimana didalam Alkitab dicatat ketika mata kita mengandung salib disitulah kita akan punya standar nilai kasih, ketika mata rohani kita dipenuhi dengan salib maka hidup kita akan mengerti bagaimana seharusnya kita memandang segala sesuatu dalam nilai kemuliaan Kristus. Contohnya adalah Matius 6: 22 – 23. Artinya dalam bagian ini mata adalah pelita tubuh. Jadi mata kita ketika menjadi seperti mata Kristus melihat orang banyak itu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Didalam konteks Matius 6: 22 – 23 kenapa ada orang terikat dengan harta? Dimana hartamu berada disitu hatimu. Ketika kita terikat dengan kerja kita, ketika kita terikat dengan hobi kita, ketika kita terikat dengan harta kita disitulah kita baru tahu mata kita terikat dengan segala sesuatu yang tidak mulia. Maka di dalam konteks itulah Yesus katakan hati-hati dengan harta. Disini bisa kita simpulkan kalau kita punya mata seperti Kristus yaitu mata yang punya belas kasihan, dan mata rohani kita yang membuat kita tidak mau terikat dengan segala sesuatu termasuk harta.

Contohnya Yohanes 9: 25, ada seorang yang buta sejak lahir, maka murid-murid bertanya kepada Yesus, kenapa orang ini buta? Apakah ini dosa dari orangtuanya? Dan tuhan Yesus berkata bukan, karena melalui kebutaannya supaya nama-Ku dipermuliakan. Singkat cerita Tuhan meludahkan air liur-Nya ke tanah, setelah itu dibuat seperti tepung, setelah itu dioleskan kemata daripada orang buta itu, setelah itu diminta kepada orang buta itu kamu pergi ke kolam Siloam, bilaskan matamu, dan ternyata dia melihat. Pertanyaan saya apa artinya Siloam? Siloam artinya yang diutus, diutus untuk melihat Tuhan. Jadi dalam bagian ini ketika kata Siloam dipakai oleh Tuhan Yesus itu artinya silahkan engkau pergi, buktikan ketaatanmu, buktikan kepercayaanmu dengan kata-kata-Ku pergi ke kolam Siloam. Pertanyaan saya bisakah Tuhan Yesus berkata hai engkau orang buta meleklah? Bisa. Kenapa Tuhan perlu meludah ke tanah dan ludahnya ditaruh dimata orang buta itu? Didalam bagian ini Tuhan ingin melihat ketaatan orang buta itu mendengarkan kata-kata Tuhan. lalu orang buta itu pergi, dan setelah dia bilaskan matanya, orang buta itu dapat melihat. Didalam bagian ini saya bertanya, apa sukacita orang buta itu? yang membuat orang buta itu bersukacita karena dia melihat Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Didalam bagian ini bisa kita simpulkan orang buta itu telah melihat dan menjadi percaya kepada Tuhan itulah kebahagiaan dia. Tapi bagaimana dengan orang-orang farisi? Orang farisi yang mengaku mengenal Tuhan justru mereka mengalami kebutaan. Jadi banyak orang disekitar kita seperti orang farisi, kelihatannya Kristen tetapi buta secara jalan dalam seluruh hidupnya, mengaku Kristen tetapi cara dia berbisnis, cara dia mengambil tindakan buta secara nilai Kristen, tidak pernah dikaitkan dengan kebenaran Tuhan, tidak pernah dikaitkan dengan nilai kemuliaan Tuhan. disini maka kita mau yang mana? Maunya kita sekarang kita punya mata yang baik, ditambah lagi hati nurani yang baik, ditambah lagi mata rohani yang baik. mata rohanimu baik jikalau imanmu terus ditambah-tambahkan dengan kebajikan, imanmu ditambah-tambahkan dengan pengetahuan, imanmu ditambah-tambahkan dengan penguasaan diri, imanmu ditambah-tambahkan dengan kesalehan.

Jadi apa yang menyebabkan seseorang mengalami kebutaan rohani dan picik? Dalam terjemahan yang lebih tepat kata picik itu adalah orang yang berpikir pendek, dia tidak pernah berpikir panjang untuk hidupnya, dia tidak pernah melihat ke masa depan, dia selalu berpikirnya praktis. Disini penyebabnya bisa kita simpulkan ada dua:

  1. Pertama, karena orang itu tidak saleh dan rohani dalam Yesus Kristus
  1. Kedua, karena imannya tidak bertumbuh dalam kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, philadelpia dan philadelpia yang bersifat agape.

 

Menjadi pertanyaan kita bagaimana supaya orang yang mengalami kebutaan rohani ini dicelikan matanya oleh Tuhan? orang itu harus berdoa supaya mata rohaninya itu dibukakan oleh Tuhan. adakah contoh di Alkitab dimana orang yang sungguh-sungguh akhirnya Tuhan pakai situasi keberadaannya akhirnya kembali kepada Tuhan? ada. yaitu di Hakim-Hakim 16: 28. Simson kelemahannya adalah di cinta, kekuatan dia dari Tuhan untuk menghajar bangsa Filistin yang menjajah daripada Israel, tetapi dia lupa anugerah kekuatan itu, Simson mendapatkan kekuatan tetapi mengalami kebutaan secara rohani, dia sangat suka dengan wanita-wanita yang cantik, singkat cerita SImson mendapatkan Delilah yang cantik dan rupawan. Lalu Delila berhasil mengetahui kelemahannya, lalu ditangkap, matanya dicungkil, dan dipermalukan dipenjara. Dan lihat dalam Hakim-Hakim 16: 28 dia ingin lagi dipermalukan , disuruh melawak. Dan setelah itu dia seperti memegang pilar yang besar, dia berkata: Tuhan ingatlah akan daku, beri aku kekuatan sekali ini saja, aku akan membalaskan dendamku kepada orang Filistin yang sudah membutakan mataku. Dan saat itu teriakannya dijawab oleh Tuhan. maka dua pilar itu ditarik oleh Simson, semuanya hancur dan akhirnya dia mati. ternyata dalam catatan Alkitab Simson lebih baik matanya buta, ketika matanya buta pasti orangtuanya sedih dan menangis, tetapi ketika dia tahu kekuatannya datang daripada Tuhan, dia teriak Tuhan ingatlah akan aku, beri aku Tuhan sekali ini saja, ternyata dia rela mati untuk membunuh orang Filistin. Berarti dia menggenapkan misi Tuhan. Disitulah kita melihat, mata kita melihat secara fisik, matahati nurani kita bisa tahu secara nilai etika umum mana yang baik dan mana yang jahat, tetapi itu tidak cukup, kita butuh mata rohani yang membuat kita saleh, yang membuat kita sungguh-sungguh berani menambahkan iman kita terus berlimpah-limpah, dengan bagian itulah kita semakin mengenal Kristus, dan mata kita tajam, dan kalau engkau mendapatkan anugerah Kristus langsung datang kepadamu untuk menyembuhkan mata rohanimu itu puji Tuhan. Disinilah kesempatan, setiap kita tidak mungkin lari daripada Tuhan, setiap kita tidak mungkin bisa menyembunyikan dosa kita, dan mari kita punya mata yang terang seperti Kristus adalah terang dunia, marilah kita mempunyai mata yang tajam seperti Kristus memiliki mata yang tajam, dan kita tidak mungkin salah mengerti kehendak Tuhan. Paulus katakan dalam Efesus 1: 18, dengan mata rohanimu engkau dibukakan, engkau mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam Kristus, engkau akan mengerti rahasia kekayaan, kemuliaan Tuhan dan akhirnya membuat kita tidak tertarik dengan tawaran-tawaran dunia karena kita tahu sudah kelimpahan kemuliaan Tuhan itu.

 

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami