Anugerah Penggenapan dan Pemulihan (Rut 4:12-22)

Anugerah Penggenapan dan Pemulihan (Rut 4:12-22)

Categories:

Khotbah Minggu 12 Januari 2020 Pagi

Anugerah Penggenapan dan Pemulihan

Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th.

 

 

Kita akan membahas bagian terakhir dari kitab Rut. Kitab Rut begitu singkat namun padat. Isi kitab ini menceritakan tentang sejarah Tuhan yang bersifat futuris. Tanpa kitab ini kita tidak akan mengerti mengapa ada nama Rut dalam silsilah Tuhan Yesus dan mengapa ada nama Obed, Isai, Daud, dan setelah itu Tuhan Yesus. Ada lukisan yang menggambarkan bagaimana Naomi begitu bersukacita merawat anak Rut dan Rut membiarkan mertuanya merawat Obed. Di lukisan ini ada suatu sukacita dan pemulihan rohani yang luar biasa bagi Naomi yang di masa tuanya menemukan satu nilai sukacita yang baru di dalam Tuhan. Kita akan membahas dari Rut 4:12-22. Kelahiran Obed menyegarkan, menyembuhkan, dan memelihara jiwa serta hidup Rut di masa tuanya.

 

 

1) Pendahuluan

 

Mengapa rencana pernikahan Boas dengan Rut mendapat dukungan yang luar biasa dari semua orang? Di sini kita mengerti bahwa ketika akhirnya seluruh nilai diskusi memutuskan bahwa Boas-lah yang berhak menebus Rut, sukacita itu tampak pada Boas dan semua orang di sana. Ini adalah satu sukacita dalam pimpinan Tuhan ketika orang-orang mendukung rencana dan visi kita untuk masa depan. Semua orang secara positif mendukung Boas dan Rut. Tidak ada satupun yang protes. Maka dari itu dalam konseling pernikahan Reformed salah satu pertanyaan yang diberikan adalah: adakah kerabat yang tidak menyetujui pernikahan calon pasangan? Jika ada ketidaksetujuan orang tua, maka calon pasangan harus menulis surat pernyataan bahwa pernikahan itu dilaksanakan atas inisiatif calon pasangan. Namun sebelum itu, orang tua dipanggil dan ditanya mengapa mereka tidak setuju atas pernikahan anaknya. Ada orang-orang yang pernah tidak setuju atas pernikahan beberapa jemaat. Di antara semua alasan itu, ada alasan yang menyentuh esensi dan ada yang tidak. Gereja hanya menerima alasan yang bersifat rohani. Dalam kasus Boas dan Rut, mereka mendapat dukungan penuh dari orang-orang di sana. Mereka sepakat dan satu hati mendukung Boas dan Rut. Dari mana datangnya visi dan pengharapan orang banyak itu terhadap pernikahan Boas dan Rut? Mereka melihat bahwa walaupun Boas sudah tua, ia tetap memiliki potensi untuk mendapatkan keturunan. Kita percaya bahwa seluruh nyanyian mereka, visi, dan pengharapan mereka datang dari Tuhan.

 

Bagaimana kita mengerti pimpinan Tuhan untuk keluarga kita di depan? Orang banyak dan tua-tua mengerti bahwa pernikahan Boas dan Rut adalah untuk masa depan dan pengharapan anak-anak Tuhan di masa depan. Pernikahan Boas dan Rut dianggap memiliki satu terobosan. Hal itu dikaitkan dengan Peres. Peres adalah anak Yehuda dan Tamar. Tamar adalah menantu Yehuda. Mengapa bisa demikian? Karena anak-anak Yehuda berbuat jahat di mata Tuhan. Yehuda tidak mau menyerahkan anaknya yang ketiga kepada Tamar sehingga Tamar menyamar dan bersetubuh dengan Yehuda. Dari hubungan mereka lahirlah Peres. Di sana ada penyucian bagi Peres. Segala hal ini ada dalam kedaulatan Tuhan. Apa yang Tuhan rencanakan seringkali ada di luar dugaan dan pikiran kita. Apa yang kita pikir akan menjadi baik bisa menjadi tidak baik dan begitu pula sebaliknya. Siapakah yang berbahagia melalui peristiwa ini semua? Alkitab tidak mencatat tentang orang tua Boas. Ini berarti orang tuanya sudah meninggal. Tidak ada gugatan untuk Boas dan Rut. Semua masyarakat di sana bahagia melihat pernikahan mereka. Namun yang paling berbahagia adalah Naomi, Boas, dan Rut. Setelah itu semua tua-tua dan seluruh penduduk Betlehem.

 

 

2) Semangat Hidup yang Baru

 

Dalam semua peristiwa yang dipimpin oleh Tuhan, dari perkenalan Boas dan Rut sampai pernikahan mereka, kita melihat ada misi hidup yang baru (menikah). Boas mungkin berpikir untuk tidak menikah karena umurnya yang sudah tua. Namun ternyata melalui pendekatan Rut, Boas berubah pikiran. Pendekatan Rut itu ekstrem, namun dalam konteks itu cara pendekatan itu diizinkan. Boas juga mendapatkan target hidup yang baru (membangun keluarga). Maka dari itu ia siap berdiskusi dengan tua-tua dan kerabat yang paling berhak menebus Rut. Boas juga membangun tujuan yang mau dicapai (keluarga bagi Allah). Di sini ia siap menerima dan merawat Naomi dan Rut. Ini adalah hal yang luar biasa. Setiap orang yang mau menikah harus punya misi, target, dan tujuan. Tujuan bisa diterjemahkan menjadi misi dan misi bisa diterjemahkan menjadi cara-cara yang baru untuk mencapai rancangan Tuhan dalam hidup kita. Ini adalah semangat hidup yang baru bagi Boas. Dari pagi Boas sudah berdiri di pintu gerbang untuk bertemu dengan tua-tua. Ini berarti Boas bangun dengan semangat. Semangat terkadang bisa mengingatkan kita akan suatu komitmen atau janji sehingga kita tidak lelah untuk mencapai itu semua.

 

 

3) Realitas Proses Penggenapan

 

Rut menyatakan keinginannya untuk ditebus oleh Boas. Boas juga ingin menebus Rut. Di dalam keinginan itu mereka harus melihat realitas. Boas tidak mau memakai cara licik dalam mendekati saudaranya. Dia mau ada diskusi di hadapan banyak saksi. Jadi ia mengikuti norma di Israel. Boas di awal pagi sudah menunggu di pintu gerbang. Ia mau agar semua masalah itu selesai pada hari itu juga. Mungkinkah Boas khawatir dirinya tidak bisa menjadi penebus? Kita yakin bahwa Boas bukan orang emosional. Ia tidak penuh dengan kekhawatiran. Ia memiliki kecerdasan dan ia tahu bahwa orang yang berhak menebus Rut sudah menikah dan punya anak. Karena inilah orang yang paling berhak itu menolak untuk menebus Rut. Ia tidak mau milik pusakanya menjadi rusak. Di sini kita melihat cara yang elegan dan pengendalian diri Boas.  Boas tidak mengikuti perasan tetapi mengikuti norma dan pimpinan Tuhan untuk menyelesaikan semuanya secara terbuka. Di sana terjadi diskursus, yaitu diskusi yang terbuka bagi semua peserta diskusi itu. Dalam diskursus itu segala aspek diperhatikan, solusi dicapai, dan ada saksi. Dari sana ada keputusan yang mendukung pernikahan Boas dan Rut karena Boas juga adalah penebus bagi Rut.

 

 

ANUGERAH PENGGENAPAN DAN PEMULIHAN

 

Setiap orang yang diselamatkan Tuhan juga dipanggil untuk mengerjakan pekerjaan yang baik (Efesus 2:10). Anugerah keselamatan Tuhan tidak terlepas dari program Tuhan yang berkaitan dengan untuk apa kita ditebus. Ketika kita ditebus, kita memiliki kuasa sebagai anak-anak Tuhan. Kita mengalami pembaruan dan pimpinan Tuhan yang baru. Kita dipakai oleh Tuhan yang menggenapkan rancangan Tuhan melalui pelayanan. Kita hidup untuk Kerajaan Allah. dalam Efesus 2:8 jelas dinyatakan bahwa kita diselamatkan karena anugerah, bukan perbuatan baik, pengalaman, atau kepintaran kita. Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah diselamatkan? Kita memiliki antusiasme atau keinginan yang disucikan, arah hidup yang diluruskan, dan jejak kaki yang diselaraskan dengan kehendak Tuhan. Maka dari itu dalam ayat ke-10 dikatakan bahwa kita harus melakukan pekerjaan yang baik. Di sini kita mengerti bahwa nilai penebusan itu selalu berkaitan dengan nilai penggenapan rencana Tuhan. Ada kehendak Tuhan yang harus kita genapkan secara pribadi. Kehendak Tuhan yang tertulis adalah Alkitab. Kehendak Tuhan yang tidak tertulis bisa dinyatakan dalam hidup dan panggilan kita untuk menggenapkan rencana Tuhan. Rasul Paulus dengan jelas menyatakan bahwa kita adalah suratan yang terbuka. Sikap dan perilaku kita itu nyata di hadapan semua orang dan orang-orang bisa menilai apakah kita anak-anak Tuhan atau bukan. Semua bisa menilai kita secara terbuka. Kita adalah suratan terbuka yang ditulis oleh diri kita sendiri. Allah Roh Kudus akan memelihara hidup kita agar kita bisa hidup sejalan dengan rancangan Tuhan.

 

Program Tuhan adalah hidup kita berhasil memuliakan nama Tuhan, bukan dunia. Harga diri kita sudah ditebus oleh Yesus Kristus dan harga diri itu bernilai begitu mahal bahkan uang tidak bisa membayar itu. Harga diri itu begitu mulia, maka dari itu jangan sampai karena uang, kepuasan, atau kenikmatan kita menjual harga diri kita. Di sini kita harus mengaitkan harga diri kita dengan Tuhan. Kita harus memiliki rasa malu yang benar. Jika harga diri kita berkaitan dengan dunia, maka pasti rasa malu kita tidak benar. Orang yang mengaitkan harga dirinya dengan Tuhan pasti sudah takut akan Tuhan bahkan sebelum melakukan dosa. Allah Roh Kudus akan mengingatkan kita akan Firman Tuhan dan menegur kita sehingga kita punya nilai pertobatan. Harga diri yang berkaitan dengan dunia pasti juga akan berkaitan dengan dosa. Tuhan Yesus Kristus menebus harga diri kita ketika Ia ada di dalam hati kita dan mengubah kita. Dalam sejarah penebusan Tuhan, ada titik waktu di mana Boas dan Rut menikah. Sejarah Tuhan dinyatakan dalam sejarah manusia untuk menggenapkan sejarah Tuhan yang besar yaitu penebusan. Pemulihan Naomi adalah hal yang sifatnya kecil namun merupakan bagian dari rencana Tuhan dalam penebusan oleh Tuhan Yesus Kristus.

 

 

1) Visi dan Pengharapan

 

Dari mana nyanyian bagi Boas dan Rut? Dari orang-orang di sekitar saat itu. mereka menyatakan visi dan pengharapan bagi pernikahan Boas dan Rut. Mereka beriman dari pernikahan itu akan ada suatu hal yang baik di masa depan bagi Israel dan dunia. Visi adalah tujuan dan pengarah masa depan (ayat 12). Orang-orang yang berkumpul di tempat itu punya visi dan pengharapan untuk Boas. Bagaimana kita tahu bahwa pernikahan kita dipimpin oleh Tuhan? Ketika pernikahan kita memiliki visi yang dikaitkan dengan Tuhan. Jika ada orang-orang yang mendukung visi rohani kita, maka itu merupakan konfirmasi bahwa visi keluarga kita beres. Jika orang-orang tidak mendukung visi keluarga kita, maka kita harus merenungkan kembali. Pengharapan mengandung iman atau keyakinan akan masa depan (ayat 12) yang lebih baik. Kita pasti mengharapkan sesuatu yang lebih baik daripada masa lalu. Keyakinan kita bukanlah berasal dari pengetahuan atau pengalaman kita tetapi berasal dari iman. Keyakinan itu harus kita miliki. Semua orang yang hadir dan tua-tua menyanyi untuk Boas. Ini berarti mereka mendukung secara iman. Mungkin orang-orang itu pernah mendukung Boas untuk menikah namun ia tidak juga menikah. Ketika Boas akhirnya memutuskan untuk menikah, mereka begitu bersukacita. Mengapa seluruh orang banyak yang hadir dan para tua-tua bergembira serta memiliki visi – pengharapan yang besar dalam peristiwa itu? Ini karena mereka sangat mengasihi Boas. Ketika Boas memutuskan untuk menikah, mungkin orang-orang di sana kaget dan bergembira. Ini karena hidup Boas menjadi berkat. Ia begitu baik pada penduduk di sekitarnya. Kemurahan hati, karakter, dan kerohaniannya begitu nyata di mata semua orang. Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita pasti mendoakan Gereja dan mau terlibat melayani. Ketika anak kita sakit, kita pasti peduli dan mendoakan karena kita mengasihi anak kita. Jika kita mengasihi Gereja, maka kita pasti mengharapkan dan mengusahakan hal yang baik bagi Gereja. Seorang misionaris di Korea Selatan pernah menceritakan bahwa Gereja di sana memiliki kebiasaan doa bersama setiap pagi. Inilah mengapa Gereja di sana berkembang pesat. Semua orang dan tua-tua mendukung pernikahan Boas dan Rut. Itu merupakan rencana Tuhan yang dititipkan melalui orang-orang yang mengasihi Boas saat itu. Orang-orang di sana mungkin juga mendukung teknis acara pernikahan Boas dan Rut.

 

 

2) Anugerah Penggenapan

 

Dikatakan bahwa Rut langsung hamil dan melahirkan (ayat 13). Ini semua karena kasih karunia Tuhan, bukan karena kesuburan Boas dan Rut. Di sini kita mengerti bahwa ketika Tuhan sudah turut campur, maka semuanya akan menjadi beres. Ketika Tuhan memberkati Maria, kehamilan dan persalinannya juga diberkati oleh Tuhan. Semua rencana Tuhan bisa digenapi dalam hidup kita jika Tuhan turut campur. Jika kita hidup benar, suci, dan memuliakan Tuhan, maka Tuhan pasti turut campur. Batu mulia bisa memancarkan sinar yang indah. Jika kita mau hidup kita bersinar, maka kita harus rela dipotong dan dibentuk oleh Tuhan. Maukah kita menjadi berlian Tuhan? Kita harus siap dipotong. Naomi dan Rut mengalami penderitaan. Itu adalah pembentukan Tuhan bagi mereka. Itu cara Tuhan untuk memunculkan hal yang luar biasa dalam hidup mereka. Boas bisa mengerti rencana Tuhan di masa tuanya sampai ia menikah. Ini adalah hal yang luar biasa. Semua ini karena anugerah Tuhan. Anak Rut dinamakan Obed. Obed adalah nama yang termasyhur (ayat 14). Nama ini adalah nama yang terkemuka dan terus bisa menjadi juara serta menonjol. Obed berarti anak unggulan dan selalu mencapai yang terbaik. Nama ini diberikan bukan oleh Rut atau Boas tetapi semua orang. Semua orang memiliki visi dan pengharapan untuk anak Boas. Obed menjadi anak sukacita bukan hanya bagi orang tuanya tetapi seluruh penduduk Betlehem. Kehidupan Obed tidak dicatat dalam Alkitab, namun kita tahu bahwa namanya ada dalam silsilah Tuhan Yesus.

 

Di sini tidak ada kehebatan Rut, Boas, maupun Naomi sebagai pengasuh tetapi ada anugerah Tuhan. Naomi sebagai nenek merasa memiliki tanggung jawab untuk membesarkan cucunya secara iman. Naomi menjadi contoh yang baik sehingga Obed hidup dengan baik. Jadi ada campur tangan orang tua dan nenek, namun campur tangan Tuhan-lah yang paling penting. Semua yang terjadi di atas karena anugerah Tuhan dan rancangan Tuhan untuk Penebus yang sejati yaitu Kristus. Jika sejarah Tuhan sudah mengatur dan mengintervensi sejarah manusia, maka usaha manusia tidak mungkin bisa menggagalkan. Maka dari itu hidup kita harus benar. Hidup kita harus memiliki visi jangka panjang. Ketika Tuhan turut campur dalam keluarga kita, penyertaan Tuhan akan ada dalam keluarga kita dan keluarga kita akan dipakai untuk menggenapkan rencana Tuhan. Maka dari itu setiap dari kita harus memikirkan apa yang kita mau kerjakan di tahun yang baru ini bagi Tuhan. Kita tidak mengutamakan materi atau harta tetapi nilai Kerajaan Allah dan kemuliaan nama Tuhan.

 

 

3) Anugerah Pemulihan

 

Rut dan Naomi ke Betlehem dalam kesedihan. Saat Naomi dan keluarganya pergi ke Moab, mereka membawa harta. Ketika Naomi pulang, ia tidak membawa apapun. Ini membuatnya tidak mau dipanggil sebagai Naomi. Arti nama Naomi mengandung sukacita. Ia lebih memilih untuk dipanggil Mara yang artinya pahit. Saat itu Naomi sedang sakit hati dan marah dengan Tuhan. Ternyata ketika ia pulang bersama Rut, mereka pulang dengan iman. Di sini iman Rut melebihi iman Naomi. Setelah semua kejadian itu, anak Rut lahir. Perempuan-perempuan Betlehem bernyanyi untuk Naomi. Di sana ada pemulihan jiwa untuk Naomi. Dikatakan bahwa kelahiran anak itu menyegarkan jiwa dan memelihara Naomi di masa tua (ayat 15). Kesembuhan jiwa Naomi berpuncak pada saat Rut melahirkan anak. Ketika kita memiliki anak, maka orang tua kita akan mendapat kesegaran karena kehadiran cucu. Jadi Naomi dan Rut mendapatkan penyegaran jiwa. Bolehkah orang tua terlibat dalam memilih calon pasangan bagi anak? Jika orang tua sudah memiliki standar rohani maka orang tua harus terlibat. Pada masa tua, orang tua akan dirawat oleh anak. Jiwa mereka disegarkan dengan kehadiran cucu. Kehadiran Ishak di masa tua Abraham itu menjadi penyegaran jiwa. Cucu bisa menjadi seperti refleksi jiwa bagi kakek atau neneknya. Maka dari itu tidak mengherankan bila kakek atau nenek sangat mengasihi cucunya, bahkan lebih mengasihi cucu daripada anaknya sendiri. Maka dari itu para pemuda harus berhati-hati dalam memilih pasangan. Pasangan yang dipilih bisa memiliki potensi untuk membahagiakan orang tua atau sebaliknya. Maka dari itu iman, teologi, dan karakter pasangan itu menjadi pertimbangan yang begitu penting.

 

Anugerah pemulihan itu juga diberikan untuk Rut (ayat 15). Ada suatu berkat yang diberikan yaitu agar Rut menjadi perempuan yang berharga di mata Tuhan, Naomi, dan lainnya (ayat 15). Di dalam pemulihan itu ada sukacita. Jadi di sini kita belajar untuk menjadi menantu yang membahagiakan mertua. Bagian akhir kitab Rut ditutup dengan pemulihan baik secara fisik maupun rohani. Tidak mudah untuk menjadi orang yang berharga dan untuk menjadi seperti berlian. Namun kita berharga di mata Tuhan, maka dari itu Tuhan Yesus datang untuk menebus kita. Kita ini seperti biji mata Tuhan, artinya kita dianggap dekat dengan Tuhan. Maka dari itu Tuhan memberikan pembaruan di dalam hidup kita. Dari pemulihan itu, kita melihat bahwa garis keturunan itu jika terus dilanjutkan maka akan sampai pada Tuhan Yesus Kristus. Dari kehidupan Rut dan Naomi kita belajar untuk terus mengandalkan Tuhan sampai Tuhan menyatakan penggenapan rencana-Nya.

 

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – TS)

Speaker: Pdt. Tumpal Hutahaean, M.Th.

 

Setelah menamatkan studi Akuntansi dan Perbankan di AKP-LPI pada tahun 1992, Pdt. Tumpal Hutahaean menempuh pendidikan theologia di STT Reformed Indonesia Warung Buncit (S.Th., 1996), Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili International (STTRII) Kemayoran (M.Th., 2012).


Sejak tahun 1996 beliau melayani di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 2001. Pdt. Tumpal juga menjadi dosen di STTRI Internasional Kemayoran, STRIJ dan SPRI.


Sudah melayani melalui khotbah, seminar dan KKR di lebih dari ratusan kota di Indonesia dan di luar negeri (Amerika, Australia, Jerman, Swiss).
Beliau menikah dengan Maria Evelin dan mereka dikarunia tiga anak: Eirene (1998), Elden (1999), dan Evangelica (2001).

Bitnami