Apa Itu Waktu?

Apa Itu Waktu?

Categories:

Bacaan alkitab: 2 Petrus 3: 8; Mazmur 90: 4; Efesus 5: 15 – 16.

 

Pendahuluan

 

Mengapa Petrus mengatakan ‘yang satu ini tidak boleh kamu lupakan’ di dalam 2 Petrus 3:8? Apakah ini menunjukan mulai dari 1 Petrus 1: 1 sampai dengan 2 Petrus 3: 7 itu boleh dilupakan? Pasti bukan itu maksudnya. Tetapi rasul Petrus ingin menyimpulkan pentingnya dalam hidup ini kita tidak boleh lupa. Lupa apa? Mungkinkah kita adalah orang yang suka lupa atau memiliki short memory? Kenapa kita tidak punya suatu pikiran yang panjang (long memory)? Karena kita adalah orang yang berdosa. Manusia mudah untuk melupakan sesuatu yang dibelakang. Itu baik, tetapi mungkin kita juga harusnya belajar daripada suatu masa lalu untuk kita lebih baik di depan. Apa yang mudah kita lupakan? Yang mudah kita lupakan mungkin penyertaan dan berkat Tuhan. Di dalam bagian ini rasul Petrus dengan tegas mengatakan yang satu ini tidak boleh kamu lupakan.

 

Pertanyaannya apa yang dimaksud dengan ‘tidak boleh dilupakan’? Sekarang saya tanya mungkinkah nanti kita di masa tua kita bisa lupa nama suami atau istri atau lupa anak-anak kita? Mungkin. Mungkin kita bisa menjadi orang yang lupa (Amnesia), tetapi jangan lupakan siapa Tuhan dan Juruselamatmu. Mengapa kita mudah lupa? Karena kita bukan orang yang suka belajar. Manusia dicipta memiliki kandungan berpikir dan kita disebut makhluk belajar dan makhluk yang berpikir. Oleh karena itu ketika kita mendengarkan firman, kita harus membuka pikiran dan hati kita dengan selembut mungkin supaya firman yang diberitakan boleh sungguh kita simpan dalam hati, kita pikirkan, kita jalankan dengan tepat dan dalam seluruh kehidupan kita.Bagaimana supaya kita tidak mudah untuk lupa? Di dalam Ulangan 6 dan 13 dikatakan kita harus terus menerus belajar firman. Kita sebagai orang tua, harus terus mengingatkan berulang-ulang tentang firman Tuhan kepada anak-anak kita. Akan tetapi walaupun kita makhluk belajar dan berpikir, banyak di antara kita tidak suka diajar dan belajar. Bagaimana supaya kita tidak mudah lupa? Hafalkan firman Tuhan, renungkan firman Tuhan itu siang dan malam seperti Mazmur 1. Bukan hanya menghafal tetapi merenungkan, bukan hanya merenungkan tetapi bagaimana kita lakukan, dan setelah itu kita evaulasi jika ada yang kurang, jika ada yang salah kita improve, kita perbaiki, dan setelah itu bangun lagi satu komitment maka engkau tidak akan lupa.

 

Apa artinya waktu di mata Tuhan berkaitan dengan eskatologi? Rasul Petrus ingatkan bahwa kita tidak boleh lupa kaitan waktu dengan konsep kekekalan. Seluruh firman yang engkau baca di dalam Alkitab, seluruh cerita yang mungkin engkau pernah dengar dari rasul Paulus itu semua adalah firman Tuhan. Semua itu berkaitan untuk memimpin kita berjalan untuk hal-hal yang bersifat kekal, karena firman Tuhan itu adalah kebenaran yang ada pada diri-Nya sendiri, yang bisa memimpin kita berjalan dalam kebenaran, dalam nilai kemuliaan-Nya, serta memimpin kita untuk masuk dalam kekekalan dan kesucian. Di sinilah semuanya butuh proses, dan itulah yang disebut ada dalam proses waktu. Didalam bagian inilah rasul Petrus ingin mengajarkan kepada kita bagian itu.

 

Saya akan sedikit mengulang supaya kita kembali lagi kepada memori hampir satu bulan lebih yang sudah kita lewati daripada bagian-bagian yang penting itu.

 

Mengapa Percaya bahwa Hari Tuhan Pasti Datang itu Penting?

Pertama, ketika kita mengerti sejarah manusia, kita akan mengerti konsep creation, fall, redemption dan rapture. Kedua, karena kita baru tahu Allah di atas sejarah manusia dan dunia. Jadi tidak ada yang terjadi tanpa kontrol Tuhan dan tidak ada yang mengagetkan Tuhan. Oleh karena itulah Allah yang ada di atas sejarah manusia dan dunia, Dia ingin mengajak dan memanggil kita untuk kita memiliki hidup dalam kuasa Tuhan, supaya kita menjadi orang-orang yang merdeka, yang mengisi sejarah hidup kita, yang menerobos sejarah hidup kita. Sehingga kita bukan ditelan oleh kegelapan dunia, atau dihisap oleh seluruh kesenangan dunia sampai kita tidak bisa memiliki terang itu sendiri. Ketiga, kita harus mengerti akan konsep kekekalan. Di sinilah yang sama-sama akan kita dalami. Maka pada bagian inilah rasul Petrus mengatakan yang satu ini tidak boleh kamu lupakan yaitu konsep kekekalan, karena di dalam kekekalan kita akan melihat nilai penghakiman, kita akan melihat langit dan bumi yang baru.

 

 

Pembahasan

 

Satu hari sama dengan seribu tahun. Hidup kita kalau kuat berlangsung selama 70 tahun, dan kalau bisa 80 tahun itu namanya anugerah. Lebih dari 80 tahun itu namanya bonus, tetapi engkau harus siap, kebanggaanmu adalah penderitaanmu. Jadi kalau engkau akhirnya mati di bawah 70 memang engkau tidak siap menghadapi kelemahan penderitaan tubuhmu, tetapi kalau engkau umur panjang tandanya memang imanmu kuat memimpin di waktu engkau lemah karena engkau tidak mudah menggerutu.

 

Di sini kita harus satukan satu konsep dulu. Allah adalah pencipta waktu, Allah pencipta hari, Allah punya nilai kedaulatan, Allah pencipta konsep alfa point dan omega point. Jadi segala waktu diatur oleh Tuhan. Tetapi yang paling penting adalah ada permulaan dan ada akhir. Secara lahiriah kita mengerti itu. Bangun pagi ada alfa point berkaitan dengan hari yang baru, nanti kita menghadapi lagi bulan yang baru, kita dapat lagi alfa point, maka berakhirlah Minggu itu, bulan itu, tahun itu. Tetapi yang paling penting, sekalipun kita adalah orang yang ada di dalam waktu, tetapi kita menjadi pengisi waktu. Kita harus menjadi orang-orang yang sungguh-sungguh bisa me-redeem waktu dan kita membutuhkan kuasa untuk tidak diikat dengan waktu dalam kegelapan, waktu dalam kesia-siaan, waktu yang akhirnya membuat kita tidak berarti menjalankannya karena kita terhisap dengan seluruh waktu yang ditipu oleh setan, sehingga akhirnya kita menjadi orang yang malas dan memboroskan waktu tanpa makna. Kuasa ini hanya bisa diberikan oleh Yesus Kristus kepada kita sebagai anak-anak yang percaya pada Dia. Jadi kita memiliki alfa point untuk menjadi penerobos waktu engkau harus memiliki alfa point secara spiritualitas.

Di dalam bagian ini yang paling penting adalah kita memahami kedaulatan Tuhan berkaitan dengan waktu. Allah mengatur semua rutinitas yang bersifat kronos dengan indah untuk anak-anak-Nya, karena di dalam konsep Korintus dikatakan siapa yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus semua akan tertata dengan baik, akan teratur hidupnya. Siapa yang tidak dipenuhi oleh Roh Kudus hidupnya penuh dengan kekacauan. Di sini kita belajar bagaimana kita harus tahu di dalam waktu semua bisa menjadi indah karena Tuhan yang mengontrol waktu. Maka Alkitab mengatakan segala sesuatu ada waktunya, tetapi masalahnya bagaimana kita menangkap waktu Tuhan berdasarkan waktu kita, itu yang paling sulit, kecuali engkau punya persekutuan yang baik dengan Tuhan, kecuali engkau peka akan pimpinan Tuhan disitu engkau akan tahu.

 

Bagaimana dengan kita? Bagi kita “WAKTU” Adalah anugerah Allah yang harus kita isi dan kerjakan sebagai pertanggungjawaban iman kita.

Rasul Paulus dalam Efesus 5 yang tadi sudah kita baca mengatakan kita harus me-redeem waktu kita, menebus waktu kita karena hari-hari didepan kita bisa jahat, dan kita harus menjadi orang arif, kita bukan menjadi orang yang bebal. Ini adalah spirit daripada doa Musa dalam Mazmur 90 yang tadi kita baca. Bagaimana kita sebagai orang yang sudah dibenarkan dalam Kristus kita harus menjadi orang yang arif dalam Kristus, kita harus menjadi orang yang takut akan Tuhan supaya seluruh waktu yang kita jalankan bukan waktu yang kosong, bukan waktu yang sia-sia, tetapi waktu yang bermakna, waktu yang berarti, waktu yang punya nilai kekekalan bagi Tuhan. Jadi bagi kita waktu adalah anugerah Allah yang harus kita isi atau yang harus kita kerjakan sebagai pertanggungjawaban iman kita. Jadi kemerdekaan yang Tuhan berikan kepada kita, penebusan yang Tuhan berikan kepada kita justru menyadarkan kita untuk takut berbuat dosa, justru menyadarkan kita bagaimana kita menggunakan waktu sebaik-baiknya karena kita tidak mau dibodohi oleh waktu yang bersifat dunia, kita tidak mau lagi dibodohi waktu yang akhirnya bersifat kedagingan, kita tidak mau lagi dibodohi waktu yang akhirnya menghancurkan seluruh masa depan kita.

Di sinilah engkau harus melihat waktu itu adalah anugerah Tuhan yang harus engkau isi, engkau kerjakan sebagai pertanggungjawaban iman di hadapan Allah. Di dalam pengkotbah 12 dalam ayat yang terakhir Tuhan akan minta pertanggungjawaban dimana seluruh hidup kita apa yang engkau lakukan baik itu yang terbuka ataupun yang tersembunyi Tuhan akan minta pertanggungjawaban. Di hadapan Allah Tritunggal setiap kita tidak akan lari dari kemahatahuan Tuhan. Jangan main-main dengan kesucian Tuhan dan kemahatahuan Tuhan.

 

Apa artinya  satu hari sama dengan seribu hari? Artinya Allah itu berdiam dalam kekekalan, Allah tidak berdiam dalam waktu, Allah tidak terikat dengan waktu, dan jangan bilang nanti kalau kita bertemu Yesus pasti Yesus sudah tua. Kenapa? Karena dia tidak terikat oleh waktu. Allah tidak terikat dengan waktu dan Allah tidak ada dalam ruang dan waktu, karena Allah pencipta waktu, Dia adalah omnipotent (Maha Kuasa), Dia adalah omnipresent (Maha Hadir). Jadi dalam bagian ini Allah berdiam dalam kekekalan, kita berdiam dalam kesementaraan, harus ada satu titik temu supaya kita bisa menemukan waktu yang kekal, waktu yang kairos itu. Dan Tuhan sudah memberikan pertemuan itu melalui salib dimana Yesus disalibkan, pertemuan antara kasih dan keadilan Tuhan itu ada dalam satu titik yaitu titik propitiation (Pendamaian), dimana kemarahan Tuhan diredam dengan Yesus mati di kayu salib. Yesus memuaskan seluruh kemarahan Tuhan yang harus ditimpakan kepada kita, ketika keadilan hukuman Tuhan yang ditimpakan karena kita orang berdosa, dan melalui kasih itu pertemuan didalamnya ada propitiation, dimana kita mendapatkan anugerah kemurahan Tuhan untuk kita mendapatkan status yang baru, hidup yang baru, kuasa yang baru, disitulah kita akan dimampukan seperti dalam Yohanes 1: 12, barang siapa kita percaya kepada Kristus yang kita akui sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita akan disebut anak Allah yang memiliki kuasa. Dan salah satu engkau punya kuasa sebagai anak Allah engkau akan mengalahkan kuasa setan, engkau akan mengalahkan kuasa-kuasa dunia, dan engkau akan mengalahkan kehadiran dosa yang ada disekitarmu, jadi kita tidak akan lagi diperbudak dengan keinginan-keinginan dosa kita karena kuasa dosa dalam diri kita sudah dipatahkan oleh kuasa yesus Kristus.

Di sini juga mengajarkan kepada kita bagaimana tidak ada perbedaan waktu dimata Tuhan, dan tidak ada dimana Tuhan itu terikat dengan waktu, jadi Allah bebas, Dia bisa hadir kapanpun juga. Ketika Allah tidak terikat dengan waktu, Allah punya nilai kesabaran yang tidak henti-hentinya menantikan kita berubah, menantikan kita pulang, menantikan untuk hidup kita boleh sungguh-sungguh bagi Tuhan, Tuhan sabar menyatakan akan anak-Nya Yesus Kristus menunggu sampai umur 30 tahun Dia menyatakan diri-Nya Mesias, dan kesabaran Tuhan adalah kesabaran ang suci, kesabaran Tuhan tidak ada dendam, dan Allah itu tidak akan berubah karena waktu, karena Dia penguasa waktu.

Dalam bagian inilah Allah berdiam dalam kekekalan. Jikalau Allah yang berdiam dalam kekekalan, rela masuk dalam dunia kesementaraan itu hanya karena Allah memiliki kasih dan misi untuk menyelamatkan kita, untuk Tuhan memberikan kepada kita lagi kuasa untuk menjadi anak Allah untuk kita memiliki kekekalan bersama dengan Dia di surga.

 

Bagaimana dengan manusia? Manusia berdiam dalam waktu yang rutin, yang kronologi, yang bersifat kronos, kita terikat oleh waktu. Engkau tidak akan bisa lari umurmu bertambah, dan engkau punya kuantitas dalam waktu, tetapi belum tentu engkau punya kualitas didalam waktu. Di dalam bagian itulah rasul Paulus didalam Efesus 5 mengingatkan kepada kita tebuslah waktu, engkau tidak mau lagi diperdaya oleh keinginan dunia, maka engkau menjadi orang yang menghargai waktu, engkau belajar sungguh-sungguh dan mau tekun, dan waktu engkau mampu itu karena pertolongan Allah Roh Kudus. Orang Kristen yang sejati dia akan punya mental di dalam dunia kronos dia akan mempunyai terobosan iman untuk dia punya nilai kairos yaitu kekekalan didalam waktu Tuhan. Disini ada perbedaan waktu, jadi kita wajar, bagi kita hari ini dengan hari kemarin beda, dan dengan hari depan bisa beda, tapi Paulus setelah mengenal Tuhan dia berkata aku melupakan apa yang ada dibelakangku, dan aku mengarahkan hanya yang ada didepanku. Dia bisa membuang status kerajaan Roma, dia pemuka agama, dia orang yang paling penting dan terhormat, setelah mengenal Kristus semua dibuang, dia lupakan, dia anggap sampah, yang paling penting adalah mengenal Tuhan dalam kehendak-Nya dan dalam persekutuan. Ini mengajarkan kepada kita, Paulus akhirnya menunjukan satu identitas yang baru dalam Tuhan itu sangat penting sehingga membuat Paulus sangat menghargai waktu setelah dia ditebus oleh Kristus. Jadi disini mari kita membuat perbedaan waktu, kita lebih berkonten kualitas, supaya kita bisa mengisi waktu dengan baik, ini juga yang dikatakan oleh rasul Petrus kepada jemaat di Asia Kecil dan di tempat-tempat yang lain, ingat satu hari sama dengan seribu tahun, seribu tahun sama dengan satu hari. Allah tidak terikat dengan waktu, tetapi Allah yang menuntut kita yang ada didalam waktu, Jadi kita yang sudah ditebus memiliki aspek futuris berjalan bersama dengan Tuhan.

 

Jadi bagi Allah 1 hari = 24 jam = 1.440 mnt =86.400 detik. Itu penting, tetapi yang lebih penting lagi karena mengandung kekekalan. Jadi dalam

hidup ini kita tidak usah bersaing dengan orang yang mau menontonkan hal-hal yang bersifat fisik atau jasmani, yang paling penting adalah seluruh waktu yang sudah kita jalankan bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, jadi bukan soal mati muda atau mati tua, yang paling penting isinya. Di dalam kita menjalankan waktu harus punya standar, harus punya pendekatan kualitas yang mengandung hal-hal yang bersifat kairos, karena waktu itu penting dihadapan Tuhan, menunjukan siapa kita dihadapan Tuhan.

 

Jadi apa yang perlu kita ingat? Apa yang perlu kita ingat adalah konsep kekekalan. Jadi dimanapun engkau berada, kapanpun engkau berada, dalam situasi apapun, engkau harus punya konsep kekekalan yang punya nilai tanggungjawab. Semua yang bersifat hal horizontal punya limited, punya keterbatasan dan engkau juga harus membatasi diri. Jadi di dalam konsep kekekalan kita diingatkan satu hal yang kata Petrus tidak boleh kamu lupakan, bahwa adanya kekudusan waktu. Allah itu suci, Allah berdaulat untuk waktu, dan waktu yang engkau kerjakan di dalam situasi apapun juga harus mengandung kekudusan.  Di dalam Efesus 5 Paulus mengatakan redeem-lah waktu kita karena hari-hari ini adalah jahat. Jangan kita mau lagi diperdaya oleh dunia, dan kalau engkau tertidur bangunlah, supaya engkau tidak mau lagi ditidurkan oleh dosa, oleh kemalasan, oleh sesuatu yang bersifat sia-sia, engkau harus bangun dalam kuasa anak-anak Allah, dan engkau harus berdiri berjalan dalam kekudusan, berdiri dan berjalan dalam kebenaran dan terang.

Waktu berkaitan dengan konsep kekekalan mengingatkan kit,a sikap hormat masuk dalam ibadah Ilahi, karena dalam kekekalan tidak ada dosa, di dalam kekekalan kita harus menghormati Raja di atas segala raja, Imam di atas segala imam, Nabi di atas segala nabi yaitu Yesus Kristus sebagai kepala gereja, kita akan memuji dan menyembah Dia.

 

Kesimpulannya:

  1. Menghargai waktu.

Hargailah waktu, waktu itu bisa kejam, waktu itu adil, waktu itu bisa bersifat jujur, dan waktu itu bisa bersifat anugerah ketika engkau bisa menggunakannya dengan baik.

 

  1. Menebus waktu.

Mari kita kurangi tidur kita, mari kita kurangi aspek bermain-main dalam hidup kita, karena banyak waktu yang terdahulu sebelum kita bertobat kita boroskan dengan yang sia-sia, maka setelah dalam Tuhan mari kita isi dengan sesuatu yang bermakna.

 

  1. Mengisi waktu.

Isi waktumu terus dengan baik-baik, bukan berpusat kepada diri, tetapi berpusat untuk sesuatu didepan yang baik untuk Tuhan sebagai nilai kesaksian hidupmu, sebagai nilai kesaksian keluargamu, sebagai nilai kesaksian dalam kerja dan usahamu, isilah waktu baik-baik.

 

  1. Memiliki mental menerobos waktu.

Did alam hidup ini kita harus punya terobos waktu, jangan melihat diri kita lemah, tetapi berdoalah minta kekuatan daripada Tuhan, kita akan dimampukan

 

  1. Mengembalikan waktu bagi Tuhan Yesus Kristus.

Orang yang menghitung berkat Tuhan, penyertaan Tuhan adalah orang yang mudah bersyukur, orang yang tidak menangkap pemeliharaan Tuhan adalah orang yang mudah bersungut-sungut, kita bukan seperti itu.

 

Tuhan memberkati. Amin

 

(Ringkasan kotbah ini belum diperiksa oleh pengkotbah-YFS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami