Kuasa Kebangkitan Yesus Kristus

Kuasa Kebangkitan Yesus Kristus

Categories:

Bacaan alkitab: Yohanes 20: 1 – 8.

 

Mengapa Petrus dan Yohanes pulang tidak membawa satu kabar sukacita bahwa Kristus sudah bangkit? Banyak penafsir mengatakan yang percaya dengan penuh tentang kebangkitan Kristus itu hanya Yohanes. Bagaimana dengan Petrus? Disini kita bisa melihat jikalau Yohanes percaya ada kebangkitan, ternyata Petrus dalam Lukas 24: 12 dia bertanya melalui daripada nilai hatinya: apa yang kiranya telah terjadi? di dalam bagian itulah kita melihat bahwa dua murid Tuhan ini mewakili daripada murid-murid yang lain, juga mewakili seluruh umat pada saat itu. Dan kita melihat cerita itu diawali bagaimana Maria Magdalena, bagaimana Yohana, bagaimana Maria ibu Yakobus, mereka pagi-pagi benar, sekitar jam 02.30 atau jam 03.00 mereka sudah keluar membawa rempah-rempah ingin menaruhnya dibagian tubuh Yesus, tetapi pada saat itulah mereka akhirnya melihat bahwa batu itu sudah terguling. Dan kita tahu Maria yang pertama lari, setelah itu diberitahu kepada murid-murid, dan murid-murid beranggapan omong kosong, itu dicatat dalam Lukas 14. Aku tidak percaya bahwa Yesus itu terhilang. Dan dua murid yang sungguh-sungguh lari yang pertama adalah Petrus, dan yang kedua yang lebih muda adalah Yohanes, tetapi Yohanes sampai duluan dikubur Yesus, tetapi Yohanes tidak berani masuk, dia hanya melihat daripada jendela kubur itu, setelah itu Petrus masuk, baru dia tahu semua sudah tidak seperti yang dia bayangkan bahwa tubuh Yesus sudah tidak ada disitu. Tetapi apa dalam benak hatinya yang terdalam? Dalam benak hatinya adalah apa yang kiranya telah terjadi. dan disini mungkin kita melihat kubur itu kosong. dan mungkinkah Petrus berbicara bahwa tubuh Yesus sudah dicuri? Mungkinkah Petrus juga berkata siapa yang mencuri?

Di dalam bagian ini kita tahu pada zaman itu semua tergoncang para ahli agama oleh karena kehadiran Tuhan, dan kita tahu pemimpin-pemimpin agama pada saat itu semua menginginkan Yesus mati. pertanyaan kita kenapa pemimpin agama menginginkan Yesus mati? karena Yesus dianggap saingan yang menggoncangkan pendapatan mereka, Yesus dianggap memberikan pengajaran yang membuat mereka tidak laku untuk mereka mengajar dan didengar. Di dalam bagian itulah kita baru tahu jikalau pemimpin agama tidak mengerti daripada satu nilai keagamaan yang benar, seluruh sikapnya, seluruh hidupnya bisa salah ketika dia tidak mengerti rancangan Tuhan yang baru. Disinilah kita melihat bagaimana Petrus mungkin curiga. mungkinkah alim ulama pada saat itu, mungkinkah pemimpin-pemimpin agama pada saat itu mencuri daripada tubuh Yesus? dan yang kedua mungkinkah Yesus mati surikah? Dan dimanakah Yesus sekarang? Bagian yang kedua inilah alibi, inilah pendapat kamu islam yang mengatakan Yesus tidak bangkit, Yesus hanya mati suri pada saat itu. Tetapi pertanyaan kita di dalam tubuh Yesus banyak catatan bahwa tubuh Dia terluka begitu parah, lambungnya sudah ditusuk menembus daripada bagian organ tubuh-Nya, dan darah yang Dia curahkan dari kepala, darah yang dicurahkan dari tangan, darah yang dicurahkan daripada kaki semuanya sudah membuang daripada seluruh kekuatan manusia hidup hampir kira-kira 70 persen darah daripada tubuh Yesus berjam-jam semua dicurahkan. Mungkinkah manusia yang sudah lambungnya itu ditusuk, dan mungkinkah saraf daripada kaki tangan-Nya yang sudah terpaku, mungkinkah daripada bagian belakang tubuh-Nya yang sudah dicambuki Dia bisa hidup?

Disinilah kita bisa melihat bahwa manusia pada saat itu yang tidak melihat peristiwa itu dengan iman mereka bisa menimbulkan banyak pertanyaan mungkinkah Yesus itu dicuri? Mungkinkah Yesus itu mati suri? Dan pertanyaan kita kenapa hanya Yohanes yang percaya? Yohanes adalah rasul yang paling muda, Yohanes adalah rasul yang kehidupannya lebih baik daripada rasul yang lain karena dia dari keluarga yang kaya, tetapi orang yang kecil, orang yang masih muda justru orang yang memiliki keberanian yang luar biasa. pertanyaan saya siapa yang sampai mati mendampingi Maria di kayu salib? Yaitu rasul Yohanes. Kenapa Yohanes yang muda, kenapa Yohanes yang kelihatan mukannya lugu justru dia yang berani untuk mendampingi daripada Maria sampai melihat Yesus mati, sampai kita ingat ketika Yesus berkata Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Setelah itu Yesus berkata hari ini juga engkau akan bersama dengan Aku di Firdaus, untuk penjahat yang disebelah-Nya. Setelah itu Dia berkata ibu inilah Anakmu, Yohanes inilah ibu-Mu. Dan dari kalimat itu kita tahu bahwa yang sungguh-sungguh hadir pada saat itu hanya satu pribadi rasul yaitu Yohanes. Dan di dalam peristiwa itulah kita jangan suka menganggap remeh orang yang paling kecil, jangan suka kita menganggap remeh orang yang paling muda, mungkin dia paling kecil, mungkin dia paling muda, dia justru yang paling banyak merenungkan akan firman. Mengapa demikian? Yohanes langsung mengkaitkan apa yang terjadi dengan apa yang pernah diajarkan oleh Tuhan Yesus. di dalam bagian inilah kita melihat bahwa tidak mudah untuk murid-murid menerima kematian Yesus pada saat itu, dan tidak mudah juga murid-murid bisa mengetahui bahwa hari yang ketiga Yesus pasti bangkit. Kenapa saya katakan kalimat ini? jikalau pada saat itu murid-murid tahu pada saat itu Yesus telah bangkit mereka akan menunggu dikuburan itu. Kenapa? karena setelah kematian Kristus mereka sharing iman, dan mereka akhirnya coba melihat seluruh nubuat-nubuat kematian Mesias, dan tiga hari itu mungkin mereka membuat satu kesepakatan, sungguh apa yang dikatakan dalam Perjanjian Lama, sungguh dari apa yang dikatakan Tuhan Yesus, Dia akan bangkit pada hari yang ketiga.

Saat itulah mungkin kita bertanya hari pertama dan kedua apa yang dikerjakan murid-murid setelah Yesus mati? Alkitab mencatat murid-murid kumpul disatu rumah untuk mereka mengamankan diri, karena mereka pikir akan ada bala tentara yang akan menangkap mereka dan membunuh mereka satu persatu, dan yang kedua murid-murid pada saat itu dalam keadaan yang tegang kehilangan damai sejahtera, jadi dalam situasi itulah murid-murid untuk bagaimana retreat pribadi untuk apa yang dikatakan Tuhan satu persatu mereka tidak lagi meriview secara pribadi, dan hanya tiga wanita yang pagi-pagi benar mengunjungi daripada kuburan Yesus yaitu Maria Magdalena, yaitu Yohana, yaitu Maria ibu Yakobus. Dan mereka pada waktu tahu bahwa kubur itu kosong maka provokator yang pertama mengatakan tubuh Yesus itu dicuri yaitu Maria Magdalena. Kemana dua ibu yang lain? kemana Yohana, kemana Maria ibu Yakobus? Mungkin mereka pergi ke Emaus. Kenapa saya katakan bahwa berita itu sampai ke desa Emaus? Karena nanti kita bisa melihat salah satu tempat yang dimana Yesus menampakan diri yaitu desa Emaus kepada Kleopas. Darimana mereka tahu cerita ada wanita-wanita yang terkaget-kaget bahwa Yesus itu sudah bangkit atau jenazah-Nya sudah hilang? Dari wanita. Wanita itu siapa? Catatannya bisa Yohana, bisa juga Maria ibu Yakobus.

Disini kita melihat ketika Maria Magdalena, ketika Yohana, ketika Maria ibu Yesus menyaksikan semua peristiwa itu mereka tidak yakin dengan apa yang terjadi, Petrus juga seperti memberikan satu pertanyaan, apa yang terjadi. dan kalau kita melihat gambar ini bagaimana mereka seperti membawa tempayan yang isinya adalah rempah-rempah, dan saat itulah mereka seperti sangat sedih luar biasa, dan setelah peristiwa itu mereka pergi memberitahu kepada murid-murid, dan setelah itu murid-murid datang khususnya adalah Petrus dan Yohanes, setelah itu mereka juga pergi. Tetapi apa yang terjadi dengan Maria Magdalena? Dia tetap disitu. Alkitab mencatat dalam Yohanes 20, Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis, sambil menangis dia menjenguk ke dalam kubur itu lewat jendela kuburan, dia melihat seperti malaikat ada didalamnya, dan Maria seperti bertanya, dan di dalam pertanyaan itu dia bertanya secara emosi, dimanakah tubuh Yesus engkau letakan? Beritahu kepada aku. Saat itu Maria berpikir Yesus tubuhnya dicuri diletakan di suatu tempat. Disitulah kita bisa melihat ketika Maria berhadapan dengan dua malaikat kenapa dia tidak tahu itu malaikat? Karena emosi yang menguasai akan pikirannya, matanya, dan seluruh keberadaan dia pada saat itu. Tetapi kita melihat saat itu malaikat justru berkata: ibu mengapa engkau menangis? Jawab Maria: Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu dimana Dia diletakan.

Pertanyaan saya, ini Maria sudah menuduh, dan siapa yang dituduh? Berani ini menunjukan kepada kita maria pada saat itu emosinya masih tidak suci, Maria pada saat itu emosinya tidak diterangi oleh iman. Harusnya dia retreat secara pribadi lihat Perjanjian Lama, lihat yang diceritakan oleh Yesaya, lihat apa yang diceritakan oleh Yesus, dia masih ada kemarahan kenapa pemimpin agama membunuh Yesus, kenapa orang-orang Yahudi membunuh daripada Yesus? dan saat itulah Maria masih dipenuhi oleh kecurigaan, bertemu malaikatpun dia tidak memakai kacamata iman, dia pakai kacamata emosi yang masih curiga dan penuh kemarahan. Tuhanku telah diambil orang, aku tidak tahu dimana Ia diletakan. Dalam konteks yang lain akhirnya malaikat itu berkata dalam Lukas 24: 5 – 8. Mengapa engkau menangis? Dia hidup diantara orang mati, Dia bangkit. Disini kita lihat di dalam apa yang dicatat oleh Yohanes hanya dipertanyakan kenapa engkau menangis, dalam Lukas 24 diberitahu tidak perlu engkau menangis, karena Dia hidup diantara orang mati, Dia bangkit.

Di dalam kalimat itulah baru kita mengerti Maria mendapatkan pengharapan yang baru, maka ketika dia akhirnya sebelum segala sesuatu dia yakinkan itu benar, dia melihat seorang pria dibelakang, dan pria itu dianggap sebagai penjaga taman. Dalam bagian ini kembali lagi matanya memakai kacamata lahiriah. Dan memang Kristus yang bangkit tidak bisa semua orang melihat akan kemuliaan Dia. Tetapi setelah mendengar satu kata sebutan “Maria” dan saat itulah dia tahu siapa yang berbicara dengan dia yaitu Yesus. Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani “Rabuni”, dan pada saat itu dia berkata Rabuni saya tanya kenapa pertemuan kesedihan Maria harus bertemu dengan kata-kata Yesus, langsung dia bertemu dan dia tidak melihat lagi sebagai penjaga taman, tetapi yang dia lihat langsung mengeluarkan kata-kata Rabuni. Pertanyaan saya untuk kita, Maria tercelik matanya oleh perkataan Yesus. dan saat dia mendengar firman Tuhan itu yang menyebut namanya, dan di dalam Lukas 24 dikatakan dia tahu lebih dahulu karena malaikat yang berkata, saat itulah dia langsung bertemu melihat Kristus yang sudah bangkit dengan kacamata iman, tetapi dia lupa lagi, dia ingin pegang Yesus pakai kacamata manusia, dan Yesus berkata jangan sentuh Aku karena Aku belum pulang kepada Bapa-Ku. Setelah itu Maria disuruh untuk memberitahu kepada murid-murid yang lain bahwa Yesus sudah bangkit, dan kita tahu Ia juga sudah sungguh bangkit.

Pertanyaan saya adalah buat apa Yesus bangkit? Bisakah Yesus bangkit pada hari yang pertama? Bisa. Yang kedua, bisakah Yesus itu tidak mati? bisa. Tetapi kenapa Yesus harus rela menderita sampai begitu parah? Karena Alkitab memang berkata korban daripada penebusan dosa harus seperti domba yang disembelih. Apa artinya? Artinya kematian adalah tuntas karena siksaan manusia, Dia tidak boleh melawan, Dia tidak boleh memberontak, saat itu Dia pasif, tetapi menunjukan kasih yang aktif. Disinilah kita belajar keagungan yesus, pada waktu Dia mati Dia seperti domba yang disembelih, rela bagaimana dia disiksa, dipaku, dan juga dipermalukan, justru didalamnya mengandung satu kasih yang aktif. Dan pada waktu Dia bangkit, Dia semuanya aktif. Apa artinya? Kebangkitan Kristus kuasa-Nya bukan daripada pemerintahan, bukan daripada dokter, bukan darimana-mana, kebangkitan Kristus asalnya dari diri-Nya sendiri. Yohanes mencatat Dia rela untuk memberikan nyawanya, dan Dia juga punya kuasa untuk mendapatkan kembali nyawa-Nya. Dan di dalam cerita yang lain penderitaan dan kematian Kristus, Allah Bapa, Allah Roh Kudus juga turut serta. Disinilah kita baru tahu bahwa kebangkitan Kristus mempermalukan kuasa keagamaan pada saat itu., kenapa demikian? Karena ahli-ahli taurat ingin membunuh daripada Yesus. Disitu kita baru tahu seluruh waktu yang terjadi butuh tiga hari. Tiga hari dimana Dia berkuasa atas kematian, dan tiga hari Dia ingin menyatakan satu kemenangan.

Setelah Yesus bangkit, apa yang dikerjakan-Nya selama 40 hari? Saat itu kita tahu Yesus menampakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Kita tanya, buat apa Yesus menampakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya? Untuk mengajarkan kepada mereka tentang kuasa kebangkitan Yesus yang membuktikan Dia adalah Allah. dan di dalam peristiwa itu Yesus juga menciptakan satu persekutuan, tetapi Alkitab mencatat semua persekutuan itu hanya membuktikan Kristus hadir dalam damai. Maka ketika Tuhan bersama dengan murid-murid-Nya kata-kata yang pertama yang Dia keluarkan adalah damai beserta dengan engkau semua. Kenapa demikian? Karena pada saat itu mereka seperti kehilangan damai. kenapa mereka kehilangan damai? karena mereka dalam situasi yang menakutkan, mereka dalam situasi yang menegangkan karena takut dibunuh juga. Iman mereka tidak berbicara situasi itu dalam kuasa kebangkitan-Nya. Maka pada waktu Yesus hadir lagi saat itu murid-murid dibakar lagi semangatnya, dibakar lagi satu iman yang membara untuk mereka memiliki satu iman yang hidup, iman yang berani menghadapi kematian, iman yang mau mencari orang berdosa untuk dibawa kembali kepada Tuhan. ada satu murid yang tetap tidak percaya kalau dia belum menyentuh-Nya, yaitu Thomas. Yesus membiarkan diri-Nya disentuh dengan Thomas, dan Thomas tidak berani melihat tubuh Yesus. ini juga mewakili iman orang-orang, kadang-kadang perlu bukti baru percaya. Alkitab berkata berbahagialah kita yang tidak melihat namun percaya, itulah iman. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, dan engkau tahu engkau adalah manusia berdosa, dan engkau tahu siapakah yang bisa menyelesaikan dosamu, itu adalah Yesus, dan engkau tidak perlu lihat Yesus, namun engkau percaya itu namanya iman.                 

Kenapa Yesus harus menampakan diri kepada Kleopas di jalan menuju daripada desa Emaus? Saat itu Kleopas dan teman-temannya berbincang-bincang disore menjelang malam itu, mereka berbincang-bincang dan saat itulah Yesus mendekati mereka, dan Yesus bertanya kepada mereka “apa yang engkau bicarakan?”mereka

bercerita antusias. Dan pada saat itu Yesus berkata hai kamu orang bodoh kenapa lambat hatimu untuk mengerti tulisan daripada nabi? Disini kita melihat mereka punya pengharapan tetapi mereka tidak punya pengertian. Disini kita melihat Yesus menampakan diri kepada Kleopas ingin mewakili orang-orang awam yang menjadi seolah-olah orang Yahudi tapi tanpa pengertian yang benar, akhirnya hidup mereka tidak punya kepastian, menggabungkan antara pengharapan dan pengertian secara keimanan. Begitu banyak orang-orang Kristen sekarang mengaku punya pengertian tetapi tidak punya langkah iman, punya pengharapan tetapi tidak punya satu berkeserahan kepada Tuhan. disini Yesus menampakan diri kepada Kleopas ini mewakili juga kita semua supaya kita percaya bahwa Allah yang kita sembah memang sungguh Dia mati untuk menebus dosa-dosa kita, tetapi Dia bangkit membuktikan Dia mengalahkan kuasa kematian, mengalahkan kuasa pemerintah, mengalahkan kuasa politik, mengalahkan kuasa keagamaan, mengalahkan kuasa militer, dan mengalahkan kuasa iblis itu sendiri. di dalam bagian itulah kita baru mengerti kenapa salib disebut mulia? Karena salib bukan tempat bersedih lagi, tetapi salib justru menjadi tempat anak-anak Tuhan bersukacita karena melalui salib Yesus mati untuk mematikan kematian, melalui kubur Yesus bangkit untuk menunjukan satu pengharapan yang sejati kepada kita semua. Jadi ketika salib menjadi mulia karena kematian akibat kutuk taurat diubah menjadi satu nilai kemuliaan karena melalui peristiwa salib ada penebusan dosa, dan melalui peristiwa daripada Yesus dikubur dibukit Golgota, dikubur Arimatea itu kita melihat disitu justru hadir kemuliaan karena tubuh-Nya tidak ada lagi. maka ketika salib itu menjadi satu nilai yang indah disitulah kita baru mengerti salib itu menjadi indah ketika melalui salib harus dikaitkan juga dengan setelah tiga hari itu ada kebangkitan. Pertanyaan kita, apakah kita sudah sungguh-sungguh sudah membuktikan kuasa kebangkitan itu dalam hidup kita? masihkah kita diperdaya oleh kelemahan emosi kita seperti diwakili oleh Maria Magdalena? Masihkah kita diperdaya oleh satu nilai kita orang beragama tapi tanpa pengertian dan pengharapan seperti yang diwakili oleh Kleopas dan temannya?

Saudara yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus, renungkanlah dua peristiwa yang ingin saya tekankan dalam hidup kita, mungkinkah kita seperti Maria Magdalena? Masih terikat dengan satu emosi yang tidak suci, masih membaca peristiwa yang terjadi tidak memakai kacamata iman sehingga kita tidak punya kuasa kebangkitan? Mungkinkah kita seperti Kleopas menjadi orang Kristen tetapi tanpa pengertian dan pengharapan yang sungguh-sungguh diarahkan kepada Tuhan sehingga kita masih bisa diperdaya oleh seluruh tawaran dunia, dengan seluruh kesesatannya? Marilah kita memikirkan siapa kita? atau engkau memikirkan yang ketiga, engkau Petrus, engkau tahu siapa Yesus, tetapi engkau kurang banyak mendalami akan firman Tuhan, sehingga apapun yang terjadi engkau tidak bisa kaitkan dengan firman Tuhan, selalu dikaitkan dengan apa yang terjadi, berarti kita Petrus. Biarlah setiap kita boleh sungguh memahami apapun yang terjadi dalam kehidupan kita semua tidak lepas daripada rancangan Tuhan. SOLI DEO GLORIA

 

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami