Latest Post

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi (Kisah Para Rasul 8:26)

Setelah Stefanus dibunuh, sebagian besar jemaat Tuhan di Yerusalem tersebar ke daerah-daerah sekitar. Filipus adalah salah seorang dari mereka. Dengan pimpinan Tuhan ia memberitakan Injil di kota di Samaria. Setelah penduduk di sana menerima Allah Roh Kudus, Filipus dipanggil Tuhan ke tempat lain, yaitu jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza. Dikatakan bahwa ‘jalan itu jalan yang sunyi’.

Seandainya kita berada di posisi Filipus, tentu kita bisa berpikir: ‘mengapa Tuhan memerintahkan saya pergi ke jalan yang sunyi? Bukankah ada lebih banyak orang yang bisa mendengarkan Injil di kota-kota dan dan di kampung-kampung? Bagaimana saya bisa melayani Tuhan di jalan yang sunyi?’ Terkadang pimpinan Tuhan dalam hidup kita bisa terlihat tidak masuk akal; ‘mengapa Tuhan memberikan saya pekerjaan yang membosankan ini? Mengapa Tuhan menempatkan saya di tempat yang buruk ini? Mengapa Tuhan mempertemukan saya dengan orang-orang yang menyebalkan ini? Mengapa kondisi Gereja saya seperti ini dan Tuhan membiarkannya?’ Kita bisa menanyakan 1000 pertanyaan tentang situasi kita yang sulit kita terima. Terkadang situasi yang sulit itu membuat kita bertanya, bahkan mempertanyakan pimpinan Tuhan.

Namun Filipus tetap taat. Ketika ia mengikuti pimpinan Tuhan ke jalan yang sunyi itu dan tiba di sana, ia baru melihat dan mengerti mengapa Tuhan membawanya ke sana. Seandainya Filipus tidak taat, ia tidak akan pernah mengerti mengapa pimpinan Tuhan itu tepat. Ketika kita meragukan pimpinan Tuhan, kita harus segera berdoa dan tetap taat. Tuhan pasti akan menunjukkan bahwa pimpinan-Nya itu tidak pernah salah. Tugas kita adalah taat dan peka akan apa yang Tuhan mau kerjakan melalui pimpinan-Nya bagi kita.

Pertanyaan renungan: apa respons kita ketika Tuhan memimpin kita ke tempat yang sulit? Apakah kita berdoa dan taat? Atau kita memutuskan untuk menghindar? Maukah kita meneladani Filipus?

Bitnami