Latest Post

Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik (Titus 1:16)

Dalam ayat di atas, Alkitab menyatakan bahwa ada orang-orang yang pengakuan mulutnya berbeda dengan perbuatannya. Jadi ada orang-orang yang mengaku sebagai Kristen namun sebenaranya bukan Kristen sejati. Kesejatian iman seorang percaya dinilai bukan hanya dari apa yang dikatakannya tetapi juga dari apa yang dihidupinya. Kedua hal itu merupakan kriteria dalam menguji seseorang.

Dari ayat di atas kita juga mempelajari bahwa seseorang bisa menyangkal Tuhan tidak hanya lewat mulut tetapi juga lewat perbuatan. Jika definisi “menyangkal Tuhan” ternyata seluas ini, maka sangat mungkin kita pernah menyangkal Tuhan di dalam hidup kita. Setiap penyangkalan terhadap Tuhan pasti mendukakan hati Tuhan. Kita bisa mencoba untuk mengevaluasi diri dan menemukan pada titik mana kita perlu bertobat.

Ayat di atas juga memberikan ciri dari orang-orang ini. Pertama-tama mereka disebut ‘keji’. Bahasa Yunani kata ini adalah ‘bdeluktos‘ yang berasal dari kata ‘bdelusso‘. Kata ini merujuk kepada kekejian penyembah berhala. Orang yang menyangkal Kristus sebagai Tuhan pasti secara otomatis menuhankan yang lain. Ini merupakan pelanggaran terhadap perintah pertama dari 10 perintah.

Ciri yang kedua adalah ‘durhaka’. Bahasa Yunani kata ini adalah ‘apeithes‘ yang bisa berarti: tidak percaya, tidak taat, dan keras kepala. Jadi orang-orang itu tidak mau mengikuti instruksi dari Alkitab. Mereka bisa saja sering mendengarkan khotbah namun tidak mau menaati Allah.

Ciri yang ketiga adalah ‘tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik’. Bahasa Yunani kata ‘tidak sanggup’ adalah ‘adokimos‘ yang bisa berarti: gagal uji, tidak layak, atau palsu. Jadi menurut ciri ketiga ini, perbuatan baik orang-orang itu sebenarnya tidak lulus uji, tidak layak, atau palsu. Mereka bisa terlihat berbuat baik namun perbuatan baik mereka tidak berkenan di hadapan Allah. Mereka bisa menyimpan motivasi yang jahat saat berbuat baik. Mereka mungkin juga melakukan perbuatan baik yang palsu untuk menipu orang lain.

Adakah ayat ini menegur kita? Kita harus terus mengevaluasi diri kita dan berubah dalam anugerah Tuhan.

Bitnami