Masuk Kerajaan Kristus Tuhan

Masuk Kerajaan Kristus Tuhan

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 1: 10 – 11; Matius 7: 13 – 14; Filipi 2: 12 – 13.

 

Apakah orang yang mengaku Kristen pasti masuk kerajaan Yesus Kristus? belum tentu. Apakah Alkitab pernah mencatat ada orang yang mau masuk surga akhirnya ditolak oleh penguasa surga? ada. Di dalam Matius 7, Lukas 13 Yesus dengan jelas berkata dalam Lukas 13 ada orang yang senantiasa mengetuk memaksa minta masuk kerajaan surga, tetapi pada saat itu Yesus berkata kepada orang itu: Aku tidak mengenal engkau. Disini kita lihat orang itu seolah-olah kenal Tuhan ingin masuk kerajaan surga, ternyata Tuhan tidak kenal walaupun dia punya pengalaman rohani ikut perjamuan kudus, ikut pengajaran tetapi Tuhan tidak mengenal orang itu. di dalam Matius 7 ada orang yang kelihatannya sangat rohani, jadi bukan saja dia mengaku sudah mengenal Tuhan, tetapi seolah-olah dia bisa hidup mendemonstrasikan kuasa nama Yesus, dan orang itu bisa berkata: Aku sudah mengusir setan demi nama-Mu, aku melakukan banyak nubuat demi nama-Mu, dan aku melakukan banyak mujizat demi nama-Mu, ternyata kembali Tuhan katakan: enyahlah engkau hai orang jahat, Aku tidak mengenal engkau.

Masalah yang pertama orang itu begitu yakin dia pasti masuk surga, ternyata dia tidak punya kunci itu, dia begitu yakin kalau dia mati akan disambut oleh Tuhan hai hambaku yang setia mari datanglah, justru Tuhan berkata: enyahlah engkau orang-orang jahat. Masalahnya dimana? Masalahnya adalah di dalam keimanan orang itu. mungkinkah Kekristenan dia hanya berdasarkan pengalaman, berdasarkan dari keluarga Kristen? Mungkin. mungkinkah Kekristenan dia ikut-ikutan? mungkin. Mungkinkah Kekristenannya karena terpaksa? Mungkin. Kekristenan berarti bukan dibangun berdasarkan budaya pengalaman, Kekristenan dibangun bukan hanya karena sekedar tahu apa yang disebut orang Kristen, siapa disebut Kristus, tetapi Kekristenan dibangun berdasarkan panggilan kita secara pribadi melalui pertobatan kita, melalui seluruh peristiwa kelahiran baru kita, dimana kita boleh sungguh-sunggu menyadari siapa Tuhan sebagai pribadi yang suci, sebagai pribadi yang kudus, sebagai pribadi penebus daripada diriku orang yang berdosa, diriku orang yang hina, diriku adalah orang yang sungguh-sungguh patut untuk dihukum, dan aku tahu seluruh pengampunan hanya ada didalam diri Yesus, dan hanya melalui darah Yesus aku bisa disucikan.

Pertemuan daripada pengenalan diri, pertemuan pengenalan akan pribadi siapa penebus, dan kita membuka hati untuk menerima Yesus, itulah yang disebut pintu kelahiran baru. Didalam bagian itulah baru kita sadar ternyata ada orang yang sudah diujung tanduk, dia seperti sudah mau masuk surga tetapi ditolak oleh penguasa surga. Dan ada lagi orang pada waktu hidup begitu yakin dengan moralitasnya, begitu yakin dengan kesalehannya yang begitu luar biasa, dan begitu yakin dengan kesuksesannya menjadi orang kaya, begitu yakin dengan seluruh hukum taurat yang sudah dilakukannya, maka orang itu mencoba bertemu dengan Tuhan Yesus menanyakan tentang hidup yang kekal, kembali lagi dia pikir dia akan dipuji oleh Tuhan, ternyata Tuhan bukan memuji, Tuhan menguji. Dia katakan kepada anak muda itu: silahkan jual seluruh hartamu, dan berikan itu kepada orang-orang miskin, dan ikutlah aku. Ternyata kata-kata itu menjadi suatu kunci yang menunjukan dia belum hidup sebagai warga kerajaan surga. Kenapa demikian? Karena Alkitab mencatat anak muda itu pulang dengan susah hati. Kenapa dia susah hati? Karena dia terikat dengan harta di dunia. Kenapa dia susah hati? Karena itulah kebanggaan dia. Kenapa dia susah hati? Karena dia merasa dia punya harta dan segala sesuatu seolah-olah dia punya jatidiri dan aktualisasi. Kalau itu semua aku jual bagaimana aku hidup, kalau semua itu aku berikan kepada orang miskin bagaimana aku bisa mendapatkan satu pujian dari orang lain. dari situ kita baru tahu bahwa orang itu saleh, orang itu kaya, orang itu sudah melakukan banyak taurat, dan sekarang ditantang oleh Tuhan untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama dia gagal. Dari situ kita baru tahu manusia bisa tertipu untuk dirinya sendiri, pada waktu detik-detik mau mati dia baru tahu tidak ada jaminan keselamatan untuk dirinya, tidak ada nilai kualitas dan kapasitas yang tepat untuk dia dikatakan memiliki iman yang menyelamatkan dalam dirinya.

Tetapi pertanyaan bagaimana kita tahu kalau kita sungguh-sungguh masuk surga? Bagaimana kita tahu kalau keselamatan kita itu sungguh-sungguh sejati? Maka dari itu hari ini kita akan belajar tanda orang yang sudah menerima keselamatan sejati dari Kristus.

 

Bagaimana kita tahu kalau keselamatan kita itu sejati?

  1. Rajin ikut Tuhan

Didalam 2 Pet 1:10-11 ini Petrus ingin mengajarkan kepada jemaat di tempat itu bagaimana pentingnya ditengah situasi berhadapan dengan guru-guru palsu, dengan para pengikut pengajaran palsu itu untuk memiliki kerajinan yang terus menerus. Menjadi pertanyaan kita, rajin didalam konten apa? Rajin berkaitan dengan panggilanmu, rajin dengan kegiatan engkau yang disebut umat pilihan Tuhan. Pertanyaan kita secara teologis kita dipilih dulu atau dipanggil dulu? Jawabannya kita dipilih dan baru kita dipanggil. Secara aktualisasi realita keselamatan kita, kita sadar dipanggil dulu atau setelah itu kita baru dipilih? Kita baru sadar setelah kita mendapatkan satu panggilan itu baru kita tahu kita adalah umat pilihan. Didalam bagian ini bukan berarti Petrus teologinya Armenian karena percaya keselamatan berdasarkan usaha manusia, bukan itu. Dia cuma memberitahu kepada kita bagaimana seharusnya nilai panggilan kita itu punya kualitas untuk memberitahu engkau sungguh-sungguh umat pilihan Tuhan. Didalam bagian inilah kita melihat rasul Petrus ingin mengingatkan kepada kita ketika kita rajin, rajinnya kearah Tuhan Yesus. Mungkinkah ada orang rajinya hanya untuk menyenangkan manusia? Mungkin. Tetapi apa bedanya kalau kita rajinnya dalam nilai tanggung jawab kita sebagai pekerja Kristen yang handal, rajinnya kita berkaitan hanya untuk menyenangkan manusia. Disini ketika kita rajin bekerja dalam nilai tanggung jawab kepada Tuhan, dan apa yang kita kerjakan itu menjadi satu buah kesaksian iman kita bahwa kita akan dipakai Tuhan untuk memuliakan Tuhan melalui hasil nilai kerja kita. Didalam konteks bagian ini bagaimana rasul Petrus mengajarkan kepada anak-anak Tuhan ditempat itu rajinmu harus punya standar, rajinmu punya bobot, rajinmu punya nilai kualifikasi, rajinmu punya nilai tujuan. Tujuannya apa? Untuk nilai tanggung jawabmu pada waktu engkau hidup karena semua akan diminta pertanggungjawabkan kepada Tuhan, maka rajinmu untuk menyatakan Tuhan dipermuliakan melalui seluruh hidupmu.

Oleh karena itulah Paulus katakan jangan engkau rajin pada waktu aku hadir, jangan engkau seolah-olah bersemangat pada waktu aku hadir, tetapi kerjakanlah selalu keselamatanmu pada waktu aku tidak hadir. Jadi disini kita baru sadar kualitas panggilan kita yang kita dipanggil menjadi penjala manusia, kualitas panggilan kita yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, meninggalkan semua lumpur dosa, panggilan kita untuk menjadi terang, meninggalkan seluruh kehidupan kita yang gelap itu harus kita buktikan dalam seluruh kerajinan kita yang baru bahwa kita orang Kristen yang punya kualitas perbedaan, berani tampil beda sebagai umat pilihan Tuhan, sebagai orang yang sudah disucikan, sebagai orang yang sudah dibenarkan. Didalam bagian itu engkau baru tahu bahwa engkau umat pilihan Tuhan. jadi bagaimana kita tahu kita umat pilihan Tuhan? karena kualitas hidupmu mengalami perubahan. Kenapa demikian? Karena engkau sudah dipanggil oleh Yesus Kristus yang adalah tuhan, yang akan memberikan engkau kuasa menjadi anak Allah, yang memberikan engkau kuasa perubahan, dan seluruh kualitas perubahanmu dalam cara pandangmu, cara sikapmu, dalam sikap engkau rajin untuk bekerja, engkau rajin untuk belajar, engkau rajin untuk memberikan yang terbaik melalui seluruh kehadiranmu, itulah yang membuktikan engkau umat pilihan Tuhan. maka dalam bagian ini setiap kita harus tunjukan kita adalah orang yang rajin.

Kenapa kita harus rajin? Roma 8: 29 – 30 mengingatkan kita, kita yang dipanggil oleh Tuhan, kita yang dipilih oleh Tuhan maka kita pasti akan diprogram hidup dalam kebenaran, karena orang beriman pasti hidup benar, orang benar pasti hidup dalam iman.

Maka sekarang, sebagai orang Kristen dalam hal apa saja kita harus rajin? yang pertama ini mengajarkan kepada kita waktu engkau rajin dalam kehendak Tuhan, untuk menunjukan engkaulah warga kerajaan surga yang akan masuk surga. Kehendak Tuhan yang pertama adalah yang sudah tertulis dalam Alkitab, jadi seluruh yang tertulis dalam bagian Alkitab ini didalam kitab Bilangan dan Ulangan semua itu tertera kenapa Musa harus berlama-lama di gunung Sinai? Salah satunya Tuhan memberikan kehendak-Nya supaya umat Tuhan punya ketertiban hidup, punya prinsip-prinsip yang mengarahkan bagaimana seharusnya mereka hidup. Didalam kitab Bilangan dan Ulangan kita akan melihat itu semua kembali. Jadi dalam bagian inilah kehendak Tuhan yang sudah dinyatakan ada dalam Alkitab, kehendak Tuhan yang tidak dinyatakan harus kita genapi secara pribadi. Kehendak Tuhan yang paling mulia adalah Penginjilan, berarti kehendak kita bertemu dengan kehendak Tuhan yang mulia dalam waktu yang kairos itu pada waktu kita melakukan Penginjilan. Disini saya tanya, mungkinkah anak Tuhan gagal dalam mengerti kehendak Tuhan dan berjalan dalam kehendak Tuhan? Mungkin. Kehendak Tuhan tidak pernah bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran Tuhan, kehendak Tuhan bukan nilainya adalah kepuasanmu, kehendak Tuhan adalah nilainya damai, engkau menggenapkan waktu      kekal Tuhan yang disebut namanya kairos Tuhan. didalam Matius 7: 13 – 14 kehendak Tuhan berkaitan dengan hidup kita yang jalannya sempit, hidup kita yang bukan jalannya luas, semua gampang? tidak, apa artinya disini? Artinya pada waktu engkau mau mengerti kehendak Tuhan harus engkau berjalan dalam pergumulan, harus engkau berjalan dalam sesuatu yang serius. Tidak mudah mengerti kehendak Tuhan karena kita sudah punya standar pilihan sesuatu yang benar, tidak boleh melanggar firman Tuhan, yang kau ambil harus punya satu nilai kemuliaan bagi Tuhan. jadi pada waktu kita mengerti standar Tuhan, pada waktu kita mengerti kualifikasi Tuhan, pada waktu kita mengerti kemuliaan Tuhan semua seperti jalannya sempit. Tetapi pada waktu kita tidak mengerti standar Tuhan, nilai kualifikasi Tuhan, nilai kemuliaan Tuhan semua terasa gampang, kenapa semua gampang? Karena kebebasan kita tidak terikat dengan kebenaran Tuhan, tetapi ketika pada waktu kita sudah menjadi anak Tuhan, kita dipilih oleh Tuhan kebebasan kita terikat dengan kehendak Tuhan, saat itulah kita tidak boleh sembarangan hidup, saat itu kita tidak boleh sembarangan mau bebas.

Yang kedua rajinmu harus berjalan dalam kebenaran Tuhan, itu menunjukan bahwa kita warga kerajaan Kristus Tuhan kita. gambar yang saya ambil menunjukan bahwa firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita, firman Tuhan adalah terang untuk memimpin setiap langkah kita, ini menjelaskan kepada kita orang yang mencintai kebenaran dia akan senantiasa berjalan dalam kebenaran, kebenaran yang dia jalankan berasal daripada firman, berarti dari apa yang sudah kita baca. Jadi bagaimana engkau tahu kalau itu jalan kebenaran kalau engkau tidak pernah baca Alkitab? Bacalah Alkitab, saat itu engkau akan mengerti bagaimana seharusnya engkau menjadi anak Tuhan. jadi hidup kita tidak hanya bisa mengandalkan pikiran kita, hidup kita tidak bisa mengandalkan hanya dari pengalaman kita, hidup kita tidak bisa hanya mengandalkan apa fenomena alam yang kita lihat, hidup kita membutuhkan firman, pelita dalam seluruh kehidupan kita yang memimpin akan jalan kita.

Yang ketiga rajin dalam pengkabaran Injil. Apa kelemahan Matius 7? Apa kelemahan daripada Lukas 13? Orang itu punya pengalaman rohani, punya fenomenal rohani, tetapi dia tidak punya buah rohani yang sejati yaitu Penginjilan. Penginjilan tidak bisa ditiru oleh setan, engkau mengikuti pengajaran atau PA bisa ditiru oleh setan, engkau ikut perjamuan kudus bisa ditiru oleh setan, engkau bisa bernubuat

mengusir setan itu juga bisa ditiru oleh setan, tetapi kalau engkau menangisi jiwa-jiwa yang terhilang seperti Yesus menangisi Yerusalem, Yesus menangisi dari peristiwa Lazarus dibangkitkan karena orang-orang tidak percaya akan kuasa Dia, dan didalam Ibrani dicatat Yesus menangis sebelum Dia mati dikayu salib, kenapa? karena Dia menangis untuk orang-orang yang akan ditebusnya. Air mata Yesus adalah air mata untuk merindukan orang-orang bertobat kembali kepada Tuhan. kita harus rajin, rajinnya langkah kaki kita bukan untuk mencari kepuasan diri, tetapi untuk kita mengabarkan Injil. Kenapa ini penting? Karena inilah yang akan membuktikan kita bahwa kita adalah warga kerajaan surga. didalam bagian inilah kita harus tahu jikalau kita pengikut Kristus pasti engkau akan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan totalitas hidupmu, dan engkau akan mengasihi manusia seperti dirimu, dan engkau akan mengasihi dunia dalam kesesatannya untuk kembali kepada Tuhan, engkau akan mengasihi dunia dalam keterperosokannya untuk boleh kembali kepada Tuhan. didalam konteks inilah rasul Petrus menginginkan jemaat pada saat itu untuk aspek more dilegent itu, rajin untuk mengerti kehendak Tuhan, rajin untuk berjalan dalam kebenaran Tuhan, rajin untuk mengabarkan siapa Yesus, jangan seperti guru-guru sesat yang hidup dalam kecemaran, hidup hanya untuk diri, hidup hanya untuk kepuasan diri.

 

  1. Melakukan Perbuatan Baik

Didalam ayat 10 rasul Petrus katakan lakukanlah perbuatan baik ini. Apa yang engkau tahu mengenai Firman Tuhan dengan kelakuan hidupmu itu selaras, apa yang engkau rindukan engkau hidup dalam surga, surga itu berbicara damai, kebenaran, sukacita lakukanlah dalam hidupmu dimana hidupmu harus punya nilai kualitas. Disinilah maka kacamata Petrus sangat tajam, anak Tuhan yang sejati tidak akan mungkin ada kesenjangan dari apa yang dia tahu dengan realita hidupnya, Tuhan tidak mungkin ditipu, manusia bisa ditipu. Jadi ketika engkau hidup buktikan nilai panggilan dan pilihanmu didalam Tuhan, disitulah baru tahu siapa kita. didalam bagian ini ketika kita menjadi anak Tuhan, kita dikasih standar kebenaran, karakteristik kebenaran, kita dikasih tujuan nilai kebenaran kita untuk memuliakan Tuhan, hidup ini untuk punya kualitas itu lebih mudah. Jadi dalam bagian itu kita tahu bagaimana kita tahu bahwa keselamatan kita itu sejati untuk menjadi satu jaminan kita akan pasti masuk surga, dan kita tidak mungkin lagi jatuh didalam dosa yang membuat kita seolah bukan anak Tuhan, buktikan realita hidupmu adalah orang-orang benar, buktikan realita hidupmu engkau selalu punya kualitas. Maka dalam keadaan engkau bahagia, dalam keadaan engkau senang nyatakanlah puji Tuhan dan jangan sombong, dalam keadaan dimana hidupmu mengalami kesulitan carilah kehendak Tuhan, dalam sesuatu yang kelihatannya silent, tenang, nyaman itu kesempatan untuk engkau bisa menikmati Tuhan, menyembah Tuhan, beribadah kepada Tuhan, dan akhirnya seluruh hidupmu dalam momentum apapun juga nyatakanlah semua untuk berterima kasih kepada Tuhan. Didalam bagian itulah inilah panggilan kita, inilah satu kualifikasi untuk menunjukan siapa kita yang akan sungguh-sungguh kalau kita mati kita pasti masuk surga, yaitu pada waktu kita hidup akhrinya terbukti kita punya kerajinan, dan kerajinan kita punya nilai standar, punya nilai karakteristik, punya nilai tujuan dan disitulah kita mau kejar itu semua.

 

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami