Karakteristik Hidup Sebagai Anak-Anak Allah

Karakteristik Hidup Sebagai Anak-Anak Allah

Categories:

Konteks petrus mengirimkan surat 2 petrus kepada jemaat adalah, karena adanya nabi-nabi dan guru-guru palsu yang mempengaruhi jemaat Tuhan. Maka dari itu menjadi pertanyaan bagi kita bagaimana cara setan menyebarkan ajaran palsunya di jaman sekarang?

Jawabannya, Setan akan selalu investasi utusannya untuk masuk ke STT, Gereja, Rumah Tangga kita, dan lain-lain.

Setan akan selalu investasi utusannya untuk masuk ke STT, dimana sekolah-sekolah akan mencetak hamba Tuhan, disitu dia akan mengutus, dia akan mengemas, dia akan mengatur orang-orang berdasarkan situasi dan kondisi, akhirnya dia masuk ke sekolah itu padahal tanpa lahir baru, tanpa hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan, tanpa panggilan yang sungguh-sungguh jelas. Dan akhirnya kalau dia lulus dia akan menjadi perusak Gereja, penghancur iman-iman daripada orang Kristen, dia akan mengeroposkan daripada setiap daripada nilai pertumbuhan iman daripada domba-domba Allah. dan setan juga menginvestasi orang-orang untuk ada di Gereja, nanti bisa dalam ruang dan waktu dia menjadi aktivis, menjadi pengurus, menjadi majelis yang akhirnya juga merugikan Gereja, merusak nama Gereja karena bisnisnya, karena keluarganya, dan yang lain-lain. dan setan juga menginvestasi untuk dia merusak rumah tangga kita. Jadi disini kita harus hati-hati, Gereja adalah tempat yang di pilih untuk setan dalam komunitasnya untuk bagaimana iman kita di hancurkan.

Dan inilah kepekaan daripada rasul Petrus di saat tua dia sadar sekali jemaat di Asia Kecil menghadapi ancaman, menghadapi tantangan, menghadapi serangan setan yang bertubi-tubi menjadi orang yang belaga seperti guru palus, nabi palsu, dan dia masuk ke Gereja pada saat itu. dan kita harus punya sikap yang sungguh-sungguh mau menerima hanya iman yang murni, pengajaran yang benar-benar sejati daripada Tuhan, dan kita harus berani menolak pengajaran-pengajaran yang bersifat palsu, seperti konteks modern ini yaitu prosperity gospel, teologia sukses. Fenomenal-fenomenal teologi tanpa kembali kepada Alkitab harus kita tolak, fenomenal-fenomenal emosi tanpa menekankan nilai kemuliaan Tuhan itu juga harus kita tolak.

                  Setelah kita mengetahui pentingnya mengenal ajaran palsu, sekarang kita masuk kepada 2 petrus 2:1-2. Didalam dua ayat ini Petrus ingin membahas bagaimana caranya menjadi orang kristen. Sekarang mari kita masuk kepada ayat yang pertama.

                  Dalam 2 Petrus 1: 1 poin. Di dalam bagian ini, ini salam yang unik daripada rasul Petrus, maka dia menjelaskan  namanya adalah Simon. Siapa Simon? Simon adalah penjala ikan, orang yang keras, orang yang kasar, tetapi dia boleh di tangkap oleh Tuhan, di ubahkan namanya menjadi Petrus, dia menjadi penjala manusia. Orang yang keras, di benturkan oleh kehendak Tuhan dan kedaulatan Tuhan terus menerus, di bentukan oleh firman Tuhan, di didik dalam terang firman, menjadi orang yang keras untuk memegang satu komitmen untuk hidup bagi Tuhan, dan orang yang berani untuk mati bagi Tuhan. jadi nama Petrus adalah nama yang menjelaskan dia seperti batu yang hidup, tetapi bukan sebagai dasar Gereja, karena dasar Gereja adalah Yesus Kristus itu sendiri. di dalam bagian ini menjadi yang unik karena rasul Petrus menjelaskan namanya dengan utuh, nama lamanya dengan nama barunya, apa artinya? Artinya adalah dia jujur menjelaskan bagaimana dia bisa menjadi orang Kristen, karena dia di panggil oleh Tuhan Yesus untuk menjadi penjala manusia.

Di bagian selanjutnya dari ayat ini dia memperkenalkan perubahannya, dia memperkenalkan aku ini adalah servant, aku ini adalah pelayan, aku ini duolos, aku ini adalah budak, bayangkan padahal dia adalah seorang nelayan yang sukses, tetapi dia memperkenalkan aku sekarang adalah duolos, aku adalah pelayan, aku sudah menjual seluruh hartaku, aku dengan istriku ikut menjadi pelayan Tuhan. di dalam bagian ini indah sekali kehidupan daripada rasul Petrus, dari seorang Simon yang hidupnya hina, dari seorang simon yang hidupnya penuh dengan kekerasan, di ubahkan menjadi Petrus sampai dia berani berkorban menjual rumahnya, suami – istri kompak melayani Tuhan, jadi  disebut duolos. Jadi hidup bukan untuk diri sendiri, hidup bukan untuk kenikmatan diri sendiri, tetapi hidup untuk melayani Tuhan.

 

Di bagian selanjutnya barulah Petrus menjelaskan mengapa dia bisa menjadi Kristen.

  1. Karena Memperoleh Iman

Maka bagian selanjutnya dari ayat pertama ini keluarlah kalimat kenapa dia bisa menjadi Petrus? Kenapa dia bisa menjadi duolos? Kenapa dia bisa menjadi rasul? Kenapa dia bisa menjadi orang Kristen?Karena dia memperoleh iman. Jadi dia bukan yang menemukan iman, bukan dia yang mencari-cari iman, tetapi dialah yang memperoleh iman. Di dalam istilah Yunani ini menjelaskan kepada kita bahwa iman yang di terima oleh rasul Petrus itu bersifat anugerah daripada Tuhan, jadi bukan karena perbuatan baik daripada rasul Petrus, bukan karena usaha dia. Di dalam konteks yang lain Paulus menjelaskan kita di selamatkan karena anugerah, bukan karena perbuatan baik, bukan karena moral kita, dan kita di selamatkan di dalam Yesus Kristus untuk kita melakukan pekerjaan yang baik yaitu sesuatu yang sudah di siapkan Tuhan. Di dalam bagian ini pertanyaan kita kenapa rasul Petrus perlu menekankan kata memperoleh iman? Karena ini menunjukan kepada kita keselamatan yang kita terima seratus persen karena anugerah Tuhan. maka kalau ini seratus persen anugerah Tuhan, maka siapa yang akan memelihara iman kita? Tuhan juga. Di sinilah konsep Reformed menjelaskan keselamatan seratus persen anugerah Tuhan. ketika engkau bertobat melalui KKR atau melalui suatu peristiwa ingatlah benih iman mula-mula itu di tanamkan oleh Allah Roh Kudus dalam hatimu maka engkau bisa berespon terhadap firman, jadi bukan karena usahamu.

 

  1. Karena Iman Yang Dari Kristus

                  Bagian kedua dikatakan kita memperoleh iman melalui Juruselamat kita yaitu Yesus Kristus. jadi jangan engkau akhirnya imanmu dihancurkan hanya karena orang-orang yang mengajarkan tentang Kekristenan tanpa Kristus. menjadi pertanyaan apakah ada dalam konteks sekarang adakah orang yang mengajarkan Kekristenan tanpa Kristus? banyak. Jadi ada Gereja yang bersifat liberal. Kenapa liberal? Karena memutlakan untuk mendeskiptifkan untuk menjelaskan apa yang disebut kebenaran. jadi orang-orang liberal rasionya lebih tinggi daripada keimanan. Jadi jika terjadi Alkitab tidak masuk ratio bukan disebut kebenaran. jadi bagi kita orang Reformed iman di atas rasio, berarti iman harus menghakimi rasio dan rasio harus tunduk kepada iman kebenaran, dan disitulah baru tindakan kita sesuai dengan keimanan kita. Tetapi kalau orang liberal berdasarkan rasio, jadi seolah-olah rasio yang bisa menghakimi akan Alkitab, jadi Alkitab di pilah-pilah, ada yang salah dan ada yang benar, ada suara setan, ada suara manusia, ada suara binatang, padahal bagi kita Alkitab seratus persen adalah suara Tuhan. ini yang namanya disebut Injil minus karena akhirnya di kurangi, Injil plus itu yang disebut namanya prosperity gospel. Jadi kita tidak boleh mengurangi Injil dan juga menambahkan Injil, cukuplah Injil yang 66 kitab yang ada sekarang ini. di dalam bagian itulah hati-hati jaman sekarang ada nabi-nabi palsu, ada guru-guru palsu yang akhirnya Kekristenan tanpa Kristus, dan kalau menampilkan Kristus adalah Kristus yang menyenangkan. Jadi di dalam bagian ini pun rasul Petrus mengingatkan jangan main-main dengan pengajaran palsu, hidup mereka nanti akan di permalukan, hidup mereka akan di pukul oleh Tuhan, dan hidup mereka akan di hancurkan oleh Tuhan ( inilah2 Petrus 1: 1).

 

                  Jadi dalam bagian ini jelas untuk menjadi orang Kristen ada dua hal penting, pertama memperoleh iman oleh karena anugerah, dan kedua memperoleh iman yang berpusat dari Kristus saja.

Dan sekarang kita masuk kepada ayat kedua, dimana Petrus akan menjelaskan bagaiamana menjadi orang Kristen yang benar. Dalam surat 2 Petrus 1: 2 menjelaskan bagaimana kita menjadi orang Kristen yang benar, bagaimana kita menjadi orang Kristen yang sejati di tengah adanya pengajar-pengajar yang palsu, buku-buku yang menyesatkan, janji-janji yang palsu, dan ingat pada waktu setan berkotbah itu seperti pada waktu dia merayu Hawa. Makan saja buah itu nanti kamu seperti Tuhan. dalam bagian inilah rasul Petrus dalam surat 2 Petrus 1: 2 pembukaannya jadi menjelaskan siapa yang disebut orang Kristen. Jangan sembarangan menyebut aku sudah menjadi orang Kristen dan orang beriman karena sudah ikut KKR, Penginjilan dan lain-lain.

                  Jadi bagaimana kita menjadi orang Kristen yang benar? Orang Kristen yang benar adalah orang Kristen yang berusaha mengenal Tuhan melalui Firman-Nya. Kenapa demikian? Karena kita sadari hidup kita ini tidak ada apa-apanya dalam pengenalan Tuhan, jadi setiap saat sampai kita mati bertemu Tuhan kita akan berkelimpahan melihat kemuliaan Tuhan. jadi sekarang mungkin engkau anggap pengenalanmu akan Tuhan hanya beberapa persen.

                  Di dalam bagian ini Calvin mengatakan: sampai sejauh mana kualitas pengenalanmu akan Tuhan itu benar, maka sampai sejauh itulah kualitas hidupmu akan menjadi orang benar. ini berarti menunjukan kepada kita perubahan hidup kita hanya bisa di ikuti jikalau setiap saat kita belajar mengenal Tuhan melalui firman-Nya, karena di katakan dalam 2 Timotius 3 : 16 firman Tuhan baik untuk mengajar, firman Tuhan baik untuk menyatakan kesalahan kita, firman Tuhan baik untuk memperbaiki kelakuan kita, dan firman Tuhan baik untuk mendidik kita masuk dalam kebenaran. Dan di dalam bagian ini rasul Petrus katakan pengenalan kita akan Allah adalah pusatnya Yesus Kristus. berdasarkan Roma 10: 4 – 15 khususnya ayat 10 dikatakan dengan hati orang percaya, dengan mulut orang mengaku siapa Yesus, dan orang itu akan di selamatkan. Jadi di dalam konteks itu dijelaskan keselamatan kita hanya bedasarkan iman di dalam Yesus Kristus dengan utuh kita terima, dan kita dibenarkan melalui Yesus Kristus, dan hanya karena dengar-dengaran akan firman (ayat 17) iman kita akan bertumbuh, dan di dalam Filipi 3: 10, yang ku inginkan adalah

mengenal Tuhan dalam kuasa kebangkitan-Nya, dalam nilai persekutuan-Nya, dan di dalam kematian-Nya.

                  Jadi mari kita membaca Alkitab setiap hari, mari kita sama-sama bergaul dengan Tuhan setiap hari, mari kita ajarkan kepada keluarga kita bahwa kita butuh Kristus, kita butuh penyertaan Tuhan, dan Tuhan akan sayang kepada kita jikalau kita terus hidup di dalam kebenaran firman Tuhan. Dan jikalau ini semua kita gabung, akhirnya kita bisa mengerti bahwa 2 Petrus 1: 1 ujungnya menceritakan anugerah dengan satu hidup berpusat kepada Kristus, itulah bagian yang tidak terpisahkan. Kenapa tidak terpisahkan? karena ini akan memberi kepada kita kecerdasan dalam kita menjadi orang Kristen yang beriman. Jadi pada waktu kita memiliki iman yang cerdas artinya kita bisa membedakan mana ajaran guru-guru palsu, mana ajaran daripada nabi-nabi palsu. Jadi kita harus percaya apa yang dikatakan Paulus dalam Efesus, kita harus menjadi jemaat-jemaat yang cerdas, tidak boleh digoncangkan oleh arus pengajaran yang palsu, sehingga kita akhirnya memiliki iman yang teguh dan menang dalam menghadapi kesulitan hidup, seperti Filipi 1: 29, kita di panggil untuk percaya, plus kita di panggil untuk bisa menikmati penderitaan kita, dan kita di panggil untuk menang menghadapi pengajar-pengajar sesat.

Apa tandanya kalau orang itu hidup berdasarkan iman, apa tandanya kalau orang itu menuntut hidup benar, apa tandanya kalau orang itu terus kelimpahan kasih karunia dan kelimpahan damai sejahtera? Sampai mati pun dia rela untuk mati martir. Siapakah orang yang seperti itu? rasul Petrus itu sendiri. rasul Petrus setelah dia menulis surat daripada 2 Petrus dia di tangkap, karena hukum pada saat itu siapa yang mengganggu kehidupan rakyat dalam ketertiban, dan pada saat itu dia di nyatakan bersalah maka dia akan di hukum, dan ternyata rasul Petrus dikenai hukuman mati, dan dia minta untuk di salib terbalik. Dia pasti merasakan kesakitan yang luar biasa, tetapi itulah kenikmatan yang dirasakan oleh rasul Petrus. Apa yang dia tulis itulah yang dia hidupi, apa yang dia tulis itulah yang dia sikapi. Di dalam bagian inilah kita mengatakan hidup rasul Petrus begitu sangat indah, mau martir bagi Tuhan dan hidupnya sampai mati konsisten dengan teologi penderitaannya.

Kiranya firman Tuhan ini boleh menyadarkan kepada kita untuk bagaimana kita menjadi orang Kristen,bagaimana kita seharusnya menuntut diri menjadi orang Kristen yang benar, dan terus kita menuntut kelimpahan kaish karunia dan kelimpahan damai sejahtera, dan tuntulah terus diri kita untuk terus belajar mengenal Tuhan.

 

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-JT)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami