Latest Post

Pulih karena Teguran

Categories: Renungan Harian

Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.

Ratapan 2:14

Manusia berdosa di dalam kedagingannya lebih menyukai kata-kata manis daripada kata-kata teguran. Sebuah karikatur menggambarkan antrian orang yang panjang untuk mendapatkan comforting lies (kebohongan yang menyenangkan). Hanya segelintir orang yang berbaris untuk mendapatkan inconvenient truth (kebenaran yang tidak menyenangkan). Ini merupakan cerminan dunia saat ini. Manusia berdosa lebih menyukai kenyamanan daripada kebenaran. Kebenaran yang mereka sukai adalah kebenaran yang sejalan dengan kenyamanan mereka.

Tuhan adalah kebenaran dan Ia selalu mengatakan kebenaran, termasuk kebenaran yang menegur kita. Ia menegur kita agar kita meninggalkan dosa dan kembali ke jalan-Nya. Nabi-nabi-Nya diutus oleh-Nya agar umat-Nya bertobat dan dipulihkan. Namun di antara para nabi ada nabi-nabi palsu yang bukan memberitakan kebenaran tetapi kenyamanan. Mereka melakukan ini untuk menyenangkan telinga pendengarnya sehingga mereka mendapatkan banyak keuntungan. Banyak hamba Tuhan pada masa kini bertindak seperti nabi-nabi palsu itu, seperti yang dinubuatkan oleh Alkitab.

Jika kita adalah pengikut Kristus yang sejati, maka suka maupun tidak, kita harus mendengarkan teguran Tuhan yang telah disampaikan dalam Alkitab dan melalui para hamba-Nya yang sejati. Teguran itu memang mendukakan hati kita untuk sementara waktu, namun itu berharga untuk memulihkan kita dalam jangka waktu yang panjang. Pengikut Kristus harus sadar bahwa kebahagiaan yang sejati hanya bisa dicapai jika mereka berjalan di jalan yang benar. Teguran itu diperlukan untuk menjaga kita berjalan di jalan itu. Tanpa teguran mungkin kita akan merasa nyaman, namun pada akhirnya kita akan mati dalam dosa.

Author: Tommy Suryadi

Bitnami