Latest Post

Saling Mengingatkan Untuk Hidup Dalam Kebenaran

Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th.

 

Bacaan alkitab: 1 Petrus 1: 12 – 15; Ibrani 10: 24 – 25.

Bisakah manusia hidup tanpa berelasi? Tidak mungkin. Mungkinkah manusia hidup dengan dirinya sendiri? Tidak mungkin. Jikalau untuk sementara waktu karena dia stress, putus asa atau tidak move on maka itu mungkin bisa karena sementara waktu. Tapi mungkinkah manusia menikmati kebahagiaan dalam dirinya sendiri dan dia mempertontonkan kehebatan kepada dirinya sendiri, dan dia tidak bicara, dia tidak melihat satu proses tentang hidupnya dan segala sesuatu? Jawabannya tidak mungkin. Kenapa tidak mungkin? karena kita dicipta menurut peta dan teladan Tuhan, kita adalah mahluk yang berpikir, kita adalah mahluk yang beragama, kita mahluk yang memiliki standar kesucian, dan kita adalah mahluk yang bersosial. Maka Alkitab mengatakan tidak baik jikalau Adam seorang diri saja. Aku akan mencarikan teman yang sepadan dengan dia. Ini menunjukan kepada kita intinya semua manusia diprogram untuk menikah, tetapi jikalau orang tidak menikah pasti ada sesuatu atau suatu panggilan yang jelas menurut kacamata Paulus. Tetapi jikalau dia dipanggil untuk menikah bukan dipanggil untuk sendiri dan memaksa untuk sendiri maka dia tidak menikmati kesendiriannya. Disini maka kita tahu sendiri bahwa manusia adalah mahluk yang berelasi. Tetapi pertanyaannya berelasi untuk apa? Berkomunikasi untuk apa? Saling memperhatikan untuk apa? Disini nanti kita akan membahas akan semuanya itu.

Mungkinkah manusia seorang diri untuk menghadapi akan setiap pergumulannya? Mungkin untuk bulan pertama dia kuat, memasuki bulan kedua dia kuat, bulan ketiga dia kuat, mungkin memasuki bulan keempat dan seterusnya mulai dia mengalami kelemahan. Kenapa demikian? Karena tidak mungkin didalam kita menghadapi pergumulan kita hanya mengandalkan kekuatan diri kita sendiri. Kita butuh firman daripada orang lain, kita butuh kekuatan daripada orang lain yang dititipkan Tuhan melalui mulutnya mengandung akan firman Tuhan. Di dalam bagian itulah kita mengerti bagaimana rasul Petrus mengingatkan jemaat di Asia Kecil untuk mereka sungguh-sungguh hidup dalam kualitas iman yang benar dan kualitas pengetahuan yang benar, dan kualitas dalam sikap yang benar ketika menghadapi situasi yang sulit karena adanya guru-guru palsu, nabi-nabi palsu dan pengajar-pengajar palsu. Setelah melihat semua hal diatas maka kita sadar bahwa penting bagi manusia untuk berelasi khususnya dalam menghadapi pergumulan. Dan salah satu hal yang paling penting kita bisa lakukan dalam berelasi adalah saling mengingatkan. Dan hal inilah yang Petrus ingin ajarkan.

Mengapa saling mengingatkan adalah hal penting bagi Petrus?

                        Seperti hal diatas Petrus sadar bahwa manusa tidak bias hidup sendiri, maka dari itu Petrus melihat adalah suatu hal yang penting bagi orang percaya untuk saling mengingatkan. Lalu apa saja yang diingatkan oleh Petrus dalam dalam 1 Petrus 1? Yang pertama adalah iman yang harus ditambah-tambahkan. Jadi dalam hal iman jangan kita puas jikalau kita hanya mengaku dan kita tahu kita orang Kristen. Hal ini harus di kerjakan karena iman harus dikerjakan, dikerjakan dengan ketaatan membaca firman, iman harus ditambah-tambahkan karakternya, berkaitan dengan iman harus ditambahkan dengan hal kebajikan, iman harus ditambahkan dengan suatu pengetahuan yang benar tentang siapa Tuhan, iman harus ditambahkan dengan aspek penguasaan diri, iman harus ditambahkan dengan suatu sikap ketekunan, kekuatan kita, dan iman harus ditambahkan dengan aspek kesalehan, dan iman harus ditambahkan dengan kasih kepada sesama, dan kasih terhadap sesama di dalam kasih Yesus Kristus.

Dan yang kedua bagaimana kualitas pengenalan kita akan Tuhan itu benar. Tetapi bagaimana kita tahu bahwa pengenalan kita akan Kristus itu benar? Akan terlihat dari bagaimana kita memandang masa depan bagi Tuhan. Anak Tuhan tidak boleh terus berpikir kebelakang, anak Tuhan harus berpikir ke masa depan, supaya kita bercahaya bagi Tuhan, berpikir kedepan untuk kita menggenapkan rancangan Tuhan melalui studi kita, pekerjaan kita, usaha kita, keluarga kita, berpikir kedepan untuk kita sungguh-sungguh bisa dipakai Tuhan didalam seluruh hidup kita dengan maksimum. Jadi kita sebagai anak Tuhan tidak boleh berpikir kebelakang, karena kalau kita terus melihat belakang berarti pengenalan kita kepada Tuhan ada yang tidak beres.

Tanda yang Ketiga kalau pengenalan kita akan Tuhan benar adalah, engkau akan diberikan satu hati yang giat, hati yang semangat, dan engkau akan diberikan keberhasilan untuk sungguh-sungguh menangkap akan kehendak Tuhan didepan. Disini berarti kita melihat hidup kita harus senantiasa dikaitkan dengan Kristus setiap saat. Didalam bagian itu ketika kita sungguh mengenal Kristus itu akan terpancar bagaimana cara pandangmu melihat segala sesuatu.

Kembali lagi, apa yang mendasari pemikiran rasul Petrus bahwa saling mengingatkan kebenaran antara orang percaya ini penting? Petrus melihat ini adalah hal penting karena dia tahu bahwa manusia adalah mahluk berpikir dan kita sering lupa dan membuang memori-memori segar yang berbicara tentang Tuhan. Mengapa ada kitab Ulangan? Kitab Ulangan berusaha mengingatkan kembali manusia akan kebaikan Tuhan supaya manusia tidak lupa Jadi sejarahnya Tuhan yang dibelakang boleh diingatkan kembali kepada kita untuk kita menerobos akan sejarah di depan, itulah keimanan. Oleh karena itu kita melihat kenapa Petrus perlu mengingatkan hal ini? Karena dia sendiri pernah diingatkan oleh Tuhan Yesus sampai tiga kali. Hal ini terjadi harena dia tidak siap iman saat enghadapi penderitaan bersama dengan Tuhan, dia takut menghadapi penderitaan itu, dia tidak siap menyatakan segala sesuatu dengan jujur siapa dirinya, maka dia menyangkal Tuhan. Didalam bagian ini setiap kita membutuhkan kuasa kristus untuk mengingatkan dan memperbaharui kita. Kita membutuhkan Firman untuk mengingatkan kita, supaya terus memimpin kita terus masuk kedalam kebenaran firman Tuhan. Didalam bagian ini menurut kita Petrus tipe apa sampai perlu tiga kali dingatkan sampai dia akhirnya sedih, sampai ditunggu dia bangun komitmen yang baru? Dia tipe orang yang keras kepala, keras hatinya, dan kasar, semuanya ada dalam dirinya, tetapi setelah dia bertobat pikiran dia mau menyatu dengan pikiran Tuhan, hati dia mau mendekat dengan hatinya Tuhan, sikap dia mau menunjukan sikap sebagai hamba Tuhan yang baik. disini kita akhirnya melihat jikalau kita akhirnya bisa berubah itu anugerah. Didalam bagian itulah Paulus mengatakan aku melupakan apa yang ada dibelakangku, dan aku hanya melihat apa yang ada didepanku, aku berlari untuk mencapai apa yang didepan yaitu garis finis. Itu berarti mengingatkan kepada kita setiap kita bisa menjadi orang yang berguna, orang yang efektif, orang yang bersinergi, orang yang bisa dihandalkan jikalau kita sudah diubah oleh Tuhan, itu kuncinya. Sekarang kita akan belajar mengapa saling mengingatkan kebenaran itu penting bagi Kristen.

 

Mengapa penting untuk saling mengingatkan bagi orang Kristen?

Kita adalah mahluk yang berpikir, yang perlu pikiran kita disegarkan. Bagaimana disegarkannya? Melalui diingatkan. Berikut adalah tiga hal mengapa ini penting:

 

  1. Menyatakan hidup saling mengasihi.

Didalam konteks ini adalah sikap menghadapi guru atau nabi palsu. Kalau kita teringat dengan Ibrani 10: 24 – 25 berarti ketika kita saling mengasihi didalamnya ada aspek saling mengingatkan, dan didalam aspek saling mengingatkan itulah kepedulian kasihmu terhadap orang lain. Didalam konteks 1 Yohanes 4: 11 kita mengasihi Tuhan kita mengasihi sesama. Ketika kita mengasihi sesama salah satunya adalah ingatkan orang itu untuk hidup terus mengasihi Tuhan, ingatkan orang itu untuk terus belajar mengasihi orang lain. Kenapa ini penting? Jangan membenci guru palsu, jangan menghakimi pengikut-pengikut guru palsu, kasihi mereka. Jadi ketika mengingatkan akan keimananmu lebih baik, kualitas pengenalanmu lebih baik, komitmenmu lebih baik, biarlah para pengikut-pengikut guru palsu akhirnya kembali kepada Tuhan karena engkau menyatakan kasihmu kepada mereka. Kasih kita dengan jujur diberikan kepada orang-orang sebagai titipan Tuhan disekitar kita, jikalau kasih kita sungguh-sungguh meminta Tuhan yang bekerja, kasih kita itu bisa punya kuasa mengubah orang itu. Disini kita belajar ketika kita mengasihi orang disekitar kita khususnya untuk pasangan kita, anak-anak kita, boleh kita mengingatkan dalam hal-hal yang bersifat rohani. Tetapi kalau kita tahu pasangan kita, anak-anak kita, rekan kerja kita di Gereja ini sudah dewasa dalam Tuhan tidak perlu sampai diperlakukan seperti anak-anak. Jadi dalam bagian ini kita mengasihi pasti ada teguran, kita mengasihi pasti ada aspek untuk kita mengingat. Inilah yang diinginkan oleh rasul Petrus ketika kita punya kepedulian kasih, kepedulian itu menghasilkan bentuk solusi, dimana ada kasih, ada pengampunan, dimana ada kasih semua masalah bisa diselesaikan.

 

  1. Menyatakan bahwa kita bagian daripada anggota tubuh Kristus.

Dalam Roma 12: 4 – 6 kita didalam kehidupan sebagai tubuh Kristus masing-masing mempunyai fungsi didalam keanggotaan kita, maka mari kita saling mengingatkan untuk kita boleh berfungsi dengan maksimum dalam panggilan kita, karunia kita. Didalam bagian inilah rasul Petrus mengingatkan jemaat di Asia Kecil untuk mereka bersatu dalam kepedulian untuk mereka menunjukan mereka adalah anggota tubuh Kristus yang tidak mungkin dipisahkan hanya karena menghadapi ajaran sesat, mereka tidak mungkin dipisahkan hanya karena perbedaan pendapat yang tidak penting. Disinilah mari kita bersatu, mari kita saling mengingatkan tentang kualitas kasih kita, tentang pekerjaan baik kita, itu berdasarkan daripada perkataan Paulus dalam Ibrani 10: 24 – 25, dan didalam konteks itu kita diingatkan kualitas iman kita, kita diingatkan kualitas pengenalan kita, kita diingatkan tentang satu nilai komitmen kita yaitu hidup bagi Tuhan. Maka sebagai anggota tubuh Kristus mari kita saling bergandengan, mari kita saling bersatu untuk kita melayani Tuhan dengan lebih baik lagi.

 

  1. Menggenapkan hukum Yesus Kristus.

Marilah kita saling tolong menolong, saling meringankan beban daripada orang disekitar kita, pergumulan orang disekitar kita. Petrus tahu sekali hidupnya akan mati, dia sudah tua, jemaat di Asia Kecil membutuhkan kekuatan berdiri melawan akan guru-guru palsu karena rasul Petrus sudah mau mati dan meninggalkan mereka. Dan cara rasul Petrus mengingatkan adalah dengan dia memberikan kekuatan firman. Dipengalaman yang lain kita juga tahu Petrus mengatakan emas dan perak aku tidak punya, tetapi yang kupunya adalah nama Kristus yang bisa membangkitkan dan menyembuhkan engkau. Disini sampai sejauh mana kita sudah dipakai Tuhan dalam seluruh modal kita, iman kita tenaga kita, skill kita, waktu kita, uang kita, dana kita, boleh meringankan beban anak-anak Tuhan yang sedang dalam pergumulan. Sampai sejauh mana kita boleh dipakai Tuhan mengambil bagian dalam setiap daripada pergumulan orang itu sangat penting. Didalam bagian yang lain Tuhan Yesus mengatakan kenapa kita ditolak Tuhan? karena Tuhan katakan ketika orang telanjang kamu tidak kasih pakaian, ketika orang haus kamu tidak kasih minum, ketika orang itu butuh tempat tumpangan kamu tidak kasih tempat tumpangan, ketika orang itu dalam penjara kamu tidak kunjungi, siapa dia? Anak-anak Tuhan. jadi disini ingin menunjukan kepada kita ketika kita menggenapkan hukum kasih Yesus Kristus berarti kasih kita adalah kasih yang aktif, kasih yang aktif yang muatannya bisa tenaga, waktumu, pikiranmu, danamu, segala sesuatu untuk sekedar meringankan beban orang itu. Demikianpun yang dikerjakan oleh rasul Paulus mengumpulkan dana-dana dari Asia Kecil, khususnya daripada Filipi, setelah itu dikirim ke Yerusalem, karena umat Tuhan di Yerusalem menghadapi hidup yang begitu susah, kerja susah, usaha susah, karena mereka menghadapi penganiayaan dan agresi dari tentara Roma dan orang-orang Yahudi. Dan Paulus mengumpulkan uang dari kota ke kota untuk dibawa ke Yerusalem untuk meringankan beban anak-anak Tuhan disana. Disini berarti mengajarkan kepada kita buka matamu, jangan engkau hidup egois, belajar untuk kita mengambil bagian dalam pergumulan orang. Jadi disitu kita penting untuk diingatkan. Maka mari kita semua komitmen untuk bagaimana menggenapkan ini semua.

Dalam saling mengingatkan hendaklah kita juga ingat Matius 8: 25 – 34 mengingatkan bahwa Tuhan akan memelihara. Allah itu bisa pelihara kita, Allah itu bisa jaga kita. Hal ini terlihat ketika murid-murid menghadapi akan badai dan Tuhan Yesus dibangunkan setelah itu angin badai itu distop oleh Tuhan dan berhenti.  Terlihat juga ketika Tuhan ke Gerasa maka orang yang dirasuk setan juga akhirnya dibebaskan oleh Tuhan. Jadi ketika Tuhan bekerja dalam kehidupan kita kuasa-Nya akan nyata. Saya percaya rasul Petrus menginginkan jemaat di Asia Kecil untuk mereka terus bangkit imannya, untuk mereka bisa hidup bagi Tuhan untuk mereka bisa memenangkan banyak jiwa, untuk mereka terus berani berapologetika menghadapi guru-guru palsu dan memenangkan orang-orang yang sudah disesatkan kembali kepada Tuhan. Jadi jangan takut menghadapi segala sesuatu karena Allah jikalau bekerja dalam kehidupan kita akan nyata kuasa-Nya.

mengusir setan itu juga bisa ditiru oleh setan, tetapi kalau engkau menangisi jiwa-jiwa yang terhilang seperti Yesus menangisi Yerusalem, Yesus menangisi dari peristiwa Lazarus dibangkitkan karena orang-orang tidak percaya akan kuasa Dia, dan didalam Ibrani dicatat Yesus menangis sebelum Dia mati dikayu salib, kenapa? karena Dia menangis untuk orang-orang yang akan ditebusnya. Air mata Yesus adalah air mata untuk merindukan orang-orang bertobat kembali kepada Tuhan. kita harus rajin, rajinnya langkah kaki kita bukan untuk mencari kepuasan diri, tetapi untuk kita mengabarkan Injil. Kenapa ini penting? Karena inilah yang akan membuktikan kita bahwa kita adalah warga kerajaan surga. didalam bagian inilah kita harus tahu jikalau kita pengikut Kristus pasti engkau akan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan totalitas hidupmu, dan engkau akan mengasihi manusia seperti dirimu, dan engkau akan mengasihi dunia dalam kesesatannya untuk kembali kepada Tuhan, engkau akan mengasihi dunia dalam keterperosokannya untuk boleh kembali kepada Tuhan. didalam konteks inilah rasul Petrus menginginkan jemaat pada saat itu untuk aspek more dilegent itu, rajin untuk mengerti kehendak Tuhan, rajin untuk berjalan dalam kebenaran Tuhan, rajin untuk mengabarkan siapa Yesus, jangan seperti guru-guru sesat yang hidup dalam kecemaran, hidup hanya untuk diri, hidup hanya untuk kepuasan diri.

 

  1. Melakukan Perbuatan Baik

Didalam ayat 10 rasul Petrus katakan lakukanlah perbuatan baik ini. Apa yang engkau tahu mengenai Firman Tuhan dengan kelakuan hidupmu itu selaras, apa yang engkau rindukan engkau hidup dalam surga, surga itu berbicara damai, kebenaran, sukacita lakukanlah dalam hidupmu dimana hidupmu harus punya nilai kualitas. Disinilah maka kacamata Petrus sangat tajam, anak Tuhan yang sejati tidak akan mungkin ada kesenjangan dari apa yang dia tahu dengan realita hidupnya, Tuhan tidak mungkin ditipu, manusia bisa ditipu. Jadi ketika engkau hidup buktikan nilai panggilan dan pilihanmu didalam Tuhan, disitulah baru tahu siapa kita. didalam bagian ini ketika kita menjadi anak Tuhan, kita dikasih standar kebenaran, karakteristik kebenaran, kita dikasih tujuan nilai kebenaran kita untuk memuliakan Tuhan, hidup ini untuk punya kualitas itu lebih mudah. Jadi dalam bagian itu kita tahu bagaimana kita tahu bahwa keselamatan kita itu sejati untuk menjadi satu jaminan kita akan pasti masuk surga, dan kita tidak mungkin lagi jatuh didalam dosa yang membuat kita seolah bukan anak Tuhan, buktikan realita hidupmu adalah orang-orang benar, buktikan realita hidupmu engkau selalu punya kualitas. Maka dalam keadaan engkau bahagia, dalam keadaan engkau senang nyatakanlah puji Tuhan dan jangan sombong, dalam keadaan dimana hidupmu mengalami kesulitan carilah kehendak Tuhan, dalam sesuatu yang kelihatannya silent, tenang, nyaman itu kesempatan untuk engkau bisa menikmati Tuhan, menyembah Tuhan, beribadah kepada Tuhan, dan akhirnya seluruh hidupmu dalam momentum apapun juga nyatakanlah semua untuk berterima kasih kepada Tuhan. Didalam bagian itulah inilah panggilan kita, inilah satu kualifikasi untuk menunjukan siapa kita yang akan sungguh-sungguh kalau kita mati kita pasti masuk surga, yaitu pada waktu kita hidup akhrinya terbukti kita punya kerajinan, dan kerajinan kita punya nilai standar, punya nilai karakteristik, punya nilai tujuan dan disitulah kita mau kejar itu semua.

Tuhan memberkati.

 

Saling Mengingatkan Untuk Hidup Dalam Kebenaran Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th

Categories: Transkrip

Author: gracelia Christanti

Bitnami