Latest Post

KELEMAHAN IMAN (ABRAHAM DAN SARA)

Pdt. Tumpal H. Hutahaean M.Th.

 

            Hari ini kita membahas tentang kelemahan iman Abraham dan Sara. Mari kita membaca Kejadian 16:1-16 tapi tidak semua ayatnya.

  1. Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
  2. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
  3. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
  4. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
  5. Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.”
  6. Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
  7. Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
  8. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
  9. Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”
  10. Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.

            Semua janji Allah kepada Abraham menjadi tidak berarti ketika Abraham dan Sara mengalami kelemahan iman. Jadi seluruh janji Allah yang begitu indah, yang begitu pasti nenjadi tidak berarti ketika Abraham dan Sara mengalami kerapuhan iman. Apa yang menyebabkan kerapuhan iman Abraham dan Sara? Mengapa Sara berpikir yang salah mengenai keturunan Hagar? Apakah ini yang disebut satu spekulasi iman? Apakah ini yang disebut barter iman? Apakah ini yang disebut iman yang tidak memiliki satu fondasi? Kita akan bahas ini semua.

  1. Apa yang menyebabkan iman Abraham dan Sara lemah?

Kita membaca “Abraham engkau tahu Tuhan tidak memberikan keturunan itu kepada aku.” Sara putus asa dan kecewa. Ia tidak mengenal Allah dengan benar. Allah yang berjanji pastilah Allah yang menggenapi. Janji Allah bukan diatur oleh manusia. Janji Allah bukan dikondisikan berdasarkan nilai keinginan kita. Janji Allah melampaui ruang dan waktu. Di dalam bagian inilah Sara tidak mengerti Allah bekerja melampaui kondisi ruang dan waktu.

Seluruh pernyataan dari Sara yang mengatakan “mungkin Tuhan tidak akan memberikan aku anak, mungkin oleh Hagar aku memperoleh anak”, ini yang dinamakan spekulasi iman. Apakah spekulasi iman ini menunjukkan kerapuhan iman Sara? Ya. Apakah spekulasi iman menunjukkan bahwa Sara kurang bergaul dengan Tuhan? Ya. Mengapa Abraham menerima anjuran itu? Ini menunjukkan Abraham dan Sara mempunyai kualitas pengenalan Allah yang tidak benar. Apa tugas Sara sebagai seorang isteri? Tugas isteri adalah penolong, tugas isteri adalah memberikan motivasi, bukan melemahkan. Tugas isteri adalah bagaimana suami boleh berjalan di dalam kesucian kebenaran Tuhan, bukan malah menyesatkan. 

  1. Abraham tidak menguji kehendak Sara.

            Berhati-hatilah sebab setan bisa menitipkan kata-kata yang tidak baik melalui orang terdekat kita. Saat itulah kita harus tahu di dalam hidup ini kita bisa mendengar suara Tuhan, bisa mendengar suara Roh Kudus melalui Firman yang kita baca. Kita juga bisa mendengar hati nurani kita dan kita bisa mendengar suara setan. Kita bisa mendengar orang di sekitar kita. Seluruh program setan adalah kekacauan, ancaman yang membuat kita kehilangan damai sejahtera. Saat itulah setiap kita harus sadar ada pengujian untuk segala hal yang berkaitan dengan hidup kita. Di dalam bagian ini Abraham tidak menguji usulan Sara karena dia taat kepada Sara tetapi ketaatan dia salah karena kekuatan cinta yang salah. Kekuatan cinta yang sesungguhnya paling utama berasal dari Alkitab, ketika Kristus mati di kayu salib, itulah kekuatan cinta sejati. Karena kasih-Nya, Tuhan Yesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Karena kasih, Yesus rela untuk dicambuk, dicaci-maki, dan disiksa. Itulah yang dinamakan kekuatan cinta yang sejati. Kekuatan cinta sejati tidak mungkin mengorbankan orang lain tetapi mengorbankan diri sendiri, itulah yang disebut kekuatan cinta yang benar.

            Di dalam bagian ini yang dikorbankan adalah komitmen Abraham dalam menerima janji Tuhan. Komitmen kebenaran Abraham hancur karena Abraham begitu cinta kepada Sara. Komitmen cinta tanpa nilai kebenaran itu menjadi sesat. Komitmen cinta tanpa dasar iman yang benar tidak punya nilai kemuliaan yang benar. Ketika Abraham dijadikan Bapa orang beriman, ternyata jatuh-bangunnya itu begitu sangat kuat. Di dalam bagian inilah Abraham mempunyai ketakutan yang salah terhadap Sara.

            Apa konsekuensi yang harus diterima Sara karena dia salah bersikap? Sara mendapatkan penghinaan dari Hagar. Alkitab tidak mencatat penghinaannya dalam bentuk apa, namun akibatnya Sara harus menerima penghinaan dari Hagar. Saat itulah terjadi penghinaan lepas penghinaan. Akibatnya Sara harus menerima dianggap rendah oleh Hagar dan hubungan Sara dan Abraham menjadi buruk. Hari demi hari damai sejahtera di hati Sara hilang jika melihat Hagar yang sedang mengandung. Sara menjadikan Tuhan hakim atas perkara Hagar dan Abraham juga tenang. Sara meminta Tuhan agar menjadi hakim atas perkara ini. Di dalam bagian inilah Sara menindas Hagar. Sara meluapkan emosi yang tidak suci oleh karena dirinya sendiri. Terkadang banyak konsekuensi yang kita terima karena terlalu cepat menyalahkan orang lain. Seharusnya koreksilah dirimu terlebih dahulu. Mengapa Allah ikut campur dalam perkara Hagar? Bisakah dia menggugurkan anak yang ada di kandungan Hagar? Bisa. Apakah ini yang namanya berkat? Jikalau ini berkat, berarti keturunan Ismael adalah keturunan yang diberkati dan juga masuk surga. Jika ini bersifat nubuat, kita periksa kembali nubuat yang berkaitan dengan kehendak Tuhan yang harus kita kehendaki untuk diri kita sebagai warga Kerajaan Surga. Ada nubuat yang bersifat negatif supaya penggenapan anugerah keselamatan nyata. Anak perjanjian itu adalah Ishak sedangkan Ismael adalah sebagai anak penguji untuk anak perjanjian. Tuhan tetap membiarkan Ismael hidup sebagai alat penguji bagi anak perjanjian. Saat itu Abraham berumur 86 tahun dan Abraham akhirnya mendapatkan Ishak ketika dia berumur 100 tahun.

Di dalam bagian ini kita percaya pada waktu ada kedaulatan Tuhan yang mengatur segala sesuatu, ada maksud Tuhan memantapkan iman kita semua sebagai anak perjanjian yang dimana kita disebut orang yang lahir karena kelahiran baru. Tuhan memang menciptakan hewan kambing, Tuhan menciptakan domba, Tuhan mengatur adanya gandum, Tuhan juga mengizinkan adanya lalang. Di dalam bagian ini Tuhan mengizinkan adanya Ismael karena Alkitab mengatakan manusia menajamkan manusia. Iman kita bisa semakin mendekat kepada Tuhan ketika mendapat ujian, ketika kita mendapat penderitaan, ketika kita mendapat tantangan. Di sini kita percaya apa yang diucapkan oleh Paulus. Paulus sangat mengerti teologi salib. Dia sangat mengerti teologi penderitaan karena dia tahu semua penderitaan yang ada di dalam pelayanan anak-anak Tuhan. Penganiaya mereka salah satunya adalah dari orang-orang Yahudi, salah satunya adalah dari orang-orang yang beragama lain. Di sini Paulus berkata, 10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat, (2 Korintus 12:10). Ini memberikan kepada kita satu gambaran bahwa di dalam hidup ini akan selalu ada nilai kompetisi yaitu kompetisi beragama, kompetisi iman, kompetisi kesalehan, kompetisi kerohanian. Tuhan ingin memberi tahu ada yang asli atau sejati, juga ada yang palsu. Ishak anak yang sejati, Ismael anak yang akan menguji anak perjanjian. Di dalam bagian ini Tuhan mengizinkan, Tuhan ikut campur supaya kita diuji apakah iman kita sejati atau iman kita palsu, maka Tuhan bertindak.

Kesimpulan

            Merupakan hal penting untuk mengenal Allah dengan benar supaya imanmu sejati. Ketika engkau ada kekuatiran, ketika engkau ada kelemahan, ketika engkau ketakutan biarlah engkau bersikap dengan baik karena engkau mengenal akan Tuhan dengan benar dan Firman-Nya.

            Pengharapan harus berdasarkan iman, bukan apa yang kelihatan. Sara berpikir ia mengharapkan anak karena melihat Hagar yang lebih muda. Pengharapan kita untuk anak-anak kita, pengharapan diri kita untuk dipakai Tuhan, biarlah kita semua berharap bukan karena melihat tetapi karena kita mempunyai iman. Iman dibangun berdasarkan pendengaran akan Firman Tuhan bukan karena melihat.

Kita harus berani menguji kehendak diri/keinginan diri. Apapun yang kelihatannya dibungkus dengan kebaikan, keinginan Sara yang kelihatannya dibungkus dengan akal sehat, tetapi kalau itu semua tidak berdasarkan Firman, maka itu bukan kehendak Tuhan. Jika demikian akhirnya kita akan menuai sesuatu yang salah dan akhirnya hidup kita mengalami masalah. Saat itulah kita salah mengerti kehendak Tuhan. Mari kita belajar untuk memiliki iman yang benar berdasarkan Firman Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

KELEMAHAN IMAN (ABRAHAM DAN SARA)

Categories: Transkrip

Author: gracelia Christanti

Bitnami