Hari Tuhan Pasti Datang (2)

Hari Tuhan Pasti Datang (2)

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 3: 1 – 7.

 

Kita tahu bahwa dalam sejarah manusia yang paling penting Tuhan mencipta konsep waktu, ada alfa point ada omega point, dan melalui alfa point kita mengerti segala sesuatu dimulai dalam control Tuhan dan kedaulatan Tuhan bahwa segala keberadaan manusia dan segala isinya ada dalam nilai tujuan untuk memuliakan Tuhan, kita mengerti bagaimana kita menyenangkan Tuhan pada waktu kita hidup, dan bagaimana manusia akhirnya telah jatuh didalam dosa. Tetapi seluruh program setan tidak mungkin dapat menggagalkan rencana Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya. Kegagalan manusia bukan menunjukan kegagalan Tuhan, dan kemenangan setan menjatuhkan Adam dan Hawa bukan berarti seluruh program Tuhan untuk manusia memuliakan Tuhan itu semuanya gagal, karena Tuhan adalah pencipta sejarah manusia dan Tuhanlah yang akan membuat manusia memiliki sejarah didalam satu nilai kekekalan. Kita akan diberikan satu benih menyadari kairos Tuhan dalam hidup kita senantiasa. Maka anak Tuhan yang sejati akan mencintai kairos Tuhan dan nilai-nilai kekal Tuhan untuk menjadi satu nilai tujuan, satu nilai kebanggaan, satu nilai yang harus dia capai dan dia perjuangkan selama dia hidup. Mengapa ini penting? Karena akhirnya kita mengerti Allah di atas sejarah manusia dan sejarah dunia. Kita mengerti bahwa manusia akan terus berlomba, menciptakan sesuatu yang berbeda, dan hal yang berbeda itu menunjukan satu kebanggaan, satu kesombongan, dan dunia akan selalu berkompetisi bagaimana mereka membuat perbedaan demi perbedaan di dalam usaha, dalam teknologi, dalam militer, dalam kekuatan apapun juga, mereka ingin menunjukan seolah-olah ada perubahan dan keakuan setiap manusia itu akan lebih ditonjolkan. Negara yang mereka pimpin akan mereka tonjolkan, kekuasaan yang mereka jalankan akan diabadikan, tetapi kita lihat seluruhnya bisa dihilangkan oleh Tuhan didalam waktu. Kita melihat ada sejarah kerajaan Asyur, kerajaan Babel, kerajaan Media Persia, kerajaan  Roma, kerajaan Yunani semua yang menguasai dunia akhirnya terhilang karena Tuhan berdaulat atas waktu, Tuhan berdaulat atas manusia, Tuhan berdaulat atas dunia.

 

Didalam bagian ini poin yang ingin kita mengerti Allah mau memerdekakan manusia atas sejarah gelap manusia. Jadi manusia yang tidak kembali kepada Tuhan akan menentukan sejarah kegelapan, dan sejarah kegelapan itu bisa diikuti kesuksesan manusia itu, keberhasilan, kekayaan bahkan terobosan-terobosan, tapi intinya adalah menjauhkan manusia dari Tuhan. Itulah sejarah gelap. Maka ketika seluruh teknologi, seluruh apa yang dicipta oleh dunia menjauhkan kita untuk tidak mengandalkan Tuhan itulah cara dunia menciptakan sejarah gelap. Pertanyaannya adalah bisakah anak manusia menciptakan sejarah terang? bisa, karena kita diberikan kuasa terang itu sendiri. Mengapa anak Tuhan tidak berjalan dalam terang? Mengapa anak Tuhan tidak membuat terobosan terang untuk senantiasa hadir dalam dunia? Disinilah pertanyaan besarnya, harusnya kegelapan kita telan dalam kuasa terang yang Tuhan berikan kepada kita. Jadi seharusnya kita tidak perlu takut dengan sejarah gelap manusia karena memang kita sedang berperang dengan bayangan gelap itu. DIsini maka setan memakai guru-guru palsu, setan dengan memakai orang-orang yang disesatkan selalu mengirim kabut gelap itu supaya kita tidak melihat akan pimpinan Tuhan dalam cahaya kemuliaan Tuhan. Kita bersyukur bahwa Allah menyatakan Dia diatas sejarah manusia dan dunia, sehingga dunia bisa dikontrol Tuhan dan dunia tidak mungkin berjalan sendiri, tidak mungkin orang jahat berjalan sendiri, tidak mungkin dunia akan menciptakan segala sesuatu akhirnya mengalahkan program Tuhan. Di sini setiap kita rindu sekali ada benih kekal, ada benih konsep waktu alfa point dan omega point yang di dalamnya ada kairos, ada nilai kekal Tuhan bahwa hidup kita terbatas. Sehingga orang-orang Kristen dapat berkata bahwa: apa yang aku kerjakan bisa tak terbatas karena tercatat dalam kekekalan Tuhan, apa yang aku kerjakan aku tidak mau bersifat sementara saja, sesuatu yang di telan oleh dunia, karena dunia hanya mengulang segala sesuatu yang ada tetapi tidak punya nilai kekekalan, aku bukan manusia seperti itu, aku menjadi manusia yang berbeda dalam Kristus, aku menjadi manusia yang berbeda dalam penyertaan Kristus, aku menjadi manusia yang berbeda di dalam urapan dan kepenuhan daripada Allah Roh Kudus yang memampukan aku menerobos segala sesuatu yang mengandung jejak kekekalan.

 

Di situlah setiap kita harus berjuang bagaimana jangan kita akhirnya terikat dengan sesuatu yang sementara, sesuatu yang fana, kita anggap itu mutiara hidup padahal itu mutiara yang akan menjebak kita untuk kita tidak punya satu kekekalan dan hadiah termahal untuk kita bawa kepada Tuhan. Penting setiap kita menanamkan satu sifat bagaimana kita menjadi orang-orang yang berjiwa mau melakukan yang bersifat kekal sehingga kita tidak mau terjebak dengan sesuatu yang sementara, yang mengandung dosa, apalagi yang kita banggakan, maka kita akan selalu tersesat. Jadi apa yang harus kita kerjakan? Kita terus kerjakan apa yang berharga di mata Tuhan. Jangan bilang harta, kekuasaan, kepopuleran itu paling berharga, yang paling berharga adalah investasi kerajaan Tuhan yang harus kita kerjakan.

 

Disini maka kita mau mengerti mengapa semua ini menjadi sesuatu peringatan yang penting. Mengapa rasul Petrus mengatakan: aku ingin mengajarkan kepadamu pengajaran yang benar-benar murni yang mengandung peringatan-peringatan. Di dalam bagian inilah setiap kita melihat ini serius. Tetapi pertanyaannya apa yang perlu kita ingat? Dalam bagian ini jelas yang perlu kita ingat adalah maksud dari rasul Petrus tentang siapa yang datang ke dunia untuk kedua kali. Jadi di dalam bagian ini, setiap kita harus sadar bahwa Siapa yang akan datang pada akhir zaman itu adalah benar-benar apa yang dikatakan dalam Perjanjian Lama, Dia adalah Mesias keturunan Daud. Jadi kita harus mempercayai Dialah Mesias keturunan Daud yang berbicara, Dia Raja diatas segala raja, Dia bukan Pribadi yang tunduk kepada penguasa dunia, Dia bukan tunduk kepada imam Mahdi, tetapi Dia adalah Raja di atas segala raja. Apa artinya? Dia akan datang untuk kita sembah, Dia akan datang membawa nilai kerajaan yang baru, bumi yang baru, langit yang baru. Jadi disitu kita akan melihat Kristus, Dia sebagai Raja yang bertahta, dan setiap kita akan menyembah Dia, setiap kita akan memuji-muji Dia di atas segala pujian kita di dunia. Kita akan memuji dengan sesuatu yang bersifat kekal, dengan segenap hati kita, dengan segenap jiwa kita, dengan segenap kekuatan kita. Kita akan memuji Dia untuk menyatakan Dia adalah Raja diatas segala raja, dan Dia adalah hamba yang pernah menderita untuk mati menebus kita, sebagai nabi Dia harus rela menderita, sebagai imam Dia bangkit pada hari yang ketiga membuktikan Dia berkuasa untuk kematian, Dia menang atas kematian. Jadi di dalam bagian inilah jelas sekali rasul Petrus mengatakan bahwa siapa yang akan datang Yesus Kristus Raja diatas segala raja, Nabi diatas segala nabi, Imam diatas segala imam. Jadi kita bisa lihat adakah pemimpin agama yang terus hidupnya mengalami kekekalan? Tidak ada. Hanya Yesus Kristus yang mengalami kekekalan. Berarti itu membuktikan kepada kita Yesus Kristus Dia bukan hanya sekedar nabi, tetapi Dia memang diatas segala nabi, Dia bukan hanya sekedar imam, Dia ada diatas daripada imam, Dia bukan hanya sekedar raja tetapi Dia sungguh-sungguh adalah Raja.

 

Apa yang kita pelajari dari bagian ini? yang kita pelajari adalah setiap anak-anak Tuhan harus ada benih kekekalan sebagai respon sikap imanmu yang benar. Jikalau engkau mengaku Kristen tidak ada benih kekekalan mengakui Kristus adalah Raja yang akan datang kita tidak mungkin diselamatkan. Di sinilah rasul Petrus ingin mengajarkan kepada jemaat di Asia Kecil dan sekitarnya, imanmu kelihatan benar jikalau engkau berbuah kepada Tuhan, tetapi berkaitan dengan konteks eskatologi dimana engkau mengalami kesulitan, penderitaan, engkau tidak melihat kesulitan, penderitaan yang sementara itu lebih besar, tetapi engkau melihat satu sifat kekekalan itu yang menjadi sumber pengharapanmu. Disini berarti menunjukan kepada kita bahwa hal butir iman dalam hati kita yang berkaitan selalu dengan nilai kekekalan itu yang membuat kita tidak takut dengan penderitaan, itu yang membuat kita tidak pernah hilang pengharapan. Pertanyaan saya, bagaimana kita tahu benih iman, mutiara iman yang berelasi antara penjahat di sebelah Yesus yang di kiri dengan yang di kanan, akhirnya yang di kanan berespon kepada Yesus dan berkata: Yesus ingatlah akan daku jikalau engkau akan datang sebagai Raja. Ini iman orang Perjanjian Lama. Penjahat di sebelah Yesus bagaimana kita tahu pertobatannya, dia punya mutiara iman yang berelasi dengan nilai kekekalan, maka pada saat itulah Yesus berkata: Amin, hari ini juga engkau akan bersama Aku di Firdaus.

 

Poin didalam bagian ini yang paling penting adalah kita tahu Kristus yang akan datang, Kristus sama yang pernah menyelamatkan kita. Kristus yang datang Kristus adalah Kristus yang mengenal kita. Kristus yang datang adalah Kristus yang akan menggenapkan janji-Nya seperti dalam Perjanjian Baru, bahwa Dia datang untuk menyelamatkan kita, dan kita diselamatkan untuk kita mempunyai nilai kekekalan, dan kita yang punya nilai kekekalan, kita juga akan punya buah-buah rohani. Kita yang diselamatkan, kita akan sungguh menyatakan kita adalah anak-anak Tuhan yang berkuasa. Maka orang-orang fasik, orang-orang dosa, orang-orang yang tidak memuliakan Tuhan akan dihukum Tuhan, dan kita juga akan bersama dengan Tuhan yang akan mencampakan orang-orang kafir, orang-orang fasik, orang-orang berdosa, orang-orang munafik masuk dalam kerajaan kekal yang bersifat adalah neraka, menakutkan sekali dan itu sesuatu yang sangat menyedihkan sekali. Jadi di dalam bagian ini, setiap kita harus mempersiapkan hati. Mengapa? Karena kedatangan Tuhan setiap hari bisa datang kepada kita untuk dipanggil. Dimanapun kita berada, dimanapun kita berjalan, segala sesuatu bisa dipakai Tuhan untuk memanggil kita, tetapi yang lebih penting adalah hatimu siap. Hidup ini bukan kita yang memiliki, tetapi Tuhan yang memiliki, maka kalau Tuhan yang memiliki jangan kita berpikir segala sesuatu pasti panjang, sehingga kita bisa bebas hidup dalam kemalasan, kita bisa bebas dalam satu kebebasan, kita mau bebas sebebas-bebasnya. Didalam bagian inilah, kita harus hati-hati hidup di zaman akhir ini. Jangan kita akhirnya tidak waspada, dan juga jangan kita kalah dengan situasi, kita harus menerobos situasi.

 

Tanda-tanda jaman akhir didalam konteks ini rasul Petrus mengatakan:

 

  1. Pengejek-pengejek tentang kedatangan Yesus Kristus yang hidupnya mengikuti hawa nafsu.

Dalam konteks Yudas 1:18, yang berbicara tentang guru palsu, penyesat-penyesat, nabi-nabi palsu, kita bisa melihat yang dimaksudkan dalam bagian yang pertama menuruti hawa nafsu adalah hawa nafsu kefasikan. Kenapa disebut hawa nafsu kefasikan? Melalui daripada Mazmur 1 disitu kita bisa melihat penting sekali anak Tuhan bisa membedakan apakah engkau orang benar, apakah engkau orang fasik. Kenapa kitab pemazmur dimulai dengan sesuatu perbedaan kita orang benar dan itu orang yang tidak benar, dan karakteristiknya jelas, kita akan seperti pohon yang ditanam yang akan terus bertumbuh dengan baik, yang akan berbuah pada waktunya, sedangkan orang-orang fasik seperti pohon yang kering yang tidak akan berbuah, dan hidup kita disertai Tuhan, orang fasik akan dibuang oleh Tuhan, kita akan mendapatkan penyertaan untuk terus bisa menjadi berkat, sedangkan orang fasik hidup terus menjadi batu sandungan bagi orang lain. Jadi disini setiap kita harus sadar bahwa kita ada didalam dunia dimana ada orang hidupnya menuruti hawa nafsu kefasikan, apa yang dianggap benar itu adalah benar. Kita akan bertemu dengan orang-orang fasik yang merasa dirinya paling benar, keagamaannya paling benar, tetapi hidupnya tidak benar. Makka setiap kita harus sadar ada orang-orang pengejek berjubah keagamaan, berjubah atheis disekitar kita dan ada orang-orang yang mengejek yang menuruti hawa nafsu kedagingan. Jadi berhati-hatilah! Keagamaan adalah satu strategi yang paling jitu, yang dipakai setan untuk menyesatkan banyak orang, kepintaran bisa membuat kita jauh daripada setan dan semua itu bisa disisipi program-program dari setan. Jadi kita

bukan mengikuti hawa nafsu yang liar yang tidak dipimpin oleh firman, yang tidak punya standar kesucian, standar moralitas, standar rule keteraturan dari Tuhan dan hanya berdasar emosi kita saja.

 

  1. Mereka tidak mau tahu, mereka tidak percaya Yesus Kristus adalah sumber penciptaan, bahwa dunia ini berasal daripada air dan oleh air, dan Tuhan juga bisa memakai air bah untuk bagaimana menghabisakan bumi dengan segala isinya.

Kejadian 1: 6 – 9 dengan jelas mengatakan bumi pada permulaan itu bentuknya semuanya air, Tuhan menciptakan cakrawala, dan melalui cakrawala itu terciptalah semua gugusan yang disebut langit dengan segala isinya yang mengatur mana daratan, mana air, dan melalui bagian itulah tercipta segala sesuatu di dalam tatanan Tuhan yang mengatur bumi. Laut, sungai, gunung, lembah dan segala isinya. Dan dalam Kejadian 7 kita melihat bagaimana Tuhan mencipta sesuatu yang baru karena peristiwa Sodom dan Gomora Tuhan juga memakai hujan. Bagaimana hujan 40 hari menutupi bumi 150 hari, dan kita bisa melihat Tuhan dapat mendatangkan air meliputi seluruh bumi. Tetapi dari manakah air itu? Di simpan Tuhan dimana? Di udara, di dalam perut bumi ini. Jadi kita tahu Tuhan pencipta segala sesuatu, Pencipta diri kita, Pencipta waktu. Maka dalam hidup ini, kita harus sadar bahwa semua hidup kita ada dalam kontrol Tuhan, dan setiap hidup kita ada dalam pemeliharaan Tuhan, jadi jangan sombong dalam waktu, jangan sombong dalam keberadaan dirimu, juga jangan gegabah dalam nilai keberadaan dirimu.

 

Pada waktu kita mengerti Allah Tritunggal sumber penciptaan ini langsung mengajarkan kepada kita satu bagiran dari teologi yang kita kenal dengan istilah Allah Tritunggal. Bagian ini menyadarkan kepada kita, Pencipta dunia dan segala isinya adalah Allah Tritunggal. Allah Bapa yang merancang keselamatan setelah manusia jatuh dalam dosa, Allah Anak yang menggenapkan nilai daripada penebusan itu, Allah Roh Kudus yang akhirnya berkarya untuk menyadarkan siapa diri kita sebagai orang-orang yang berdosa untuk kembali kepada Tuhan. Maka ketika dunia sudah berdosa, dunia ini di simpan untuk menjadi tempat penghakiman. Tetapi melalui dunia yang baru, langit yang baru, bumi yang baru dunia inipun dijaga oleh kuasa dan penyertaan Tuhan, seperti yang tercatat dalam Ibrani 1: 3. Jadi bumi yang bulat ini siapa yang menopang? Bukan alam, melainkan Tuhan.

 

Hal apa lagi yang perlu kita pelajari? Allah memelihara langit dan bumi sebagai anugerah umum untuk kita nikmati, bukan untuk kita eksploitasi, Allah memelihara langit dan bumi untuk menunjukan cinta kasih-Nya kepada kita. Tetapi ketika langit dan bumi Tuhan pelihara di dalam bagian ini rasul Petrus katakan disimpan untuk hari penghakiman, disimpan untuk tempat kebinasaan orang fasik. Kita percaya sekali Tuhan pencipta segala sesuatu, Tuhan pengatur segala sesuatu, Tuhan pengontrol segala sesuatu. Jadi seharusnya selama kita hidup mari kita memikirkan hal-hal yang bersifat kekal. Kita tahu sejarah manusia, kita tahu Allah berdaulat untuk manusia dan dunia, kita tahu Allah Pencipta nilai kekal dalam kehidupan kita yang bersifat kekal, maka kita harus memikirkan berapa banyak hal-hal pekerjaan kekal yang sudah kita kerjakan yang tercatat di surga. Berapa banyak jejak kaki kita yang bersifat kekal pada waktu kita hidup di manapun kita berada yang semuanya tercatat di surga. Karena itulah mari kita punya terobosan iman melihat segala sesuatu dalam waktu kekal Tuhan, jangan melihat segala sesuatu dalam kesementaraan saja, kalau kita melihat segala sesuatu dalam kesementaraan saja kita adalah orang duniawi, tetapi kalau kita melihat segala sesuatu dalam nilai kekal Tuhan di depan dan itu tercatat untuk nilai kemuliaan Tuhan kita adalah anak-anak Tuhan yang sejati. Amin.

Tuhan memberkati.

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-YFS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami