Latest Post

                 SUCI, SUCI, SUCI.

 

Teks           : Reginald Heber, 1826

Musik         : John B. Dykes, 1861

Teks lagu “Suci, Suci, Suci” ditulis oleh Reginald Heber kurang lebih dalam tahun 1826.  Ia menulis teks lagu ini ketika melayani sebagai hamba Tuhan di suatu kota bernama Shropshire, Inggris. Ia menulis ini dalam rangka ibadah minggu khusus berfokus pada doktrin Tritunggal. Heber sangat terkesan dengan kekudusan Allah. Ia sengaja menuliskan secara simbolis pengulangan 3 kali menunjukkan Allah Tritunggal. Ibadah khusus ini dilaksakan pada hari minggu kurang lebih 8 minggu setelah Paskah. Salah satu bagian firman Tuhan yang menjadi inspirasi lagu ini adalah seruan dalam Wahyu 4:8,

“Kudus, kudus, kuduslah Tuhan

Allah, Yang Mahakuasa,

Yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

Bertahun-tahun kemudian, John Dykes menggubah melodi untuk lagu “Suci, Suci, Suci”. Melodi yang digubah merupakan melodi yang agung dan membawa kita untuk lebih merenungkan kekudusan Allah Tritunggal. Di dalam dunia yang penuh dengan berhala, lagu ini menjadi relevan sampai dengan sekarang. Lagu ini mengajak kita untuk meninggikan Allah Tritunggal yang kekal dan mahakuasa.

Dunia berdosa tidak mengenal kekudusan Allah. Dunia berdosa menentang kekudusan Allah. Melalui pengorbanan Tuhan Yesus di salib, kita seharusnya dapat menyadari betapa kudus-Nya Allah itu. Manusia berdosa seharusnya mengalami penghukuman dari Allah yang kudus. Namun, Ia memberikan Anak-Nya menjadi penebusan bagi yang percaya kepada Anak-Nya.

Ketika kita percaya Kepada Kristus, maka Roh Kudus berkarya dalam hidup kita terus menguduskan kita. Mengapa kita harus kudus? Karena Allah kita adalah Allah yang kudus. Hal ini ditegaskan dalam 1 Petrus 1:15, “tetapi hendaklah kamu menjadi kudu sdi dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Mari kita merenungkan apakah hidup kita memancarkan kekudusan Allah?

SUCI, SUCI, SUCI.

Categories: Hymn Stories

Author: gracelia Christanti

Bitnami