Latest Post

O Bangkitlah Kabarkan Injil-Nya (O Zion, Haste)

Categories: Hymn Stories

Himne ini ditulis oleh Mary A. Thomson yang lahir pada 5 Desember 1834 di London, Inggris dan meninggal dunia pada tahun 1923 di Philadelphia, Amerika Serikat.  Ia menikah dengan John Thompson, seorang pustakawan Free Library dari Philadelphia dan juga Kepala Akuntan di Church of the Annunciation. Mereka memiliki 12 anak namun lima di antaranya meninggal pada waktu masa kecil. Selama hidupnya, Mary Thomson telah mengarang lebih dari 40 lagu.

 “O Zion, Haste” adalah salah satu himne agung  pada abad ke-19 yang menyatakan tanggung jawab gereja untuk memenuhi Amanat Agung yang ada dalam di dalam Matius 28:19-20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Banyak catatan yang menarik tentang  lagu himne ini  seperti bagian refrainnya mengundang jemaat untuk “mengumandangkan kabar gembira perdamaian, penebusan dan pelepasan dari Yesus Kristus.“ Pada bait terakhir terdapat seruan langsung bagi penyanyi untuk mengutus para misionaris dan mempersembahkan harta serta dukungan doa. Ini bermaksud menyatakan pengorbanan yang bersifat eskatologis (menuju akhir jaman) yang menggiring masuk ke dalam Yerusalem Baru atau “Sion.”

Gereja disebut sebagai “Sion” yang pada awalnya mengacu kepada kota Yerusalem seperti yang tercantum di dalam 2 Sam. 5:7: “ Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud.” Menurut Albert Bailey, seorang hymnologist mengatakan bahwa arti metafor ini dialihkan kepada gereja di bumi ini. Di dalam Ibr. 12:22  dikatakan: “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah.” Makna metafor “Sion” ini disempurnakan dan memiliki arti sebagai “Yerusalem Baru” seperti tercantum di dalam Why. 21:2: “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.”

Author: Lukman Sabtiyadi

Bitnami