Kejutan Cinta dari Rut

Kejutan Cinta dari Rut

Categories:

Khotbah Minggu 1 Desember 2019

Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th.

 

 

Kita akan melanjutkan pembahasan dari kitab Rut. Tema yang akan kita bahas adalah “Kejutan Cinta dari Rut”. Rut sempat tidur nyenyak pada kaki Boas. Ketika terbangun, Boas terkejut melihat Rut yang tertidur di kakinya. Pembahasan kita diambil dari Rut 3:1-18.

 

 

1) Pendahuluan

 

Dari mana datangnya cinta? Setiap kita bisa menganalisa kualitas cinta kita terhadap pasangan dan sebaliknya. Cinta adalah karunia dari Tuhan. Manusia sebagai peta dan teladan Allah diberikan potensi untuk mengasihi dan dikasihi. Cinta menggerakan kita untuk menemukan pasangan kita di dalam nilai tanggung jawab kita. Di dalam cinta kita harus memilih sesuai standar Tuhan. Cinta menjadi rusak ketika dosa memengaruhi standar kita dalam memilih pasangan dan dalam relasi kita. Jatuh cinta karena hal fisik, psikologis, dan lainnya itu wajar. Namun cinta yang bertumbuh itu harus diarahkan kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita semua memiliki potensi cinta namun kita sudah jatuh ke dalam dosa. Ini berarti cinta kita harus dikuduskan dan diarahkan sehingga cinta itu dapat bertemu dengan nilai kekekalan. Ketika cinta kita bertumbuh dan kita menikah dalam Kristus, pertumbuhan itu harus mengarah kepada nilai-nilai karakter. Kalau kita jatuh cinta hanya karena hal fisik misalnya karena kekayaan, kecantikan, kepintaran, dan lainnya, maka cinta kita akan sirna seiring waktu. Ketika semua hal fisik itu hilang, cinta kita pun ikut hilang. Maka dari itu cinta yang sejati tidak bermuara kepada hal-hal fisik tetapi bermuara kepada kemuliaan Allah. Kekaguman dan cinta kita terhadap pasangan bisa dinilai dari perubahan karakter kita ke arah Kristus. Cinta kita dinilai dari keselarasannya dengan kehendak Tuhan dan tujuan Tuhan.

 

Dahulu Rut jatuh cinta pada Mahlon begitu pula sebaliknya, namun kematian memisahkan mereka. Apakah setelah Rut menjadi janda muda, cintanya berakhir? Ternyata tidak. Cinta itu bertumbuh di antara Rut dan Boas. Apa definisi cinta dalam pandangan Kristen? Apa definisi pernikahan menurut orang Kristen? Pernahkah kita memikirkan hal ini? Mungkin kita sudah lama hidup dalam pernikahan namun belum benar-benar memikirkan arti pernikahan di dalam Tuhan. Terkadang pengalaman mendahului pengetahuan. Mungkin definisi itu sudah ada di dalam benak kita namun kita sulit mengutarakannya dengan jelas. Di antara kita mungkin ada yang memiliki teori namun tidak memiliki pengalaman sehingga ada kesenjangan. Namun di dalam proses waktu kita harus terus merenungkan dan menggumulkan ini. Mengapa Naomi begitu aktif mengatur semua perkara perjodohan ini? Mengapa bukan Rut yang meminta? Mengapa Rut juga tidak mempercepat? Mengapa Naomi yang mempercepat? Dalam bagian ini, perjodohan itu diizinkan oleh Tuhan. Orang tua diizinkan untuk turut campur ketika anak memilih pacar. Ketika anak mematangkan relasinya dengan pasangannya menuju pernikahan, orang tua boleh ikut campur. Ketika anak menolak intervensi orang tuanya, orang tua berhak untuk tetap memberikan intervensi. Ini karena orang tua adalah partner iman anak termasuk dalam memilih pasangan yang benar. Jadi orang tua harus dilibatkan sedini mungkin sebagai partner iman untuk kita mengerti kehendak Tuhan. Di dalam bagian ini Naomi yang aktif untuk mengatur agar Rut dapat mendekati Boas.

 

Bolehkah seorang wanita aktif dalam menyatakan cintanya? Boleh. Mengapa Rut menerima semua perjodohan itu dengan pendekatan yang berani dan strategis? Kita tidak selalu harus menunggu keaktifan pria. Mungkin pada masa ini banyak lelaki seperti Boas yang orientasi hidupnya pada pekerjaan sehingga kepekaan untuk cinta itu sangat kurang. Di dalam hal ini wanita boleh aktif. Keaktifan wanita harus tetap elegan dan tidak bernilai murahan. Rut sangat berani dalam mendekati Boas namun ia tetap memakai strategi. Rut mendekati tempat Boas tidur dan tidur di sana. Ini langkah yang berisiko. Bagaimana jika ada yang melihat Rut? Bagaimana jika Boas tidak memberikan respons yang diharapkan? Di sini seperti ada spekulasi. Bukankah Naomi bisa datang kepada Boas dan berbicara secara langsung dan terbuka? Ini adalah cara yang baik karena ada komunikasi. Mengapa Naomi tidak memakai jalur komunikasi? Apakah Naomi malu-malu? Mengapa ia memakai strategi ini? Apakah kita akan membiarkan anak perempuan kita memakai strategi ini dalam mendekati lelaki? Kita tidak mungkin membiarkan anak perempuan kita tidur di tempat lelaki yang bukan suaminya. Boas adalah seorang tua yang belum menikah dan Rut adalah janda muda. Jadi konteks mereka berbeda dengan anak-anak kita. Mengapa Boas tidak segera menjawab permintaan Rut untuk ditebus? Rut berkata “kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami” (ayat 9). Saat itu Boas tidak langsung menjawab. Ia hanya berkata “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku” (ayat 10) dan menjelaskan bahwa ada orang yang lebih layak menebus Rut. Ini menunjukkan bahwa Boas adalah orang yang sangat rohani dan sangat matang. Ia tidak digerakkan oleh emosi.

 

 

2) Segala Sesuatu Ada Waktunya

 

Kitab Pengkhotbah menyatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya. Kesalahan kita adalah ketika kita mempercepat atau memperlambat waktu Tuhan. Jadi solusinya adalah kita harus peka akan pimpinan Tuhan (bandingkan Yusuf). Setiap keputusan kita harus sesuai waktu Tuhan. Pimpinan Tuhan sudah dinyatakan dalam kebenaran Firman Tuhan. Kita harus mengikuti pimpinan ini ketika kita mengambil setiap keputusan. Ketika Yusuf mendengar bahwa Maria telah mengandung, ia berpikir untuk menceraikannya secara diam-diam (Matius 1:19). Malaikat kemudian melakukan intervensi “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Matius 1:20). Menurut hukum Yahudi, Yusuf dan Maria sudah bertunangan. Ini berarti mereka sudah memiliki satu ikatan yang menuju ke pernikahan. Yusuf dan Maria diberitahu bahwa Anak yang dikandung Maria adalah sang Mesias, Juruselamat dunia. Jadi Yusuf pun bisa salah mengambil keputusan jika tidak ada intervensi dari malaikat Tuhan. Ketika Yosua masuk ke tanah Kanaan, Alkitab mencatat bahwa ia bertemu dengan seorang malaikat (Yosua 5:13-15). Yosua bertanya “kawankah engkau atau lawan?” Malaikat itu adalah Panglima Balatentara Tuhan dan ia menyatakan demikian kepada Yosua. Masih bisakah kita melihat malaikat pada zaman ini? Masih bisakah kita bercakap-cakap dengan malaikat sedangkan kita sudah memiliki Alkitab? Mungkinkah kita masih mendapatkan pertolongan fisik dari malaikat? Allah Roh Kudus memelihara hati dan kesucian kita sehingga kita bisa selaras dengan Tuhan, namun malaikat bisa memelihara kita dalam hal-hal fisik. Malaikat tidak lagi bisa kita lihat secara fisik. Kita sudah memiliki Alkitab. Dalam hal-hal fisik, malaikat dapat menjaga kita. Pertemuan Yusuf dan Yosua dengan malaikat tercacat dalam penggenapan nubuatan tentang Mesias.

 

Naomi menjadi alat untuk mengatur segala sesuatu yang terbaik untuk Rut. Maka dari itu Naomi berkata “apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?” Apakah Rut kurang bahagia sampai Naomi harus berkata demikian? Naomi melihat bahwa Rut masih muda, jadi ia membutuhkan seorang pria. Namun apakah Rut kurang bahagia? Rut pasti memiliki kebahagiaan namun belum sepenuhnya. Dalam bagian ini Rut tidak boleh mempercepat waktu Tuhan dan tidak boleh memperlambat waktu Tuhan. Termasuk Boas harus peka akan pimpinan Tuhan. Bagian yang menarik adalah, siapa yang mengatur itu semua? Naomi. Namun cara Naomi terlalu berani. Seharusnya ia setidaknya bertemu dengan Boas dan bicara baik-baik. Namun Naomi bukanlah tipe orang yang pandai berbicara. Ia memilih untuk memakai strategi diam-diam.

 

 

3) Cinta yang Tulus dan Strategis

 

            Semua strategi itu dari Naomi untuk Rut laksanakan. Cara ini sangat mengejutkan Boas. Jadi ada kejutan cinta. Naomi menyuruh Rut untuk mendekati Boas yang sedang tertidur. Naomi menyuruh Rut “mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum” (3:3). Ini pasti mengejutkan Boas. Sebelumnya Boas pernah mengejutkan Rut ketika Boas menujukkan perhatian dan kebaikannya kepadanya. Kejutan dari Boas membuat Rut berlutut sampai mencium kaki Boas. Boas telah mendengar kesaksian tentang Rut dan ia memuji Rut. Setelah itu Rut yang mengagetkan Boas. Rut tidur di kaki Boas sampai ia terbangun. Boas sampai bertanya “siapakah engkau ini?” (3:9). Lalu Rut menjawab “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.” Boas kemudian menjawab “Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu” (ayat 10). Jadi ia tidak termakan emosi. Mengapa Rut patuh pada Naomi dalam bagian ini? Di sini Rut tidak menunjukkan standar yang tinggi dalam mencari suami. Rut tidak menilai Boas dari fisik. Boas mungkin seumuran dengan Elimelekh. Maka dari itu katanya kepada Rut “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku!” Ia memanggil Rut sebagai ‘anak’. Jadi ini seperti panggilan dari seorang bapak ke anaknya. Mengapa Rut aktif dan berstrategis? Boas sudah tua. Ia sudah tidak lagi berpikir untuk menikah. Jadi kepekaan cintanya sudah tidak ada. Ia hanya berpikir untuk bekerja dan memberkati orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu butuh ada guncangan cinta. Inilah yang mengagetkan Boas. Seandainya Naomi tidak memberikan kejutan dan memakai jalur komunikasi, mungkin Boas tidak akan berpikir untuk menikahi Rut. Boas sudah terlalu menikmati kesendirian dan kemandirian. Setelah kejutan itu, Boas melihat kasih Rut lebih nyata lagi. Dalam hal itu Boas juga tidak ambil kesempatan. Ia tetap tenang dan menguasai dirinya. Ia mengenal dirinya. Ia tidak langsung mengiyakan Rut. Mengapa Boas tidak segera menjawab permintaan Rut? Ia menyebutkan adanya kerabat yang lebih dekat untuk menebus Rut.

 

Kemudian Boas menyuruh Rut segera pergi agar tidak ada orang yang memerhatikan dan berpikir negatif tentangnya. Jadi jiwa bapa, jiwa rohani, dan penguasaan diri Boas itu luar biasa. Bagaimana perasaan Rut yang tidak langsung mendapatkan kepastian? Di dalam hal ini kita juga tidak harus langsung menyatakan kepastian. Kita harus mempertimbangkan baik-baik dan menganalisa. Rut mungkin pulang bukan dengan kesenangan. Ia harus menunggu kepastian dari Boas. Ketika ia pulang, ia menceritakan semua itu kepada Naomi (3:16). Naomi menyuruh Rut untuk menantikan jawaban dari Boas. Jadi Rut harus berserah kepada Tuhan. Ada orang tua yang sengaja menolak calon menantunya beberapa kali karena mereka melihat ia tidak siap menjadi suami. Ketika sudah siap, mereka menerima calon menantunya itu. Kita pasti merasa tidak enak jika belum mendapatkan kepastian. Namun Naomi optimis bahwa Boas akan menyelesaikan perkara itu hari itu juga (3:18). Jadi Naomi mengenal Boas yang tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Alkitab mengajarkan kita untuk menyelesaikan tanggung jawab kita tanpa menunda-nunda. Boas berhasil karena menyelesaikan segala tugasnya pada waktunya. Jadi Rut harus menanti dalam pengharapan. Pada hari itu Boas membawa perkara itu ke hadapan tua-tua dan kerabatnya. Bisakah Boas diam-diam melamar Rut? Tentu bisa. Mereka bisa saja bersandiwara dalam semua itu. Namun ini adalah perkara yang serius, maka dari itu hal ini harus terbuka. Hal ini juga menyangkut penebusan untuk keluarga Elimelekh. Jadi semua ini harus diceritakan kepada tua-tua. Pernikahan tidak boleh disembunyikan atau diam-diam. Di dalam kekristenan tidak ada pernikahan di bawah meja atau di bawah tangan. Di dalam pernikahan ada perjanjian. Perjanjian itu dinyatakan dalam proses pemberkatan. Setiap kalimat mengandung substansi yang penting. Perjanjian ini berlangsung sampai kematian memisahkan pasangan itu. pernikahan Kristen merupakan ikatan seumur hidup.     Di dalamnya ada pembentukan relasi dalam kasih dan kerohanian.

 

Boas sudah tua dan ia tidak terdorong lagi dengan cinta yang sifatnya emosi. Ia orang yang takut akan Tuhan, maka dari itu ia melaksanakan pernikahan itu secara terbuka sehingga ia tidak mempermalukan dirinya sendiri dan Rut. Janji pernikahan itu diikrarkan di hadapan Allah dan jemaat-Nya. Ada pasangan yang belum menikah namun sudah melakukan hubungan seks. Mereka merasa hubungan mereka sah, padahal mereka melangsungkan pernikahan diam-diam tanpa ada saksi seorang pun. Mereka melakukan proses pemberkatan sendiri dengan doa. Pernikahan ini tidak sah karena Tuhan menetapkan Gereja sebagai otoritas yang menegakkan peraturan termasuk dalam pemberkatan pernikahan. Jadi teologi yang salah bisa menghasilkan sikap yang salah. Maka dari itu kita harus berhati-hati dan menguji Gereja dan ajaran teologi. Di gereja muncul gereja ateis. Khotbah di sana tidak membicarakan tentang Firman Tuhan tetapi hanya bersifat motivasi dan nilai-nilai kemanusiaan tanpa Tuhan. Ternyata banyak orang menghadiri gereja itu. Jadi kita harus berhati-hati di zaman ini. Orang yang sudah sesat teologinya bisa sulit untuk dinyatakan kebenaran. Ini adalah hal yang berbahaya. Banyak orang mengaku sebagai hamba Tuhan tetapi tidak benar-benar mengerti kebenaran yang Alkitab nyatakan. Boas tidak mau menjadi batu sandungan, maka dari itu ia melaksanakan pernikahan itu secara terbuka. Sebelum itu semua terjadi, ada penantian dalam keberserahan.

 

 

4) Menanti dalam Keberserahan

 

            Baik Rut, Naomi, dan Boas, semuanya menanti dalam keberserahan. Rut pulang dengan pengharapan dan Naomi menganjurkan untuk menanti semua perkara itu, sedangkan Boas membawa semua perkara itu pada saudaranya dan tua-tua Israel. Di dalam semua penantian itu ada iman serta kejujuran, bukan tipu-menipu. Di dalam bagian ini, kita yang belum menikah harus peka menangkap waktu dan panggilan Tuhan. Di sini kita bisa merenungkan: apakah kita sudah menangkap waktu Tuhan? Apakah cinta kita sudah bertumbuh ke arah Kristus? Orang yang jatuh cinta dalam Kristus akan semakin mendekat kepada salib. Kita di dalam cinta harus semakin mendekatkan diri kepada nilai-nilai Tuhan. Kesatuan itu diukur sesuai dengan standar Alkitab. Maka kita yang terus mencari pemahaman dari Alkitab akan bisa mengukur kesatuan itu dengan tepat. Karakter kita dan pasangan kita harus saling membangun dan saling melengkapi. Kita bisa melihat 2 hal yaitu karakter kesetiaan dan karakter penyayang. Semua itu harus diuji. Orang Kristen harus setia dalam mencintai Tuhan, membaca Firman Tuhan, dan dalam melayani Tuhan. Jadi karakter penyayang bukanlah yang pertama atau utama. Kita yang sudah berkeluarga juga harus bertumbuh dalam cinta ke arah Kristus. Itu bisa diukur dari pertumbuhan karakter kita ke arah Tuhan. Setiap kita harus peka akan pimpinan Tuhan dari hari ke hari.

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – TS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami