Kuasa Perubahan

Kuasa Perubahan

Categories:

Bacaan alkitab: Roma 1:16, 3:9-20 dan Efesus 2:1-10

 

Pendahuluan

Setiap manusia masuk dalam perubahan. Tidak ada yang bisa melawan perubahan fisik kita di dalam waktu. Tidak ada yang bisa melawan perubahan fisiologis yang memengaruhi kenyamanan dan ketentraman kita. Tidak ada yang bisa melawan Tuhan ketika ia membuat kita semakin tua dan lemah dalam proses waktu. Perubahan apa yang paling sulit dilakukan dari manusia dan sebaliknya? Perubahan lahiriah itu sangat mudah namun perubahan karakter itu sangat sulit. Karakter manusia tidak bisa diubah hanya dalam waktu 3 tahun. Selama 3,5 tahun Tuhan Yesus mendidik para murid dan itu tidak menjadi jaminan bahwa mereka semua siap untuk mati bagi Kristus. Mereka dididik selama 24 jam sehari. Jadi transfer ilmu itu bukanlah hal yang cukup untuk membuat kita sukses. Sekolah yang tersulit adalah sekolah perubahan hidup dimana ketaatan kita diuji dan karakter kita yang baik dimunculkan. Sekolah pengetahuan itu mudah namun sekolah perubahan hidup yang anggun itulah sekolah yang paling agung dan paling indah. Teologi yang kita miliki tidak boleh hanya sebatas pengetahuan atau kepuasan berpikir. Kita harus menjalankan teologi hidup yang mengubah kehidupan kita. Mengapa manusia mengalami perubahan yang radikal akibat dosa? Setelah Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa, ada suatu perubahan radikal yang terjadi. Manusia diusir oleh Tuhan dari taman Eden. Manusia tidak lagi berada dalam kesucian Tuhan dan ia akan mati dalam waktu. Manusia harus berusaha tinggal di alam yang melawannya agar tetap hidup. Wanita harus mengalami penderitaan saat melahirkan. Sakit itu muncul karena dosa. Perubahan radikal itu terjadi karena dosa. Tokoh-tokoh Puritan termasuk John Owen mengingatkan kita bahwa akan indwelling sin. Itulah masalah terbesar manusia. Bagaimana supaya manusia mengalami perubahan (transformasi) yang sejati? Manusia harus kembali kepada Kristus. Dari mana sumber kuasa transformasi manusia? Dari pengenalan akan Kristus. Mengapa ada perubahan manusia yang sesaat saja? Ada orang-orang yang nampak berubah total setelah kondisinya berubah. Ini merupakan perubahan yang hanya ditentukan oleh kondisi. Di sini hanya terjadi perubahan luar dan bukan dalam.

 

Pembahasan

Perubahan apa yang paling disukai manusia? Perubahan secara Lahiriah (cantik-tampan, menarik, kaya, dan lainnya). Ada banyak anak muda sekarang meminta untuk mendapatkan operasi plastik agar menjadi lebih cantik. Banyak wanita sangat memerhatikan penampilan sampai berani membayar harga yang mahal. Mereka bahkan rela untuk membeli smartphone yang sangat mahal demi mendapatkan hasil foto yang bagus. Merupakan hal yang wajar jika wanita memerhatikan penampilan dan perubahan secara lahiriah. Wanita suka dipuji karena hal lahiriah. Laki-laki suka dipuji karena hasil pekerjaannya. Manusia menyukai perubahan yang bersifat lahiriah seperti menjadi kaya dan terkenal. Semua ini bisa diberikan oleh Setan. Ada orang-orang yang menjadi kaya karena Setan (Wahyu 18:3). Kesuksesan bisa datang dari Setan dan ini akan mendapatkan penghakiman dari Tuhan. Di sini kita mengerti mengapa 1 Yohanes 2:15-17 mengingatkan kita untuk tidak mengasihi dunia dan segala isinya yaitu keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup, dan lainnya. Jikalau ada orang yang mengaku Kristen tetapi mengasihi dunia dan segala keinginannya, maka sebenarnya Tuhan tidak ada dalam diri orang itu. Orang itu akan berlalu namun mereka yang melakukan kehendak Allah akan hidup sampai selama-lamanya.

Di sini kita harus waspada jika masih ada hal-hal duniawi yang kita sukai dan kita masih menikmati itu. Jika Tuhan memberikan kepada kita kecantikan atau ketampanan serta kekayaan di dalam kedaulatan-Nya, maka kita harus melihat itu sebagai anugerah. Segala keinginan kita harus disucikan. Kita harus berhati-hati dengan kata ‘suka’ ketika akan menikah. Alkitab memberikan terminologi kasih dan bukan suka. Suka itu berkait dengan kepuasan. Jika kita menikah karena memikirkan kepuasan seksual atau kepuasan relasi karena pasangan kita adalah orang terkenal atau kaya, maka itu adalah kesalahan. Jika muatan yang kita bawa adalah kasih, maka isinya adalah pengenalan akan Tuhan, karakter mau berkorban, dan kesiapan untuk memberikan yang terbaik bagi pasangan. Setiap kita harus berhati-hati agar jangan terjebak dalam keinginan yang tidak suci yang bisa membawa kita kepada maut. Perubahan lahiriah adalah perubahan yang sementara dan bisa membuat manusia semakin jahat atau frustrasi dengan hidupnya sendiri. Manusia bisa menghalalkan banyak cara demi mencapai perubahan lahiriah. Banyak orang sudah berani melakukan dosa demi mendapatkan perubahan lahiriah. Mungkin itu bisa mengagetkan pelaku dosa itu sendiri. Kita akan mengenal diri kita lebih dalam ketika menghadapi kesulitan-kesulitan hidup dan ketika Tuhan mengambil hal-hal yang kita suka. Di sana kita akan diuji apakah kita masih tetap mengasihi Tuhan atau tidak.

Ada perubahan yang tidak mungkin terjadi melalui upaya manusia. Sejarah menyatakan bahwa manusia mencoba untuk mengubah dunia melalui paham-paham tertentu dan cara-cara tertentu namun yang terjadi adalah manusia semakin lama semakin jahat adanya. Banyak orang yang mengaku Kristen tetapi hanya mencari khotbah-khotbah yang memuaskan telinga mereka dan bukan memberikan kebenaran. Manusia berani menyingkirkan Tuhan dan menggantikan Tuhan dengan kesenangan. Dunia sedang memasuki era industri 4.0. Jadi masa ini adalah masa industri digital. Banyak hal pada saat ini bisa dikendalikan secara digital dari jarak yang sangat jauh. Komunikasi masa kini sudah bisa dilakukan dengan sangat cepat dari jarak yang sangat jauh. Mungkin peperangan akan dilakukan secara digital juga. Inilah revolusi industri 4.0. Siapkah gereja menghadapi perubahan ini? Siapkah kita semua akan hal ini? Manusia tidak mungkin bisa mengubah kerusakan total manusia akibat dosa (Roma 3:9-20, 23). Kita tidak lebih baik daripada orang-orang Yahudi atau orang manapun. Semua dari kita sudah berdosa dan menyeleweng. Tidak ada dari kita yang sungguh-sungguh baik dan berakal budi. Kita semua sudah menyakiti hati Tuhan. kita semua sudah rusak total. Baik pikiran, emosi, kehendak, dan sikap kita, semuanya sudah rusak. Kita bukan hanya sedikit rusak. Pikiran kita pun sudah rusak. Roma 12:2 jelas menyatakan bahwa kita harus mengalami pembaruan budi. Bahasa Yunani dari akal budi adalah nous. Akal budi kita harus disucikan dan dimurnikan oleh Tuhan. Pikiran kita tidak bisa mengubah diri kita tanpa Firman karena pikiran pun sudah berdosa. Kerusakan total manusia tidak bisa diperbaiki oleh manusia itu sendiri.

Di sinilah kita mengerti bahwa ada sikap yang salah dari manusia ketika mau berubah atau mengubah. Manusia mau memakai kekuatan dari luar ketika mau mengubah manusia yang memiliki pikiran, emosi, kehendak, dan tindakan. Ini adalah hal yang tidak mungkin. Pendekatan agama tidak bisa mengubah manusia. Kekristenan bukanlah agama karena datangnya dari surga yaitu dari atas, kekekalan ke dalam dunia yang sementara dimana kita mendapatkan anugerah keselamatan dari Kristus. Kita mendapatkan kuasa kekekalan untuk bisa hidup bersama dengan Kristus. Agama dibangun dari bawah ke atas namun kekristenan datang dari atas ke bawah. Agama-agama didirikan oleh orang-orang yang berdosa pula, namun Allah yang sejati memberikan kekristenan kepada kita. Allah yang mulia dan kekal datang mengunjungi kita di dalam dunia yang sementara ini dan mencari kita yang berdosa supaya kita diselamatkan. Saat kita menerima Kristus, kita disebut sebagai Kristen. Ini berarti Kristus ada di dalam hati kita. Jadi manusia tidak bisa diubah hanya dengan memasukkannya ke dalam tempat keagamaan. Ia bisa berubah dari luar, namun bagian dalamnya bisa tetap menyimpan monster. Kita harus sekali-sekali mencoba untuk melepas anak kita untuk mengujinya. Di sana sifat aslinya akan terlihat karena ia tidak mengalami batasan-batasan yang biasa diberikan di rumah. Orang tua tetap memerhatikan dan mengawasi agar anak-anak tetap terjaga, namun di sana orang tua akan mengetahui apa yang anak-anaknya mungkin lakukan. Pendekatan agama tidak mengubah manusia. Pendekatan psikologi lewat terapi-terapi pun tidak menjamin perubahan manusia. Menurut penelitian, kita semua memiliki bakat untuk sakit jiwa. Masing-masing orang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda. Ada orang-orang yang tergila-gila pada klub sepak bola tertentu atau artis tertentu sampai berani membayar harga yang mahal demi menonton mereka. Keinginan-keinginan ini hanya bisa disucikan oleh Kristus. Anak-anak harus diajarkan tentang Kristus agar mereka hidup takut akan Tuhan. Hal ini akan menjaga psikologi mereka. Kita bisa mengukur kerohanian dan karakter seseorang dengan cara-cara tertentu, namun pendekatan psikologi tidak akan bisa mengubah manusia.

Ada orang-orang yang mencoba untuk mengubah manusia dengan pendekatan sosiologi. Ini boleh saja diterapkan, namun ini bukanlah yang utama. Ada banyak tokoh politik yang mau memakai cara sosiologi untuk memengaruhi masyarakat secara negatif. Kita harus waspada terhadap hal ini. Ada pula yang ingin mengubah manusia secara biologi. Ada kampung tertentu yang terus menerus diberikan makanan dengan harapan mereka akan berubah menjadi orang-orang yang baik namun ternyata itu tidak berhasil. Di kampung itu, anak-anak sekolah pun membawa senjata karena mereka terus menerus menghadapi peperangan. Di sana lelaki dewasa diharapkan sudah pernah membunuh musuh mereka. Kita pernah mencoba untuk mendamaikan mereka agar tidak ada lagi darah yang ditumpahkan. Jadi di Indonesia masih ada suku-suku yang barbar. Pendekatan biologi ini tidak mengubah mereka. Pendekatan yang terakhir adalah ekologi. Di sini manusia mencoba memakai alam untuk mengubah manusia. Ada yang memakai alam untuk bisa melakukan meditasi dengan harapan itu bisa mengubah mereka, namun ternyata ini pun tidak menjamin apa-apa. Ini hanya bisa menghasilkan perubahan di luar, namun tidak memberikan perubahan yang sejati.

Bagaimana manusia bisa mengalami perubahan yang sejati? Paulus menyatakan bahwa dirinya tidak malu akan berita Injil. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia. Ini adalah the power of God. Ini menyatakan bahwa masalah terbesar manusia adalah total depravity. Kehancuran manusia yang paling inti terjadi ketika manusia tidak lagi ada relasi dengan Tuhan, tidak mendengarkan Firman, dan tidak memiliki keinginan yang selaras dengan Allah. Tidak ada kuasa perubahan yang bisa mengubah manusia dari luar ke dalam. Hanya kuasa Injil yang bisa mengubah manusia dari dalam ke luar. Banyak manusia telah mengalami perubahan yang radikal karena bertemu dengan Tuhan. Kelahiran baru itu memberikan perubahan yang sejati. Jika kita tidak pernah mengalami perubahan yang radikal ini maka kita tidak akan bisa mengalami perubahan yang progresif. Perubahan progresif dimulai dari perubahan radikal. Perubahan radikal itu harus dikerjakan dari atas ke bawah. Firman, Kristus, dan Roh Kudus-lah yang mengerjakan perubahan ini. Perubahan status itu berkaitan dengan perubahan kita dari orang berdosa menjadi orang yang suci. Surat Efesus menyatakan bahwa kita dahulu adalah orang yang berdosa namun sekarang kita telah dibangkitkan di dalam Yesus Kristus. Dulu kita mati rohani namun sekarang Tuhan telah memberikan hidup. Dahulu kita lemah dalam hal keinginan namun sekarang Tuhan telah menjadikan kita kuat. Roh itu penurut tetapi daging itu lemah. Roma 5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Ketika kita masih merupakan seteru Tuhan, kita diperdamaikan. Perubahan status inilah yang disebut perubahan radikal. Agama, psikologi, sosiologi, biologi, dan ekologi tidak bisa mengerjakan perubahan ini. Hanya Allah maha kuasa-lah yang mampu mengerjakan ini di dalam Kristus. Sudahkah kita mengalami perubahan radikal ini? Setan bisa menuduh kita sebagai orang-orang berdosa dan terus menerus mengingatkan kita akan dosa-dosa lama kita, namun di dalam Yesus Kristus kita sudah sungguh-sungguh yakin dan pasti bahwa kita adalah anak-anak Allah. Bukan orang tua atau teman-teman kita yang menyatakan bahwa kita adalah pengikut Tuhan tetapi karena dari dalam hati kita sudah sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.

Perubahan radikal ini akan diikuti dengan perubahan paradigma (Tuhan, diri, dan dunia). Kita akan memandang Tuhan dengan berbeda. Kita akan melihat diri secara berbeda. Kita juga akan menilai dunia secara berbeda seperti 1 Yohanes 2:15-17 berkenaan dengan keinginan mata, keinginan dunia, dan keangkuhan hidup. Banyak orang mengaku Kristen namun paradigmanya tentang dunia masih bersifat duniawi. Pertobatan orang-orang ini perlu dipertanyakan. Ini tidak sesuai dengan Alkitab. Mungkin orang itu mengalami kekristenan tanpa Kristus. Orang seperti itu bisa mengaku Kristen tetapi tidak berubah sama sekali. Kuasa perubahan Kristus itu tidak akan nyata dalam dirinya. Mungkin ia berubah hanya karena orang lain dan ini hanya menghasilkan perubahan di luar. Pertobatan yang sejati itu menghasilkan perubahan cara pandang dan semuanya diarahkan kepada Tuhan. kedua, ada perubahan sikap dan kebiasaan (Tuhan, diri, dan dunia). Dulu kita menyukai dosa, namun setelah di dalam Tuhan kita membenci dosa. Dari suka menjadi benci karena ada Roh Kudus yang bekerja di dalam hati kita dan kita bergaul dengan Tuhan. 2 Timotius 3:16 menyatakan bahwa Firman itu mengajarkan kita, menyatakan kesalahan kita, memperbaiki kita, dan mendidik kita dalam kebenaran. Ketika kita sudah diubahkan oleh Firman, kita akan menjadi pekerja-pekerja Tuhan yang luar biasa. Inilah mengapa kita harus mengutamakan Tuhan dan perubahan diri sesuai dengan karakter Kristus. Kita tidak boleh lagi mengutamakan diri dan tidak boleh lagi melihat dunia ini sebagai rumah kita. Rumah kita berada di surga. Kenikmatan dunia bukanlah kenikmatan yang sejati karena yang sejati hanya datang dari Tuhan. Kita mengalami perubahan dalam kebiasaan ketika kita menerima Tuhan.

Mungkinkah orang Kristen tidak mengalami perubahan ini sampai mati? Tidak mungkin. Penjahat di sebelah Yesus dari mencaci maki Yesus, setelah percaya kepada Yesus, ia berubah dan menginjili kawannya yang juga sedang disalib. Inilah kuasa Injil. Perubahan itu terjadi ketika kita bergaul dengan Tuhan setiap hari melalui Firman-Nya. Terkadang ada orang yang bekerja namun menuhankan bosnya, uang, dan kariernya. Ini merupakan dosa. Dalam teologi Reformed, kita harus memuliakan Tuhan dalam segala hal. Tidak ada pemisahan dalam kategori sekuler dan sakral. Semua waktu adalah milik Tuhan. Kita adalah agen-agen Tuhan dimanapun kita berada. Yefta adalah preman dan anak dari seorang pelacur, namun Tuhan mengubahnya. Firman Tuhan harus kita lihat sebagai subjek dan bukan objek. Kita adalah pelaku-pelaku Firman. Sikap dan kebiasaan kita akan diubahkan oleh Tuhan sedikit demi sedikit. Banyak daerah-daerah Kristen susah diubah karena mereka mengalami kekristenan tanpa Kristus. Mereka hanya membanggakan status namun tidak membaca Firman setiap hari. Secara eskatologi, setiap kita akan mengalami perubahan dalam kemuliaan. Tubuh kita yang hina akan digantikan dengan tubuh kemuliaan yang tidak akan bisa sakit. Itulah tubuh kebangkitan Yesus. Kita tidak perlu minder karena tidak memiliki paras yang tampan atau cantik karena Tuhan akan memberikan yang jauh lebih baik daripada itu.

Contoh kuasa perubahan yang ajaib (melalui pengenalan akan Kristus, mengenal diri, dan mengenal standar hidup) adalah perubahan dari perempuan Samaria (Yohanes 4:1-34). Mengapa Tuhan pergi ke sumur jam 12 siang? Perempuan itu bukan perempuan baik-baik jika pergi ke sumur pada jam demikian. Biasanya orang-orang di sana mulai bekerja pada jam 3 pagi. Perempuan itu tidak mau bertemu dan menjadi pembicaraan para wanita di sana. Ia pernah tidur dengan suami-suami orang lain dan ia tidak mau bertemu dengan istri-istri mereka. Ketika ia ke sumur jam 12 siang, ini menjadi kesempatan bagi Tuhan Yesus untuk menginjilinya. Di sana Yesus menggunakan metafora air. Tuhan Yesus menjanjikan air yang mengalir sampai kekal dan kemudian menyatakan tentang kelima suaminya. Perempuan itu kemudian berpikir bahwa Yesus adalah nabi dan kemudian menceritakan kepada semua orang di tempat itu. Sebelumnya ia memutuskan hubungan sosial, namun ia berubah dan memanggil orang-orang untuk mencari Yesus. Pengenalan akan Tuhan akan membuat kita mengenal diri dengan jelas dan membuat kita mengenal standar hidup yang jelas. Kuasa dosa hanya bisa dihancurkan ketika kita mengenal Kristus. Sumber perubahan yang paling ajaib adalah dari pengenalan akan Tuhan yang kita percayai dalam hati dan yang kita hidupi (lihat 2 Timotius 3:16-17). Firman itu mengubah kita secara total. Saat Yesus akan mengutus para murid, ia berkata: tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8). Ini adalah perintah yang agung dan mereka yang sudah diselamatkan tidak mungkin melewatkan perintah ini. Kita akan digelisahkan ketika kita belum memberitakan Yesus dimanapun kita berada. Inilah anugerah Tuhan bagi kita.

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – LS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami