Latest Post

Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal (Titus 2:6)

Rasul Paulus mau orang-orang muda menguasai diri dalam segala hal. Dalam pandangan secara umum, anak muda memiliki semangat yang besar dan tenaga yang kuat namun belum memiliki kedewasaan dalam penguasaan diri. Ini berarti anak muda bisa menjadi pembuat perubahan positif jika diarahkan dengan benar atau bisa menjadi perusak yang hebat jika tidak menguasai dirinya atau jika diarahkan secara salah. Siapa sajakah orang-orang yang berdemo di jalan dan merusak fasilitas umum? Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang muda. Siapa sajakah yang melakukan tawuran besar-besaran? Jawabannya juga sama. Nasihat Rasul Paulus kepada kaum muda itu tepat: mereka harus bisa menguasai diri dalam segala hal.

Kata ‘menguasai diri’ berasal dari kata Yunani ‘sophroneo‘ yang selain berarti penguasaan diri juga bisa berarti ‘memiliki pikiran yang sehat, jernih, atau sadar’. Dari definisi kata ini, kita bisa mendapatkan pengertian ini: ‘penguasaan diri dimulai dari pikiran yang sehat, jernih, atau sadar’. Pembentukan pikiran yang sehat bukan dimulai dari edukasi secara umum. Pertama-tama pikiran harus diubahkan oleh Firman Tuhan. Edukasi bisa memberikan pengetahuan, tetapi Firman Tuhan memberikan arah. Pengetahuan apapun, jika diarahkan secara salah, maka akan menghasilkan perbuatan yang lebih jahat. Kita memerlukan tuntunan Firman Tuhan atas pikiran kita yang kemudian mengarahkan hidup kita. Penguasaan diri diraih bukan berdasarkan kekuatan kita tetapi berdasarkan anugerah Tuhan.

Sudahkah kita memiliki pikiran yang sehat sesuai standar Alkitab?

Bitnami