Latest Post

MENANG TANPA PEPERANGAN (Pdt. Tumpal H. Hutahaean, M.Th.)

Categories: Transkrip

Hari ini kembali kita membahas tentang Musa. Saya memberikan judul “Menang Tanpa Peperangan”. Kita akan melihat mengapa Allah terkadang mengizinkan situasi dimana kita dituntut untuk melakukan tugas secara vertikal dan Tuhan yang menyelesaikan tugas secara horizontal. Terkadang Tuhan menuntut kita untuk melakukan hal yang bersifat horizontal. Kita harus taat dan Tuhan bisa memakai seluruh ketaatan kita di saat kita berperang untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Jadi tidak ada perang yang menyatakan kehebatan manusia. Tidak ada perang yang menyatakan kehebatan dari satu bangsa. Perang yang suci adalah perang yang menyatakan kemuliaan Tuhan di atas kemuliaan bangsa, militer, dan apapun juga. Mari kita membaca Keluaran 13:21, Keluaran 14:4, Keluaran 14:13-14, dan Mazmur 136:15.

 

PENDAHULUAN

Hidup adalah peperangan rohani. Ini mengingatkan kita bahwa di dalam hidup ini kita tidak boleh bersantai saja. Hidup kita tidak boleh dinikmati dengan berpusat pada diri kita sendiri karena kita tahu bahwa hidup kita sudah ditebus oleh Kristus. Darah Yesus sudah dicurahkan untuk kita dan seluruh dunia ini. Kita tahu bahwa di dalam dunia ini masih ada kuasa Iblis dan Iblis menguasai seluruh dunia dengan tipu muslihatnya untuk memanjakan kita dan untuk menenggelamkan kita dalam kemalasan atau tanpa nilai iman.

Mengapa demikian? Karena kita adalah anak-anak terang yang selalu diperangi oleh Iblis agar iman kita hancur (band. Kejadian 3:15). Sebelum akhir zaman, peperangan puncak akan terjadi yaitu peperangan Armageddon. Di situ kita melihat bahwa Iblis terus berusaha dengan segala siasat godaan dan seluruh tipu muslihatnya untuk menghancurkan iman kita. Peperangan ini sudah dinubuatkan oleh Tuhan ketika Iblis berhasil menjatuhkan Adam dan Hawa. Di dalam Kejadian 3:18 dikatakan bahwa Tuhan sejak saat itu akan membuat peperangan yang sejati dimana puncaknya adalah Yesus sendiri yang mengalahkan Iblis. Dikatakan bahwa Iblis akan menghancurkan tumit Tuhan tetapi Tuhan akan menghancurkan kepala Iblis. Kuasa maut akan dikalahkan dan Iblis tidak akan memiliki pengaruh lagi karena seluruh kejahatannya telah dikalahkan dan seluruh pengikut Iblis akan masuk ke dalam neraka.

Apa yang dipersiapkan Tuhan kepada kita (Efesus 6 dan Matius 26:52)? Jikalau kita sudah membaca ayat ini maka kita akan mengerti bahwa Tuhan akan melengkapi kita dengan memberikan kepada kita suatu perlengkapan yaitu ikat pinggang kebenaran. Jadi siapapun yang disebut sebagai anak Tuhan hidupnya harus benar. Siapapun yang disebut sebagai anak Tuhan harus berbajuzirahkan keadilan. Hidupnya harus menyukai kebenaran itu sendiri. Hidupnya harus mencintai seluruh nilai kebenaran. Kakinya harus berkasutkan kerelaan untuk melakukan penginjilan. Jadi setiap anak Tuhan hidupnya harus benar. Setiap anak Tuhan harus mencintai kebenaran dan ditegakkan di dalam nilai keadilan. Setiap anak Tuhan harus rela melakukan penginjilan. Kita juga akan diberi satu perisai, sehingga anak panah Iblis bisa kita lawan. Kita diberi juga ketopong keselamatan. Kita juga diberikan pedang Roh yaitu Firman Tuhan yang bisa mengalahkan seluruh kekuasaan Setan. Maka ketika Tuhan Yesus dicobai oleh Iblis di padang gurun, Tuhan berkata bahwa manusia hidup dari Firman Allah. Jikalau mulut atau bibir kita dipenuhi oleh Firman maka kita akan bisa mengalahkan segala godaan dan seluruh tipu daya Setan. Ini harus dilakukan dengan Firman. Firman itu harus kita baca. Firman itu harus kita hafalkan. Firman itulah yang paling ditakuti oleh Iblis. Saat kita membaca Firman dimanapun juga, Iblis tidak akan tahan dengan seluruh kebenaran Firman Tuhan. Iblis tidak takut dengan Firman yang hanya ditempel. Iblis tidak takut dengan Firman yang hanya diletakkan. Namun Iblis takut dengan Firman yang dikatakan oleh orang-orang benar yaitu kita. Oleh karena itulah ketika para murid ingin memakai pedang untuk melawan seluruh bala tentara yang menangkap Yesus, Yesus berkata di dalam Matius 26:52 “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Ini mengingatkan kita bahwa peperangan di dalam Perjanjian Baru adalah peperangan dimana Tuhan berdaulat dan Tuhan tidak lagi mementingkan peperangan secara fisik.

Apakah semua peperangan di Perjanjian Lama, Allah yang berperang dan umat-Nya berdiam (band. Yosua 10:40)? Tidak semua. Pada waktu Yosua dilatih oleh Tuhan, dia yang berperang di depan. Ada waktu dimana ketaatan kita secara horizontal dituntut oleh Tuhan sebelum Ia ikut campur. Kadang-kadang kita disuruh memuji Tuhan saja dan kemudian Tuhan yang berperang. Ini mengajarkan kepada kita bahwa seluruh cara peperangan ditentukan oleh Tuhan. Kapan dan bagaimananya juga ditentukan oleh Tuhan.

Allah memakai 10 tulah untuk menyatakan kuasa dan keadilan-Nya untuk dewa-dewa Mesir dan Allah berperang untuk umat-Nya. Bagian ini sudah dibahas pada minggu sebelumnya. Allah menyatakan bahwa Diri-Nya mahakuasa. Ia menunjukkan kepada Firaun dan seluruh bangsa Mesir bahwa dewa-dewa mereka tidak ada apa-apanya dan bahwa Allah Israel-lah yang sejati.

 

PEMBAHASAN

Mengapa Allah memakai 10 tulah? Apa tujuan semuanya ini? Kita sudah membahas ini minggu lalu dan kita melihat bahwa 10 tulah ini sebenarnya ingin mempermalukan dewa-dewa yang disembah oleh orang Mesir sampai dewa yang tertinggi. Dewa yang dipermalukan pada tulah keempat, yaitu lalat pikat, bernama Baalzebub. Dia dipercaya dapat memberikan kelimpahan dan kemakmuran. Dewa yang paling tinggi adalah dewa Amon-Ra yaitu dewa matahari yang menguasai atmosfir. Pada tulah yang pertama yaitu air menjadi darah, mereka semua punya penangkalnya yaitu dewa Khnum dan Hapi. Pada waktu tulah katak mereka juga ada dewanya yaitu Heqet. Pada waktu berbicara tentang nyamuk mereka juga punya dewanya yaitu Geb. Pada waktu tulah lalat pikat mereka juga ada dewanya. Pada waktu tulah sakit sampar mereka juga ada dewanya yaitu dewa yang memberikan kesehatan kepada seluruh binatang yang mereka pelihara. Dewa itu bernama Ptah. Dewa yang memberikan kesembuhan bagi semua binatang adalah dewa Amun. Pada waktu mereka terkena tulah bisul, mereka punya dewa penyembuh untuk penyakit manusia yaitu Sekhmet dan Imhotep. Pada waktu berbicara tentang turunnya api dan es, mereka pun punya dewa-dewa yang mengendalikan seluruh perubahan cuaca yaitu dewa Nut, Isis, Set, dan Shu. Inilah para dewa yang mengatur semua dari keadaan alam; panas, dingin, hujan, dan lainnya. Pada waktu tulah belalang mereka juga punya dewanya yaitu Serapia. Pada waktu berbicara tentang kegelapan, mereka punya dewa yang tertinggi yaitu dewa Amon-Ra.

Semua dewa ini dipermalukan oleh Tuhan. Pada akhirnya mereka tidak mempunyai dewa yang bisa menyelamatkan mereka dari kematian. Semua dewa punya titik kelemahan yaitu tidak bisa membuat manusia menjadi kekal. Setiap kita akan mati dan kematian kita tidak ada yang bisa menghambat. Suatu saat Tuhan akan memanggil kita. Di sini baru kita mengetahui bahwa pada tulah yang ke-10 Tuhan menyatakan seluruh keadilan-Nya dan hukuman-Nya kepada para dewa untuk memberitahukan kepada orang Mesir bahwa Allah Israel-lah Allah yang sejati. Allah mau menyatakan bahwa para dewa yang mereka sembah adalah palsu adanya. Mukjizat yang mereka bisa lakukan terbatas adanya. Di sini kita baru mengerti apa tujuan dari semuanya itu yaitu supaya mereka tahu siapa Tuhan. Mereka diberitahu bahwa Allah itu hidup bagi orang Israel. Selama 400 tahun mereka menganiaya umat Tuhan dan Tuhan berdiam. Selama 400 tahun Mesir mencaci-maki umat Tuhan dan Tuhan berdiam. Di lain pihak orang Israel juga tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan. Mereka tidak sungguh-sungguh bertobat. Sebagian di antara mereka justru berlari semakin jauh dari Tuhan. Ini juga yang membuat Tuhan berdiam. Tuhan berdiam ketika mereka dihina oleh orang-orang Mesir. Tuhan berdiam karena umat Tuhan tidak memiliki pertobatan yang sejati. Mereka tidak memiliki sikap yang menyatakan pertobatan. Selama 400 tahun Tuhan membiarkan mereka. Selama 30 tahun bangsa Israel tinggal di Mesir dalam keadaan yang baik karena ada Yusuf. Setelah ada Firaun yang baru yang tidak mengenal Yusuf, di situlah selama 400 tahun terjadi masa penganiayaan dan masa perbudakan.

Mengapa Allah yang berperang untuk umat-Nya? Apakah ini yang membuat umat-Nya menjadi manja? Jikalau yang mengerjakan PR anak adalah orang tuanya atau orang yang diminta oleh orang tuanya sampai ia masuk sekolah tinggi, maka ini tidak beres. Ada waktunya anak itu dikendalikan dalam nilai pembelajarannya. Jika anak kita masih TK maka kita akan mengarahkannya terus sampai ia lebih dewasa. Ada saatnya bagi kita sebagai orang tua untuk mengarahkan anak. Tetapi apabila sampai anak itu besar kita masih mengarahkan dia, maka dia akan menjadi anak yang manja. Di dalam bagian ini pendididkan tidak boleh memanjakan. Di dalam pendidikan orang tua tidak boleh mencuri perjuangan anak. Orang tua tidak boleh mencuri tanggung jawab anak. Di dalam bagian ini bukan berarti Tuhan akan memanjakan orang Israel. Tuhan ingin menunjukkan kuasa-Nya yang hebat, bukan hanya untuk orang Israel tetapi juga untuk bangsa-bangsa yang lain khususnya Mesir pada saat itu.

Alkitab mencatat bahwa tujuan yang pertama adalah untuk menyatakan kemuliaan Tuhan (Keluaran 14:4). Firaun dikeraskan hatinya oleh Tuhan. Dia akan membiarkan Israel pergi, namun ketika bangsa Israel akan pergi, Firaun akan berikhtiar untuk mengejar dan membunuh Israel. Tetapi semua itu Tuhan izinkan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Jikalau kita membaca Alkitab mulai dari inkarnasi Kristus sampai kematian Kristus maka kita akan menemukan bahwa apa yang dilakukan-Nya selalu mengandung nilai kemuliaan Tuhan. Semua ini harus kita pelajari. Kita bisa melihat bahwa dalam seluruh nilai kelahiran Kristus sampai nilai kematian-Nya ada nilai glory to God atau mengandung satu kemuliaan Tuhan. Dia mati untuk mematikan kematian di dalam diri kita supaya kita bisa mendapatkan kemuliaan Tuhan. Kristus mati untuk mengalahkan kuasa dosa yang bisa meremukkan kita dan memasukkan kita ke dalam maut. Karena itulah di dalam aspek kematian Kristus selalu ada kuasa yang mengalahkan kematian. Pada waktu seseorang percaya kepada Kristus, dia akan bangkit setelah dia mati. Dalam seluruh nilai kehadiran Kristus sampai dengan kematian dan kebangkitan-Nya ada yang disebut state of glory. Di dalamnya ada pernyataan kemuliaan Tuhan dan ada nilai-nilai kemuliaan Tuhan. Inilah periode awal dimana kemuliaan Tuhan dinyatakan untuk bangsa Israel. Ini juga memberitahu orang-orang Mesir bahwa Allah itu hidup. Mereka harus mengakui bahwa Allah adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Di situlah mereka akan melihat kemuliaan Tuhan. Mereka akan mengetahui tentang Allah yang maha hadir, maha tahu, dan maha kuasa. Tiga bagian inilah yang menunjukkan bahwa Allah bukanlah Allah yang dicipta. Allah ada di atas segala ciptaan karena Dia yang menciptakan. Dia memiliki kuasa yang tidak terbatas. Di dalam bagian inilah mereka akhirnya menyaksikan kemuliaan Tuhan.

Ketika bangsa Israel akan melewati jalan yang berbeda, Tuhan membuat mereka berjalan memutar agar tidak melewati wilayah Filistin. Tuhan mengarahkan mereka ke laut. Setelah itu mereka menyeberangi laut Teberau. Di saat itulah mereka harus taat kepada Musa dan mereka harus lebih mendekati laut. Saat itu Musa belum mengangkat tongkatnya untuk membelah laut. Di saat itulah mereka melihat dengan mata mereka sendiri pasukan kuda bala tentara Mesir yang ada di belakang mereka. Saat itu mereka gentar dan mengalami ketakutan karena berpikir akan dibunuh oleh Mesir. Alkitab berkata bahwa tiang awan itu membuat kacau penglihatan bala tentara Mesir. Mereka tidak bisa mendekat dan pada saat itulah kita tahu bahwa peperangan telah dimulai. Tuhan memakai tiang awan untuk mengaburkan cara pandang tentara Mesir. Mereka tidak bisa mendekati bangsa Israel. Di saat mereka gentar dan takut, Musa berkata bahwa Tuhan akan berperang untuk mereka. Mereka pun berdiam dan kemudian Tuhan memberitahu Musa agar ia mengangkat tongkatnya untuk membelah laut itu. Ia memimpin umat Tuhan berjalan di tanah yang kering untuk menuju ke tanah Kanaan. Perjalanan ini juga dipimpin oleh tiang awan dan tiang api. Pada saat mereka berjalan, mereka harus terus mengikuti pimpinan Tuhan.

Alasan kedua adalah untuk menyatakan kesetiaan Tuhan (Mazmur 136:15). Umat Tuhan bisa tidak setia namun Allah Penebus yang memerdekakan mereka adalah Allah yang setia. Umat Tuhan bisa tidak memuliakan Tuhan, namun Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya melalui tiang awan dan tiang api. Umat Tuhan tidak berani berperang melawan orang Mesir dan Firaun. Tuhan menyatakan peperangan-Nya dengan memakai alam untuk menenggelamkan seluruh pasukan Mesir dan menelan mereka sampai habis. Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya supaya orang Mesir tahu bahwa Ia adalah Tuhan yang setia yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya mati. Kita membaca tentang kematian dari seluruh pasukan Mesir di laut itu. Apakah Tuhan suka dengan kematian? Tidak. Apakah Tuhan suka dengan kematian orang jahat? Tidak. Allah tidak suka ketika orang jahat itu mati. Tuhan sangat suka kalau orang jahat itu mati di dalam pertobatan. Tetapi ketika Tuhan harus menyatakan kemuliaan dan kesetiaan-Nya maka Tuhan tidak akan segan untuk menghukum mati orang yang ada di dalam dosanya. Tuhan pun tidak akan segan jikalau Dia melihat ada kejahatan yang terlalu berkembang di dalam satu bangsa. Tuhan tidak akan segan untuk meredam segala kejahatan itu supaya tidak berkembang sehingga orang jahat itu diizinkan mati di dalam dosa. Ini menunjukkan kepada kita bahwa bala tentara Mesir mati di dalam dosa. Alkitab mengatakan bahwa roda-roda dari kereta kuda Mesir mengalami kerusakan. Mereka tidak ada kesempatan untuk lari dan Alkitab mencatat bahwa Tuhan akhirnya membiarkan bangsa Israel sampai di seberang dan semua tentara Mesir mati tenggelam. Alkitab mencatat peperangan-peperangan yang berbeda dan kemenangan dari semua peperangan itu ada di dalam tangan Tuhan.

Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu” (2 Tawarikh 20:17). Jadi Yosafat diminta agar bala tentaranya maju. Tugasnya adalah bernyanyi dan berdoa. Alkitab mengatakan bahwa orang lewi adalah orang yang diizinkan Tuhan untuk melayani umat Tuhan. Mereka adalah umat Tuhan yang mendapatkan penyertaan yang luar biasa. Kita selalu berada dalam peperangan rohani dan Tuhan punya waktu dan cara-Nya sendiri dalam memimpin kita di dalam setiap peperangan yang ada. Tugas kita adalah mengerjakan yang kita bisa secara vertikal yaitu beribadah, memuji Tuhan, berdoa, dan mengasihi dengan sungguh-sungguh. Kita harus membiarkan Tuhan memakai cara-Nya sendiri dalam mengalahkan musuh-musuh kita. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali (2 Tawarikh 32:8). Dari semua gambaran ini kita mengerti bahwa Tuhan ingin menyatakan kuasa-Nya, penyertaan-Nya, dan kemahahadiran-Nya. Tugas yang bisa kita kerjakan adalah beribadah. Kita tidak boleh mencoba mendahului waktu Tuhan atau memperlambat waktu Tuhan. Di sini kita diajarkan bahwa Yesus sudah berperang untuk kita dan Dia sudah menyatakan kemenangan atas maut. Darah-Nya sudah dicurahkan dan kematian tidak bisa mengikat kita karena Dia sudah bangkit pada hari yang ketiga. Tugas kita sekarang adalah berperang secara rohani. Kita harus menggunakan seluruh senjata perlengkapan rohani untuk melawan tipu muslihat Iblis. Apakah engkau sudah berikatpinggangkan kebenaran? Apakah engkau sudah berbajuzirahkan keadilan? Apakah kakimu sudah punya kerelaan dalam penginjilan? Jadi jikalau kita ingin berperang melawan orang-orang yang mempermalukan hidup kita dengan cara fisik maka itu salah. Kita harus percaya bahwa cara Tuhan itu lebih indah.

 

KESIMPULAN

Allah berdaulat mengatur segala-galanya, termasuk cara Dia menyatakan kemuliaan-Nya dalam setiap perkara yang terjadi dalam kehidupan kita. Nyatakanlah ketaatanmu dalam memuji Tuhan dan berdoa. Kerjakanlah dengan cara yang engkau bisa gunakan dan jangan menggunakan cara-cara yang gelap.

Jangan memperlambat waktu Tuhan atau mempercepat waktu Tuhan menurut waktu kita. Musa tidak bisa memperlambat karena irama yang mengatur adalah tiang awan dan tiang api. Tugas kita adalah berjalan mengikuti penyertaan Tuhan.

Apa yang menjadi tugas kita harus kita kerjakan dengan full commitment: Ibadah dan ketaatan – peperangan iman. Berapa banyak dari antara kita yang sudah masuk di dalam doa peperangan iman? Mintalah agar jiwa-jiwa di sekitar kita percaya kepada Tuhan. Berapa banyak dari antara kita yang sudah melakukan doa peperangan iman dan meminta agar rekan kerja kita bisa melihat kemuliaan Tuhan? Tuhan berperang untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan kesetiaan-Nya. Tugas kita adalah masuk ke dalam dimensi doa peperangan rohani. Tuhan memberkati kita semua.

Author: gracelia Christanti

Bitnami