Latest Post

Tetapi jawab Saul: “Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil  di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?” (1 Samuel 9:21)

Saul berasal dari suku Benyamin, yaitu suku yang terkecil di Israel. Suku Benyamin pernah hampir punah pada zaman para hakim (Hakim-Hakim 21:3). Kaum Saul merupakan kaum yang terkecil di suku Benyamin. Jadi boleh disimpulkan bahwa Saul berasal dari yang terkecil dari yang terkecil. Namun Allah memilih bukan berdasarkan besarnya suatu suku atau besarnya suatu kaum. Anugerah Allah seringkali diberikan kepada orang-orang yang tidak terduga.

Ketika Samuel menyatakan petunjuk bahwa Saul akan menjadi raja atas Israel, ia memberikan jawaban yang terlihat rendah hati. Ia merasa tidak layak menerima panggilan tersebut. Respons Saul terlihat baik, namun dengan melihat keseluruhan cerita kehidupan Saul, kita tahu bahwa perasaan tidak layak ini tidak berlangsung sampai akhir hidupnya. Saul tidak bisa menerima keputusan Tuhan yang menunjuk raja yang baru untuk menggantikannya.

Pertanyaan renungan: Pernahkah kita memulai pelayanan dengan perasaan tidak layak namun seiring waktu perasan itu berubah? Apakah setelah selesai melayani kita masih merasa tidak layak? Seberapa peka hati kita akan ketidaklayakan kita?

Bitnami