Janji Yang Harus Ditepati (Yakub)

Janji Yang Harus Ditepati (Yakub)

Categories:

Bacaan alkitab: Kejadian 35:1-15 dan Pengkhotbah 5:3.

 

Pendahuluan

Pernahkah kita berjanji kepada Tuhan dan belum kita genapi? Ada orang yang pernah bernazar untuk menyerahkan anak-anaknya menjadi hamba Tuhan. Ada yang pernah bernazar untuk memberikan persembahan ketika usahanya sukses. Ada yang pernah bernazar untuk memberikan lebih banyak waktunya untuk melayani Tuhan jika Tuhan memberikan kesembuhan. Apakah kita pernah membuat nazar seperti ini? Yakub pernah berjanji kepada Tuhan di Betel dan ia lupa atau menunda janjinya. Mungkin ia terlalu terikat dengan keluarga sehingga ia menunda janjinya. Kesenangan dan kenikmatan bisa mengalihkan fokus kita dari Tuhan. Mengapa Yakub lupa atau menunda janjinya selama 6-7 tahun lamanya? Setelah ia berdamai dengan Esau, ia diajak untuk tinggal di wilayahnya tetapi Yakub memilih untuk tinggal di Sukot milik orang Hewi yang rajanya adalah Hamor. Ia membeli tanah di sana dan tinggal selama 6-7 tahun lamanya. Ia tidak berpikir untuk menemui orang tuanya. Ia sudah puas ketika sudah berdamai dengan Esau. Ia sudah nyaman dengan keluarga sehingga melupakan Ishak dan janjinya kepada Tuhan. Mengapa Allah berinisiatif menemui Yakub untuk mengingatkan akan janjinya di Betel? Sebanyak 4 kali Tuhan pernah menemui Yakub. Biasanya dalam pertemuan bisnis, pihak yang memerlukan yang menemui pihak yang bisa memberikan bantuan. Allah mengubah karakter dan nama Yakub menjadi Israel. Ia mau membangun umat-Nya dari Israel, maka Ia memprioritaskan Yakub. Umat-Nya itu seperti biji mata-Nya. Yesus turun ke dunia karena kasih-Nya. Allah menyatakan diri-Nya maha hadir kepada Abraham, maha tahu kepada Ishak, dan maha kuasa kepada Yakub. Di sini kita melihat keindahan dari cara Allah menyatakan diri-Nya. Sampai sejauh mana pentingnya mezbah bagi Allah itu? Kehadiran Allah itu sangat penting dalam seluruh kehidupan kita.

 

Pembahasan

1) Peristiwa Dina dan Sikhem (Kejadian 34)

            Yakub tidak mau ikut dengan Esau dan memilih untuk tinggal di Sukot. Di sana Raja Hamor berkuasa. Ia memiliki anak bernama Sikhem. Saat itu Dina mencoba untuk membangun relasi dengan wanita-wanita di Hewi. Sikhem melihatnya dan terpana oleh kecantikannya. Ia kemudian menculiknya dan memerkosanya. Dina tidak diizinkan pulang karena Sikhem ingin memilikinya dan mencintainya tetapi cintanya adalah eros. Ia kemudian meminta ayahnya untuk berbicara kepada Yakub agar Dina diberikan kepadanya. Peristiwa itu sungguh memilukan keluarga Yakub. Kejadian ini pastilah bukan program Tuhan. Program Tuhan adalah program damai sejahtera dan bukan kekacauan seperti ini. Pada akhirnya Sikhem melihatnya dan memerkosanya. Ketika Hamor mencoba untuk berbicara kepada Yakub, ia berdiskusi dengan Simeon dan Lewi. Simeon dan Lewi meminta semua lelaki mereka untuk disunat. Hamor berpikir bahwa dirinya akan diminta tanah yang besar atau harta yang banyak. Ia melihat bahwa permintaan sunat ini adalah hal yang mudah, tetapi sesungguhnya ini adalah strategi dari Simeon dan Lewi. Pada hari yang ketiga ketika mereka semua masih kesakitan, Simeon dan Lewi membunuh semua laki-laki di Hewi. Kemudian anak-anak Yakub yang lain menjarah harta mereka. Kejadian itu semakin memilukan hati Yakub. Yakub takut bahwa penduduk negeri itu akan menyerang keluarganya, namun Simeon dan Lewi tidak gentar. Mereka melihat bahwa Sikhem-lah yang memulai peperangan itu. Ini pasti bukan rancangan Tuhan. di pasal 35 dinyatakan bahwa Allah melindungi Yakub. Seharusnya Yakub sadar bahwa hal ini menjadi peringatan Tuhan tentang janjinya yang sudah ditunda selama 6-7 tahun. Yakub melalaikan kewajiban rohaninya bagi keluarganya. Ia kemudian diperintahkan Allah untuk pergi ke Betel dan tinggal di sana. Ini adalah solusi yang baik bagi Yakub karena ia dipanggil untuk beribadah dan bukan untuk berperang. Tuhan tidak mau mengulang apa yang dilakukan oleh Simeon dan Lewi. Hal yang terpenting adalah Yakub harus sadar bahwa ia memiliki nazar. Di sana ia belajar bahwa Tuhan menyelesaikan masalahnya itu.

2) Allah berinisiatif menemui Yakub

            Sebanyak 4 kali Allah menemui Yakub. Pertama, ketika Yakub mengalami kesesakan hati karena lari dari Esau (Kejadian 28:22). Yakub pernah bermimpi di Betel dimana ia melihat tangga yang ujungnya sampai ke langit dan para malaikat naik turun melalui tangga itu. Di sana Yakub sadar bahwa Betel adalah tempat Tuhan. Kedua, ketika Yakub mengalami kesesakan hati karena Laban (Kejadian 31:3). Saat hartanya telah menjadi banyak, ia pergi meninggalkan Laban dan Tuhan memerintahkan dia untuk pulang ke tempat nenek moyangnya. Ketiga, ketika Yakub mengalami kesesakan hati karena Dina, Simeon, dan Lewi (Kejadian 34:30 dan 35:1). Dalam Kejadian 33:20 Yakub sudah membuat mezbah bagi Tuhan, namun ia sendiri yang beribadah dan keluarganya tidak. Dalam Kejadian 35:2 Yakub memerintahkan semua orang yang tinggal bersamanya untuk menjauhkan semua dewa-dewa asing dan membersihkan diri mereka. Di sini kita mengetahui bahwa panggilan Allah agar mereka semua beribadah di Betel adalah solusi yang paling tepat. Keempat, ketika Yakub di Betel untuk kedua kalinya (Kejadian 35:9). Tuhan menampakkan diri kepada Yakub dan memberkatinya. Jadi Allah berinisiatif menemui Yakub dan bukan sebaliknya. Ini karena Yakub belum terlatih.

3) Membangun ulang karakter keluarga Yakub

Mengapa sampai 4 kali Tuhan menemuinya? Karena Tuhan mau membangun ulang karakter keluarga Yakub. Ini karena seluruh Israel akan menjadi umat dari Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Keluarganya harus menjadi keluarga yang sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan. Tuhan mau keluarga kita menjadi keluarga yang beribadah (bandingkan Kejadian 33:20). Yakub memang beribadah, namun anak-anaknya tidak. Simeon dan Lewi serta Dina bertindak sebagai orang-orang yang tidak beribadah. Mezbah yang dibangun oleh Yakub hanya dipakai oleh dirinya sendiri dan Tuhan mau agar seluruh keluarganya beribadah. Apa kelemahan keluarga Ayub? Di dalam keluarganya hanya Ayub sendiri yang beribadah kepada Tuhan. Istri dan anak-anaknya tidak demikian. Akhirnya Tuhan mendidik melalui penderitaan dan kehilangannya. Setelah itu Tuhan memberikan pemulihan dan karakter keluarganya dibangun kembali. Orang tua harus mengajarkan takut akan Tuhan kepada anak-anak. Keluarga tidak boleh hanya memiliki relasi horizontal tetapi juga harus memiliki relasi vertikal. Solusi yang Tuhan berikan itu tepat ketika menyuruh mereka pergi ke Betel untuk beribadah. Yakub pertama-tama melakukan penyucian keluarga (Kejadian 35:2-4). Yakub meminta mereka untuk menjauhkan segala berhala dan membersihkan diri mereka. Satu persatu akhirnya menyerahkan berhala-berhala mereka. Ini karena mereka takut kepada Allah yang besar yang beserta dengan Yakub. Mereka juga menyerahkan anting-anting. Ada penafsir yang menyatakan bahwa anting-anting ini juga berhubungan dengan penyembahan berhala. Ada orang-orang yang sengaja menggunakan kuasa kegelapan untuk mempercantik dirinya dan memikat banyak lelaki. Kita yang sudah percaya seharusnya tidak terpengaruh karena Roh Kudus itu lebih besar dari kuasa manapun juga. Ketika Yesus akan disalib, Ia menyucikan bait Allah. Keluarga kita harus suci dan tidak boleh ada yang membawa dosa masuk. Rumah kita bukanlah untuk pemulihan fisik saja tetapi rumah dimana Tuhan hadir. Mereka juga diminta untuk mengganti pakaian mereka supaya terjadi pembersihan total. Ketika keluarga sudah suci, maka Tuhan akan menyertai. Akhan melakukan dosa dan itu mengakibatkan Israel kalah. Yakub tidak mau penduduk negeri itu menyerang keluarganya dan ia mau Tuhan beserta. Tuhan menyatakan mukjizat-Nya yaitu membuat kota-kota di sekitarnya mengalami ketakutan sehingga mereka tidak berani melawan Yakub.

Pada akhirnya masalah itu terselesaikan tanpa peperangan dan ketika Yakub sadar bahwa ia harus menggenapkan nazarnya, mengajak seluruh keluarganya beribadah, dan menyucikan keluarganya. Kuasa Simeon dan Lewi itu terbatas adanya, namun kuasa Tuhan itu luar biasa. Allah beserta dengan misi Yakub (Kejadian 35:5). Mungkin anak-anak Yakub mempersiapkan senjata perang, namun Yakub tahu bahwa itu tidak perlu karena Allah melindungi mereka. Di sini ada berkat dari Allah untuk Yakub (Kejadian 35:9). Setelah Yakub tiba, ia menerima identitas yang baru yaitu nama Israel. Ini adalah konfirmasi yang kedua dari Allah. Allah juga menyatakan bahwa raja-raja akan muncul dari keturunan Yakub. Keluarga yang suci ini menjadi satu teladan iman di depan. Kita pasti mau semua keturunan kita menjadi teladan iman dan maka dari itu kita harus mengusahakan kesucian keluarga. Allah yang maha kuasa bekerja di balik kelemahan Yakub. Di dalam kisah ini Yakub juga melakukan penyerahkan diri ulang (Kejadian 35:10). Ia menjadi lebih siap untuk diutus oleh Tuhan. Di sini ia tidak mau lagi melakukan kesalahan yang sama. Tuhan juga membangun ulang komitmen Petrus setelah ia menyangkal-Nya 3 kali. Tuhan bertanya apakah Petrus mengasihi-Nya atau tidak sampai 3 kali. Setiap kita membutuhkan pembaruan komitmen. Jika kita pernah bernazar, maka kita tidak boleh melalaikannya. Kisah ini menyatakan bahwa kita tidak boleh bermain-main dengan Tuhan.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya (Mazmur 27:4). Kita mau menikmati rumah Tuhan dan seluruh karya Tuhan. Banyak orang kaya yang tinggal di rumah yang sangat besar akhirnya pindah ke rumah kecil ketika tua. Ini karena tubuh mereka semakin lemah dan ini membuat mereka kesulitan untuk tinggal di rumah yang besar. Mereka juga senang dengan tempat tinggal yang dekat dengan alam. Kita boleh memiliki rumah yang besar namun itu harus dipakai untuk beribadah kepada Tuhan. Rumah kita harus dipakai untuk kepentingan yang kudus. Yakub kemudian bertemu dengan Ishak setelah itu Ishak meninggal (Kejadian 35:27-29). Kita harus mengingat nazar kita, karena pada akhirnya sukacita kita terletak pada relasi kita dengan Tuhan. Ketika Allah menampakkan diri di depan Yakub, itu adalah hubungan yang sangat manis dan indah. Allah sangat mengasihi Yakub. Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku, yang telah diucapkan bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah (Mazmur 66:13-14). Kita harus meminta kekuatan dari Tuhan jika kita mengalami kesulitan ketika kita ingin menggenapkan nazar kita. Ada begitu banyak janji iman yang telah diadakan. Hal yang sangat indah adalah ketika kita mau uang kita dipakai untuk pekerjaan Tuhan. Semua janji yang digenapi itu berkaitan dengan kemuliaan Tuhan. Nazar Yakub itu berkaitan dengan mezbah bagi Tuhan dan keluarganya harus menjadi keluarga yang beribadah di hadapan Tuhan. Seluruh anggota keluarga kita harus menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan. Orang tua harus mendidik anak-anak sungguh-sungguh dalam iman dan karakter yang benar. Keinginan keluarga harus dikuduskan sehingga selaras dengan keinginan Tuhan. Kita harus punya keinginan untuk mengakhiri hidup dalam kebahagiaan karena melihat semua keturunan kita mau beribadah kepada Tuhan. Kita harus terus bertumbuh dan untuk terus bertumbuh kita harus senantiasa melihat kepada Firman Tuhan. Kita harus rajin membawa jiwa bagi Tuhan.

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – LS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami