From Grace to Grace

Efesus 2:4-10; Ibrani 12:1-2
Saudaraku yang terkasih dalam nama Tuhan tema “From Grace to Grace” menyadarkan kita bahwa seluruh hidup kita adalah anugerah. Tidak ada keberadaan kita yang eksis sampai saat ini karena usaha kita. Keselamatan yang kita peroleh dalam Yesus Kristus adalah seratus persen anugerah Tuhan dan karya Tuhan.

From Grace to Grace

Categories:

Saudaraku yang terkasih dalam nama Tuhan tema From Grace to Gracemenyadarkan kita bahwa seluruh hidup kita adalah anugerah. Tidak ada keberadaan kita yang eksis sampai saat ini karena usaha kita. Keselamatan yang kita peroleh dalam Yesus Kristus adalah seratus persen anugerah Tuhan dan karya Tuhan. (1) Dahulu kita mati rohani kita dan tidak pernah berespon hal-hal yang indah untuk hal doa. Kita tidak pernah berespon untuk kebenaran Firman Tuhan dan tidak pernah tertarik dengan hal pekerjaan Tuhan. Kita pedulikan adalah kenikmatan diri dan kesenangan dunia. (2) Kita disebut budak dosa. Dalam seluruh kebebasan kita selalu terdorong untuk berbuat dosa. Kita terus berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan untuk berdosa. Karena kita adalah budah dosa artinya kita diperbudak oleh keinginan kita, hawa nafsu kita dan oleh seluruh tawaran dunia. Maka iblis akan senantiasa menjerumuskan dalam dosa. (3) Hidup kita taat kepada iblis dan penguasa kerajaan angkasa. Artinya kita sendiri menjadi manusia yang tidak punya kekuatan untuk melawan daripada setiap kemauan dari tawaran setan. Di dalam ketaatan itulah kita menjadi budak iblis. Kita sedang diarahkan untuk hidup kita mengalami satu kematian. Ketika kita bermain-main dengan dosa maka kita sedang menumpuk seluruh murka Allah turun kepada kita. (4) Manusia lama kita dimurkai oleh Tuhan. Pada waktu kita dimurkai oleh Tuhan berarti hidup kita tidak ada damai, tidak ada suka cita, dan tidak ada kasih. Akhirnya hidup kita diperbudak dengan apa yang kita inginkan karena kita tidak punya nilai salvation dalam hidup kita. Dalam hidup ini kita tidak pernah terpuaskan maka kita terus mencari kepuasan dan sedang dimurkai Tuhan. Kita melihat begitu banyak orang tidak mengerti ketidakpuasan-ketidakpuasan terhadap diri, ketidakpuasan terhadap seluruhnya kesadaran dia dari mulai lahir kemudian dibesarkan dari mana ada pemberontakan,ketidaksukaan, ketidakpuasan, dan sedang dimurkai oleh Tuhan. Apakah Allah sedang membiarkan kita seperti ini? Tidak. Frase pentingnya yaitu "tetapi Allah". Tetapi Allah menunjukkan kepada kita di tengah keterpurukan kita, kehancuran kita, dan tidak adanya pengharapan, Allah berinisitatif untuk menjadikan kita manusia baru. Manusia baru kita itu adalah manusia dalam program Tuhan untuk kita boleh sugguh nyata sebagai orang-orang yang dilahirkan baru. Sehingga kita punya satu pikiran yang baru, satu arah (direction) yang baru, sikap hidup yang baru dan manner life yang baru. Kita dihidupkan dari mati rohani kita, dibangkitkan dan diselamatkan. Allah sangat proaktif untuk menyelamatkan kita. Keselamatan kita 100% adalah prakasa Allah. Mari kita melihat Roma 5:6-10, Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!Allah menyelamatkan kita ketika kita lemah, seteru Allah dan berdosa. Allah memiliki satu program yang kekal untuk kita. Ia tidak membiarkan kita yang dicipta oleh Dia mati di dalam dosa. Kita menjadi objek belas kasihan dari Tuhan. Dalam filsafat kata objekmenunjukkan satu fokus. Jikalau kita menjadi objek cinta dari kekasih kita sama artinya kita menjadi fokus hidupnya. Bagaimana kita tahu kalau kasih atau cinta seseorang tidak mengarah fokus kepada kita? Yaitu dengan dia mempunyai objek dan focus yang lain. Cinta manusia dibangun dari bawah ke atas dan disucikan dari atas ke bawah. Bisakah manusia menyucikan nilai cintanya sendiri? Tidak, maka kita harus memiliki growing in love. Cinta itu harus bertumbuh berdasarkan Firman Tuhan. Setiap kita mempunyai potensi untuk dicintai dan mencintai. Ketika kita menjadi obejek kasih Allah, Allah tidak melihat kita karena kasihan. Rancangan kasih Tuhan adalah rancangan kekekalan, inilah konsep reformed dan apa yang diajarkan oleh Alkitab. Dan pada waktu kita membangun cinta kita untuk anak kita bersifat philia dan storge. Kasih yang agape dari Tuhan Allah. Kita sebagai anak-anak Allah diberikan potensi mengisi kehidupan kita dengan nilai kasih yang kekal. Dan kasih yang kekal yang paling utama yaitu kasih Kristus untuk kita nyatakan kepada orang lain. Gereja objek kasihnya adalah jiwa-jiwa. Pada waktu kita mengadakan pendalaman Alkitab maka objeknya adalah jiwa bukan event. Jangan berpikir kita bahagia jikalau kita ke gereja hanya membawa diri. Kita harus berpikir bagaimana kita ke gereja juga mengingatkan orang lain pergi ke gereja. Mengapa demikian? Karena seluruh pusat hidup kita dan gerakan kita obejek kasihnya adalah jiwa-jiwa. Di sini percaya sekali ketika Tuhan menjadikan kita objek kasih bukan karena kita hebat, kepintaran kita dan kekayaan kita tetapi karena belas kasihan Tuhan. Kita percaya kesempurnaan adalah miliki Allah. Kita harus diprogram dalam proses waktu (kairos yang diikat kronos) harus disempurnakan. Kita hanya bisa sempurna jikalau kita kembali kepada pemiliki kesempurnaan itu yaitu Yesus Kristus. Apa yang Allah kerjakan bagi kita? Allah menghidupkan kerohanian kita, membangkitkan spirit kita dan menyelamatkan kehidupan kita. Dengan demikian kita mengalami yang disebut dengan union with Christ (bersatu dengan Kristus): (a) Bersatu dalam kebangkitan-Nya, artinya kita harus menang atas kejahatan dalam diri kita. Di dalam teologi puritan itu adalah satu nilai yang Tuhan masih berikan kepada kita karena kita masih di dunia orang berdosa. Kristus telah mati bagi kita bukan berarti dosa langsung hilang dari kehidupan kita. Dosa masih ada di dunia ini tetapi dia tidak berikan untuk menguasai hidup kita. Secara status kita dimerdekakan, namun masih bisa jatuh dalam dosa. John Owen menggunakan istilah indwelling sin. Seharusnya ketika kita sudah bersatu dengan Kristus, maka kita tidak boleh lagi diperbudak dengan dosa-dosa, keinginan-keinginan dan nafsu-nafsu jahat. Kita harus bangkit dan tidak diperbudak oleh keinginan kita. Kita harus mengalahkan kejahatan dalam diri kita dan dari luar diri seperti serangan-serangan dari dunia berdosa. (b) Bersatu dalam perintah-Nya, kita harus menjadi garam dan terang. Kita harus mengabarkan Injil. Maka puji Tuhan gerakan reformed akan mendorong kita untuk bagaimana kita menggenapkan perintah agung Tuhan yaitu penginjilan. Di sinilah kita sadar, kita pada waktu kita hadir kita harus bersifat garam, mematikan perkembangan dosa. Waktu kita hadir kita harus bersifat terang menyatakan kebenaran Tuhan yang paling benar dan menyatakan kemuliaan Tuhan yang paling mulia. (c) Bersatu dalam nilai Kerajaan kekal. Betapa indahnya hidup kita jikalau kita terus bisa bersatu dengan Kristus dalam kebangkitannya dalam nilai ketaatan kita dan dalam nilai kekekalan kita. Kita melihat bagaimana karakteristik karya Allah adalah anugerah semata-mata dan harus dikembalikan bagi kemulian-Nya. Karena inistiatif Allah-lah yang bertindak untuk menyelamatkan kita. Dan keselamatan yang kita terima adalah kedaulatan Allah semata-mata bukan kedaulatan diri kita. Bukan karena kita mau, kita berjasa, dan kita layak melainkan karena anugerah-Nya dan iman kita yang tertuju pada salib-Nya. Iman yang bagaimana menyelamatkan? Yaitu iman melalui Yesus Kristus. Maka jangan berpikir orang yang beragama pasti sudah diselamatkan. Jangan berpikir orang yang bermoral sudah diselamatkan. Prakarsa Allah: (1) melalui rahmat-Nya artinya ketika kita diselamatkan 100% karena anugerah, (2) melalui kasih-Nya artinya jikalau Allah tidak mengutus akan Yesus Kristus dalam nilai kasih yang kekal maka kita tidak mungkin punya satu hidup yang kekal, (3) melalui kasih karunia-Nya yang disebut charis artinya di sini Tuhan menyelamatkan kita dimana kita tidak mampu tapi dimampukan, kita yang lemah tappi dikuatkan, (4) melalui kebaikan-Nya artinya jelas sekali diantara kita tidak boleh beranggapan bahwa kita diselamatkan karena kita adalah orang yang baik. Untuk apa Allah memiliki prakarsa seperti ini? (1) Untuk mendapatkan kita kekayaan kasih karunia, (2) Untuk kita melakukan pekerjaan Allah yang baik. Jadi kita yang percaya memiliki misi kasih. Kita harus percaya bahwa keselamatan kita adalah program Tuhan. Maka keselamatan itu harus kita isi dan berbuah. Artinya setiap orang yang diselamatkan pasti punya buah keselamatan.

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami