Latest Post

Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong (Mazmur 40:2)

Dalam terjemahan bahasa Inggris, kalimat ‘Aku sangat menanti-nantikan TUHAN’ adalah ‘I waited patiently for the Lord‘. Jika mengikuti bahasa Ibrani, maka kalimat ini dapat diterjemahkan ‘aku menantikan dan menantikan Tuhan’. Dengan melihat berbagai versi terjemahan ini (di mana tidak ada terjemahan yang sesat), ayat ini mengajarkan kita bahwa: 1) penantian kita akan Tuhan harus besar (jadi kita harus meletakkan pengharapan kita pada Tuhan) dan 2) kita harus bersabar dalam menantikan Tuhan (karena Tuhan menetapkan waktu-Nya sendiri dalam menolong kita).

Frasa ‘Ia menjenguk kepadaku’ dalam bahasa Inggris ‘He inclined to me‘ yang bisa berarti ‘Allah membungkuk untuk mendekatkan telinga-Nya ke arah kita’. Ketika kita berdoa kepada-Nya, Allah bukan sekadar mendengar tetapi Ia menyimak apa yang kita katakan. Ini membuat doa kita berarti. Meskipun Allah belum tentu mengabulkan semua yang kita minta, Ia pasti memerhatikan apa yang kita katakan.

Allah mendengar teriakkan kita ketika meminta pertolongan dari-Nya. Kata ‘mendengar’ adalah ‘shama‘ dalam bahasa Ibrani. Ketika Allah memberikan perintah di padang gurun, Ia mau bangsa Israel ‘shama‘ (mendengarkan) Tuhan. Sungguh heran ketika Allah yang adalah Raja di atas segala raja mau mendengarkan umat-Nya. Ketika seorang raja besar mengalahkan seorang raja kecil, raja kecil itulah yang wajib mendengarkan perkataan raja besar itu dan bukan sebaliknya. Namun Allah begitu mengasihi umat-Nya sehingga Ia mau ‘membungkuk’ dan mendengarkan doa kita.

Pertanyaan renungan: Bagaimana kehidupan doa kita? Sadarkah kita bahwa kita harus berharap dan menantikan Tuhan? Maukah kita rajin berdoa kepada Allah yang mau menyimak doa kita?

Bitnami