Hari Tuhan Pasti Datang

Hari Tuhan Pasti Datang

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 3: 1 – 7.

 

Pendahuluan

Mengapa kita perlu percaya konsep eskatologi dan mengapa ini menjadi sesuatu yang sangat penting?

Jikalau kita melihat pasal 1 – 3, rasul Petrus selalu mengkaitkan kesesatan dari guru-guru palsu karena mereka tidak mengerti konsep alfa dan omega, konsep tentang kekekalan itu sendiri, dan mereka menganggap remeh tentang Tuhan sebagai pencipta, Tuhan yang mengontrol, dan Tuhan yang mengakhiri segala sesuatu di dalam satu nilai bahwa Dia adalah Raja di atas segala raja. Disini kita belajar bahwa bagi setiap kita, penting sekali memahami konsep ini secara nilai hidup, bukan memahami konsep ini hanya untuk sekedar otak saja. Oleh karena itulah kita lihat rasul Petrus dalam ayat 1 dalam pasal yang ke 3 dia mengatakan dia berusaha untuk bagaimana mengajarkan kepada setiap orang-orang di Asia Kecil tentang kemurnian daripada konsep eskatologi itu sendiri, dan ini memang sesuatu yang sangat penting.

 

Bagaimana supaya kita konsisten imannya dalam menghidupi hal ini?

Mengapa ini penting? Karena Alkitab mengajarkan pada zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek, pencemooh-pencemooh yang tidak menghargai otoritas Tuhan, yang tidak menghargai kesucian Tuhan, yang tidak menghargai perintah-perintah Tuhan, mereka hidup dalam hawa nafsu mereka sendiri, baik nafsu seksualitas, nafsu ingin menjadi orang yang memiliki kekayaan lebih dari orang lain, nafsu ingin menjadi penguasa, bahkan nafsu dalam bidang keagamaan yang menyesatkan itu sendiri. Di sini kita juga melihat nanti di zaman akhir akan tampil anti-Kris yang akan menyiksa kita dengan sesuatu yang berat sekali, seolah-olah kita dibiarkan Tuhan disiksa, dipukul, dianiaya. Di situlah kita mengatakan jikalau kita sungguh-sungguh orang pilihan, kita tidak akan murtad, kita tidak akan mengkhianati Tuhan hanya karena kita mengalami satu penganiayaan secara tubuh. Kenapa demikian? Karena ada Allah Roh Kudus yang memelihara iman kita, ada Allah Roh Kudus yang senantiasa bekerja mengingatkan dalam otak kita, dalam hati kita tentang pengertian-pengertian firman Tuhan tentang konsep eskatologi. Disinilah rasul Petrus menganggap penting sekali kita mengisi memori otak kita dengan firman Tuhan.

 

Siapa pencipta bumi dengan segala isinya?

Dari sini kita menyadari pencipta segala sesuatu adalah Allah Tritunggal. Dunia dengan segala isinya pada waktu itu keadaanya gelap, bumi ini dipenuhi dengan air, maka Tuhan mencipta akan segala sesuatu dan mengaturnya. Ada cakrawala, maka disitulah dipisahkan ada air dan ada daratan, dan kita tahu rasul Petrus juga mengkaitkan dengan peristiwa air bah, dimana hujan 40 hari memenuhi seluruh dunia 150 hari. Pertanyaannya adalah dari mana air-air itu? Secara teologis kita percaya Tuhan adalah pemelihara, Tuhan adalah pengatur segala sesuatu maka air disimpan dalam satu siklus daripada seluruh musim dimana Tuhan menyimpannya di awan.

 

Dengan apa Allah Tritunggal mencipta segala sesuatu?

Dengan firman. Tuhan tidak perlu bahan. Dan jikalau Tuhan memakai bahan untuk mencipta Adam, karena dicipta melalui bahan tanah, dan wanita dicipta memakai bahan tulang rusuk. Disini kita melihat Tuhan itu luar biasa, Dia berfirman jadilah terang maka semua jadi. Jadi kuasa firman dari zaman Perjanjian Baru ternyata itu logos, yaitu kebenaran, yaitu Yesus Kristus.

 

Darimana bumi ini berasal?

Rasul Petrus mengatakan berasal dari air, dan dari air kembali kepada air, dan air itu ada yang bisa dipakai Tuhan untuk memusnakan bumi dan mengembalikan bumi, dan Tuhan sekarang menyimpan air itu di dalam waktu dan di dalam setiap kedaulatan Tuhan.

 

Pembahasan

 

Mengapa percaya pada hari Tuhan pasti datang itu penting?

 

  1. Mengerti sejarah manusia.

Jangan bilang manusia berasal dari sel tunggal yang akhirnya terpecah menjadi lumut, berkembang menjadi binatang yang akhirnya kecil, dan terus berkembang dan jadinya monyet. Kita tidak percaya akan teori evolusi itu karena kita percaya manusia ada di dalam maksud dan tujuan Tuhan. Mengapa manusia dicipta? Untuk memuliakan Tuhan. Mengapa manusia dicipta dan ditempatkan di dunia? Supaya manusia bisa menyenangkan Tuhan, bisa mempertanggungjawabkan karena dirinya adalah wakil Tuhan untuk ciptaan yang lain. Di sini kita percaya sekali bahwa sejarah manusia dengan jelas sudah dicatat dalam Alkitab, dan sejarah manusia ada diikat oleh waktu dan akan berakhir di dalam waktu. Apakah kita berhenti disini? Tidak. Sejarah manusia ada didalam waktu, diproses dari alfa point sampai omega point. Tetapi kita harus menyadari ketika kita menjadi manusia-manusia yang berarti dimata Tuhan, ketika kita menjadi anak-anak Allah kita diberkan kuasa menjadi anak Allah dan kita diberikan jaminan untuk memperoleh satu hidup yang kekal. Maka kita percaya, kita menjadi manusia yang berarti karena kita berarti didalam Yesus Kristus, bukan berarti di dalam dunia, karena dunia selalu mempertontonkan kebodohannya. Ada manusia yang ingin mencari kekayaan dan akhirnya jatuh karena kekayaannya, ada manusia yang ingin mencari kepopuleran akhirnya jatuh karena kepopulerannya. Mengapa semua itu terjadi? Karena didalam konsep Alkitab kita perlu mengerti bahwa manusia dicipta dalam peta dan teladan Tuhan, sudah jatuh didalam dosa, akhirnya manusia rusak, dan setelah itu kita membutuhkan penebusan Kristus (redemption). Tetapi seluruhnya akan berakhir, Kerajaan Allah akan dinyatakan, Kristus akan menjadi Raja di atas segala raja, Dia akan menjadi Penghakim, dan Dia memberikan kepada kita hidup yang kekal. Di situlah kita akan mengalami namanya yang disebut rapture, satu pengangkatan karena kita mendapatkan tubuh yang dipermuliakan, kita akan bertemu dengan Tuhan Yesus di udara muka dengan muka.

Menarik sekali Alkitab mencatat dengan lengkap, dengan sistematik, dengan satu pengertian yang sangat-sangat jelas dicatat oleh Injil Yohanes. Jadi Injil Yohanes 6: 39, 40, 44, dan 54, dan Injil Yohanes 11: 24, mengajar kepada setiap kita bahwa kita akan mendapatkan nilai status yang baru, tubuh yang baru, kemuliaan yang baru bersama dengan Kristus, dan kita akan menjadi wakil Tuhan dalam menghukum orang-orang yang sesat. Dan juga dikatakan dalam 1 Korintus 15: 32 dan juga 1 Tesalonika 4: 16. Ketika kita tahu tentang sejarah manusia, kita harus mengarahkan sejarah manusia berdasarkan apa kata Alkitab. Alkitab berkata manusia pada jaman akhir semakin jahat, dan penderitaan lepas penderitaan akan diberikan kepada kita, namun 2 Timotius 3: 13 menjanjikan kemenangan iman kepada setiap kita. Dunia akan jahat, anti-Kris akan selalu menyiksa kita, tetapi dikatakan Tuhan akan memberhentikan itu semua dengan cara eskatologi pribadi, dengan cara eskatologi umum. Didalam bagian itulah setiap kita akan punya pengharapan yang kekal untuk bisa akhirnya pada waktu kita mati dalam Kristus kita mati bukan karena dosa, tetapi kita mati karena kita orang benar, maka kematian kita memberikan kepada kita hidup yang kekal. Didalam bagian inilah manusia akan bisa menjadi manusia yang jahat, tetapi ketika kita merasakan kejahatan dunia bagaimana sikap kita, itulah menunjukan kita mengerti Tuhan yang menjadi penguasa segala sesuatu. Jadi pada waktu nanti engkau mendapatkan kesulitan dari orang-orang disekitar kita, teman bisnis kita, orang-orang yang ingin menjatuhkan kita, kita tidak akan dibiarkan Tuhan sendiri karena Allah kita adalah Allah yang akan mendampingi kita.

 

  1. Mengerti Allah di atas sejarah manusia dan dunia.

Artinya Allah adalah pencipta waktu, alfa point, dan mengakhiri segala sesuatu dalam omega point, Allah adalah mengontrol segala sesuatu, Allah di atas manusia, Allah di atas pemerintah, Allah di atas pemerintahan, dan Allah juga di atas seluruh rancangan setan. Berarti ini menunjukkan kepada kita Allah sedang mengijinkan kita menikmati satu kebebasan untuk kita mendemonstrasikan kualitas iman kita. Di dalam bagian ini kita belajar bahwa yang paling penting adalah sikap ketika kita menghadapi pergumulan yang sulit. Bagaimana dengan Yusuf? Dia lolos tidak punya dendam dan kemarahan kepada kakak-kakaknya, karena dia tahu engkau memang merancang yang jahat terhadap aku, tetapi Tuhanku merancang untuk satu kebaikan memelihara bangsa yang besar. Itu yang tercatat dalam Kejadian 50. Disitu mengingatkan kepada kita betapa setiap kita harus sadar Allah sedang memerdekakan manusia atas sejarah gelap manusia, kenapa demikian? Karena para ahli sosiologi mengatakan manusia senantiasa selalu ada dalam 1 atau 2 pendulum. Pendulum kebebasan tanpa hati nurani, pendulum kebebasan tanpa nilai-nilai norma budaya, pendulum kebebasan tanpa nilai-nilai norma agama, manusia akan menjadi orang yang paling jahat. Itulah yang disebut dunia gelap manusia, dan kita tahu di dunia ini, orang jahat akan selalu tampil. Di dalam bagian inilah manusia dan sejarahnya akan tampil orang-orang jahat, dan mereka akan mengisi teknologi, mereka akan mengisi sistem dan segala sesuatu yang membuat hidup kita tidak perlu bergantung kepada Tuhan. Di sinilah menariknya ketika kita mengerti Allah di atas sejarah manusia dan dunia, Tuhan di dalam waktu dan hikmat-Nya akan memberikan kepada kita penyertaan untuk kita merdeka sebagai anak-anak Tuhan melalui firman Tuhan supaya kita tidak boleh terikat dengan dosa-dosa lahiriah, supaya kita juga tidak terikat dosa-dosa secara pikiran dan emosi. Disitu kita percaya bagaimana supaya anak-anak kita bisa menjadi pengisi waktu dan penerobos waktu, ingatkan hanya firman daripada Yesus Kristus itulah yang akan memampukan anak-anak kita, memampukan kita orang tua menjadi pemenang iman atas setiap tawaran dunia.

Apa yang perlu kita dalami dalam bagian ini? Di dalam bagian ini kita percaya Allah mengontrol sejarah dan sejarah tidak pernah jalan sendiri. Jadi artinya gereja tidak akan dibiarkan hancur oleh gerekan daripada penyesat-penyesat, gereja tidak akan hancur oleh hanya karena gerakan pemerintah dengan orang-orang yang akan membunuh kita karena Allah bersama-sama dengan gereja, bersama-sama dengan kita, tugas kita adalah sikapi semua pemeliharaan Tuhan dengan benar.

 

  1. Mengerti konsep kekekalan.

Pada mulanya manusia dicipta tidak jatuh dalam dosa, maka setelah manusia jatuh dalam dosa maka manusia akan hidup dalam waktu yang bisa membinasakan kita setiap saat, tetapi dalam bagian inilah kita sungguh bersyukur karena Allah rela datang ke dunia dari kekekalan untuk masuk ke dalam dunia yang tidak kekal untuk memberikan kuasa menjadi anak-anak Allah untuk memperoleh hidup yang kekal bersama-sama dengan Kristus kelak di depan. Di dalam bagian inilah pintu kekekalan hanya melalui kedatangan Yesus yang kedua kali untuk mengangkat kita sebagai anak-anak Allah, dan Tuhan juga akan membangkitkan orang-orang berdosa untuk dihakimi. Di dalam konsep dari Wahyu 13 kita diingatkan ada Kristus, dan akan ada akhir zaman dimana Tuhan akan mengumpulkan kita di sebelah kanan Dia (umat pilihan Tuhan) dan di situ Tuhan akan kumpulkan bagian orang-orang yang tidak percaya sama Dia, penyesat-penyesat, rohaniawan palsu, guru-guru palsu semua ada di sebelah kiri. Yang di kiri untuk disiksa dan yang di kanan mendapatkan satu pemulihan yaitu kita mendapatkan satu tubuh yang dipermuliakan. Di situlah kita baru mengerti dunia yang paling indah yang sulit ditulis dengan kata-kata adalah dunia kekekalan. Di dalam bagian ini ketika masa omega point akan berakhir, penciptaan, alfa point, omega point akan berakhir. Bagi orang dunia dibangkitkan untuk dihakimi, dan menurut rasul Petrus guru-guru palsu mereka akan mendapatkan satu penghakiman yang luar biasa, dan kita akan bersama-sama dengan malaikat Tuhan memasukKan mereka dalam satu tempat yang penuh dengan siksaan. Bagaimana dengan kita? Di dalam kekekalan kita akan diberikan dunia yang baru, langit baru, bumi baru. Dalam catatan Yesaya 65: 17, dan Yesaya 66: 22.

Tuhan akan memperbaharui dunia ini, dan Tuhan akan mencipta segala sesuatu dengan sesuatu yang Dia anggap, waktu kita hidup di dunia ini berarti, waktu nanti di surga tidak berarti. Maka kita tahu nanti surga yang kita tapaki bahannya terbuat dari emas, dindingnya dari hal-hal yang bersifat mulia seperti berlian. Jadi apa yang disebut berharga di dunia ini di surga menjadi tidak berharga. Di surga tidak ada lagi urusan makan, urusan minum, urusan pakaian, di surga tidak ada lagi urusan seks. Alkitab dengan jelas mengatakan surga adalah tempat untuk kita menikmati ibadah bersama dengan Tuhan, surga menjadi satu simbol Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya dan kita menikmati relasi dengan Tuhan dan kita tidak henti-hentinya melihat kemuliaan Tuhan, kita memuji Tuhan, kita mendengar akan jemaat satu persatu memberikan persembahan, kita pun memuji Tuhan. Disinilah maka kita belajar bahwa waktu di surga kita menerima apa yang terbaik dari Tuhan, kita mendapatkan tubuh yang dipermuliakan, kita mendapatkan hasrat yang disucikan, kita mendapatkan memori yang disucikan, kita mendapatkan tubuh yang tidak mungkin lagi sakit, semua fokus kita hanya untuk ibadah bersama dengan Tuhan. Kita akan menerima yang terbaik dari Tuhan sehingga kita tidak boleh terlalu sibuk dengan harta di dunia. Jadi kalau Tuhan sudah kasih engkau harta, kekuasaan, kenikmatan dan segala sesuatu harus punya konsep pandang cukup. Jangan kita diperbudak oleh harta, kekuasaan, kenikmatan dan akhirnya kita membuang Tuhan. ini bukan berarti kita tidak boleh kaya, silahkan engkau bekerja, silahkan engkau memiliki karier yang baik untuk menunjukan engkau punya kekayaan tetapi kekayaan juga dikembalikan untuk Tuhan.

 

Jadi dalam bagian ini mengingatkan kepada kita, kita bisa bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal. Biarlah firman Tuhan pada hari ini mengingatkan kepada kita, inilah yang menyebabkan rasul Petrus berusaha ingin memberikan pengajaran yang murni tentang jaman akhir kepada jemaat, karena itu sesuatu yang penting. Membangun konsep tentang eskatologi zaman akhir, kita dapat mengerti tentang sejarah manusia ada dalam waktu dan akan berakhir dalam waktu. Kita akan berakhir untuk memperoleh suatu hidup yang kekal, dan kita mengerti Tuhan di atas sejarah manusia, Tuhan di atas sejarah dunia karena Allah yang mengontrol segala sesuatu, dan Allah tidak mungkin membiarkan kita kalah oleh karena penderitaan, karena Tuhan akan topang kita, dan kita mengerti Tuhan menanamkan kepada kita konsep kekekalan. Jadi hasrat kita yang tertinggi adalah jikalau engkau mau mati dalam Yesus Kristus, dan hasratmu yang mulia adalah engkau ingin bersama-sama dengan Tuhan dalam suasana kemuliaan itu. Jadi di situlah hati-hati terhadap hasrat dunia yang akan menarik kita kepada hal yang bersifat cemar, harta, kenikmatan akhirnya hasrat kita kepada bagian itu. Jadi ingat bahwa hasratmu diciptakan oleh Tuhan, desiremu diciptakan oleh Tuhan, keinginanmu dicipta oleh Tuhan, jadi kembalikanlah keinginan itu untuk memuliakan Tuhan, dan pada waktu kita hidup marilah kita mencoba untuk menyenangkan Tuhan melalui perilaku kita yang benar dalam situasi apapun juga. Amin.

Tuhan memberkati.

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-YFS)

 

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami