Latest Post

Dalam buku “Spiritualitas yang Membumi” (SAAT, 2009), R. Paul Stevens menulis “Lalu, bagaimana munculnya pembaruan spiritual? Pembaruan itu muncul, seperti yang Yakub telah pelajari dan terus pelajari, dengan penggantian namanya dengan nama baru; menukar pakaian; meninggalkan berhala-berhala di hati, pikiran, dan tubuhnya; dan dengan menerima janji sekali lagi. Di Sikhem, Yakub berbaur dengan segala yang buruk; di Betel ia melepaskan semua itu. Yakub melakukan hal ini ketika ia mendekati Betel, sambil memerintahkan semua orang yang bersama dengannya untuk menjauhkan semua dewa mereka sehingga menggenapi hukum ke-2 dari Sepuluh Perintah Allah. Lebih lanjut, seperti halnya orang-orang yang bersama Yakub mengenakan pakaian bersih, demikian pula kita patut mengenakan jubah dalam kebenaran Kristus. Tindakan mengenakan dan melepaskan ini merupakan unsur esensial dari pembaruan pribadi maupun kelompok. Namun ada hal yang lebih dari itu yang Yakub lakukan di Betel. Ia membangun sebuah mezbah dan mendirikan sebuah tugu untuk memperingati tangga yang pernah dilihatnya di sana. Mezbah itu merupakan tempat untuk mengorbankan sesuatu yang berharga agar dibenarkan di hadapan Allah. Di mezbah, manusialah yang datang kepada Allah, berdoa kepada-Nya, dan mempersembahkan diri kepada-Nya. Di tangga (yang disimbolkan dengan tugu batu) dalam mimpi Yakub, Allah-lah yang datang kepada manusia, berbicara kepada kita, memberi diri-Nya kepada kita. Dengan demikian, ada kepulangan ke rumah satu sama lain antara Allah dan manusia yang membawa istirahat Sabat, yakin shalom.”

Pembaruan yang sejati dalam hidup manusia hanya bisa terjadi jika manusia sungguh-sungguh diubahkan dari hatinya yang terdalam. Manusia bisa mengubah penampilan dengan uangnya dan usahanya, namun perubahan hati adalah sesuatu yang lain. Alkitab menyatakan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan perubahan yang sejati. Allah datang ke dunia untuk membawa perubahan dan manusia diundang datang kepada Allah untuk diubahkan. Kita yang sudah percaya, marilah kita datang kepada Allah, Sumber perubahan sejati kita.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Roma 6:11)

Bitnami