Hidup di Bawah Bayangan Murka Tuhan

Efesus 2:1-3
Mengenal Keberadaan Manusia lama kita sebagai manusia yang berdosa Efesus 2:1-3 menyatakan “Pada dasarnya kami adalah orang yang harus dimurkai sama seperti mereka yang lain.” Ini menunjukkan satu hakekat keberadaan kita yang dahulu memang layak untuk dimurkai oleh Allah.

Hidup di Bawah Bayangan Murka Tuhan

Categories:

Mengenal Keberadaan Manusia lama kita sebagai manusia yang berdosa Efesus 2:1-3 menyatakan ;Pada dasarnya kami adalah orang yang harus dimurkai sama seperti mereka yang lain. Ini menunjukkan satu hakekat keberadaan kita yang dahulu memang layak untuk dimurkai oleh Allah. Mengapa kita dimurkai? Paulus menggambarkan manusia lama kita dengan tuntas: (1) ;kita dahulu adalah orang yang mati secara rohani. (2) ;kita dahulu adalah budak dosa, sehingga jikalau ada kesempatan kita selalu berbuat dosa, jikalau ada tawaran kita selalu berbuat dosa. (3) ;dahulu kita adalah orang yang tunduk kepada kerajaan setan dengan segala tawaran kegelapannya, sehingga begitu banyak kita dibodohi, dihantui dan mudah sekali ditaklukkan dengan keinginan-keinginan dari setan itu. (4) ;kita adalah orang yang harus dimurkai. Kita memasuki pembahasan mengenai kita adalah orang yang harus dimurkai. Salah satu bagian yang penting mengenai hal ini yaitu Roma 1-2. Di sini kita belajar: Mengapa manusia harus dimurkai Tuhan? Apakah setiap manusia mau dimurkai Tuhan? Apakah setiap bencana sebagai tanda dari murka Tuhan? Mungkin, tetapi bagaimana kita tahu kalau seorang sedang dimurkai Tuhan? Dimurkai Tuhan ada dua tipe yaitu: (1) dimurkai dalam nilai hati nurani dan (2) yang dimurkai secara fisik. Dimurkai oleh Tuhan secara nilai hati nurani berarti orang itu selalu diberikan aspek rasa bersalah, ketakutan, kekuatiran, kekurangan, dan dibayangi dengan segala keinginan yang harus dicapai dan terus ingin dipuaskan tetapi tidak pernah puas. Mungkin merasa sudah punya semua tetapi kadang-kadang tidak bisa menikmati. Mengapa demikian? Karena Tuhan sedang memurkai nilai hati nuraninya. Orang seperti ini tidak akan hidup damai, tidak akan menikmati segala apapun yang dimiliki dan tidak pernah punya aspek kecukupan. Orang seperti ini terkadang tidak sadar dia sedang dimurkai Tuhan. Ada orang dimurkai Tuhan secara fisik, dipukul di dalam satu nilai kematian seperti kematian Ahab yang dirancang Tuhan (1 Raja-raja 22:20-38). Kematian di dalam dosa, karena begitu banyak dosa yang sudah mempermalukan nama Tuhan maka dia dimurkai dengan kematian. Tetapi apakah kematian setiap orang benar dalam bentuk kecelakaan pasti dalam nilai murka Tuhan? Belum tentu, Yesus mati di salib, pengikut-pengikut Tuhan begitu banyak mati martir dalam nilai penderitaan (mis. Stephanus mati di rajam batu dan rasul-rasul lainnya). Perbedaannya adalah apakah kematian tersebut menyatakan kemuliaan dan kebenaran Tuhan Allah. Selain itu, bagaimana kita melihat mereka tidak dimurkai Tuhan? Lihat dari sikap hatinya. Stephanus ketika dirajam dengan batu, dia tidak membalas batu dengan batu, tetapi di dalam sikap berdoa dan berserah kepada Tuhan. Maka dia melihat kemuliaan Tuhan dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Waktu Polikarpus dari Smirna ingin dibakar hidup-hidup karena dia selalu setia meninggikan dan melayani Tuhan. Ketika dia ditangkap hanya satu pilihan, jikalau menghujat Tuhan maka akan dibebaskan. Tetapi jikalau tidak mau menghujat Tuhan hingga esok hari maka ia akan dibakar hidup-hidup. Ia mengatakan bahwa Tuhan yang sudah begitu setia 80 tahun lebih tidak pernah sekali-sekali mengecewakannya. Karena itu ia akan tetap setia untuk menjadi pengikut Tuhan dan mengakui Tuhan Allah sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya bahkan sampai mati sekalipun. Ternyata setelah api dihidupkan dan orang yang menyaksikan mengatakan tidak ada satu kata jeritan dan keluhan dari Polikarpus. Sebaliknya orang-orang mendengar dia seperti bersenandung dalam doa. Inilah kekuatan iman dalam kemenangan. Pengikut Kristus yang memiliki mental begitu kuat, tetap tenang dan memiliki kemenangan iman dalam Tuhan. Mengapa orang dimurkai Allah? (1) Kejahatan manusia. Sinful Nature, kita sebagai orang yang berdosa. Dosa dalam bahasa ibrani yaitu hamartia. Ini berarti tidak mencapai setiap standar Tuhan. Karena kita keturunan dari Adam. Adam berdosa maka kita pun orang berdosa. Keberdosaan kita bukan bergantung dengan apa yang kita lakukan tetapi keberdosaan kita karena kita lahir dari Adam yang pertama. Maka pada waktu kita masih keturunan Adam yang lama maka kita memiliki sinful nature. Dan itu sudah dikatakan dalam Roma 5:12, Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (2) Sikap kita yang melawan kebenaran Allah. Di dalam di dalam Roma 1:18 yaitu dosa adikia (unritghteousness) dan asebeia (ungodliness). Kita selalu punya sikap melawan kebenaran, dan sikap ini belum tentu harus secara perbuatan tetapi secara nilai pikiran dan perasaan. (3) Karena perbuatan kita yang menentang hukum-hukum Allah. Engkau tahu berzinah itu berdosa, tetapi engkau tetap melakukannya. Engkau tahu berjudi itu dosa tetapi engkau tetap melakukan perjudian. Engkau tahu dendam itu berdosa tetapi engkau masih demikian. Mungkinkah orang Kristen yang sejati dimurkai oleh Tuhan? Mungkin. Misalnya seperti Petrus yang sudah menyangkal Tuhan tiga kali dan sebelum dia sungguh-sungguh mengalami satu kembali bertobat untuk panggilannya dia merasa gundah gulana dan merasa begitu bersalah. Apakah setiap orang Kristen punya rasa bersalah? Pasti punya, bagaimana dengan orang dunia apakah mereka merasa bersalah? Punya. Apa bedanya? Rasa bersalah kita karena di dalam hati kita sudah ada Roh Kudus dan sudah dimateraikan Roh Kudus maka pada waktu kita hidup tidak suci Roh Kudus akan menghukum hati nurani kita dan membawa pada pertobatan. Sedangkan yang berada di luar Tuhan, rasa bersalah adalah suatu hukuman baginya. Jikalau kita anak Tuhan yang sungguh-sungguh dikasihi Dia, Tuhan tidak rela jikalau hidup kita mempermalukan nama Dia. Maka kita akan dimurkai oleh Tuhan, secara nilai hati kita bisa dimurkai Tuhan. Mengapa Allah murka? Karena kejahatan manusia dan untuk menegakkan keadilan Tuhan. Dunia dicipta oleh Tuhan tetapi setelah peristiwa kejatuhan dunia dikuasai oleh iblis. Iblis disingkirkan oleh Tuhan dari takhta suci Tuhan maka dia akhirnya bercokol dan menguasai seluruh orang-orang dunia berdosa. Dan dia menjadikan dirinya seperti Tuhan meminta dipuji dan disembah. Orang-orang di dunia yang menyembah dia akhirnya diberikan kekayaan dan kesuksesan yang menjadikan kesombongan. Tuhan membiarkan Iblis untuk menyatakan murka-Nya. Ahab harus mati di dalam rancangan Tuhan karena dosa-dosanya. Seharusnya kita menyadari bahwa hidup kita adalah karena anugerah, karena kita tidak lagi dimurkai oleh Tuhan. Kita melihat Roma 1:18-19, ;Sebab murka Allah nyata dari sorga, atas segala kefasikan dan kelaliman manusia yang menindas kebenaran dan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Orang yang dimurkai adalah orang yang tahu tentang Tuhan. Mereka tahu tentang Allah, tapi mereka mempermainkan Dia. Dalam ayat 21 dikatakan: Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mengetahui tentang Allah mereka tidak memuliakan dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadanya sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Celakanya adalah mereka berbuat seolah penuh hikmat tetapi mereka telah menjadi bodoh dan sombong. Akibatnya dalam ayat 24,26 dan 28. Inilah bentuk murka Tuhan yaitu orang itu diserahkan ke dalam apa yang dia inginkan dan diserahkan daripada apa yang menjadi ambisinya. Orang kristen sejati ketika jatuh dalam dosa pasti langsung mohon ampun dan terus didorong hidup suci. Murka Allah bukan saja ditujukan kepada bangsa-bangsa kafir tetapi juga kepada orang-orang yang beragama turut dipersalahkan. Saudara, kita melihat ada orang tersesat di dalam pergaulan yang salah itu bisa kelihatan tetapi juga ada orang yang tersesat dalam bidang agama. Di dalam kekristenan jangan pikir semua gereja sama. Kristus sudah mengingatkan kita dalam perumpamaan lalang dan gandum (Matius 13:24-30). Pagi-pagi benar petani itu datang menabur benih gandum tetapi malam-malam hari ada petani yang sesat menanam benih lalang maka sama-sama tumbuh di gereja. Jikalau sudah waktunya maka akan terjadi pemisahan antara lalang dan gandum. Di sini menunjukkan kepada kita bahwa investasi setan selalu di gereja, orang-orang yang ada disekitar kita, pekerjaan kita, lingkungan kita dan tempat studi kita. Karena itulah hidup adalah peperangan rohani. Tuhan mengetahui seluruh kedalaman hati kita, maka Tuhan tahu bagaimana menghukum setiap hati manusia. Dalam Pengkhotbah 12:14, Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. Segala sesuatu yang kita lakukan yang tersembunyi akan diungkapkan oleh Tuhan pada waktu Tuhan. Takhta pengadilan Tuhan dinyatakan dan setiap kita tidak mungkin bisa lari dari murka Tuhan. Kita harus sadar bagaimana hidup takut akan Tuhan. Maka kita selalu punya aspek cukup (sufficient, enough). Roma 1:18, Rasul Paulus memakai kata sebab murka Allah nyata dari sorga. Ini berarti menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan membuktikan murka Allah nyata daripada sorga untuk orang-orang tertentu yang main-main dengan Dia. Pokok utama dari ayat 18 ini berbicara tentang murka Allah yang dikaitkan dengan apokaliptis yaitu sesuatu yang dinyatakan. Mungkinkah dalam hidup ini, kita lihat ada orang-orang yang terus dimurkai Tuhan? Mungkin. Bagian ini bisa dibandingkan dengan Mazmur 37. Orang saleh ada dalam program Tuhan, tetapi orang di luar Tuhan yang kelihatannya kaya dan sukses akan lesu seperti rumput dan layu seperti bunga. Di situlah kita sadar bahwa hidup kita jangan sampai dimurkai oleh Tuhan. Kita belajar bagaimana Alkitab dengan jelas mengatakan sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman. (1) Kefasikan (asebeia). Istilah yang digunakan yaitu asebeia. Artinya adalah orang yang tidak menghormati kehadiran Tuhan, tidak pernah menyembah Tuhan, dan tidak pernah menganggap Tuhan itu perlu. Orang seperti ini tidak pernah menghadirkan Tuhan dalam nilai kerja, studinya, keluarganya dan berbagai hal dalam hidupnya. Tetapi yang dia hadirkan adalah apa yang dia ingin capai, nikmati, dan tidak pernah memperdulikan pekerjaan Tuhan. Ketika akhirnya Daniel menyatakan satu hukuman kepada raja Babel yaitu Nebukadnezar karena membanggakan kota yang dia bangun yaitu taman di atas istana. Nebukadnezar terkena penyakit gila bertingkah laku seperti binatang. Demikian juga kepada keturunannya yaitu Belzsazar yang juga tidak hormat kepada Tuhan. Ia menggunakan seluruh perkakas bait Allah untuk pesta. Dalam pestanya, ia melihat tulisan Mene, mene, tekel ufarsin (Daniel 5:25). Artinya ;Engkau sudah diteliti, dipertimbangkan, dan engkau akan mati oleh bangsa Media-Persia. Dan malam itu juga dia mati ditombak oleh Darius, raja Media-Persia. (2) Kelaliman (Adikia). Adikia adalah orang pemberontak dengan sengaja melawan Tuhan dalam seluruh hidupnya. Roma 14:23 mengingatkan kita apapun yang kita lakukan harus berdasarkan iman. Artinya iman akan mencerahkan pikiran kita, perasaan kita, sikap dan kelakukan kita. Di dalam bagian ini Paulus mempertentangkan antara dosa yang berkenaan dengan adikia, dosa yang melawan Tuhan, dengan iman. Ada orang Kristen yang dengan sengaja melakukan dosa dengan mencobai diri masuk ke dalam tempat-tempat tertentu. Sekalipun mereka mengenal Allah tetapi hidup mereka tidak membuktikan mereka mengenal Allah. Knowing of God dan knowing about God itu berbeda. Knowing of God itu kita mengenal Tuhan secara pribadi dalam nilai hati melalui kelahiran baru kita. Tetapi knowing about God itu tahu tentang Tuhan dari apa kata orang dan tidak pernah konfirmasi pertobatan kita. Bagaimana orang yang fasik dan lalim? (a) Pikiran mereka menjadi sia-sia. (b) Pikiran mereka tidak punya nilai kebenaran dan selalu berpikir kompromi dengan segala sesuatu. Hati mereka bodoh dan bebal. Mereka selalu bisa sombong dalam perbuatannya. (c) Mereka berbuat seolah dipenuhi hikmat, padahal nyatanya mereka adalah orang bodoh. (d) Mereka menggantikan kemuliaan Allah. Ada kemungkinan Paulus mengutip Mazmur 106:20, Yeremia 2:11 dan juga Ulangan 4:18. Mengapa manusia sering tidak puas dengan kehadiran Allah? kita bisa melihat dalam Keluaran 19, 1 Raja-Raja 8;11, Yesaya 1;6. Terkadang kita tidak merasa puas untuk melihat kehadiran Allah karena sulit dijangkau oleh pikiran manusia dan sulit melihat Allah melalui pengalaman kita. Kesimpulannya, (1) manusia berdosa pandai menutup diri dan menghiasi hidupnya, (2) manusia berdosa menjalankan kebaikan relatif yang berpusat pada diri, dan (3) manusia berdosa tidak luput dari murka Allah dan hukumanNya.

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami